
...(**HAPPY READING ALL)...
☘️**.
Rencana Perkemahan II.
menit demi menit telah berlalu, kini jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. lonceng masuk berbunyi, semua murid berlari kekelas dan segera masuk kedalam kelas.
disisi lain lagi, Mu Fei yang sudah ada dikelas kini hanya menyiapkan beberapa buku dan pulpen. ia dari tadi hanya membaca dan mencoba memecahkan beberapa materi.
ia sangat ingin tau tentang semua itu, setelah itu tibalah guru dan akhirnya mereka belajar. disetiap pelajaran, Mu Fei selalu mengerjakannya dengan baik.
bahkan wajahnya selalu tenang setiap kali membahas tentang pelajaran. jam demi jam telah berlalu, kini suasana sedikit berubah.
karna setelah selesai belajar, guru menyampaikan berita penting. berita itu tentang perkemahan yang tadi dibahas oleh pak satpam saat pagi.
"anak-anak, Senin depan kita akan pergi keperkemahan. kemahnya akan diadakan disalah satu hutan dekat kota, sebelum pergi harus ada izin dari orang tua dulu.
ini ada formulir pendaftaran, bagi yang ikut silahkan berikan formulir ini kepada kedua orang tuanya, sedangkan yang tidak ikut maka bilang saja.
perkemahan kali ini diadakan untuk liburan kita saja." jelas buk guru yang membuat mereka semua senang, tak terkecuali dengan Mu Fei.
ia sudah terbiasa berkemah dihutan-hutan. setelah selesai berbicara hal itu, lonceng istirahat berbunyi dengan segera murid-murid keluar.
mereka semua sambil berjalan dan membahas tentang perkemahan itu, sedangkan Mu Fei ia malah penasaran apakah burung itu sudah menyampaikan pesannya.
"burung merpati itu, bagaimana keadaannya?."
setelah beberapa saat, Mengmeng dan Mu Xiao Bi langsung mengajak Mu Fei jalan kekantin dan membahas tentang itu, mereka penasaran dengan pendapat yang lain.
"Mu Fei, ayo kita pergi kekantin."
"ayo."
setelahnya merekapun pergi bertiga kekantin, disisi lain lagi, Huang Jia dan yang lainnya masih didalam kelas, mereka masih mendengarkan pengumuman.
setelah selesai itu barulah mereka keluar dari kelas dan mencari Mu Fei kekantin. sesampainya dikantin, mereka semua bertemu disana.
"Mu Fei...." teriak Huang Jia yang lalu dibalas oleh Mu Fei... "Huang Jia, sini." jawabnya sambil melambaikan tangan kepada Huang Jia dan yang lain.
Huang Jia yang melihat kode itu langsung saja berlari kesana bersama dengan teman-temannya. setelah duduk disana, merekapun bercerita.
"Mu Fei, kau nanti ikut juga kekemah kali ini?."
"kalo kalian gimana?, kalo kalian ikut, maka aku juga gitu. btw Mu Xiao Bi kayaknya kepengen juga."
mendengar perkataan kakaknya, Mu Xiao Bi malah mengelak seakan-akan dia tidak pernah mau ikut kekemah... "nggak tuh kak." ujar Mu Xiao Bi.
"Heleh, bisa-bisanya pengen ngehindar. bilang aja kalo mau, kakak pasti ikut kok. lagipun kakak sudah terbiasa yang namanya berkemah.
berkemah ditengah perang sudah pernah, berkemah dihutan ada banyak hewan buas juga pernah. bisa dibilang pengalaman berkemahku lebih luar biasa.
ehhh kali ini kita berkemah dimana?." ujar sekaligus bertanya dari Mu Fei kepada yang lainnya, sedangkan teman-temannya hanya melongo mendengar itu..
ia tak percaya bahwa Mu Fei mengalami banyak hal seram begitu, ya sebagai jenderal mengalami luka dan hari-hari yang kejam sudah hal biasa.
bagi mereka mengutamakan kepentingan nyawa masyarakat dan juga kedamaian adalah impian bagi setiap jenderal.
alasan ia memilih menjadi jenderal karna itu, dari pada ia menjadi seorang wanita yang biasa saja, lebih baik ia menjadi wanita kuat.
pemikirannya jauh dari kata wanita, semua pemikirannya sangat diluar nalar. Mu Fei bahkan terkekeh kecil setelah mengatakan hal itu.
"tidak, rasa lelahku hilang saat aku berhasil memenangkan peperangan itu. melindungi banyak nyawa, melindungi orang-orang dari kejahatan sudah membuatku tidak lelah.
aku senang menjadi kuat, kuat adalah impianku sejak dulu. jika kalian membahas tentang bela diri, maka tanyakan saja padaku.
aku punya beberapa jurus yang bisa kuajarkan kekalian, ini semua demi kepentingan kalian." ujar Mu Fei yang malah disetujui oleh mereka.
mereka malah senang karna Mu Fei mengajarkan mereka bela diri yang kuat, karna pada umumnya mereka juga sering berurusan dengan orang jahat.
lebih tepatnya saat mereka mengalami perampokan atau apapun itu, setelah itu merekapun akhirnya makan dengan tenang tanpa ada kata.
mereka memakan makanan itu dengan tenang dan senyap, semua orang yang ada dikantin kini malah merasa lumayan suka dengan gaya Mu Fei.
gaya yang sederhana namun kuat, dibalik sifat rendah hatinya, terdapat jiwa mengerikan didalamnya. jam demi jam telah berlalu, kini malampun tiba.
semua orang bisa pulang sekarang, mereka akhirnya bisa istirahat dari yang namanya pelajaran. disisi lain lagi, kini Mu Fei tiba dirumah Xiao Lin.
sedangkan Mengmeng dan Liu Yi, mereka sudah diantar duluan. Mu Fei yang tiba dirumah kini beristirahat secara langsung, ntah kenapa akhir-akhir ini ia merasa lelah.
"Xiao Lin, aku masuk dulu kedalam."
setelah mengatakan itu, Mu Fei langsung saja berjalan masuk kedalam. hari demi hari begitu cepat, kini sudah tiba hari dimana mereka akan pergi berkemah.
murid-murid akan menggunakan kendaraan bus bersama dengan guru, sedangkan untuk Dyon, ia malah memilih untuk memakai kendaraan sendiri.
ia pikir lebih aman jika ia naik kendaraan sendiri, setelahnya merekapun berangkat menuju kehutan dimana mereka akan berkemah.
"Mu Fei, kau nampak semangat kali." ujar Liu Yi yang merasa bahwa Mu Fei nampak lebih semangat dari biasanya.
"aku juga tidak tau Liu Yi, tiba-tiba hatiku terasa lebih bersemangat. btw kalian sudah menyiapkan barang kaliankan?."
"tentu sudah."
"kak Fei, jika nanti dibagi tim, maka aku akan bersama siapa?."
"kau tau darimana kalo itu harus menggunakan tim?."
"aku mendengarnya dari beberapa murid tadi, mereka bilang kali ini akan dibagi menjadi beberapa tim. aku berharap kita bisa bersama kak."
"tenanglah, kita pasti bareng kok, berdoalah semoga kita dapet tim yang sama, adik jangan terlalu khawatir tentang ini."
"eummm...aku percaya dengan kakak, aku berharap juga begitu."
setelahnya Mu Feipun mengangguk pelan dan terkekeh kecil, walau begitu ia masih merasa Mu Xiao Bi masih terlalu kecil untuk pergi sendiri.
apalagi jika bareng dengan yang lain, takutnya Mu Xiao Bi malah menolak. dia hanya terbiasa dengan kakaknya dan juga teman-temannya.
sisanya hanya seperti orang asing baginya, ia hanya dekat dengan beberapa orang saja. itu memang sudah kebiasaannya....
dia dari dulu susah diajak berteman, jika ada seseorang yang mencoba mendekati kakaknya, dia akan dengan cepat berada digaris depan.
..."PEGANG TANGANKU DENGAN ERAT DAN JUGA JANGAN PERNAH DILEPASKAN, BERHARAP KITA AKAN BERSAMA SELAMANYA."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)