
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Pembalasan.
seharian mereka berbelanja, kini akhirnya Huang Jia membawa ia kembali kerumah Xiao Lin. karna dia sudah pernah berkata itu...
Mu Fei yang tau itu hanya diam dan mengikuti saja, bukan karna apa-apa, dia tidak mau membuat orang lain berdebat apalagi sampai berkelahi.
setelahnya mereka sampai dirumah Xiao Lin, semua orang masih ada disana. termasuk duo adik kakak itu, mereka masih sama-sama disana.
mereka semua ingin melihat apa saja yang baru Mu Fei belikan. Mu Feipun turun dari mobil dan tersenyum ramah kemereka semua.
Xiao Lin dan juga teman-temannya ikut menghampiri Mu Fei... "Mu Fei..." mendengar ada yang memanggilnya dengan segera ia tersenyum.
"ada apa Xiao Lin?."
"beli apa saja kamu?."
"hanya ini saja, owh iya lupa masih ada didalam lagi. kata Huang Jia ini adalah peralatan yang sering digunakan oleh para pelajar.
jadinya aku membeli banyak, sepertinya ini cukup untukku." ujar Mu Fei yang membuat mereka penasaran.
"yaudah kami bantu letakin didalam."
"eummm... terima kasih ya."
mereka semuapun membawa alat-alat dan juga belanjaan yang baru mereka beli. sesampainya didalam, mereka terkejut dengan apa yang dibelinya.
tiba-tiba Liu Yi mendekati Huang Jia dan berbisik pelan ditelinganya... "Huang Jia, lu traktir Mu Fei belanjaan sebanyak inikah?."
Huang Jia yang mendengar pertanyaan itu dengan segera mendekati telinga Liu Yi.
"bukan, itu uangnya sendiri, saat kami mau bayar, dia selalu memaksa untuk menggunakan emas. kamu tau nggak, mbak toko baju aja langsung kesenangan pas lihat emasnya.
makanya dia dikasih diskon besar-besaran, ya sekalian aku bilang beli peralatan sekolah, dengan begini dia tidak susah lagi untuk mencari apapun itu.
paling sekarang dia butuhkan hanya buku pelajaran dari sekolah, jika dia sudah ada maka dia bisa masuk kesana." ujar Huang Jia.
jawaban Huang Jia membuat Liu Yi kaget dan penasaran... "njir...dibalik kesederhanaannya, ternyata dia orang yang berkecukupan."
"wajar aja kalo dia kaya, dia aja putri kerajaan."
"iya juga sih."
mereka berdua seketika terkekeh kecil sambil berbisik dan tidak tau apa yang mereka bicarakan saat itu.
disisi lain lagi, mereka semua masih penasaran dengan apa yang dibeli oleh Mu Fei...
"Mu Fei apa saja yang kamu beli selain peralatan?."
"ada banyak, lihat saja, mungkin diantaranya ada yang kalian suka. jika iya maka ambillah aku ikhlas memberinya."
"tidak perlu repot-repot Mu Fei, kami senang jika kamu bisa tersenyum gembira begini."
Mu Feipun akhirnya tersenyum lebar setelahnya, merekapun masing-masing melihat dan membereskan segalanya.
disaat mereka sedang sibuk membereskan barang-barang, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh.
sesuatu itu adalah pakaian yang sempat direkomendasikan oleh mbak-mbak yang ada di toko baju, dia bilang baju ini terbuat dari kain sutra asli.
tapi sesaat mereka melihat dan merabanya, ini memang benar-benar mirip seperti kain sutra, jika diingat-ingat lagi, dia malah terpikir oleh adiknya.
...(flashback on)...
Mu Xiao Bi sangatlah suka memakai pakaian yang terbuat dari kain sutra, dia berkata bahwa kain sutra sangatlah lembut dan nyaman saat dipakai.
berbeda pula dengan Mu Fei, dia yang tidak tau apa-apa tentang model pakaian hanya terdiam. dia berpikir pakaian yang simpel adalah pakaian ternyaman yang pernah ia gunakan.
setiap musim dingin, Mu Fei selalu memakai pakaian itu. dia selalu tersenyum ketika memakainya, bagaimana tidak itukan pemberian dari ibundanya.
walau kedua orang tuanya sangat menyayangi dia, tapi karna kendala dalam kerajaan membuat Mu Fei selalu diabaikan disana.
alasan utama Mu Fei selalu bertingkah menyebalkan agar ia selalu dimarahi oleh kedua orang tuanya. dengan cara itulah, dia baru bisa berkomunikasi dengan mereka.
namun selama bertahun-tahun, ibundanya malah pergi kekota lain bersama ayahanda. disaat itulah hal buruk terjadi pada Mu Fei.
ya benar selir Yue yang selalu membenci Mu Fei kini malah menindasnya dengan buruk.
perlakuannya kepada Mu Fei sungguh tidak pantas, disaat musim dingin tiba lagi. Mu Fei yang merasa dingin kembali memakai pakaian itu.
tapi sayang bencana buruk datang kepada Mu Fei, dia pernah sekali ditindas habis-habisan oleh selir Yue dan juga pelayan lainnya.
disaat itu pakaian yang dikenakannya malah dibuka habis hingga Mu Fei kedinginan, belum lagi pakaian itu malah dibakar juga oleh selir Yue.
dengan senyuman puas ia melakukan itu dengan sangat kejam, disaat itu juga emosi Mu Fei mulai terganggu. dia sering waspada terhadap siapapun.
kebencian dan juga kemarahan yang ia pendam kini sudah mulai meluap-luap, disaat itu juga muncul sifat baru Mu Fei.
sifat kenakalan dan juga sifat kejahilan Mu Fei, saat itu juga ia mulai sering membalas semua perlakuan buruk orang kepadanya.
bahkan ada beberapa pelayan yang juga ikut menindasnya kini malah gila akibat ulahnya.
dia terkadang meneror para pelayan itu dengan cara yang sangat jahil, bahkan ada yang hampir m*ti karna ulahnya.
"itu akibatnya karna sudah menindas orang yang salah." bathin Mu Fei yang sudah kesal melihatnya.
...(flashback off)...
Mu Fei yang masih melamun kini tersadarkan oleh Huang Jia yang terus memanggil namanya.
"Mu Fei...hey...lu kenapa?."
setelahnya ia menoleh kearah Huang Jia dengan pandangan penuh keseriusan... "maaf aku malah melamun."
"tidak masalah, hanya saja ada apa?, tumbenan kamu melamun begitu?."
"aku hanya teringat saat aku membalas dendam saja."
"hah...apa sejak kapan?."
"dulu aku pernah ditindas habis-habisan oleh selir Yue dan juga pelayan. disaat itu juga ayah dan ibuku sedang tidak ada.
awalnya aku diam saat mereka menindasku, tapi mereka sudah kelewatan. mereka membakar pakaian yang paling aku sayang.
aku tidak mementingkan harga pakaian itu, hanya saja pakaian itu dibelikan khusus untukku oleh ibunda.
tapi mereka dengan begitu kejam membakarnya sambil tersenyum puas." ujar Mu Fei yang kesal mengingat hal itu.
"sabar Mu Fei, ada saatnya kamu membalasnya. tapi tidak untuk sekarang, lebih baik kita lupakan hal itu, kini mulai yang baru.
aku punya beberapa informasi penting, soal identitas baru Mu Fei, kini segalanya sudah diproses.
dengan begitu dia dengan mudah bisa kemana-mana dan juga dengan identitas baru dia tidak akan dicurigai oleh siapapun." ujar Xiao Lin.
"benarkah?, sudah diproses semua?."
"eummmm...semuanya, tinggal nunggu beberapa hari saja." jawab Xiao Lin yang membuat mereka tersenyum tipis.
..."KADANG KETIKA KAMU BERADA DITEMPAT GELAP KAMU PIKIR KAMU TELAH TERKUBUR, TETAPI SEBENARNYA KAMU TELAH DITANAM."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)