SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 41



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Kabar Kerajaan Mystic.



jam demi jam kembali berlalu, matahari yang tadinya cerah kini sudah tidak ada lagi. hari juga berubah menjadi gelap, sungguh perubahan waktu yang cepat.


kini mereka semua pulang dari sekolah sekitar jam 9 malam, hari melelahkan lagi bagi mereka semua. namun walau begitu, Mu Fei nampak bersemangat tentang belajar.


dia bahkan tetap membaca didalam mobil walau yang lain hanya bercanda, namun walau begitu dia juga masih tetap merespon sebisanya.


dia juga tidak mau teman-temannya malah menganggap dia sombong, tapi ada juga beberapa orang yang malah berpikir bahwa Mu Fei itu sombong.


"Mu Fei, kamu sedang baca apa?, dari tadi kok fokus baca mulu."


"aku lagi baca buku pelajaran nih, btw Huang Jia, benerkah katamu tadi itu kalo orang itu udah ketemu?."


mendengar itu Huang Jia langsung saja membalas pertanyaan Mu Fei... "hooh, tadi orangnya dah nelfon gua. dia bilang kalo, dia udah nemu orangnya.


btw lu kapan mau kesana nyari pelakunya?, gua bisa aja nganterin lu. ditambah lagi ada teman-teman disini." ujar Huang Jia yang memberi ide untuk Mu Fei.


...(Flashback on)...


sebelum pulang dari sekolah, lebih tepatnya saat istirahat pertama, mereka semua pergi kekantin dan makan. selama dikantin, mereka makan seperti biasanya.


hingga saat sudah selesai barulah mereka mengobrol sejenak untuk bersantai, disetiap obrolan, Huang Jia sudah membicarakan hal itu.


"Mu Fei, gua dah tau siapa pelaku yang ngebuat video itu!."


"siapa orangnya?."


"siapa Cok?."


"lu dah tau dimana orangnya?."


mendengar pertanyaan dari yang lain, Huang Jia langsung membalas satu persatu perkataan mereka... "Mengmeng, gua sendiri juga nggak begitu tau. orang gua bilang, katanya dia itu misterius.


terus soal nama ya udah gua bilangin tadi, dia susah dicari. ini aja dia ketemu gara-gara nyari diakunnya langsung. dia hanya bisa melacak alamat rumahnya.


btw Liu Yi tau kok jalannya, dia tadi dah bilang kegua." jelas Huang Jia yang membuat mereka langsung menoleh kearah Liu Yi.


bahkan adiknya juga tidak tau bahwa kakaknya sering lewat jalan itu, karna sudah tau apa yang dipikirkan mereka, Liu Yi langsung saja berkata jujur.


"saat SMP aku selalu lewat jalan itu." balasnya dengan raut wajah yang sedikit ragu-ragu dan takut.


"kenapa tidak bilang dari awal kak?."


"ya aku malas aja ngasih tau kamu, lagipun jalan itu berbahaya banget. disana itu penuh dengan orang jahat, apalagi kamu cewek jadi kakak nggak mau kamu kenapa-napa."


"bilang kek dari dulu, susah-susah gua harus diem-diem ngikutin elu."


"maksudnya?, lu dah pernah lewat jalan itu sebelumnya?."


"aahhhh lupakan."


...(Flashback off)...


setelah beberapa menit mereka dijalan, akhirnya mereka sudah sampai dirumah Liu Yi dan Mengmeng. saat itu juga kedua orang itu turun....


setelah selesai turun, Huang Jia langsung berkata lagi... "kami langsung aja ya, Xiao Lin ama yang lain juga pengen pulang."


"iya hati-hati dijalan."


Mu Fei, Xiao Lin, dan juga Mu Xiao Bi langsung turun. mereka bertiga merenggangkan kedua tangan mereka yang capek karna menulis dan duduk terus.


"gua cabut duluan ya, bye bye..." ujar Huang Jia yang langsung saja pergi dari sana.


Mu Fei yang melihat itu hanya melambaikan tangannya dengan raut wajah yang sedikit senang.


disisi lain lagi, lebih tepatnya didunia kerajaan, kini ada berita terbaru yang mengejutkan bagi siapapun itu. ya tidak salah lagi, raja Li mulai berulah lagi.


kini dia berniat ingin menjodohkan Li Huang dengan putri kelima raja Mu Ying, alias Mu Xian. berita itu sudah tersebar hingga keseluruh kota.


bukan hanya kerajaan mystic, bahkan kerajaan yang lain juga ikut kaget mendengarnya. sudah pernah mengajak perang, kini malah ingin melamar kembali.


apa karena Mu Fei tidak ada, makanya dia mulai berulah lagi. namun walau begitu, raja Mu Ying sudah punya persiapan sejak dini.


dia sudah mempersiapkan beberapa pasukan khusus untuk melindungi rakyat dan juga keluarganya. namun tanpa ada Mu Fei, semua orang merasa kurang aman.


akhirnya mereka mengerti juga maksud dari Mu Fei selama ini, tanpa perlindungan dan juga pemikiran Mu Fei, mereka semua sama sekali tidak aman.


"apa kita semua salah menilai kebaikan Mu Fei?, menyesal diakhir-akhir itu sangat menyakitkan."


sedangkan Li Huang yang tau berita itu hanya mengurung diri, dia sama sekali tidak akan bersedia melamar putri kelima raja Mu Ying.


dia sama sekali tidak menyukai wanita manapun, bahkan ayahnya sudah beberapa kali membawa wanita cantik untuknya, namun sayang dia malah menolak.


dia hanya mau Mu Fei didekatnya saja, walau ia tau itu sangat tidak mungkin baginya lagi. dia sekarang ini mengalami masalah besar.


dia sudah beberapa kali mogok makan bahkan sampai sakit hanya karna kesal akan ulah ayahnya sebelum itu, dia sangat berharap jika waktu bisa berulang kembali.


dia ingin merubah segalanya, bahkan ia berharap agar Mu Fei bisa bersama dengannya seumur hidup. namun disisi lagi, Mu Fei yang berada didunia berbeda kini merasa hawa yang aneh.


dia berada diluar rumah, namun kali ini terasa sedikit berbeda. ada rasa angin kencang yang tiba-tiba menghembus ditelinganya seakan-akan memberitahu ia sesuatu.


bahkan Mu Fei merasa bahwa angin ini adalah perasaan seseorang yang sedang merindukannya... "ntah kenapa rasanya angin ini seperti membawa kerinduan?.


apakah seseorang merindukanku saat ini, tidak...tidak... mungkin, mana ada orang suka sama cewek tomboy kek aku." ujar Mu Fei yang malah berdebat dengan diri sendiri.


bahkan ia berbicara didalam hatinya... "mungkin saja Li Huang merindukanmu sekarang?, ingat!!!!, hanya dia yang suka denganmu."


"berhentilah berbicara sembarangan, mana mungkin seorang Li Huang masih menyukai wanita yang mungkin sudah dikatakan tiada ini.


kamu jangan berbicara yang aneh-aneh lagi!!!." ujar Mu Fei yang malah menentang isi hatinya sendiri.


kini dia terlihat seperti orang yang sedang gila saja, dia berbicara sendiri namun menjawab sendiri. walau begitu, tiba-tiba pedangnya datang dan memberi ia isyarat.


pedang itu menuliskan sesuatu ditanah, memberi ia jawaban pasti... disitu tertulis sebuah kata rindu akan orang yang ia cintai.


sudah dipastikan orang itu siapa saja, Mu Fei langsung mengerti. namun setelahnya pedang itu hilang begitu saja tanpa jejak apapun.


"sudah kutebak, pelakunya antara dua orang kali ini!!!."


seketika pula isi hatinya langsung berkata lagi... "orang itu adalah Li Huang ataupun Xie Xiao Lin." ujarnya dengan suara yang sedikit berbeda.


..."BAGI SAYA, HIDUP TERLALU SINGKAT UNTUK DILEWATKAN DENGAN BIASA-BIASA SAJA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)