
...(HAPPY READING ALL)...
☘️**.
Terkejut.
Mu Fei yang dipuji oleh polisi seketika tersenyum manis. namun setelahnya pak polisi yang baik hati, memberi mereka tumpangan untuk pulang.
merekapun bersama-sama naik didalam mobil polisi... "pak polisi terima kasih atas tumpangannya." ujar Mu Fei.
"sama-sama dek, lain kali kalau ada kejahatan langsung telpon kami ya. btw benda yang adek pegang itu apa ya kok mirip senjata tajam?."
"owh ini pak, ini tu..." jawab Mu Fei yang malah dibungkam oleh teman-temannya.
seketika Huang Jia langsung menjawab dengan ragu-ragu... "ini itu kayu biasa pak, teman sayakan jago bela diri, jadinya dia buat ini untuk ngelindung diri.
emang sekilas mirip senjata tajam pak, tapi ini beneran kayu biasa yang dia bentuk gitu pak." ujar Huang Jia yang membuat polisi paham.
"begitu ya dek, yaudah lain kali hati-hati ya."
"iya pak."
setelah itu, mereka terdiam tanpa ada obrolan sama sekali. ngomong-ngomong tentang mobil, Huang Jia udah sempet nelpon seseorang buat bawain mobilnya kebengkel.
dia sudah memperhitungkan segala yang dia butuhkan. menit ke menit telah berlalu, kini tanpa waktu lama mereka sudah sampai dirumah Xiao Lin.
nampaknya kali ini mereka menginap disana, karna rumah Liu Yi dan Mengmeng sedikit jauh ditambah lagi hari sudah larut malam.
begitu pula dengan Huang Jia, rumah dia sangatlah jauh dari sini, biasanya Huang Jia datang kesini ya sudah pasti membawa kendaraan.
dengan begitu dia akan cepat sampai dan tetap merasa nyaman tanpa telat. disisi lain lagi, mendengar suara mobil polisi, semua orang terkejut.
bukan hanya ayah dan juga kakeknya Xiao Lin, tapi tetangga yang ada didekat mereka ikut terkejut mendengar suara itu.
mereka takut jika terjadi apa-apa diperkarangan kompleks mereka. apalagi kompleks rumah mereka jarang sekali ada orang lewat.
bahkan pencuri memang gampang masuk kerumah tanpa ketahuan oleh orang lain.
namun saat mereka membuka pintu, anak-anak sekolah tiba-tiba keluar dari sana. lebih terkejut lagi dengan wajah baru yang tidak dikenal mereka.
"itu siapa kok aku belum pernah lihat dia?."
"ehhh jeng, pagi tadi aku lihat wanita itu keluar dari rumah mereka. nampaknya dia menginap dirumah itu sekarang.
dia siapa kok bisa berada disitu?, apalagi diakan cewek sedangkan didalam rumah itu terisi pria semua.
takutnya terjadi apa-apa dengan wanita itu, apa jangan-jangan wanita itu sipenggoda laki-laki!."
"jangan ngomong sembarangan dulu jeng, takutnya ternyata itu saudara mereka gimana."
intinya begitulah para omongan tetangga yang baru melihat wajah Mu Fei hari ini.
Mu Fei yang sadar bahwa mereka membicarakan dirinya, kini melirik dengan tatapan tajam. seakan-akan memberi peringatan untuk mereka.
orang yang tadinya membicarakan dia, kini melihat wajah Mu Fei, namun tatapan mata Mu Fei kemereka sungguh tidak bagus.
tatapan tajam itu membuat mereka takut untuk berbicara lagi, mereka takut akan terjadi apa-apa jika mereka melanjutkan omong kosong itu.
"dasar emak-emak, nggak dikerajaan nggak disini, semuanya sama aja. sama-sama kang gibah orang lagi." bathin Mu Fei yang kesal.
melihat tatapan Mu Fei begitu, dengan segera mereka sadar dan berkata... "pak, btw pencurinya akan diberi hukuman apa?."
"sesuai dengan kesalahan dia, kita hanya perlu melihat saja nanti. dan untuk adek Mu Fei, terima kasih karna sudah membantu kami.
jika tidak ada kamu, mungkin kami semua akan kesusahan menangkap mereka. mereka cukup gesit dan lincah, beberapa warga saja tidak bisa menangkapnya.
"sama-sama pak, tetapi semua ini bukan saya yang melakukan. tapi nafsu mereka yang ingin merampoklah yang membuat saya bisa menangkapnya.
lagipun ada yang ingin saya bicarakan dengan mereka. bolehkan pak, saya bicara dengan mereka semua?." ujar Mu Fei yang diberi izin.
"silahkan."
setelahnya Mu Fei berjalan menuju mobil itu dan melihat kantong bajunya. dia merasa saat, dia mengh*jar mereka, sepertinya mereka mengambil sesuatu.
dan ya benar saja, mereka benar-benar mengambil giok pribadi milik Mu Fei. dengan segera Mu Fei terkekeh kecil dan menatap mata mereka.
"kembalikan giok itu!!!."
"tidak mau, barang yang sudah diambil tidak boleh dikembalikan."
"begitu ya, tapi berhati-hatilah, nyawa seseorang bisa dalam bahaya jika kalian begitu. ingat satu hal, giok itu penting bagiku, apa kalian tidak punya hal penting juga.
aku beri peringatan, jika kalian memberi giok itu, aku bisa saja mengampuninya nyawa kalian, mungkin setidaknya tunggu 6 tahun dipenjara.
tapi kalo kalian tidak memberikan kepadaku, kalian semua akan dipenjarakan seumur hidup disini." ujar Mu Fei yang memberi kode.
dia menunjukkan pedang yang ia bawa itu, tapi karna Huang Jia pernah berkata bahwa itu boongan, dengan segera para perampok itu terkekeh geli.
dia merasa wanita itu sudah gila, hanya karna giok ini, dia mencoba mengancam nyawa mereka.
"pffft.....lucu banget sih, emangnya kayu bisa ngebuat aku berada disini."
"kalian percaya begitu saja dengan omongan temanku?, kalian ingin lihat yang aslinya?."
"pffttt... omong kosong itu sungguh tidak lucu. wanita gila, lebih baik elu pergi kerumah sakit jiwa, buat lihat halu lu itu sungguh ketinggian."
"halu?."
Mu Fei seketika terkekeh kecil dan lalu membuka pedangnya dari sarung itu, sekarang semua terlihat. pedang yang begitu tajam, beserta ada aura jahat didalamnya.
sebenarnya aura itu tidak berbahaya, malahan Mu Fei memang sengaja berbuat begitu agar mereka ketakutan dan memberi giok itu.
saat mereka melihat itu, dengan segera keringat mereka keluar cukup cepat. mereka ternganga melihat pedang itu.
"baiklah, ini gioknya. kamu pergi sekarang, lebih baik kami dipenjara saja daripada melihat sikopet gila sepertimu."
setelah mendapatkan kembali gioknya, dengan segera ia mengambil plakat dan lalu menaruhnya disaku baju lagi.
karna giok dan plakat itu sangat berfungsi baginya. benda itu adalah hal terbaik yang ia punya selamanya.
menit ke menit telah berlalu, kini Mu Fei pergi dari sana. dengan segera pak polisi itu pergi membawa penjahatnya masuk kedalam penjara.
Mu Fei seketika senang melihatnya, karna hari ini adalah hari pertama yang seru untuknya.
dia bisa bersenang-senang disekolah, bahkan dia diajak duel orang orang yang paling ditakuti disekolah itu. terlebih lagi, dia menang saat beradu itu.
sungguh hari yang menyenangkan baginya, dia berpikir semoga dihari selanjutnya dia bisa terus seperti ini.
bersenang-senang sambil melatih kembali perasaan lamanya yang kini hilang. terasa aneh saat pertama kali memiliki perasaan yang begitu besar.
..."JIKA ITU PENTING BAGIMU, KAMU AKAN MENERUSKAN JALAN."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)