
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Hari Baru, Masalah Baru.
hari demi hari telah berlalu dengan begitu cepat, waktu demi waktu juga begitu. tanpa menunggu lama, Mu Xiao Bi sudah akan masuk sekolah lagi.
ini juga berkat kakaknya yang langsung meminta izin untuk mendaftarkan adiknya sekolah disini, bagaimanapun Mu Fei akan lebih bersemangat lagi jika ada adiknya.
diapun langsung kerumah kepala sekolah dan meminta bantuan. sesampainya dirumah kepala sekolah, Mu Fei terlihat sedikit canggung.
dia tidak berani mengucapkan apa-apa, dia terlihat seperti gugup. merasa Mu Fei diam selalu, akhirnya pak kepala sekolah memberanikan diri untuk bertanya langsung...
"ada apa datang kerumah bapak?."
mendengar pertanyaan itu Mu Fei seketika menghela nafas dan lalu menjawab dengan sopan... "jadi begini pak, apakah masih ada lowongan pendaftaran untuk siswa?.
jika tidak ada maka saya bisa menunggu lagi kok." ujar Mu Fei yang mungkin sudah putus asa.
melihat wajah sedih Mu Fei, diapun merasa tak tega dan akhirnya memberi ia sebuah jawaban... "nak, ini ada formulirnya, bawa ini dan berikan keorang yang ingin kamu kasih.
saran dari bapak juga, jangan bilang-bilang kesiapapun tentang ini." peringatan dari pak kepala sekolah untuk Mu Fei.
dia begitu bukan karna pelit, tapi dia takut jika nanti akan banyak siswa yang datang dan malah meminta paksa formulir pendaftaran sekolah.
"baik pak, terima kasih karna sudah mengerti maksud kedatangan saya kali ini."
"tidak masalah, sebenarnya bapak juga bangga dengan kamu. kamu itu berani, kuat, dan tangguh."
"maksud bapak gimana ya?."
"kamu tidak mendengarkan berita baru-baru inikah?."
"saya tidak bermain alat seperti itu pak, saya merasa nanti otak saya akan mudah terganggu dengan alat begitu, tapi memangnya ada apa pak?."
"kamu benar-benar tidak pernah nonton tv atau bermain ponsel begitu?, ahhhh lupakan....
berita ini viral banget, ada sebuah video yang merekam dimana waktu itu kamu melawan sekelompok perampok.
bahkan ada adegan dimana sebuah pedang tiba-tiba muncul dan lalu membuat peluru itu mengarah tepat dikepala bosnya.
ngomong-ngomong itu bukan kamukan nak?." jelasnya sekaligus bertanya tentang perihal berita terkini yang sedang hebohnya.
mendengar itu Mu Fei seketika terdiam dan membathin... "mampus, ada yang ngevideoin aku lagi. gimana nih cara ngejelasinnya, kalo sampe ketahuan ini gawat.
minta bantuan keteman-teman, siapa tau mereka bisa bantu." bathin yang lalu dikembali disambung dan menjawab pertanyaan pak kepala sekolahnya.
"itu bukan saya kok pak, waktu itu saya ditoko peralatan ulang tahun."
"ngapain kesana nak?."
"beberapa hari lalu adik saya ultah pak, jadinya saya ngerayain ultahnya. btw saya pulang dulu ya pak, masih ada kerjaan lagi."
pak kepala sekolah itupun mengangguk pelan dan segera pula Mu Fei berdiri. diapun berjalan perlahan keluar dari rumahnya.
setelahnya diapun pergi dari sana dengan pandangan yang sudah was-was, dia takut para warga datang mengerumuninya.
menit ke menit telah berlalu, kini dia pulang dengan perasaan lega. aneh sifat Mu Fei setelah pulang dari rumah pak kepala sekolah sangatlah berbeda.
bahkan setelah masukpun ia tetap menoleh kesana kemari melihat kondisi. Xiao Lin yang merasa ada yang aneh dengan Mu Fei kini akhirnya bertanya.
"ada apa?."
"tidak apa, hanya saja terjadi sesuatu diluaran sana. btw Xiao Lin, bisa tolongin aku nggak?."
"tolong apa?."
"ada yang ngevideoin aku waktu ngelawan penjahat. bahkan ada juga bagian dimana aku manggil pedang, itu sangat bahaya sekali.
Xiao Lin tolong, aku tidak mau identitasku terbongkar." ujar Mu Fei yang merengek meminta bantuan dari Xiao Lin.
dia juga bingung melihat situasi baru ini, karna hal ini tidak pernah terjadi didunia Xiao Lin sebelumnya. terkecuali orang penipu yang hanya pintar berbohong.
namun Mu Fei bukanlah pembohong, dia benar-benar jago bela diri. melihat kecemasan Mu Fei begitu, akhirnya ia menelpon yang lainnya untuk membantu ia.
"hah kenapa?."
"kerumah gua sekarang!."
"oke, bentar gua panggil kakak gua juga ya."
"baiklah, kalo gitu tutup dulu ya. gua mo lanjut nelpon Huang Jia dulu. bye...bye..."
"hooh bye..."
setelah menutup telpon satu sama lain, Xiao Lin langsung saja menelpon Huang Jia secara langsung...
Tut...Tut...Tut...
"hello, Napa bre?."
"langsung jawab ae lu, kaget gua Cok. btw lu datang ya kerumah gua sekarang, ada keperluan mendesak."
"oke gua siap dulu, btw masalah siapa nih?, jangan bilang kalo masalah berita baru yang viral ini."
"kok lu tau?."
"ya taulah, lu lupa siapa gua?."
"iya-iya inget gua, btw gua tutup dulu ya. kayaknya Mu Fei cemas banget nih."
setelah Xiao Lin menutup telpon, dengan segera ia langsung berlari kearah mobil dan segera pergi kesana. untungnya dia memang sudah ada rencana untuk kesana.
ehh tiba-tiba dapet kabar gini, dia langsung segera datang. bagaimanapun Mu Fei tipe wanita santai, jika dia panik itu berarti masalah besar baginya.
menit demi menit begitu cepat, kini mereka bertiga sampai dirumah Xiao Lin dengan tepat waktu. mereka langsung masuk kedalam dan melihat kondisi Mu Fei sekarang.
"bagaimana Mu Fei sudah baik-baik saja?."
"belum, dia masih panik sampe sekarang. ini adiknya nyoba bujuk dia buat tenang."
"yaudah gua lihat dulu keadaan dia, gua udah cemas juga lihatnya."
"oke."
Huang Jiapun langsung berjalan dan melihat kondisi Mu Fei saat ini, dia melihat Mu Fei dan adiknya duduk disana dengan tatapan mata yang begitu sedih.
Mu Fei tak menyangka saat ia melawan para penjahat itu, ternyata ada orang yang diam-diam memvideokan dirinya secara langsung.
karna merasa kesal dengan hal ini, Huang Jia langsung berkata secara langsung... "aku tau berita ini hilang bagaimana?."
mendengar hal itu, mereka berdua langsung menoleh kebelakang dengan pandangan yang serius.
"bagaimana caranya?, aku tidak ingin kakakku mendapatkan masalah baru."
"itu mudah, kita cari pelaku sesungguhnya. kalo sudah ketemu, maka suruh dia buat ngehapus rekaman itu.
dengan begitu berita tentang hal ini tidak akan tersebar lagi." ujar Huang Jia yang sudah mempunyai ide tentang berita ini.
"bagaimana cara agar kita ketemu pelakunya?."
"sekarang dunia ini adalah dunia modern, ada tempat dimana kita bisa melacaknya. aku akan butuh bantuan ayahku untuk hal ini.
kalo kita sudah ketemu, maka kita bisa menyuruhnya menghapus. tidak...cara lembut tidak akan membantu, kita paksa dia untuk menghapus video ini.
ini juga termasuk salah satu pelanggaran hak cipta, dia sama sekali memposting hal yang tidak diizinkan sama sekali oleh orang yang ada didalam video itu.
kita gunakan alasan ini untuk membuat ia takut." ujar Huang Jia yang langsung saja disetujui oleh Mu Fei, karna dia merasa ide ini sama sekali tidak buruk.
..."BEBERAPA HAL MENGHANCURKAN HATIMU, TETAPI MENJERNIHKAN VISIMU."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)