SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 66



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Sepi.



setelah beberapa menit didalam bus itu, pria tersebut langsung turun dari bus bersama dengan wanita yang duduk disampingnya.


disitu Mu Fei yang melihatnya hanya terdiam dan merubah ekspresinya dengan ketidaksukaan dia terhadap pria yang seperti itu.


"dasar." gumam pelan Mu Fei yang lalu berlanjut jalan kembali.


menit ke menit telah berlalu, kini tiba giliran mereka untuk turun. disitu Mu Fei dan yang lainnya masuk kedalam rumah dengan wajah yang seperti biasa.


namun walau begitu wajah Mu Fei lagi-lagi terlihat dingin dan memperlihatkan hawa dingin didalam dirinya.


disitu seluruh keluarga Xiao Lin bersama dengan yang lainnya termenung merasakan hawa dingin dari diri Mu Fei.


"hadeh gimana nih, Mu Fei kok kayaknya kesel banget. btw dia siapa?."


mendengar ucapan Huang Jia, dengan segera Xiao Lin mendekat dan menjawab sambil berbisik..."dia itu orang yang bikin Mu Fei nggak mood dari pagi tadi." jawab Xiao Lin.


mendengar perkataan itu, seketika wajah Huang Jia nampak penasaran dan juga kesal. bagaimanapun ini kali pertamanya ia melihat Mu Fei begitu kesal.


apalagi tadi dia mencari kesempatan dan memeluk erat tubuh Mu Fei, bahkan menyentil dahinya. aku aja belum pernah gitu sama dia, kok dianya bisa.


seketika Huang Jia langsung menelpon salah satu orangnya dan menyuruh ia untuk menjemputnya...


beberapa saat kemudian, tiba-tiba muncul suara dari ponselnya..."hello tuan muda ada apa?." tanya orang itu yang dijawab pelan oleh Huang Jia.


"jemput aku!!."


"baiklah tuan muda."


seketika Huang Jia menutup telpon dan menunggu orang itu untuk menjemputnya. ia sebenarnya bukan ingin pulang, melainkan ingin bertanya kepada ayahnya.


ia ingin tau pria tadi siapa?, apalagi ia juga penasaran dengan apa yang terjadi diantara keduanya. nampaknya tidak semudah dipikirkan.


sedangkan pria yang dimaksud oleh Huang Jia kini duduk didalam rumah dengan raut wajah yang sedikit berbeda.


ia memandangi wajahnya dan lalu menghadap kelemari dan menatap lemari itu dengan waktu lama. namun beberapa saat kemudian, barulah ia berjalan menuju lemari itu.


iapun perlahan membuka lemari dan menampakkan semua isi lemari itu. ternyata didalam lemari itu ada banyak benda-benda lainnya.


salah satunya pakaian kuno, pedang, dan juga giok. iapun mengambil beberapa koleksi gioknya dan menatap cukup lama.


"dimana giok hijauku?." tanya Chen Liu yang sudah memperhatikan baik-baik gioknya. iapun sadar bahwa gioknya yang itu hilang.


seketika ia membayangkan kejadian sebelumnya, sebelum ia benar-benar masuk kembali. iapun berpikir mungkinkah saat ia jatuh, ia tak sengaja menghilangkan giok itu.


seketika ia memandang dijendela dan menatap jalanan. banyak rumah dan juga mobil-mobil berlalu lalang melintas dijalanan.


"Mu Fei, bagaimana kabarmu?." tanya Chen Liu yang tiba-tiba dikejutkan dengan seseorang wanita yang tiba-tiba membuka pintu secara paksa.


disitu wajah wanita itu kesal dan lalu bertanya..."ada apa?." tanya wanita itu yang lalu dijawab pelan olehnya.


"tidak apa."


namun mendengar nada bicaranya, ia sudah sadar dan hanya terkekeh kecil. iapun menatap luar jendela yang sama dengan Chen Liu.


"kak Chen, apakah kau ingat saat hari pertama kita bertemu waktu itu?."


"tentu."


"sebenarnya ada masalah apa?, nampaknya setelah kejadian tadi kau langsung terdiam dan melamun."


"kau teringat dengan murid kecilmu waktu itu."


"eummm... seharusnya sekarang mungkin dia sudah sebesar gadis bodoh yang kutemui tadi."


"kenapa kau menamainya begitu?, dan kenapa kau selalu naik bus dan tidak menaiki mobilku?."


"aku tidak suka merepotkan, sudah bagus kau menolongku. itu sudah cukup bagiku."


setelah mendengar itu, seketika wanita itu mengeluarkan ekspresi yang sedikit sedih. mungkin diam-diam selama ini ia menaruh perasaan kepada Chen Liu.


namun didalam hati Chen Liu saat ini hanya ada murid kecilnya itu, yang sudah pasti bisa ditebak siapa lagi kalau bukan Mu Fei.


jam demi jam telah berlalu, waktu begitu cepat sudah berganti. tadinya saat Mu Fei pulang kerumah, hari masih sore, namun sekarang sudah malam saja.


Mu Fei yang biasanya jarang tidur kini tertidur dikasur dengan seragam yang masih ia kenakan. sepertinya ia lupa untuk mandi dan sebagainya.


namun karna melihat Mu Fei lelah seharian belajar dan kadang membantu mereka, kini ayah Xiao Lin yang merasa tak tega akhirnya duduk didekat Mu Fei dan bergumam.


"sungguh iri, ayahmu cukup beruntung punya anak berbakti dan pemberani sepertimu. rela mati-matian hanya demi menjaga kedamaian dunia."


setelah mengucapkan kata itu, ia langsung berdiri dan mematikan lampu. setelahnya iapun menutup pelan pintu kamarnya dan berjalan perlahan menuju kearah Xiao Lin dan Mu Xiao Bi.


melihat kedua anak itu masih belajar, seketika ia terkekeh dan menghampiri keduanya..."belum tidur?." tanya ayah Xiao Lin.


"belum yah, lagipun hari baru jam 8 malam. btw Mu Fei dimana kok dari tadi belum muncul?."


"dia?, dia masih tidur."


"apa?." tanya Mu Xiao Bi yang kaget mendengar ucapan ayah Xiao Lin..."ada apa Mu Xiao Bi?." tanya balik ayah Xiao Lin dengan wajah penasaran.


"tidak apa, hanya kaget saja. tumben kak Fei tidur jam segini. biasanya dia paling hobi tidur pagi terus, paling antara jam 2 sampai 3 pagi."


"dia sering begadang?."


"ayah baru tau?, terkadang kalo aku kebangun, aku lihat sendiri pake mataku sendiri, dia masih duduk diluar dan memandangi langit."


mendengar ucapan keduanya, ayah Xiao Lin mulai mengerti dan hanya menghela nafas. ia tau isi pikiran Mu Fei saat ini sangat kacau.


ia sudah tidak tau harus apa, lagipun dia sendiri bukanlah orang dari dunia ini. pasti sulit untuknya terus beradaptasi didunia ini.


"jadi begitu, Mu Fei diam-diam begadang."


"eummmm...tapi denger dia udah tidur duluan cukup bagus sih. dia juga jarang banget tidur, sekali-kali kasih dia buat istirahat."


"bener katamu Xiao Lin."


"he...sulit jika harus begitu, kak Fei sangat tidak mudah diajak istirahat. paling dia hanya makan dan duduk, dia jarang sekali tidur begitu cepat."


setelah mendengar itu, ketiganya mulai menghela nafas. setelah itu beberapa jam kemudian, malam berubah menjadi pagi.


awan diluar cukup bagus, bahkan mood Mu Fei kembali baik. ia mungkin sudah melupakan tentang kejadian dibus kemarin.


beberapa saat setelahnya, iapun bersiap bersama dengan keduanya untuk memulai hari. menit ke menit telah berlalu, tiba-tiba mobil Huang Jia datang.


Mu Fei yang melihat itu seketika tersenyum dan berharap tidak akan ada masalah lagi..."semoga tidak kenapa-napa." bathin Mu Fei.


..."TAK PERLU KHAWATIRKAN AKU. PERGI DAN BERSENANG-SENANGLAH. AKU AKAN TETAP DISINI DAN BERSEDIH."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)