SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 40



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Mu Xiao Bi menjadi pusat perhatian baru.



setelah beberapa jam kemudian, tiba-tiba muncul beberapa murid dan melihat wajah Mu Xiao Bi. wajah Mu Xiao Bi yang begitu lembut dan sopan membuat mereka kagum.


mata mereka berbinar saat menatap wajah Mu Xiao Bi, namun Mu Xiao Bi sendiri malah ketakutan melihat wajah-wajah asing yang malah dekat dengannya.


"kakak, aku takut!." ujarnya sambil memeluk tangan Mu Fei dengan erat. seperti biasa, ketika Mu Xiao Bi ketakutan dia akan berada dibelakang Mu Fei.


beginilah cara Mu Fei melindungi adik-adiknya, dia sama sekali tak ingin ada seseorang yang menyentuh mereka, apalagi sampai berbuat hal buruk.


"jangan takut, ada kakak disini. ayo pergi saja, Huang Jia ayo."


setelahnya merekapun pergi, ketiga orang yang dibelakangnya hanya menatap dari kejauhan... "yaudah kekelas langsung yuk.


biarin mereka bertiga barengan, paling Mu Fei pengen ngajak adiknya keliling sekolah bentar." ujar Mengmeng yang disetujui oleh mereka semua.


mereka mengangguk kepala dan pergi kekelas masing-masing, sedangkan untuk Mu Fei dan kedua orang itu mereka masih berjalan-jalan disekitar.


namun sesaat ditaman sekolah, tiba-tiba Mu Xiao Bi melepaskan pegangan tangan dan malah berlari kesana. ia merasa senang karna bertemu bunga lagi.


karna hobi utamanya adalah melihat tanaman, apalagi itu adalah bunga. dia sangat tau banyak tentang macam-macam bunga.


"astaga, ada bunga mawar sama anggrek. kak Fei, sini, disini indah sekali."


"baiklah." jawab Mu Fei yang ikut berlari kearah Mu Xiao Bi, begitu juga dengan Huang Jia, dia ikut-ikutan berjalan ketaman.


"kakak, lihat ini. bunga mawar merah sangat cocok untuk kakak dan Huang Jia. aku rasa kalian berdua ada cocoknya."


mendengar ucapan itu, seketika wajah Huang Jia dan Mu Fei nampak memerah. mereka tak menyangka bahwa adiknya langsung berkata begitu.


melihat kedua wajah orang itu memerah, Mu Xiao Bi langsung berkata... "tidak usah malu-malu, jika memang suka maka jalanin.


ha...andai disini aku juga bertemu jodoh, sudah pasti aku ikut senang." ujar Mu Xiao Bi yang lalu dijawab bersamaan dengan Huang Jia.


"kamu masih baru disini, jangan pernah mencari wanita."


mendengar perkataan serentak dari Mu Fei dan juga Huang Jia, Mu Xiao Bi semakin ingin menggoda mereka agar wajah mereka memerah lagi.


"tuhkan serta, emang jodoh deh kalian berdua. kalo iya, aku ucapin selamat aku punya kakak ipar sekarang.


aku kira yang berhasil mendapatkan hati kak Fei adalah raja moon, ternyata bukan. emangnya jodoh nggak pernah mandang tempat." ujarnya sambil menggoda.


"omong kosong, raja moon hanya sahabat bagiku. dia sama sekali tidak menyukaiku, apalagi ayahnya, ishhh melihat wajah ayahnya sudah ingin..."


terdiam karna ia tau konsekuensi ketika berbicara begitu, ya walau hanya berbeda dunia tapikan tetap saja. lagipun kerajaan moon cukup dekat dengan kerajaan mystic.


jika adalah salah sedikit perang akan terjadi... "ingin apa?." tanya Huang Jia dengan polosnya, karna dia tidak tau apa-apa tentang hal ini.


"kak Fei dengan ayah raja moon sekarang itu bagaikan musuh. ayahnya tidak suka jika raja moon suka dengan Mu Fei, begitu juga sebaliknya.


dia berkata bahwa dia tidak ingin anaknya sakit hati hanya karena ditolak. sungguh ayah yang terlalu berlebihan, lihat Li Huang, dia malah semakin dekat dengan kak Fei.


bahkan walau sudah ditolak tiga kali sekalipun, dia tetap maju. aku sih sudah pasti tidak mendukung keduanya." ujarnya yang malah membuat mereka tercengang.


menit ke menit telah berlalu, kini kelas sudah mulai. Mu Xiao Bi sebagai murid baru disini akhirnya dapat sekelas dengan kakaknya sendiri.


inikah yang dinamakan kakak beradik sekelas, padahal usia mereka berselisih 2 atau 3 tahunan.


buk guru yang sudah ada dikelas kini duduk dan memanggil Mu Xiao Bi maju kedepan... "kamu anak baru, sini maju kedepan dan perkenalkan dirimu.


kini dia benar-benar menjadi pusat perhatian disekolah, bahkan Dyon sama sekali tak begitu popular dari mereka berdua.


"hello semua, perkenalkan namaku Mu Xiao Bi. aku...aku...aku..." ujarnya yang lalu menatap kearah Mu Fei. Mu Fei nampak memberi petunjuk untuknya.


saat melihat pergerakan Mu Fei begitu, akhirnya Mu Xiao Bi kembali berkata... "aku adalah adik kandung dari Mu Fei, salam kenal semuanya."


mendengar ucapan itu, mereka semua malah meleleh, karna suara lembut Mu Xiao Bi yang enak sekali didengar. sudah pasti, karna itu juga adalah ajaran dari ayahnya.


jika tidak mungkin dia akan bersikap yang sama seperti Mu Fei, sama-sama menjadi keras kepala dan sedikit susah diatur dalam hal.


"anjrit, suaranya bikin candu wey."


"hooh cuy, btw ada yang bawa karung kagak?, gua mau ngarungin dia."


"sama woy, udah wajahnya ganteng, sopan lagi. fiks suami masdep gua ini mah."


initnya begitulah perkataan murid-murid yang meleleh karna melihat wajah dan juga suara Mu Xiao Bi.


disisi lain lagi, lebih tepatnya kelas Huang Jia, kini mereka sedang jamkos. guru mereka sedang sakit dan kini tidak ada guru pengganti.


akhirnya mereka istirahat sejenak sebelum pelajaran berikutnya, namun sesaat Huang Jia bermain ponsel, tiba-tiba seseorang menelpon.


"bos, saya sudah dapat informasinya."


"beneran udah dapet?, kalo udah kirim sekarang, biar gua bareng temen-temen nyelesain dia."


"baik bos, bentar aku kirim file-filenya."


setelah beberapa menit kemudian, tiba-tiba ponselnya berdering dan akhirnya Huang Jia melihat ponselnya. saat itu juga ia langsung memanggil Xiao Lin dan juga Liu Yi.


"woy Cok, sini gua dah dapet info."


"beneran?."


"iya ini gua lagi baca keseluruhannya. nanti saat istirahat baru kita bilang keteman-teman."


"oke, btw lu dah tau dimana lokasi dia?."


"udah ini, lu taukan gang ini?."


"tau Cok, ini mah gang yang sering gua lewatin dulu waktu jaman SMP."


setelah selesai mengamati segalanya, kita beralih lagi kekelas Mu Fei. kini kelas itu sedang sibuk belajar, ada juga beberapa murid yang malah berpura-pura bertanya.


dia berniat mencari kesempatan untuk dekat dengan Mu Xiao Bi, namun siapa sangka, Mu Xiao Bi sangat tidak suka didekat siapapun kecuali saudaranya.


"maaf ya Mu Xiao Bi, kamu tau ini nggak?."


"iya sama aku juga nanya yang itu, Mu Xiao Bi, kamu tau juga nggak?."


"ma...ma...maaf, aku belum pernah belajar yang kek ginian. jadi maaf, kalian kembali duduk, saya tidak suka didekat siapapun."


..."JANGAN PERCAYA SEMUA YANG KAMU LIHAT, BAHKAN GARAM TERLIHAT SEPERTI GULA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)