SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 22



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Duel Tarian.



itulah yang ada dipikiran para murid-murid yang melihat Mu Fei berjalan bersama dengan Dyon.


sesampainya dilapangan, mereka berdua bertatap mata dengan raut wajah dingin, aura yang mereka keluarkan jauh lebih mengerikan.


"siapin kekalahan elu!!!."


Mu Fei yang mendengarnya seketika terkekeh geli dan lalu menghela nafas... "lihat saja siapa yang kalah nantinya.


tapi jika kamu sudah menawar tantangan kepadaku, kamu harus menepati janji.


btw aku lupa bilang, aku ingin bilang kalo aku menang kalian semua nggak boleh gangguin siapapun.


jika sampe ketahuan sama aku, habis kalian semua!!!." ujar Mu Fei dengan tatapan tajamnya.


semua orang yang mendengar perkataan Mu Fei begitu seketika takut dan panik, bagaimana tidak aura yang dia pancarkan jauh lebih mengerikan dari Dyon.


"sumpah ngeri bad dah gua denger omongan anak baru itu."


"btw siapa namanya?."


"kalo nggak salah denger ya, dia anak baru dari kelas 10. namanya Mu Fei, kayaknya sih dia temennya Huang Jia sama Xiao Lin."


setelahnya mereka berdiam dan menonton pertunjukan baru yang sedang ada dilapangan.


Mu Fei dan juga Dyon bersiap untuk segera menari, saat itu Dyon melakukan tarian dance yang sungguh memukau semua orang yang ada disana.


hanya Mu Feilah yang tidak tertarik melihat itu, bahkan dia sempat membathin sesuatu... "sungguh anak jaman sekarang tidak ada yang suka tradisional?.


mereka harus belajar tentang tarian tradisional lagi." bathin Mu Fei sambil menggelengkan kepalanya.


menit ke menit telah berlalu, semua orang menilai baik tentang tarian Dyon, tapi ntahlah dengan Mu Fei, apakah itu lebih memukau dari Dyon?.


sesaat ia maju untuk menampilkan tarian, dia langsung mengeluarkan pedangnya dari sarung dan lalu menggesernya ketangannya.


dengan tatapan serius dan dingin, dia mulai menari dengan baik. menggunakan pedang yang indah, membuat semua orang terkejut.


bahkan guru olahraga yang baru tiba dilapangan juga ikut menonton pertunjukan murid-murid itu.


dia ikut terpesona melihat gerakan Mu Fei saat menari, Mu Fei menari dengan begitu baik. sangat lincah namun gerakan yang ia gunakan cukup mematikan.


jika dipakai untuk bertarung sungguhan, itu bisa membuat orang terluka bahkan m*ti.


Mu Fei yang serius melakukannya kini tersenyum kesemua orang dan lalu melakukan gerakan yang sungguh tidak bisa dilakukan sembarangan orang.


ya benar dia seketika meloncat ketempat duduk para penonton dan lalu berlari sekencangnya hingga dia terbang diatas kepada Dyon.


saat itu Dyon ternganga melihat wajah asli Mu Fei yang ternyata begitu cantik... "sangat cantik!." ujar Dyon yang terpanah melihatnya.


namun seketika ia sadar dan menampar pipinya hingga sakit. barulah ia menghela nafas dengan panjang....


"sadar Dyon, dia musuhmu sekarang. gimana sih, gua yang dikenal dingin bisa terpanah melihat wajah gitu aja."


setelahnya Mu Fei berhenti menari dengan tatapan puas dia berkata... "siapa pemenangnya?, aku ingin cepat makan."


mendengar pertanyaan itu, dengan segera seseorang berkata dengan lantang... "kau pemenangnya nak, hey siapa namamu?."


tanya seseorang itu yang membuat semua orang terkaget, mereka kaget bukan karna suara itu, tapi karna wajah orang itu sungguh membuat mereka kaget.


orang itu adalah guru olahraga yang barusan melihat tarian Mu Fei yang begitu lincah dan bagus.


"sungguh bagus nak, bakatmu lebih luar biasa. hey apakah itu pedang asli?."


"jika ini asli kenapa kamu bisa membawa kerumah sekolah, kamu tidak takut guru akan memarahimu karna membawa senjata tajam?."


"aku tidak melukai siapapun, lagi pula yang menantangku berduel adalah dia. aku menerima tawaran itu agar mereka tidak berani mengganggu anak-anak disini.


merekalah yang membuat perjanjian itu untukku, jadi siapa pemenangnya kali ini?, aku ingin kejujuran, jangan hanya karna mereka berada ditingkat yang tinggi kalian langsung takut.


katakan sejujurnya, jauh dari lubuk hati kalian, siapa yang benar-benar menang?." tanya Mu Fei yang lalu dijawab semuanya.


"kau pemenangnya!!."


"Mu Fei, kau jauh lebih bagus dari dia. maafkan aku Dyon, kami tidak bermaksud ingin menyakiti hatimu."


"dari segi manapun, Mu Fei sudah yang paling bagus. apalagi saat gerakan terbangnya, itu jauh lebih memukau dari yang kamu lakukan."


intinya begitulah kira-kira omongan para murid yang memperhatikan pertunjukan mereka berdua.


semua orang memuji gerakan Mu Fei yang begitu bagus, apalagi saat dia terbang, itu jauh lebih memukau dari tarian yang dimainkan oleh Dyon.


Dyon yang sudah menyerah akhirnya menghela nafas dan lalu berkata... "teman-teman benar, dirimu jauh lebih sulit dilawan.


maaf atas kesalahan teman-temanku yang lain, aku sebagai bos mereka akan berhenti merendam siapapun. dimanapun aku berada aku tidak akan menghina siapapun.


jika sampai ketahuan olehmu, maka kau boleh menghukumku dengan berat sekalipun." pernyataan Dyon kepada Mu Fei.


Mu Fei yang mendengarnya hanya menghela nafas, dia bingung harus bilang apalagi. walau ia menang, tapi saat mendengar perkataan Dyon begitu membuat hatinya tergerak.


"aku tidak akan menghukum siapapun, hanya saja aku beri peringatan untuk kalian, jangan pernah meremehkan orang lain, kalian belum tentu tau apa kelebihan mereka apa.


lebih baik kalian mengoreksi diri kalian sendiri, apa kelebihan dan juga kekurangan kalian. saat kalian sudah tau, maka mereka juga begitu.


ingat satu hal, jangan hanya karna kalian lebih kaya dan lebih mampu, kalian bisa melakukan itu." ujar Mu Fei dengan tatapan lurus.


dia sama sekali tidak memperhatikan Dyon, bukan karna apa-apa hanya saja Mu Fei memang tidak suka menatap orang asing.


apalagi orang itu baru saja mengajak ia berduel sesuatu, itu akan jauh lebih sulit dihadapi.


semua orang yang mendengar perkataan Mu Fei begitu kini merasa sadar dan tersenyum bangga.


"perkataan dia sangat benar, aku percaya bahwa dia bukan sembarang orang. apakah dia pahlawan kita yang sebenarnya?."


"sungguh Mu Fei jauh lebih bijak dari siapapun, jiwa keadilannya sangatlah dalam."


mendengar perkataan murid-murid, guru olahraga itu seketika memandangi Mu Fei dengan wajah puas.


"anak-anak benar, Mu Fei jauh lebih dewasa dari siapapun. pemikirannya jauh lebih bebas dari apa yang aku prediksi.


dia jauh lebih baik dari guru yang lain, dia lebih bijaksana terhadap siapapun. bahkan dia masih mengerti adil atau tidaknya.


bahkan dia tidak berani menghukum seseorang dengan begitu sembarangan. Mu Fei sebenarnya dia siapa?." ujar guru olahraga.


disisi lain lagi, Mengmeng yang baru mendapat kabar bahwa Mu Fei menang melawan Dyon, kini Mengmeng merasa senang.


dia merasa Mu Fei jauh lebih hebat dari yang ada dibuku Xiao Lin...


bahkan ketidakpercayaannya membuat ia lupa memberitahu teman-temannya yang lain.


..."SAYA SELALU MENYUKAI HARI PERTAMA SEKOLAH LEBIH BAIK DARIPADA HARI TERAKHIR SEKOLAH. YANG PERTAMA ADALAH YANG TERBAIK KARNA ITU ADALAH PERMULAAN."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)