
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Kehadiran Mu Fei Dirumah Huang Jia.
jam ke jam telah berlalu, kini hari sudah terlalu larut. bagi mereka ini sudah waktunya pulang kerumah, tapi bagi Mu Fei mungkin sedikit berbeda.
Mu Fei selalu menghela nafas ntah apa yang ia pikirkan kali ini, namun berbeda pula dengan pikiran orang-orang yang ada disana.
mereka berpikir untuk Mu Fei agar menginap disalah satu rumah mereka.
namun selama berdiskusi, Huang Jia berkata banyak untuk kali ini....
"bagaimana jika Mu Fei tinggal bersamaku?."
"tidak bisa!!!!." ujar mereka semua dengan bersamaan.
"bagaimana jika kalian berdebat sesampainya disana."
"tidak mungkin, aku rasa Mu Fei bukan tipe wanita yang seperti itu. jadi kalian jangan khawatir, aku tidak berbuat yang macam-macam kok."
"kami tau itu, tapi lihat saja kelakuan kalian saat tadi, aku takutnya kalian akan berdebat hebat dan lalu menyebabkan luka ataupun sebaliknya bagaimana?."
"kalian semua terlalu khawatir, aku dan dia baik-baik saja nanti, lagipun aku ada urusan penting yang harus dibicarakan bersama dengannya."
"hah...jika itu maumu maka lakukan saja, jangan pernah berdebat apalagi menyebabkan masalah besar." peringatan dari Xiao Lin.
"tidak masalah, jika terjadi sesuatu diantara kami, aku akan segera menghubungi kalian."
semuanyapun akhirnya setuju, ya walau dalam keadaan mereka masih khawatir akan terjadi sesuatu kepada mereka.
namun setelahnya Huang Jia menghampiri Mu Fei dan berkata.... "ikutlah denganku, aku akan membawamu kerumahku."
"rumahmu?."
"iya, mereka semua juga setuju kok. ditambah aku ada urusan penting yang harus dibicarakan secara pribadi denganmu."
"baiklah."
setelah mendengar itu dengan segera ia tersenyum dan lalu berjalan bersama dengan Mu Fei keluar rumah Xiao Lin.
semua orang yang masih didalam hanya melihat dari sana, namun setelah mereka lihat-lihat lagi, sepertinya tidak apa-apa mereka bersama.
"apa kita salah menilai Huang Jia bersama dengan Mu Fei?."
"tidak salah namun salah, lagipun kita tidak tau apa yang mereka bicarakan nantinya."
mendengar itu mereka seketika terdiam dan hanya menatap dua orang itu berjalan menuju mobil.
disisi lain lagi, Mu Fei dan juga Huang Jia yang sudah sampai didalam mobil kini duduk dengan santai.
Mu Fei yang masih belum mengerti cara kerja mobil hanya bisa duduk dan melihat Huang Jia saja.
"benda apa yang kita naikin ini?."
"ini adalah kendaraan mobil, memangnya dulu disana tidak ada kendaraan sejenis gitu?."
"jika menggunakan listrik ataupun mesin seperti ini tidak ada. tapi kendaraan kami adalah kereta, kereta itu ada kudanya."
mendengar jawaban itu seketika membuat Huang Jia terkekeh kecil, dia tak mengira jawaban polos itu dikeluarkan langsung oleh Mu Fei.
"aku tau itu, tadi aku hanya bercanda. btw saat kamu disana, kamu pernah tidak belajar membaca ataupun menulis."
"aku hanya belajar sedikit, karna saat itu aku punya kesibukan lain jadinya kurang belajar dan terkadang aku masih susah membaca sesuatu.
bahkan surat laporan saja yang membacanya adalah Liu Yi, aku hanya menjadi pendengar, dengan begitu aku bisa cepat mengerti." jelas Mu Fei.
"hah...kamu beneran nggak bisa baca?, yaudah gimana kalo nanti kamu ikut aku belajar aja. lebih tepatnya kamu sekolah lagi."
"aku...aku belum siap sekolah seperti itu, sekolah dijamanku itu kemungkinan berbeda dengan jaman kalian."
"apa-apapun yang penting belajar, lagipun pelajaran disana setengahnya adalah sejarah jaman dulu, kamu pasti banyak tau itukan?....
dari mulai dinasti Ming sampai dinasti Qing, mungkin kamu pernah mendengarnyakan?." tanya Huang Jia yang lalu diangguk oleh Mu Fei.
"bagaimana kamu maukan belajar lagi?."
"boleh, tapi caranya agar aku bisa masuk bagaimana?."
"urusan itu aku akan tanyakan kepada teman-teman, mereka pasti bisa membantu. lagipun kamu pasti mau tau jawaban alasan kenapa kamu ada disini."
"euummmm...aku ingin tau itu, aku juga pengen kembali kesana dan memberitahu mereka banyak hal."
selama diperjalanan mereka terus berbicara hingga tanpa menunggu waktu lama, mereka sudah sampai dirumah dengan aman.
Mu Fei dan juga Huang Jia selama masuk kedalam rumah masih asyik berbincang, ntah apa yang mereka bicarakan saat itu....
namun sesaat mereka sampai didalam, Mu Fei terpesona melihat rumah Huang Jia yang begitu megah dan besar.
"Huang Jia rumahmu berbeda sekali dengan rumah Xiao Lin."
Huang Jia yang mendengarnya hanya tersenyum tak menjawab apapun, namun setelah beberapa menit barulah ia bersuara lagi...
"puaskan saja matamu melihat barang-barang ini."
"baiklah." jawab Mu Fei yang masih melihat sana sini barang yang mewah...
"Huang Jia, rumahmu hampir mirip seperti istana dikerajaan, isinya barang-barang yang berharga semua, namun berbeda dengan kediamanku."
"memangnya dikediamanmu tidak ada barang seperti ini?."
"aku tidak mau, aku merasa terlalu sempit jika bertambah barang lagi. kediamanku hanya dipenuhi dengan alat bersenjata, itu semua alat yang kugunakan untuk latihan."
"apa?, senjata?."
"eummm... seperti pedang contohnya, btw aku masih membawa pedang kesayanganku loh." ujar Mu Fei yang mengeluarkan pedangnya.
seketika mata Huang Jia membulat sempurna melihat pedang Mu Fei yang begitu indah dan juga pastinya tajam.
"hey pedangmu cukup indah."
"tentu saja, apalagi pedang ini kugunakan untuk membun*h para mata-mata dikediaman."
mendengar jawaban itu dengan segera Huang Jia menjauh, dia takut akan menjadi korban berikutnya dikeesokan harinya.
namun setelah bermenit-menit, tiba-tiba Mu Fei bertanya... "Huang Jia, apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku?."
seketika ia sadar dan lalu berkata... "ini itu sebenarnya cukup darurat, sejujurnya Daddyku ingin aku bertunangan dengan orang yang tidak kusuka.
dia bilang selama aku tidak punya pasangan lagi, maka dia ingin aku bertunangan dengannya, tapi sejujurnya aku tidak suka dengan wanita itu.
awalnya aku ingin meminta tolong kepada Mengmeng, tapi dia malah menolaknya, kini hanya dirimu yang tersisa, please gua mohon lu mau ya jadi pacar bohongan gua." ujar Huang Jia sambil merengek.
Mu Fei yang mendengar dan juga melihat itu merasa sedikit kasihan dan juga tidak peduli akan hal itu....
namun setelah diingat-ingat lagi, wajah Huang Jia cukup mirip dengan Li Huang, dengan segera ia mulai berpikir keras untuk ini.
...(didalam hati Mu Fei)...
didalam kegelapan muncul Mu Fei dengan raut wajah ragu-ragu...
"Mu Fei pertanyaan ini cukup sulit, tapi aku merasa aku tidak bisa menolaknya. secara wajahnya sangat mirip dengan Li Huang, apalagi aku merasa bersalah saat itu....
Mu Fei terima keputusan ini, anggap saja kamu sudah membalas hutang lama Li Huang kepadamu, dengan begini kamu tidak merasa bersalah lagi.
Mu Fei ayo katakan!!!!, anggap saja kamu membalasnya saat dimasa depan, dengan begini tidak ada alasan lagi untuk berbohong menyembunyikan isi hati." ujar Mu Fei.
setelahnya bayangan Mu Fei hilang, dan akhirnya ia kembali normal dan berkata.... "aku terima, anggap saja aku menolongmu kali ini."
... "JADILAH PRIBADI YANG MENANTANG MASA DEPAN, BUKAN PENGECUT YANG AMAN DIZONA NYAMAN."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)