SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 15



...(**HAPPY READING ALL)...


☘️**.



Rencana Sekolah I.



menit ke menit telah berlalu, kini Mu Fei turun mengenakan pakaian semalam. dia sama sekali tidak punya pakaian lain karena belum sempat membeli.


Huang Jia yang melihat pakaian Mu Fei basah, kini merasa kasihan dan berkata... "Bi, ambilkan pakaianku, suruh dia pakai dulu, nanti aku akan beli yang baru.


Mu Fei, ganti baju sana, takut masuk angin kalo kamu make baju basah gini." ujar Huang Jia yang merasa takut jika nanti Mu Fei kenapa-napa.


"tapi aku belum punya pakaian."


"pakailah punyaku, Bi antar dia kedalam dan carikan baju yang pas untuknya."


setelah mendengar perintah Huang Jia, dengan segera maidnya itu menundukkan.... "baik tuan muda, nona ikut saya naik keatas."


mendengar itu Mu Fei ikut mengangguk walau dalam hati masih ragu-ragu... "baik Bi, aku akan ikut denganmu."


merekapun segera naik keatas dan selama beberapa menit kemudian, Mu Fei turun lagi kebawah dengan pakaian Huang Jia.


walau kebesaran, tapi tetap saja kelihatan pas. Huang Jia yang melihat menampilan Mu Fei begitu hanya bisa terkekeh kecil.


"lu sangat imut saat memakai pakaian ini."


"aku heran sebenarnya apa itu lu atau gua?, aku tidak mengerti bahasa modern."


"Lu ataupun gua, itu adalah panggilan. contoh lu itu adalah kamu, sedangkan gua itu adalah saya. jadi kalo nanti kamu ngomong, pakai aja kata-kata itu.


yang penting jangan sampai kelewatan ngomongnya, btw duduk sini ikut sarapan, soalnya sebentar lagi aku akan ngajak kamu kerumah Xiao Lin.


ada urusan yang harus aku bicarakan dengan mereka, ditambah lagi aku ingin kamu masuk sekolah." ujar Huang Jia.


"baiklah, aku ikut saja, tapi setelah selesai urusannya aku ingin bertanya tempat toko baju dimana?, aku ingin membeli beberapa pakaian yang baru.


pakaian ini sangat tidak cocok untukku, terlalu berwarna dan sangat berlebihan untukku." ujar Mu Fei yang merasa aneh memakainya.


"oke...oke...nanti aku antar, yaudah ayo makan dulu, takutnya nanti kamu lapar."


setelahnya Mu Fei duduk disana dan makan makanan yang ada dimeja. semuanya tersedia, bahkan ada beberapa makanan yang tak disentuh sama sekali.


Mu Fei yang melihat itu seketika kasihan dan mengambilnya dengan perlahan. dia tak ingin makanan dibuang begitu saja.


apalagi dia malah teringat dengan kejadian dulu, kejadian yang pernah ia alami. selama masa perperangan, Mu Fei dan pasukannya yang lain jarang sekali makan.


bahkan makanan itu malah mereka berikan kepada rakyat yang berada dipinggiran kota, demi menjaga wilayah dan juga ketenangan mereka harus bisa melakukannya.


walau perut terasa sakit, mereka masih mampu bertahan. Mu Fei sebagai jenderal harus bisa menahan itu semua....


Mu Feipun makan dengan lahap hingga akhirnya mereka selesai, Huang Jia yang sudah daritadi selesai makan masih menunggu Mu Fei.


"aku sudah selesai makan." ujar Mu Fei yang malah cegukan sehabis makan.


Huang Jia yang mendengarnya seketika terkekeh geli, dia malah merasa lucu melihat sifat Mu Fei begitu.


"minum air yang banyak, ini minumlah."


setelah selesai semuanya, mereka beristirahat sebentar dan barulah pergi keluar rumah.


merekapun menuju tempat mobil dan lalu masuk kedalamnya. sesampainya didalam, Mu Fei langsung memakai sabut pengaman itu dengan kuat.


dengan begitu dia sedikit aman dari ketukan atas pintu mobil....


Huang Jia yang sudah melihat sifat Mu Fei seketika merasa kagum.


"aku kagum, baru juga sehari kamu melihat sudah langsung bisa saja melakukannya."


"ini karna aku melihatmu sering melakukannya, terimakasih sudah mengajarkan banyak cara."


"sama-sama." ujar Huang Jia yang lalu mengelus pelan rambut Mu Fei.


"Mu Fei maaf atas kekasaranku kemarin."


"seharusnya aku yang mengatakan itu, aku minta maaf karna aku berkata kasar saat itu, dan juga terima kasih atas menginapnya dan pakaian ini."


"tidak masalah, aku malah senang jika bisa membantumu."


"hahahah...kau bisa saja."


merekapun tertawa setelahnya, namun selama diperjalanan kemudian mereka terdiam karna tidak ada topik.


selama beberapa menit barulah mereka sampai dirumah Xiao Lin, disitu sudah terdapat teman-temannya yang berkumpul.


sepertinya sudah disiapkan sejak awal oleh Huang Jia.


dan ya memang benar, semalam Huang Jia langsung mengirim pesan kemereka.


Huang Jia bilang dia ingin berdiskusi sesuatu kepada mereka. sesampainya disana, mereka ikut penasaran dengan apa yang dikatakan Huang Jia.


ditambah lagi Mu Fei yang ikut dengan Huang Jia menambah kesan penasaran untuk mereka semua.


"bagaimana semalam kalian berdua baik-baik sajakan?."


"tenang saja Xiao Lin, aku dengannya baik-baik saja, aku datang kesini karna sesuatu. aku boleh minta tolong nggak sama kalian?...


jadi begini selama dia masih disini gimana kalo dia ikut kita sekolah. dengan begitu dia bisa menambah wawasan dan juga pastinya ada teman.


dengan begini juga dia tidak akan merasa bosan selama kita sedang belajar. bagaimana kalian mau nggak?." ujar Huang Jia.


"untuk itu terserah kepadanya, memangnya Mu Fei mau sekolah disini?."


"tenang saja aku sudah mengurusnya, dia bilang dia mau sekolah lagi. jadi jika kalian setuju, kita paling hanya menambah dokumen baru untuknya."


mendengar itu merekapun setuju, namun satu hal yang masih menjadi pertanyaan. jika mereka ingin Mu Fei masuk sekolah, maka Mu Fei harus punya identitas baru.


dari mulai tanggal lahir hingga tempat kelahirannya, karna jika dia memakai tanggal lahir dan tempat lahir asli yang ada Mu Fei akan ditertawakan banyak orang.


karna hal itu, merekapun perlu meminta izin kepada Mu Fei secara langsung. anggap saja selama dia ada disini, maka identitas ini akan berfungsi.


jadi jika dia sudah kembali, maka identitas itu bisa dihilangkan sementara...


seketika Xiao Lin menoleh kearahnya dan bertanya... "Mu Fei, izinkan kami bertanya satu hal."


"silahkan tanyakan saja."


"maukah kamu mengganti identitas selama kamu disini?, dengan begini tidak akan ada yang curiga dan tidak akan ada lagi orang yang penasaran denganmu."


"maksudmu aku harus mengganti nama begitu?."


"tidak bukan itu, paling yang kami ganti sementara hanya tanggal lahir dan juga tempat lahirmu."


"mana yang baik akan aku turuti."


mendengar jawaban itu mereka seketika senang dan seketika ayah Xiao Lin berkata... "bagaimana jika Mu Fei aku angkat menjadi anakku?."


mendengar perkataan itu dengan segera semua orang menoleh dengan wajah heran dan juga aneh setelahnya.


Mu Fei yang mengerti itu seketika menjawab... "ada baiknya begitu, dengan begini tidak akan ada yang curiga aku datang darimana."


mendengar jawaban Mu Fei yang selalu berpikir positif dengan segera mereka setuju dan mengangguk pelan setelah itu.


bahkan ayah Xiao Lin yang mendengar jawaban itu segera senang dan berteriak kencang karna bisa menjadi ayah dari seorang jenderal.


..."BELAJARLAH RENDAH HATI, RENDAHKAN HATIMU SERENDAH-RENDAHNYA HINGGA TIDAK ADA SEORANGPUN YANG BISA MERENDAHKANMU."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)