
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Hari Kedua Sekolah.
setelah selesai berbicara, mereka langsung bersiap-siap tidur untuk sekolah dipagi harinya. Mu Fei yang sudah tertidur kini hanya melamun.
dia tidak tau harus berkata apa-apa, dia bingung saat ia kembali kedunianya, apakah dia akan merasa aneh dengan perasaan itu.
mungkin saat ia baru datang, ia merasa hal aneh juga, tapi jika sudah terbiasa dengan dunia ini, mungkin akan sulit beradaptasi lagi.
tapi setidaknya, latihan bela dirinya tetap berjalan lancar. dia berharap jika suatu hari dia menikah, dia ingin memberitahu hal ini kepada anaknya.
"berhentilah mengkhayal, kembali keadaan normal. aku harus fokus mencari jalan pulang kali ini, aku kira Xiao Lin membawa sesuatu dari ruang bawah tanah.
tapi kenapa hasilnya hanya sebuah kotak yang berisi surat lamaku, mungkin petunjuknya hanya satu, tempat dimana pertama kali mereka menemukan ini.
bagus Xiao Lin, kau memang bijak seperti Xie Xiao Lin, baiklah nanti aku tanya lebih lanjut kepada kakek deh." bathin Mu Fei yang lalu berjalan.
ia keluar dari rumah dan menghirup udara segar, diapun seketika duduk disana sambil melihat langit-langit yang terang.
"hari ini cukup bagus, besok-besok aku harus latihan lagi. kayaknya olahraga bagus nih." bathin Mu Fei yang mulai merancang banyak hal.
jika ingin beradaptasi dengan kedua lingkungan, dia harus bisa mencampuri urusannya yang ada disini dan dikerajaan biasanya.
urusan dia yang disini contoh saja seperti belajar dan sebagainya, sedangkan urusan kerajaan seperti olahraga dan melatih pedangnya.
dengan begitu walau ia berpindah tempat sekalipun, ia akan merasa tempat itu sama seperti yang ia rasakan saat ini.
"mulai sekarang dan seterusnya, aku Mu Fei akan belajar dengan giat segala hal. ayahanda, ibunda, Mu Fei akhirnya bisa belajar dengan baik.
kalian pasti senang disana, ibunda, jika ada waktu lagi, mari ajarkan aku caranya menjadi seperti wanita sungguhan.
ayahanda, jika waktu secepat itu, bisakah kita berjalan-jalan bersama. aku sangat rindu saat kita bermain dipaviliun malam terang.
Mu Xiao Bi, bisakah kita mengerjai Kasim Han yang sering membully pelayan?." ujar Mu Fei yang tanpa sadar meneteskan air mata.
ia menangis disana, sambil melihat langit-langit yang terang. diluar rumah Xiao Lin, sungguh anginnya sangat kencang dan juga pemandangan langit yang lumayan bagus untuk hatinya.
Mu Fei seketika terdiam sejenak memikirkan banyak hal lain yang harus ia lakukan seperti anak muda jaman sekarang.
jam demi jam telah berlalu, Mu Fei yang tadinya berada diluar rumah, kini masuk dengan tatapan ceria.
ia sudah memakai seragam dan sudah membersihkan diri lebih cepat dari pada yang lain. bahkan teman-temannyapun belum ada yang bangun.
Mu Fei tipe orang yang perhatian juga, melihat temannya masih lelah, ia hanya bersuara kecil dan menghilangkan suara langkah kakinya.
dengan begitu mereka tidak terganggu saat tidur.... ayah dan kakek Xiao Lin yang melihat itu hanya menggeleng kepala dan menghela nafas.
"Mu Fei, sudah saatnya membangunkan mereka, kenapa kamu malah senyap?."
"biarkan saja, waktu masih lama. biarkan mereka beristirahat sebentar lagi, setelah sudah waktunya, barulah aku membangunkan mereka."
"baiklah."
mereka bertigapun makan bersama meninggalkan yang lain, saat Xiao Lin bangun, mereka sudah selesai makan dengan banyak.
Xiao Lin yang kaget melihat mereka sudah selesai makan, dengan segera pergi kekamar mandi dan membersihkan diri agar wangi.
saat selesai, barulah yang lain mulai bangun. saat itu juga kamar mandi itu mulai ramai, karna ketiga orang itu juga memerlukan mandi.
saat semua beres, merekapun langsung berangkat sekolah untuk mengawali hari yang baik.
menit ke menit telah berlalu, kini mereka sampai disekolah dengan wajah yang cukup bagus. hari ini mood Mu Fei cukup bagus, bahkan ia selalu tersenyum disepanjang jalan.
bahkan keempat temannyapun terkejut melihat Mu Fei yang selalu tersenyum seperti orang yang berbeda, apalagi jika disejarah, Mu Fei sangatlah tak berperasaan.
"Mu Fei, kenapa?."
"tidak apa-apa, emangnya kenapa?."
"lu nampak aneh daripada orang lain?, gua nggak nyangka kalau lu itu bisa tersenyum terus gitu?."
mendengar perkataan itu dengan segera Mu Fei merasa heran, karna keheranannya itu, dia akhirnya bertanya... "maksud?."
Huang Jia yang mendengar pertanyaan singkat namun susah dijelaskan ini, dengan segera ia terdiam sambil ternganga.
ia lalu memukul pelan kepalanya dan menggeleng kepalanya hingga akhirnya membuat Mu Fei sadar.
"owh, maaf pertanyaanku salah. aku sekarang sedang mencoba beradaptasi dengan dua lingkungan sekaligus.
ini berfungsi, jika ketika aku sudah kembali kedunia asliku, aku akan tetap terbiasa dengan lingkungannya.
tapi jika aku tidak beradaptasi secara langsung, mungkin itu akan memberi dampak buruk.
tau sendiri, lingkungan lamaku sungguh tidak mengenakan." ujar Mu Fei yang lalu berjalan masuk kekelas.
ia masuk kedalam kelas bersama dengan Mengmeng setelahnya, berbeda pula dengan trio itu, dia hanya mengantar sebentar dan lalu pergi.
mereka langsung berjalan menuju kelas mereka, tanpa menunggu waktu lama, tiba-tiba sudah datang beberapa murid dikelas.
bahkan Dyon itu juga sudah sampai disekolah, dia dengan segera bertekad mencari Mu Fei dan bertanya sekali lagi tentang cara dia menari itu.
menit ke menit telah berlalu, kini Dyon sampai dikelas mereka dengan pandangan penuh keraguan, dia ragu, dia takut jika nanti Mu Fei malah memukul dia lagi.
contoh kemarin saja sepertinya belum memberi ia jawaban pasti, alasan dia kabur saat itu, ia takut jika nanti semua orang menuduhnya melukai tangannya
Mu Fei yang sadar hal itu, dengan segera menoleh kepintu. matanya sudah tertuju kepada Dyon, bahkan ia melirik Dyon dengan begitu tajamnya.
"datang lagi buat apa?, jika ingin jawaban itu lagi, maka lebih baik kau kumusnahkan dari dunia ini."
Mu Fei yang masih duduk itu langsung berkata hal itu agar ia tak berani bertanya, tapi siapa sangka, Dyon adalah tipe orang yang pantang menyerah.
ia tipe orang yang ingin sekali jawaban yang tepat untuknya, tapi jika orang itu terus diam, maka ia akan terus bertanya hingga akhirnya orang itu memberitahunya.
tapi sepertinya usaha dia kali ini gagal, dengan Mu Fei yang tipenya dingin dan tak berperasaan, membuat ia tidak mudah terganggu.
"sebenarnya cara itu bagaimana?, aku tidak bisa meniru itu sama sekali."
mendengar perkataan itu, dengan segera ia berjalan dan kembali berkata... "sudah kubilang, jangan pernah lakukan.
jika kau ingin sehat terus, maka berhenti bertanya soal itu. jika kau salah gerakan ataupun salah sedikit saja jangan harap nyawamu bisa selamat.
aku sudah bilang berkali-kali untuk tidak bertanya hal itu." ujar Mu Fei yang lalu pergi keluar dari kelas.
Mengmeng yang melihat Mu Fei pergi, dengan segera berlari mengejarnya. ia merasa heran dengan Dyon yang terus saja ingin mengganggu Mu Fei.
..."KAMU ADALAH BULANKU. BIARKAN AKU MENJADI LANGITMU."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)