SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 35



...(HAPPY READING ALL)...


🥀.



Perayaan Ulang Tahun.



menit ke menit telah berlalu, kini mereka tiba disekolah dan langsung masuk kedalam kelas tanpa ada gangguan dari siapapun.


bahkan Dyonpun nampak tak ada sama sekali hari ini, namun hal itulah yang membuat Mengmeng sedikit curiga... "tumben Dyon nggk muncul." ujar Mengmeng.


"baguslah jika dia tak ada, lebih baik begitu."


setelahnya Mengmeng terdiam, menit demi menit begitu cepat bergerak. kini bel sekolah telah berbunyi, Mu Fei dan Mengmeng sudah menyiapkan segalanya.


setelahnya guru datang dan mengajar mereka semua dengan baik dan benar, namun disisi lain lagi, Mu Xiao Bi yang terjatuh didalam jurang kini terbangun dengan tubuh yang lemas.


dia terbingung saat melihat kedalaman jurang itu, ia lebih berfokus pada tempat ini. namun sesaat ia ingin berdiri dan berjalan mencari jalan keluar.


tiba-tiba dia tak sengaja menginjak sesuatu, Yap benda itu adalah anting-anting Mu Fei yang terjatuh saat ia dibawa kerumah sakit oleh temannya.


melihat ada sesuatu dikakinya, iapun segera mengambil dan melihat dengan baik. namun sesaat ia melihat itu, ia lebih terkejut lagi.


karna benda itu adalah anting-anting punya Mu Fei, anting itu diberi oleh dia dan adiknya untuk kado hadiahnya. itu juga termasuk dari salah satu permintaannya.


seketika melihat anting itu ia langsung bersemangat untuk mencari lagi, dia lalu berlari keluar dari gunung itu. saat tiba dijalan raya, ia nampak ketakutan dengan apa yang ia lihat.


dunia yang penuh dengan gedung tinggi dan juga kendaraan yang pastinya berbeda dengan yang ada didunianya.


"kak Fei, berada disini." tanyanya sambil melihat antingnya.


jam demi jam telah berlalu, kini Mu Fei dan teman-temannya pulang dari sekolah sangat cepat. Mu Fei yang senang karna pulang cepat akhirnya bersiap mengadakan acara.


ntah kenapa hari ini mereka pulang disore hari, biasanya mereka pulang dari jam 7 sampai jam 10 malam. mungkin ini kali ya yang dinamakan jodoh.


"Mu Fei, aku pulang dulu mau siap-siap. ayo kak, sekalian ajakin ayah dan ibu."


"iya ayo, kami pulang duluan ya."


setelahnya merekapun naik bus untuk segera sampai dirumah. menit ke menit telah berlalu, namun disaat dipertengahan jalan, tiba-tiba seorang pria melambai tangan dengan lembut.


nampaknya ia meminta bantuan, terlihat supir bus yang bersimpati langsung berhenti dan memberi ia tumpangan sementara.


Mu Xiao Bi yang lemas karna habis jatuh dan juga tak makan selama beberapa jam, kini merasa pusing.


ia terus mengatur nafas agar tetap bertahan, namun Mengmeng yang terus melirik kearahnya merasa curiga dengannya. karna sangat jarang ada seorang pria bercosplay begini.


"maaf kak, kakak kenapa kok lemas?." tanya Mengmeng yang nampak mengetahui itu.


"aku habis jatuh dari jurang, owh iya aku ingin bertanya apa kalian kenal dengan anting ini. saya sedang mencari kakak saya, dia hilang beberapa minggu sepertinya."


mereka berdua nampak melihat anting-anting itu, saat mereka melihat itu mereka terkejut dengan hal ini. mereka merasa seperti tak asing dengan benda ini.


"kayak pernah lihat ya, tapi dimana ya?."


"jika diperhatikan lebih baik, ini mirip dengan anting teman kita." ujar Liu Yi yang masih belum mengatakan namanya.


mendengar perkataan itu, ia langsung bertanya kepada mereka berdua... "siapa nama teman kalian?, bisakah aku bertemu dengannya."


"sebelum kami menjawab, bolehkah kami bertanya satu hal."


"silahkan."


"kamu namanya siapa?, kok bisa kehilangan kakakmu?."


baru saja ingin menjawab, tiba-tiba bus itu berhenti. dengan segera adik kakak itu langsung turun, karna rumah mereka tak sangat jauh lagi dari sini.


melihat keduanya ingin pergi, ia langsung turun dan membayar. namun siapa sangka, supir bus itu malah berteriak hingga akhirnya didengar oleh adik kakak itu.


"hey kau nak, bayar dulu sebelum turun."


melihat emas ditangannya, ia langsung berkata lagi... "kami tidak menerima emas, kami hanya menerima uang kertas."


"tapi pak...saya tidak punya uang itu. saya mohon pak, saya harus cepat pergi. saya ingin mencari kakak saya pak."


mendengar perkataan Mu Xiao Bi yang begitu memelas, dengan segera hati kedua adik kakak itu luluh. mereka berdua langsung berunding untuk ini.


"gimana kak, tolongin nggak?."


"kamu?."


"aku kasihan sama dia kak, gimana kalo kita bantu dia."


"baiklah."


dengan segera Liu Yi maju dan berkata dengan baik-baik... "pak ini, saya bayar punya dia." ujarnya yang lalu diterima oleh pak supir itu.


"lain kali ingat untuk membawa uang kertas." peringatan dari supir bus itu.


setelahnya bus itu pergi dan segera pula Mu Xiao Bi mengikuti mereka. dia sangat ingin tau tentang temannya itu, karna dia merasa bahwa itu kakaknya.


karna anting itu hanya satu orang yang punya, lebih tepatnya hanya Mu Fei yang mengenakan itu. itu adalah hadiah paling terbaik bagi Mu Fei.


melihat Mu Xiao Bi mengikuti mereka, dengan segera mereka menoleh kebelakang dan lalu berkata... "kami akan membantumu, tapi dengan satu syarat yaitu jangan ikutin kami."


"tapi aku ingin tau secepatnya."


"baiklah, nama teman kami adalah Mu Fei."


"Mu Fei?, dimana kak Fei sekarang?." tanya Mu Xiao Bi yang lalu memegang tangan Liu Yi.


"kau siapanya dia?."


"aku adiknya, aku adalah Mu Xiao Bi, aku tidak tau kenapa aku bisa berada disini. mungkin takdir mengatakan untuk membawaku bertemu kakak.


dan kalian adalah orang yang ditakdirkan untuk membantuku bertemu dengannya." ujar Mu Xiao Bi yang membuat mereka terkejut.


karna merasa tak percaya, akhirnya mereka berdua berniat mengajak Mu Xiao Bi kepesta Mu Fei. dengan begini hanya Mu Feilah yang tau sebenarnya.


jam demi jam telah berlalu, pesta besar telah dilakukan. Mu Fei nampak gugup dan juga senang dengan pesta ini, ntah kenapa perasaan dia terasa lebih dekat dengan adiknya.


seakan-akan adiknya akan muncul saja didekat dia hari ini, namun disaat Mengmeng dan keluarganya datang, tiba-tiba seorang pria keluar dengan wajah lembut.


Mu Fei yang melihat itu seketika membulat mata dengan raut wajah tak percaya akan apa yang ia lihat. ia menatap wajah pria itu dengan begitu seksama.


diapun berlari dan terkekeh kecil seakan-akan itu kenyataan... "aku menghalukan?." tanya Mu Fei yang lalu memegang tangannya.


Mengmeng yang mendengar itu langsung saja menjawab... "bukan, kamu beneran kenal dia."


"pake banget, Mu Xiao Bi ini kamu?."


Mu Xiao Bi yang tak percaya melihat kakaknya berdiri tepat didepannya, ia lalu mengangguk pelan kepalanya dan lalu memeluk erat tubuh Mu Fei.


mereka berdua akhirnya bisa bersama, kerinduan yang mendalam telah terobati sekarang.


"kak Fei, kakak buat pesta untukku?."


"tentu saja, walau kakak tidak bersamamu bukan berarti kakak lupa hari ulang tahunmu."


..."BERHENTILAH MENCARI BADAI DAN NIKMATI SINAR MATAHARI SEPENUHNYA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)