
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Mengobati Luka Mu Fei.
setelah beberapa saat perjalanan menuju kemah, tiba-tiba dari arah kejauhan terdengar suara teriakan orang-orang.
mendengar suara itu, mereka sadar dan lalu mencari sumber suara itu. Mu Fei yang memiliki luka baru kini merasa kesakitan, perlahan rasanya mulai sedikit pedih.
"luka ini jika tidak dirawat, maka akan memburuk." bathin Mu Fei yang sudah sadar dengan lukanya ini.
setelah beberapa saat kemudian, Mu Fei dan yang lainnya sudah bertemu dengan tim yang lainnya juga. sudah pasti ada buk guru dan juga pak guru yang langsung mencari mereka.
mereka juga panik saat melihat tiba-tiba Mu Fei digendong oleh Huang Jia, ditambah lagi saat mereka melihat bajunya semuanya sudah dipenuhi oleh darah.
melihat darah-darah itu, beberapa orang merasa geli dan takut. sedangkan yang lain sedikit khawatir, mereka berpikir pasti ada sesuatu aneh sebelumnya.
"apa yang terjadi dengan kalian semua?, kenapa Mu Fei bisa terluka begitu parah?."
"lebih baik jangan bicara dulu, bawa dia secepatnya ketenda untuk dirawat. jika tidak lukanya ini akan bertambah parah."
"benar itu buk, Mu Fei baru saja mengalami luka parah, jika kita masih banyak tanya takutnya dia tidak bisa tahan lagi."
"lebih baik kita pergi."
setelahnya merekapun langsung berjalan menuju kemah, menit ke menit telah berlalu kini mereka sampai ditenda. setelah tiba ditenda, Xiao Lin langsung mencari kotak obat.
ia berpikir lebih cepat ia cari obat daripada nanti menunggu lama. semua orang yang melihat itu sedikit cemas akan keadaan Mu Fei.
apalagi mereka lebih penasaran sebenarnya apa yang terjadi???, setelah beberapa saat kemudian, Huang Jia dan yang lainnya berada diluar tenda.
semuanya menunggu, kecuali buk guru, Mengmeng dan beberapa murid perempuan, mereka semua membantu Mu Fei untuk mengobati lukanya.
setelah ia membuka sedikit baju Mu Fei, tiba-tiba mereka terkejut betapa banyaknya luka parah ditubuhnya. bukan hanya luka akibat serangan serigala, tetapi luka senjatapun ada.
melihat kondisi tubuh Mu Fei yang begitu menyakitkan, mereka semua ternganga. Mengmeng yang melihat itu ikut terkejut juga.
betapa banyaknya luka itu, luka yang penuh dengan penderitaan... "begitu susahnya perjuangan Mu Fei." bathin Mengmeng yang merasa kasihan.
1 jam kemudian, orang-orang yang diluar menunggu kabar terbaru dari Mu Fei. setelah beberapa menit kemudian, keluarlah semuanya dan menjelaskan.
"Mu Fei sudah tidak apa-apa, dia hanya tertidur setelah diobati."
mendengar perkataan Mengmeng, semuanya terasa lega. apalagi adiknya dan Huang Jia, mereka berdua lebih cemas dari siapapun.
dari tadi sudah mondar mandir tidak jelas didepan tenda menunggu kabar tentang keadaan Mu Fei. setelah selesai memberitahu itu, tiba-tiba buk guru langsung bertanya.
"sebenarnya apa yang terjadi dengannya?, kok bisa banyak luka ditubuhnya."
mendengar perkataan itu mereka semua kaget dan bahkan berkata secara serentak... "apa dia punya banyak luka ditubuhnya?."
"eummm....ibu susah menjelaskan, tetapi didekat jantungnya terdapat luka tusukan yang begitu dalam. tidak tau apa yang terjadi sebenarnya dengannya.
kalian yang berteman dekat dengannya, apakah kalian tau latar belakang Mu Fei?." tanya buk guru yang sudah penasaran kepada Mu Fei.
"aku juga baru dengar buk, dia itu wanita penutup, tidak suka diajak ngomong terlalu banyak dan juga tidak suka keramaian sejak dia berteman dengan kami.
dia sering membaca tentang kisah kerajaan mystic, apalagi ia selalu penasaran dengan cerita Mu Fei. namun sekarang ia tau semuanya karena Mu Fei ada disini secara langsung.
"begitu ya, baiklah kali ini ibu tidak akan bertanya tentang itu. tetapi ibu penasaran bagaimana caranya dia bisa terluka akibat serangan hewan?."
"itu karna dia mencoba melawan mereka semua, agar kami semua tetap aman diatas pohon. saat segerombolan serigala lari, Mu Fei sudah dalam keadaan luka.
kami juga hanya tau bahwa ia membawa lari segerombolan itu agar kami tetap selamat. dia memang wanita kuat dan juga berani.
sebenarnya ibu bertanya begitu karna apa?." jelas sekaligus tanya dari Xiao Lin. sedangkan buk guru yang ditanya balik kini hanya terdiam sejenak.
disisi lain lagi, Mu Xiao Bi yang sudah tau keadaan kakaknya kini mencoba ingin masuk dan melihat keadaannya. bagaimanapun dia adalah adik Mu Fei sudah pasti ia khawatir.
walau mereka berbeda ibu, tetapi Mu Xiao Bi sangat dekat dengan Mu Fei. begitu juga sebaliknya, Mu Fei juga sangat dekat dengan Mu Xiao Bi.
bahkan ada yang bilang bahwa keduanya seperti saudara kembar, selalu bersama, selalu memberi pikiran positif dan hal lainnya.
kebersamaan dan juga kesamaan mereka membuat keduanya saling dekat satu sama lain. setelah itu, iapun berjalan pelan dan berkata...
"buk, bisakah saya masuk untuk melihat keadaan kakak saya?."
"tentu bisa, masuklah."
setelah mendengar itu iapun langsung berlari masuk dan melihat kondisi kakaknya. melihat kakaknya terbaring dan penuh dengan perban membuat ia sedih.
iapun berjalan sambil menjongkok ingin mendekati kakaknya. melihat kondisi kakaknya begitu, membuat hatinya terasa lebih hancur.
"kak Fei, kenapa kau begitu berani?, seandainya kau tidak melawan mereka mungkin kau akan tetap baik-baik saja. aku tau sikap lamamu bagaimana, tetapi aku tak mengira hal ini terjadi lagi.
kegilaanmu terhadap pertarungan membuatmu terluka terus menerus." ujar Mu Xiao Bi yang lalu dibalas oleh Mu Fei secara halus.
"aku tidak gila tarung dik, bagaimanapun jika aku tidak ada kalian mungkin akan jadi makanan malam mereka.
mereka kesenangan jika mendapat makanan penutup yang begitu besar, apalagi tugas kakak adalah melindungi. tidak peduli dimana kakak, kakak akan membantu.
itu adalah janji kakak didalam hati, kakak tidak akan membiarkan siapapun berani mengganggu gugat." ujar Mu Fei yang membuat adiknya terkekeh geli.
iapun terkekeh geli mendengar perkataan kakaknya, Mu Fei yang melihat itu langsung senang. dia hanya ingin yang terbaik untuk semuanya.
dia hanya ingin melindungi, tidak peduli apapun yang terjadi ia akan tetap menghadapinya. sungguh beruntung saat kedunia ini ia malah bertemu dengan orang baik.
"kak Fei, jika suatu hari kita bisa kembali kedunia kita, apakah kakak akan pergi begitu saja?."
"ntahlah dik, kakak bingung harus apa. disatu sisi kakak senang jika kembali kedunia kita, tetapi disatu sisi lain kakak juga sedih jika harus berpisah dengan teman-teman.
apalagi mereka semua sudah baik menolong dan juga memberi kita kehidupan yang layak. kakak sungguh berterima kasih kepada mereka semua.
cukup beruntung bisa bertemu dengan mereka didunia ini." ujar Mu Fei yang memang senang karna dia merasa beruntung bertemu dengan temannya ini.
..."AKU RASA HIDUPKU SEPERTI MUSIK. ITU MUNGKIN BUKAN MUSIK YANG BAGUS TAPI TETAP MEMPUNYAI BENTUK DAN IRAMA."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)