SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 51



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Membangun Tenda.



setelahnya merekapun tiba, semua orang turun dari bus dan segera menyiapkan alat-alat mereka. begitu juga dengan Mu Fei dan yang lainnya.


mereka juga sama-sama menyiapkan banyak hal, seperti persediaan makanan hingga pakaian untuk nantinya.


setelah semuanya selesai dibawa keluar, guru yang membina acara perkemahan ini kini berkata... "anak-anak, berhenti berjalan.


kalian dengarkan dulu perkataan saya, sebelum memulai perkemahan buatlah dulu regu tim untuk kalian. pilih sesuka kalian, tapi ingat harus tetap disiplin.


selesai kalian membuat tim, segeralah kemari." penjelasan dari guru itu dan membuat para murid lebih paham, dengan segera pula mereka melakukannya.


namun setelah itu, beberapa saat kemudian tiba-tiba Mu Fei berteriak... "buk, pak, minimal beberapa orang dalam setiap tim?."


"pertanyaan bagus, minimal orangnya adalah 4, jadi segeralah kalian memilih."


setelah mendengar itu, Mu Xiao Bi seketika mendekati kakaknya dengan wajah memelas. namun karna adiknya adalah laki-laki, jadinya ia tak dibolehkan.


"kak Fei, bisakah aku setim denganmu?."


"tidak boleh dik."


"kenapa?."


"karna kau adalah laki-laki, seharusnya kau bersama dengan laki-laki juga, berjuang mencoba memberanikan diri untuk dekat dengan semua orang."


mendengar perkataan itu Mu Xiao Bi langsung cemberut dan wajahnya terlihat sedih, ini kali pertamanya ia tak bisa bersama dengan kakaknya.


melihat wajah sedih Mu Xiao Bi, dengan segera Huang Jia langsung menepuk pundaknya dan menghela nafas panjang untuk berkata.


"Mu Xiao Bi lebih baik kau setim dengan kami, kami memang kekurangan satu orang lagi. ditambah kita saling kenal, maka lebih bagus begitu."


Mu Fei yang diam-diam mendengar langsung berkata... "benar itu dek." ujar Mu Fei sambil terkekeh untuk mencoba menenangkan pikiran adiknya.


setelah hal itu, adiknyapun menyetujui hal ini dan langsung saja ikut dengan Huang Jia. kini Mengmeng nampak mendekati Mu Fei.


Mu Fei yang tau hal itu langsung terkekeh kecil dan merangkul tangan Mengmeng dengan raut wajah yang sudah terlihat jelas bahwa ia senang.


ia senang jika setim dengan Mengmeng, apalagi hanya dialah yang lumayan mengerti sifat Mu Fei secara langsung.


"Mu Fei, kau nampak sudah tau maksud pikiranku."


"benar sekali."


setelahnya merekapun terkekeh geli hingga akhirnya datang 2 teman wanita yang sekelas dengan mereka. niat mereka berdua ingin setim dengan Mu Fei.


dengan keberanian penuh, mereka mencoba mengatakannya... "Mu Fei bisakah kami ikut denganmu?." tanya teman sekelasnya dengan wajah ragu.


"tentu bisa, lagipun masih ada cukup 2 orang lagi."


"makasih Mu Fei."


setelahnya merekapun saling berpelukan, Huang Jia dan yang lainnya sudah bersiap untuk membangun sebuah tenda.


menit ke menit telah berlalu, kini Mu Fei dan yang lainnya sudah bekerja keras mencoba membangun tenda secara bagus.


namun dibalik semua itu, ternyata teman-teman Mu Fei sama sekali tak mengerti cara membangunkan sebuah tenda seperti punya orang lain.


Mu Fei yang sudah sadar hal itu langsung mulai berpikir untuk memberikan mereka tugas mudah dan pastinya akan lebih mudah dilakukan.


dengan segera pula Mu Fei langsung berkata... "kalian bertiga, cari kayu yang panjang dan kuat, jika sudah ketemu maka langsung bawa kesini."


setelah mendengar perkataan Mu Fei, dengan segera mereka berlari mencari beberapa potongan kayu bagus untuk diberikan kepada Mu Fei.


Mu Fei yang melihat itu langsung tersenyum manis, ini kali pertamanya ia melihat teman-temannya begitu kerja keras hanya untuk membangun sebuah tenda.


"jika sudah maka bawa kesini."


mendengar perkataan Mu Fei lagi, mereka langsung saja menurut dan lalu meletakkan kayu itu tepat dipinggir Mu Fei sendiri.


buk guru dan juga pak guru yang tak sengaja melihat tim Mu Fei kini malah tertarik, mereka berdua malah diam-diam melirik kesana.


mereka juga mengawasi murid-muridnya, namun saat melihat tim Mu Fei, mereka nampak lebih bekerja sama daripada yang lain.


begitu juga dengan Mu Fei, ia malah terlihat lebih bekerja keras dalam hal ini, namun ia tau bahwa teman-temannya tidak mempunyai kelebihan membuat seperti ini.


"lihat Mu Fei, ia lebih berpikir dewasa daripada yang lain. dia lebih rela bekerja membangun tenda daripada membiarkan teman-temannya yang melakukan.


nampak jelas bahwa sebenarnya Mu Fei sudah tau kalau teman-temannya tidak memiliki bakat seperti itu. ia hanya menyuruh mengambil kayu karna itu adalah keputusan bagus.


Mu Fei bisa jadi panutan bagus bagi orang." ujar buk guru yang memuji Mu Fei.


disisi lain lagi, kayu yang tadi sudah diambil oleh teman-temannya kini langsung ia gunakan. melihat Mu Fei akan melakukannya, Huang Jia yang peduli langsung berkata....


"biar aku saja Mu Fei, kayu ini cukup berat."


"tidak usah, kau uruslah tenda milik kalian. ditambah lagi jaga baik-baik adikku."


setelah Mu Fei mengatakan itu, ia langsung saja mengangkat kayu itu dan menancapkannya ditanah. jam demi jam telah berlalu.....


pagi hari sudah berubah menjadi petang, tenda yang tadi mereka bangun kini sudah berdiri. beberapa dari mereka ada yang tertidur didalamnya.


namun ada juga beberapa murid yang masih berada diluar dan melihat sekitar, contohnya Mu Fei, ia dengan sengaja memanjat pohon dan melihat sekeliling mereka.


ia selalu berwaspada untuk hal seperti ini, ia takut jika nanti ada hewan buas disekitar mereka. setelah selesai memantau, ia langsung terjun dari atas pohon.


Mengmeng yang melihat itu seketika terheran, namun tak sampai ternganga seperti teman-temannya yang lain. mereka malah terkejut melihat hal itu.


"ada apa Mu Fei?."


"aku hanya melihat-lihat, takutnya nanti ada sarang hewan buas disekitar kita. lihatlah ini dunia luar, bukan dikota jadi kita harus berwaspada."


"tidak seperti itu juga kali, ngomong-ngomong katanya malam ini kita bakalan main permainan deh."


"permainan apa?."


"itu yang kayak modelannya kayak kita jalan tuh dihutan terus kita akan ikut tanda yang ada disana, yang penting ingat jangan sampai tersesat."


"ehhh seru banget loh permainan itu, aku aja udah lebih dari 3 kali ikut kemah hanya untuk main permainan ini."


"tapi serem tau nggak, kalo ada yang ngejahilin kita bisa-bisa habis kita."


"berani ngejahil, berarti berani mengambil resiko nyawa anak orang."


"kenapa begitu Mu Fei?."


"karna diperdalaman hutan, biasanya ada hewan buas, bukan hanya hewan, tempat persembunyian orang jahat juga ada, makanya aku bilang gitu."


"iyakah?."


setelahnya Mu Fei malah tak merespon dan malah pergi dari sana. ia terlihat tenang disetiap jalannya, namun didalam hatinya terdapat rasa gelisah.


..."TAMPILKAN KELEMAHAN KETIKA KAMU SEDANG KUAT, DAN KUATLAH MESKI KUAT SEDANG LEMAH."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)