SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 43



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Kabar Sekolah.



jam demi jam telah berlalu, kini mereka semua tiba disekolah tepat waktu. semuanya senang karna masalah ini sudah terselesaikan dengan baik.


namun saat mereka tiba, semua orang terkejut melihat wajah Mu Fei, mereka tak mengerti apa yang terjadi sebelumnya.


namun kini sang pembuat video itu sudah membuat pengakuan bahwa semua itu hanya bohongan belaka, mana mungkin didunia ini ada pedang yang bergerak sendiri.


terkecuali itu semua hanya editan, bahkan sang pembuat video mengatakan bahwa ia meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahannya kali ini.


"teruntuk orang-orang yang melihat video itu, sebenarnya video itu palsu. itu hanya editan belaka yang kubuat khusus untuk meramaikan saja.


saya sebagai seorang wanita baik, ingin menyampaikan minta maaf atas kesalahan yang saya buat terkhusus lagi untuk Mu Fei.


maaf karna saya memposting video tanpa sepengetahuan anda, sekali lagi saya minta maaf." ujar author tadi yang lalu menyudahi semuanya.


ia langsung mematikan kamera dan menghilang lagi, auhtor itupun kembali ketempatnya. menit ke menit telah berlalu, kini dia memiliki perasaan aneh.


"adik, tau nggak semalam kakak ngerasa ada sesuatu yang aneh."


"apa itu kak Fei?."


"semalam angin tiba-tiba kencang, perasaan kakak sungguh tak enak saat itu. menurutmu apa terjadi sesuatu dikerajaan?."


"jangan terlalu dipikirkan kak, mungkin saja itu perasaan rindu kakak kepada kerajaan. sudahlah, kita belajar dulu yang rajin, mungkin suatu saat ada jalan keluar."


"eummmm...berharap semuanya cepat berlalu."


setelahnya merekapun masuk kekelas masing-masing, namun siapa sangka, saat Mu Fei sedang duduk tiba-tiba Dyon datang dan mengganggunya lagi.


"bawa pria baru kesini?, gua yakin lu itu cewek nggak bener yakan?, ngaku aja lu itu nggak pernah setia sama satu cowok."


Mu Fei yang mendengar hinaan dari Dyon itu hanya terdiam dan tidak merespon apapun, namun hal itulah yang membuat Dyon kesal.


"pukul mata gua, kalo lu berani pukul sekarang. jangan hanya pas dilapangan doang, lu berani mukul gua."


"yang buat masalah siapa dulu?."


"gue emang napa?, marah karna gua ngehaj*r temen-temen sampah lu itu?, upssss...lupa sekarang punya temen baru, ehhh sayang banget lu malah deket sama dia."


mendengar perkataan itu Mu Fei mulai tak tahan, namun dengan segera Mu Xiao Bi menahan tangan Mu Fei dan memberi kode agar ia tetap tenang.


"yang sampah itu siapa dulu?."


"ya kalian semualah bego!!!!, ya kali gua?."


"emang elu itu sampah, sampah masyarakat yang nggak ada guna dan fungsinya. selain ngeganggu hidup orang, lu itu sama sekali nggak berguna.


pergi lu dari kelas ini, atau lu mau gua laporin kebuk guru." jawab Mu Fei yang sudah kesal mendengar itu, namun ini kali pertamanya ia memakai kata begitu.


Mengmeng yang mendengarnya ikut kaget, karna tidak biasanya dia mengucap kata begitu dengan kasarnya.


seperti biasa Mu Fei ketika berbicara sangat ramah dan jarang menjawab hal-hal begitu, namun ntah kenapa kali ini ia malah menjawab dengan kasar.


"Mu Fei tenangkan dirimu, jangan terbawa emosi dengan cepat."


mendengar perkataan Mengmeng begitu, Mu Fei yang sudah kesal malah berkata... "baiklah Mengmeng, tetap tenang jangan sampai wajah dia luka.


"Mu Fei, takut ya lu, udah nggak berani lawan gua."


Mu Fei yang mendengar itu kembali diam dan tak merespon sama sekali. namun disaat itu juga, Dyon malah bermain tangan dan memukul pipi Mu Fei.


dia sudah kesal karna Mu Fei tak merespon setiap perkataannya, begitu juga dengan Mu Fei, dia tambah kesal melihat wajahnya dipukul begitu saja.


wajahnya sudah memerah saat itu, seketika ia berdiri dengan tatapan mata tajam. ia kembali berkata dengan nada ancaman yang cukup kejam.


"berani memukul wajah wanita?, kamu pikir kamu siapa?, orang tua saya atau kakek saya, nggakkan?, berani banget kamu lakuin itu.


kamu tau nggak, keluargaku belum ada sama sekali yang berani menyakitiku, apalagi sampai memukul wajahku.


kuberi peringatan baru, pergi dari sini atau tubuhmu pergi dari dunia ini!!!, kuberi dua pertanyaan yang mudah." ujar Mu Fei dengan pandangan yang tajam.


seketika aura dalam kelas itu berubah menjadi sedikit menyeramkan, bahkan hawanya sangat dingin didalamnya. semua murid yang ada didalam kelas seketika takut melihat Mu Fei.


Dyon yang sudah melihat wajah Mu Fei berbeda kini merasa sedikit takut, ia tak menyangka bahwa hasil dari pukulannya itu adalah kemarahan besar bagi Mu Fei.


"Mu Fei tenangin dirimu, dia tadi hanya bercanda pastinya." ujar Mengmeng yang ingin membuat Mu Fei kembali seperti awal.


namun karna ia sudah kesal, ia sama sekali tak mendengarkan perkataan Mengmeng sama sekali. melihat hal ini, sebagai adiknya ia sudah pasti akan membantu kakaknya.


"kak Fei tenangkan dirimu, biarkan dia pergi sendiri." ujar Mu Xiao Bi yang lalu memberi kode agar Dyon pergi dari kelas.


melihat kode itu, Dyonpun lari dari sana dengan raut wajah yang panik. kini Mu Xiao Bi sedang mencoba kembali menenangkan hati kakaknya.


dengan cara menenangkan ia, barulah segalanya aman. sebenarnya ini sudah terjadi lebih dari satu kali, sifat itu muncul saat adanya selir Yue.


hal itu juga yang memberi pikiran buruk baginya, namun sesaat kemudian, barulah Mu Fei tenang dan memegang tangan adiknya.


"terima kasih dik, aku tak mengira sifat itu masih ada didalam diriku."


"kak Fei, lain kali jangan pernah meladeni orang begitu, ia pasti akan selalu mengganggu kakak setiap harinya."


"dia sudah beberapa kali mengganggu begitu, bahkan tanganku luka akibat kekesalanku padanya. Dyon, orang itu akan kucap sebagai pria breng***."


"sudahlah kak, lebih baik kita membaca buku. ngomong-ngomong kak Fei belajar kata begitu dariman ya?."


mendengar perkataan itu, Mu Fei langsung menoleh kearah adiknya dengan pandangan yang aneh.


"tidak usah dibahas, itu semua terucap saat kakak sedang kesal saja. lain kali ketika kakak sedang kesal, kamu tutup telinga agar tidak kedengaran."


"tapi kak, aku pengen belajar budaya dunia ini juga."


"kakak juga pengen, bagaimana hari libur nanti, kita ajak yang lain buat lihat pemandangan."


"oke kak, kayaknya itu seru juga."


setelah selesai berbicara, merekapun duduk dengan tenang dan belajar disana. beberapa menit kemudian, tiba-tiba datang guru dan berkata...


"berita baik anak-anak, hari ini kita semua tidak belajar. karna guru-guru lain akan rapat besar, paling lama selesai sekitar beberapa jam." ujar buk guru yang membuat mereka gembira.


..."BERMIMPILAH DALAM HIDUP, JANGAN HIDUP DALAM MIMPI."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)