SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 55



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Datangnya Surat.



setelahnya semua orang menggeleng kepala karna tidak tau pasti apa penyebab luka itu, melihat wajah itu ia mulai lega dan menghela nafas.


iapun pergi dan mengambil beberapa tangkai kayu untuk dijadikan bahan kayu api, namun para temannya yang melihat itu malah ternganga.


mereka terkejut melihat reaksi Mu Fei yang begitu, mereka berpikir bahwa Mu Fei akan mengatakan hal itu, namun pada nyatanya tidak juga.


terasa sekali dikhianati habis-habisan, Mu Fei yang sadar itu langsung terkekeh kecil sambil mengambil beberapa tangkai.


hari demi hari telah berlalu, suasana terus berubah-ubah. sekarang mereka sudah berkemah selama satu Minggu, melihat hal itu mereka semua cukup senang.


karna besok sudah ditentukan mereka akan segera pulang kembali, setelahnya semua murid sudah mempersiapkan beberapa alat.


Mu Fei juga begitu, namun saat ia selesai tiba-tiba sebuah burung merpati terbang diatasnya. melihat burung itu ia sudah hafal dan berkata..


"ternyata dirimu, kau masih mampu menemukan keberadaanku?, kau seperti penyihir burung saja."


setelahnya iapun menangkap dan mengambil surat dari kakinya. iapun membaca surat itu, hingga datanglah Mengmeng.


Mengmeng yang tau itu langsung saja bertanya... "surat darinya lagi?, susah-susah menulis kenapa kalian tidak berkomunikasi langsung?."


mendengar itu Mu Fei malah terkekeh dan membalas... "jika bisa sudah kukatakan sejak awal. tapi masalahnya diduniaku berbeda dari dunia ini.


mereka semua memiliki perbedaan yang jauh pesat, disini punya gedung megah yang sangat tinggi. sedangkan diduniaku ponsel dan sebagainya mana ada.


terkecuali kalau aku bawa satu untuk Li Huang buat diajak komunikasi." ujar Mu Fei yang disetiap perkataannya penuh dengan candaan kecil.


namun Huang Jia yang mendengar itu langsung mempunyai ide, ia berpikir bagaimana jika itu semua benar-benar terjadi.


akhirnya karna tertarik iapun berkata keteman-temannya... "kalian dulu ya, gua mau ngomong bentar sama Mu Fei, ada yang perlu dibahas."


setelahnya teman-temannyapun tidak mempermasalahkan dan malah ia menyuruh untuk kesana segera. setelah melihat itu Huang Jia langsung berlari.


iapun menghampiri Mu Fei dan berkata... "mungkin impianmu bisa jadi nyata." ujar Huang Jia yang malah mengagetkan kedua teman wanitanya.


setelahnya Mu Fei langsung bertanya... "kau mendengar pembicaraan kami ya?." tanya Mu Fei yang lalu dibalas olehnya... "sedikit, karna aku penasaran tadi.


btw gua benar-benar serius ngomong, kalo sebenarnya ada satu cara agar kalian komunikasi. walau tanpa ponsel kalian masih bisa berbicara.


aku akan memberi benda itu setelah kita pulang dari sini besok, kita semua langsung kerumahku untuk mengambil bendanya." ujar Huang Jia yang lalu disetujui.


setelahnya Mu Feipun menggendong burung itu dan bergumam sedikit... "denger itu, jadi besok kamu baru bisa mengantar kembali surat.


sebelum itu kau harus dirawat dulu, makanlah sebanyak-banyaknya nanti. aku akan memberikanmu beberapa hadiah kecil untuk burung yang satu ini.


kau sangat pintar mampu mengenali dan juga mudah mengetahui keberadaanku." ujar Mu Fei yang memuiji burung itu.


setelahnya Mu Fei akhirnya membantu lagi diperkemahan itu, burung yang tadi ia tangkap juga terus mengikuti dan terkadang membantu juga.


jam demi jam telah berlalu, kini malampun tiba. semuanya tidak tidur karena besok pagi mereka sudah pulang, mereka juga harus mengingat momen ini.


tetapi tetap saja, terdapat beberapa hal yang membuat rasanya sakit. contohnya Mu Fei, ia memiliki begitu banyak luka namun ia terlihat biasa saja.


sungguh wanita kuat, coba aja authornya kek gitu, behhh pasti mantep betul Cok wkwkwkkwkw ini candaan saja ya!!!!


semuanya menikmati suasana itu dengan sangat baik, mereka semua merasa senang karna bisa melihat suasana yang begitu indah.


terasa sekali mata mereka penuh dengan keceriaan, bahkan ada yang berkaca-kaca karna terharu melihat pemandangan yang bagus ini.


"ha...bagus banget cuy, kenapa hari ini kita pulang sih?."


"besok kita udah mau sekolah lagi, ditambah lagi beberapa Minggu kedepan kita bakalan siap ujian untuk semester akhir."


mendengar itu semuanya menjadi panik karna belum ada yang belajar, sedangkan Mu Fei dan Mu Xiao Bi yang tidak tau tau apa-apa hanya terdiam.


wajah mereka terlihat tenang namun didalamnya terdapat rasa bingung yang sangat dalam. keduanya tidak tau harus mengikuti juga atau tidak.


"dik, kau tau sikap kita harus apa sekarang?."


"jangan tanya kepadaku kak."


setelahnya merekapun terdiam, Xiao Lin yang ada dibelakang mereka langsung menjawab... "sikap kalian seharusnya masih dalam kata baik-baik saja.


melihat dari kepintaran dan juga kerajinan kalian dalam belajar, mungkin ada jalan untuk kalian berdua bisa lulus dari sini.


hanya saja yang dibutuhkan adalah kepercayaan diri." ujar Xiao Lin yang membuat mereka paham dan akhirnya tersenyum lebar.


setelah beberapa saat menunggu, akhirnya bus datang dan dengan segera pula mereka masuk kedalamnya.


merekapun duduk didalam bus dan lalu melihat pemandangan indah dari pesona hutan itu, ada beberapa dari mereka yang malah menangis.


sepertinya baru ditinggalkan sebentar, mereka semua sudah rindu akan hutan ini. disini juga Mu Fei mendapatkan beberapa pelajaran yang baru.


dia mendapatkan pengalaman bahwa tidak ada satupun ada kata istirahat disetiap harinya, jika ia istirahat sekali, maka seterusnya akan ada masalah.


disisi lain lagi, Li Huang yang ada ditoko kini merasa kebingungan. burung yang ia suruh mengantar surat tumbenan lama kembali.


setelah itu iapun melamun sebentar hingga akhirnya terbangun karena seseorang datang. iapun bersembunyi didalam dan melihat itu dari kejauhan.


ternyata orang yang baru datang itu adalah pangeran kedua, yaitu adiknya sendiri. Li Ming namanya, pria yang tegas dan tidak suka dengan Li Huang.


ia tidak suka dengan kakaknya itu karna ia iri, kakaknya selalu disayangi dan dicintai oleh raja, namun dirinya tidak sama sekali.


bahkan saat dia menyukai seorang wanita, ayahnya itu malah menolak dan malah wanita itu ingin diberikan kepada Li Huang sebagai pasangan.


dari situ juga Li Ming mulai membenci mereka berdua, dan akhirnya mengurus didunia kemiliteran. saat perang itu terjadi, Li Ming sempat ikut.


namun saat melihat Mu Fei, ia mulai terkejut karena jenderal terkuat mereka adalah wanita. melihat jenderal itu adalah wanita, Li Ming menyerah dan menyuruh jenderal yang lain.


kelemahan terbesarnya adalah dia tidak pernah berani memukul wanita apalagi membun** wanita, dia adalah tipe pria penyayang kepada wanita.


Li Huang yang melihat itu langsung membathin... "kenapa Li Ming bisa ada disini?, mungkinkah ayah menyuruhnya untuk mencariku?."


..."KENAPA HARUS TAKUT GELAP KALAU ADA BANYAK HAL INDAH YANG HANYA BISA DILIHAT SEWAKTU GELAP?."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)