
...(HAPPY READING ALL)...
☘️.
Kejadian Baru.
jam demi jam begitu cepat berlalu, kini mereka sudah pulang dari sekolah. hari yang begitu lama bagi Mu Fei, karna sudah mengalami banyak hal.
setelahnya iapun langsung berkata kembali kepada Mengmeng... "ayo kita pergi ketoko." ujar Mu Fei yang lalu memegang tangan Mengmeng.
Mu Fei dan Mengmengpun berlari dengan cepat sambil memegang tangan satu sama lain. bahkan Huang Jia dan yang lainnya sama sekali tak diajak.
mereka bertiga seketika terbingung, nampaknya kedua wanita itu malah pergi secara langsung meninggalkan mereka disekolah.
"mereka kemana?."
"aku tidak tau, lebih baik kita pulang duluan."
setelahnya merekapun pergi pulang, sedangkan Mu Fei dan Mengmeng mereka berdua menggunakan bus untuk pergi ketoko.
merekapun sama-sama duduk dengan tenang, hingga tiba-tiba terjadi hal tak mengenakan didalamnya. ternyata didalam bus itu, terdapat perampok yang sudah mencuri sejumlah uang.
mereka menaiki bus itu agar para orang yang didalamnya akan menjadi sandera, tapi tanpa mereka sadari disana sudah ada Mu Fei.
awalnya Mu Fei biasa saja, hingga akhirnya saat mereka ingin berhenti disalah satu pemberhentian bus, tiba-tiba mereka berteriak dan berkata dengan kasar.
"siapapun tidak boleh keluar dari sini!!." teriaknya dengan keras.
Mu Fei yang mendengar itu seketika tidak merespon dan malah berjalan pelan menuju keluar bus.
"hey kalian berdua, jika kalian melangkah keluar dari sini, jangan harap kalian bisa keluar hidup-hidup dari sini."
setelah ia mengatakan itu, ia langsung mengarah pistol keatas dan mencoba memberi peringatan kepada Mu Fei dan juga Mengmeng.
dorrrrr.....
(suara tembakan pistol yang membuat semuanya teriak ketakutan.)
Mengmeng juga ikut teriak takut setelahnya, tapi berbeda dengan Mu Fei, dia malah terdiam dan merespon apapun.
bahkan dia juga tak berekspresi saat mendengar itu, semua orang yang melihatnya seketika terkejut dengan apa yang dilakukan olehnya.
"anak muda itu tidak takut mat*kah?."
"aku takut tau."
mendengar itu barulah Mu Fei sedikit terkekeh kecil, malahan hal itu membuat para perampok kesal dan lalu memberi kode kesalah satu temannya.
"h*jar dia." titahnya kepada temannya, namun siapa sangka temannya malah membantah.
"tapi bos, jika kita mengh*jar dia, bisa-bisa nanti hukuman kita lebih berat."
"kalian takut hukuman?, tapi kalian sendiri sudah melakukan banyak hal kejahatan didunia ini."
mendengar perdebatan kecil antara mereka semua, Mu Fei yang tak tahan lagi langsung berjalan pelan dan lalu berlari kearah mereka sambil menggenggam tangannya dengan erat.
diapun langsung menyerang secara langsung hingga akhirnya bos perampok itu kesakitan...
"s*al, cepat h*jar dia."
diapun berkata begitu sambil memegang pipinya yang tadi dipukul oleh Mu Fei.
Mu Fei yang sekarang diserang oleh para perampok kini keluar dari bus sambil meloncat. semua orang yang diluar seketika menyaksikan aksi itu.
Mu Fei nampak tenang mengh*jar mereka semua, bahkan ia juga sempat-sempatnya mengambil tali dan mengikat tubuh mereka.
tapi disaat kekalahan para perampok, tiba-tiba bosnya datang membawa orang-orang dari bus keluar sambil menodongkan pistol kekepala mereka.
orang yang ditodong pistol itu adalah Mengmeng, bahkan supir busnya yang tadinya menyupir juga ikut kena imbasnya. dia juga dijadikan sandera oleh bosnya
"Mu Fei, tolong aku." ujar Mengmeng yang berteriak ketakutan.
mendengar suara teriakan takut dari Mengmeng, dia langsung menoleh dan berkata... "lepaskan dia!!."
"kau ingin aku melepaskannya, bisa saja, asal kau harus mat* dipistol ini."
setelah mengatakan itu, dia langsung mengarah pistol itu tepat dikepala Mu Fei, Mu Fei yang sadar itu seketika memanggil pedangnya.
saat pistol itu sudah ditembakkan, Mu Fei langsung berteriak memanggil pedangnya... "pedang naga hijau muncullah sekarang."
kini peluru itu langsung berbalik dan mengarah kekepala bosnya. saat itu juga Mengmeng mencari kesempatan kabur.
diapun menendang kaki bos itu dengan kuat, saat bos itu kesakitan, dia langsung melepaskan pegangan tangan Mengmeng.
dengan cepat pula Mengmeng berlari, namun peluru yang tadinya dilempar balik oleh Mu Fei kini langsung tertembak tepat dikepala bosnya.
saat itu juga kepalanya berdarah, sebelum dia menghembuskan nafas terakhir, dia sempat berucap satu kata... "kau hebat." ujarnya yang lalu memejam mata.
para anggotanya yang melihat bos mereka mat* dengan begitu saja, mereka malah ketakutan dan merengek meminta ampun dari Mu Fei.
"ampunkan kami nona kecil."
"benar, ampunkan nyawa kami, kami berjanji untuk tobat dari hal buruk ini."
"berjanjilah didalam penjara, Mengmeng telpon polisi segera mungkin. aku akan mengurus mereka sebelum mengirim mereka kepenjara.".
mendengar perkataan Mu Fei begitu, Mengmeng langsung menurut dan menelpon polisi untuk segera kesini.
menit ke menit telah berlalu, kini polisi datang. saat itu juga polisi yang kemarin muncul, ia juga tersenyum saat melihat ternyata orang yang menangkap perampoknya itu adalah dia lagi.
"Yoh...nona Mu Fei, lagi-lagi kita bertemu. terima kasih sudah menangkap mereka lagi."
"tidak usah berterima kasih, jika mereka tidak berbuat buruk tadi, mungkin nyawa bos mereka tidak hilang saat ini."
"maksud kamu apa?, bos mereka mat*?."
"betul sekali, dia tadi ingin menembak saya, tapi sayang pelurunya malah mengarah kedia."
"bagaimana bisa?."
"mungkin takdirku untuk mat* belum sekarang."
setelahnya ia pergi mengarah Mengmeng dan lalu memberi wajah tersenyum yang begitu puas.
Mengmeng dan Mu Feipun kini melanjutkan perjalanan mereka menuju toko tersebut. sesampainya disana, Mu Feipun melihat banyak barang.
saat ia melihat, ia langsung berkata kepada Mengmeng... "owh iya, biasanya saat ulang tahun kalian beli apa saja?."
"beli kue, beli balon, beli makanan untuk tamu, beli...beli...ahhh banyak yang lainnya. nanti aku tunjukkan kepadamu apa saja."
"oke."
setelahnya merekapun membeli banyak barang, merekapun langsung segera membayar semua belanjaan mereka itu.
untungnya Mu Fei sudah menukarkan setengah emasnya menjadi uang kertas yang banyak.
"ini mbak." ujar Mu Fei yang memberi ia uang untuk membayar peralatan itu.
menit ke menit telah berlalu, kini dia pulang kerumah Xiao Lin dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan. dia nampak lelah disepanjang jalan.
apalagi mereka baru saja mengalami kejadian baru yang mengejutkan. setelah sampai dirumah Xiao Lin, ia langsung menaruh barangnya dilantai dan lalu duduk dikursi.
mereka berdua langsung duduk sambil mengipasi diri karna panas. Xiao Lin yang melihat mereka baru pulang kini merasa aneh dan akhirnya bertanya....
"baru pulang?, kalian darimana saja?."
"kami habis dari toko peralatan ulang tahun, aku harus merayakan besok."
"owh ulang tahun adikmu?, btw semuanya sudah siap?."
"belum semua, masih perlu kue dan mengundang beberapa orang dekat. btw Mengmeng nanti kamu datang ya keacaraku, bawa keluargamu.
owh iya, Huang Jia kemana dia sudah pulang?, jika sudah bisa tolong nanti bilang kepadanya untuk ikut bergabung keacara ini.
btw Xiao Lin, kalian dekat tidak dengan tetangga disini?, jika lumayan maka undang mereka juga." ujar Mu Fei yang lalu diangguk oleh Xiao Lin.
"tenang saja, urusan mengundang biar aku saja." ujar Xiao Lin yang lalu disetujui oleh Mu Fei secara langsung.
..."LIHATLAH SEMUA KEINDAHAN DALAM HIDUPMU DAN BERBAHAGIALAH."...
to be continued
mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.
btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'
btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^
(Phoenix Amazone**)