SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 60



...(HAPPY READING ALL)...


☘️.



Li Ming Terluka.



"bagaimana kau tau dia terluka?."


setelah mendengar itu Mu Fei langsung menoleh dan terkekeh kecil..."mudah saja, saat pertama kali kita bertemu aku sudah menyadarinya lebih awal.


jika tidak diobati takutnya akan memburuk." ujar Mu Fei yang lalu dimengerti oleh semua orang termasuk dokter.


setelahnya dokter itu setuju dan berlalu pergi membawa Li Ming keruangan sebelah untuk diobati luka kepalanya.


disitu Li Ming terlihat lebih gugup daripada tadi, ia merasa ruangan ini jauh lebih menyeramkan dari ruangan milik ayahnya sendiri.


"kenapa kau bisa terluka?." tanya sang dokter yang lalu dijawab pelan oleh Li Ming..."aku ceroboh, hingga jatuh dan terluka begitu saja."


disisi lain lagi, lebih tepatnya ruangan sebelah. Mu Fei dan yang lainnya masih menunggu kabar terbaru tentang keadaan kedua orang itu.


Huang Jia yang penasaran dengan Li Ming akhirnya memberanikan diri untuk bertanya..."Mu Fei, sebenarnya Li Ming itu kenapa?."


mendengar pertanyaan itu Mu Fei tentu saja menjawab. walau ia tak tau apakah berita itu benar atau tidak, namun beberapa dari mereka sudah mengatakan itu benar.


"kemungkinan besar ia dilukai lagi oleh raja Li."


"ha...kenapa begitu?."


"sebenarnya Li Ming cukup kasihan, dia sama sekali tidak tau apa kesalahannya, semua itu sebenarnya adalah kesalahan ibunya sendiri.


ibunya yang selingkuh, ia yang kena imbasnya. raja Li terlalu emosional, ia selalu menyakiti Li Ming. menurut rumor dikerajaan begitulah.


bahkan ayahnya menolak untuk dia menikah dengan wanita yang ia sukai, bahkan lebih buruk lagi, wanita itu malah dipaksa untuk bersama dengan Li Huang.


alasan utama aku menolak karna ini." jelas Mu Fei sesuai dengan rumor yang ada dikerajaan dulunya. bahkan Mu Xiao Bi juga pernah mendengar rumor itu.


"benar sekali, aku juga pernah mendengarnya waktu itu. bahkan adikku saja merasa kasihan dengan Li Ming."


setelah mendengar penjelasan dari adik kakak itu, akhirnya mereka paham dan berniat ingin berbuat baik kepada Li Ming dan menerimanya bersama mereka.


setelah itu tiba-tiba dokter datang membawa Li Ming, Li Ming sudah diobati bahkan kepalanya sudah diperban rapi.


"bagaimana keadaanmu sekarang?."


"aku baik-baik saja, terima kasih."


"itu cukup bagus."


"tidak perlu berterima kasih, sudah semestinya kami menolong."


setelah beberapa saat mereka berbicara, dokter yang tadi mengurus Li Ming kini masuk kedalam dan melihat lagi keadaan Dyon.


menit ke menit telah berlalu, tak lama setelah dokter masuk, dari arah luar datang mobil beserta motor masuk lapangan parkir rumah sakit.


disitu dengan segera orang-orang yang baru datang berlari masuk kedalam rumah sakit dan mencari ruangan pasiennya.


setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka bertanya kepada petugas pendaftaran. disitu mereka langsung menyebutkan namanya...


"mbak disini ada pasien nama Dyon Angkasa nggak?."


"Dyon Angkasa?."


setelahnya wanita itu langsung mengetik dan mencari data tentang Dyon. setelah ketemu, akhirnya ia menjawab dengan benar.


"dia ada diruangan UGD sekarang."


setelahnya mereka berjalan menuju ruang UGD. disitu ibu Dyon datang dan langsung berkata dengan keras memanggil anaknya.


"Dyon...anak ibu."


mendengar itu Mu Fei orang pertama yang sudah sadar langsung berjalan pelan menghampiri mereka..."kalian keluarga Dyon?." tanya Mu Fei.


mendengar jawaban itu, orang pertama yang menepuk kepala adalah Mu Fei. iapun lalu menghela nafas dan menjawab dengan ramah.


"kami adalah temen sekolah dia, untungnya saat ditkp kami ada disana jadi langsung mencari cara untuk menolong dia."


"terima kasih anak-anak, jasa kalian cukup besar."


"tidak perlu repot-repot, tante, karna kalian semua sudah datang maka kami akan pulang kerumah. soalnya takut orang rumah khawatir dengan kami."


"owh gitu, baiklah hati-hati dijalan ya. semoga hari kalian baik selalu ya."


"terima kasih atas ucapannya tan."


setelahnya Mu Fei dan teman-temannya berlalu pergi. kini mereka menaiki mobil dan berkata beberapa hal.


"menurut kalian ibunya Dyon baik nggak sih?."


"menurutku sama aja, itu hanya didepan kita, kita tidak tau dia kek mana aslinya. btw Mu Fei, kau tumbenan bersikap baik kedyon."


"aku bersikap baik karna dia dalam masalah, jika tidak manalah aku peduli. aku dulu pernah diajarkan olehnya, menolong orang tidak perlu pandang apapun.


ditambah lagi walau ia selalu berbuat jahat sekalipun, ia akan mendapat balasan. disaat itulah orang yang sering ia jahati malah menjadi penolongnya.


lagipun dia memang lemah sejak awal, saat aku melihatnya aku sudah tau itu." ujar Mu Fei yang memang benar apa adanya ia memang sudah tau hal itu.


dari gaya saat ia panik melihat Mu Fei, bahkan takut saat melihat Mu Fei bertarung dengan penjahat, dari situ ia sudah tau sifat asli Dyon.


setelah beberapa menit diperjalanan, kini mereka sudah tiba dirumah Liu Yi dan Mengmeng. disitu mereka berdua turun dan lalu berkata...


"Li Ming tinggal dimana?."


dengan segera Huang Jia menjawab..."karna aku sering sendiri, maka Li Ming ikut aku aja. lagipun aku butuh seseorang untuk diajak bicara."


"tumben."


"emang napa, sirik ya lu?."


"enggak."


setelahnya mereka kembali berjalan menuju rumah Xiao Lin. disitu Xiao Lin, Mu Fei, dan juga Mu Xiao Bi sudah tiba dirumah dengan aman.


kini Huang Jia dan Li Ming berlalu pergi dan menuju rumahnya. disitu Xiao Lin yang melihatnya malah merasa tak nyaman.


"apakah menurutmu bagus jika Li Ming tinggal bersama Huang Jia?."


"Huang Jia berkepribadian baik, sedangkan Li Ming memiliki pribadi tegas dan juga mampu melindungi. aku pikir mereka berdua orang yang cocok.


dari kelihatannya mereka berdua bisa menjadi teman serumah yang baik, aku percaya itu." ujar Mu Fei yang ingin menenangkan pikiran Xiao Lin.


disisi lain lagi, lebih tepatnya didunia kerajaan. Li Huang yang sudah mendengar kabar bahwa Li Ming sudah mat* kini merasa kaget.


ia tak percaya bahwa adiknya bisa senekat itu ingin melakukannya. ia merasa kasihan dengan Li Ming, ia bingung harus apa..


disaat hal ini terjadi, ia hanya bisa kembali memanggil Mu Fei dan berkomitmen dengannya. disitu ia langsung menggunakan alat tersebut untuk berbicara.


"hello, Mu Fei kamu ada disini."


beberapa saat setelah itu, Mu Fei baru membalas..."maaf Li Huang, aku baru saja pulang dari rumah sakit. ada apa kenapa kau memanggilku?."


"tidak apa hanya penasaran saja."


"kau pasti lupa dengan yang kukatakan tadi. aku sudah menduga kau memanggilku untuk bertanya tentang Li Ming kali ini."


..."TIDAK ADA YANG BARU DIBAWAH MATAHARI. SEMUANYA SUDAH DILAKUKAN SEBELUMNYA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)