SAY YOU LOVE ME TOO

SAY YOU LOVE ME TOO
CHAPTER 10



...(**HAPPY READING ALL)...


☘️**.



Bangunnya Mu Fei.



hari demi hari telah dilewati oleh para remaja itu, disaat malam hari, tiba-tiba hujan begitu deras beserta angin dan juga petir yang selalu menggelegar.


membuat semua orang merinding setiap kali keluar dan melihat hal itu, sangat langka ketika badai datang begitu saja.


"aneh, hujannya sangat deras, kalian bertiga lebih baik berada disini saja dulu, kita lebih baik berjaga-jaga dulu."


"tumben elu perhatian sama orang itu?, lagipun kitakan nggak kenal."


"walau gitu, dia pasti mengalami kesulitan ya pastinya kita menolongnya. lagipun aku merasa dia seperti bukan orang biasa saja."


"tentu saja dia bukan orang biasa, dia adalah orang konglomerat yang mampu membeli barang-barang seperti ini."


"berhenti banyak bicara lu!!!."


setelahnya orang itu terdiam sambil mengejek Mengmeng seakan-akan kesal dengan perkataannya itu.


namun beberapa menit kemudian, dia menoleh kearah Xiao Lin dengan tatapan penasaran.....


"ehhhh Xiao Lin, kamu udah dapet informasi tentang giok ini belum?."


mendengar pertanyaan itu dengan segera ia mengeluarkan dan berkata sesuai dengan apa yang ia dengar dari kakeknya.


"giok ini bernama giok bulan putih, kakekku bilang kalo didunia ini tidak ada giok yang seperti ini, walaupun ada tidak akan semirip ini.


giok ini digunakan oleh Mu Fei sebagai tanda bahwa dia adalah putri pertama dari raja Mu Ying, dan plakat kayu yang aku lihat ini juga, Mu Fei gunakan saat ia bertugas sebagai jenderal.


kedua-duanya membuktikan bahwa orang yang kita temui adalah Mu Fei sesungguhnya, dan cara dia bisa ada disini bagaimana?." tanya Xiao Lin.


setelah itu semua orang termenung memikirkan keadaan sepenuhnya, mereka berpikir bahwa ini adalah mimpi yang tidak dipercaya.


namun disisi lain lagi, diruangan Mu Fei, terlihat bahwa tangannya sudah mulai bergerak, bibirnya juga begitu...


walau dalam keadaan masih memejamkan mata, namun Mu Fei sudah mulai bisa mendengar segala hal.


kali ini hal yang ia dengar adalah bunyi aneh dari peralatan rumah sakit, dengan segera ia membuka mata sambil menghela nafas.


saat itu juga ia melihat ketangannya, terdapat jarum yang menusuk tangannya, membuat dia kesal dan lalu mencabutnya.


"tempat apa ini?, apakah aku masih hidup?."


saat ia berjalan pelan menuju kaca, dia melihat wajahnya yang sangat pucat dan juga masih sedikit lesu.


namun sesaat ia ingin pergi, tiba-tiba keempat remaja itu sudah ada didepannya.


"siapa kalian?."


teriakan itu membuat semua orang menoleh kearah mereka semua, keempat remaja yang ditanya itu dengan segera panik dan lalu menyuruhnya masuk.


"masuk dulu kedalam, akan kami jelaskan segalanya."


"aku tidak butuh penjelasan, katakan apakah kalian bawahan raja Li?."


"raja Li?, siapa itu?."


"tidak usah berbohong, kalian berani-beraninya berbohong denganku, apakah kalian tidak sayang nyawa?."


"tentu saja kami sayang, tapi maksud ucapanmu itu sama sekali tidak kami mengerti. kamu bilang kami bawahan raja Li, sejak kapan itu terjadi?."


"jangan berdebat disini, ini adalah rumah sakit, hargai pasien lain. biar aku saja yang menjelaskan segalanya."


mereka semua akhirnya menyerahkan hal ini kepada Xiao Lin, mereka percaya dengannya, apalagi dengan kelembutan dan juga kepintarannya.


dia pasti bisa menenangkan dan juga menjelaskan semuanya kepada Mu Fei.


"apakah dirimu adalah Mu Fei?."


"benar, aku adalah Mu Fei."


"hah....nona, kami semua tidak tau apa-apa tentangmu saat itu, sejarah semua mengatakan kalau dirimu sudah tiada.


namun sesaat kami sedang mendaki gunung, tiba-tiba kami sudah menemukan dirimu tergeletak disana.


"sebenarnya aku tidak paham maksud ucapanmu, tapi apa maksud kalian kalau aku punya racun?."


"kau tidak ingat apa-apa saat perang itu?."


"tentu saja ingat, itu adalah hari dimana aku seharusnya tiada. jika benar perkataan kalian, cara untuk kembali bagaimana?."


"kami tidak tau, btw ini punyamu?."


saat melihat giok dan juga plakatnya ada ditangan Xiao Lin, dengan segera ia mengambil dan lalu berduduk diam disana.


dia masih kebingungan, dia tidak tau harus apa kali ini, saat ini pikirannya mulai kosong....


"ayahanda dan juga ibunda apakah mereka baik-baik saja, owh iya jika benar aku seharusnya hanya menjadi sejarah, maka kalian pasti punya buku tentangku bukan?."


"tentu saja aku punya, aku selalu membaca tentang sejarahmu, saat aku tau dirimu adalah asli aku merasa cukup senang. karna aku bertemu idola."


mendengar kata "idola" membuat ia bingung dan bertanya... "idola itu apa?."


"idola itu adalah...."


baru saja ingin menjawab, tiba-tiba Xiao Lin langsung berkata lagi... "bagaimana jika dirimu kerumahku sekarang?."


"rumahmu?, apakah dibolehkan?."


"tentu saja boleh, aku yakin kakekku dan juga keluargaku akan terheran-heran melihatmu."


"kenapa begitu?."


"sudahlah, lebih baik salah satu diantara kalian pergi mencari dokter dan menyuruhnya untuk memeriksa keadaan dia."


"biar gua aja."


setelahnya kakak Mengmeng pergi keluar dan mencari dokter....


menit ke menit telah berlalu, kini dokter sudah ada diruang.


diapun memeriksa keadaan Mu Fei, dan saat ia memeriksa, dia terkejut melihat perkembangan tubuhnya...


"cepat sekali racun itu sudah keluar, dan nadimu sudah baik-baik saja. kamu bisa pulang hari ini."


"benarkah?, kalau begitu aku siap-siap pergi membereskan segalanya."


setelah itu dokter pergi, terlihat Mu Fei sudah membereskan kasur dan juga membersihkan segalanya.


tapi sesaat kemudian, dia teringat pakaian yang ia kenakan sudah tidak ada, dengan segera ia pergi menghampiri keempat orang itu.


"dimana pakaianku?."


"nah, aku membelikan pakaian baru untukmu, cocok tidak, jika tidak aku akan menyuruh Huang Jia untuk membeli yang baru."


"tidak usah begitu repot, ini saja sudah cukup, dirimu tau persis pakaian yang kusukai. sempurna untukku!!!."


diapun lalu mengambil pakaian itu dan lalu masuk kedalam untuk mengenakan pakaian itu, terlihat sekali pakaian yang sangat bagus untuknya.


"indah sekali, ini kali pertamanya aku melihat pakaian yang seperti ini, tapi kenapa sedikit berat ya, lupakan lebih baik kenakan dulu.


nanti disaat ada waktu baru membeli baju baru, sepertinya aku punya sedikit kepingan emas." bathin Mu Fei yang lalu membuka pintu.


menit ke menit telah berlalu, kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah Xiao Lin. rumah Xiao Lin tidak jauh dari rumah sakit ini.


jika dibandingkan, rumah Huang Jia lebih jauh lagi dari sini, terkadang ketika dia kemari pasti akan menggunakan motor ataupun mobil.


sedangkan untuk rumah kedua adik kakak itu, tidak jauh juga dari sana.....


paling jaraknya hanya beberapa meter saja.


makanya Mengmeng selalu berkata kalau dirinya yang berjaga dibandingkan teman-temannya yang lain.


..."JIKA INGIN MENJELASKAN SESUATU GUNAKAN KELEMBUTAN, JIKA DIRIMU MENJELASKAN DENGAN KASAR, MAKA ORANG LAIN AKAN MENGANGGAP DIRIMU SEDANG BERKELAHI DENGANNYA."...


to be continued


mohon maaf jika ada kesalahan kata atau typo dimohon maafkan, saya memang suka eror kalo ngetik.


btw jangan tersinggung atau apapun itu ya, saya disini hanya melanjutkan hobi saya saja'-'


btw jangan lupa dibaca, like, dan difavoritkan, semoga kalian suka ceritanya^^


(Phoenix Amazone**)