
"Spear Of Light! Hezeon!" Rafale melancarkan serangannya hingga membuat tanah disekitarnya hancur dan retak.
Casandra tertawa begitu keras melihat amukan Rafale. "Kekeke... Ahahahaha!"
"aku gantian menyerang ya! siapkan dirimu."
Casandra mengambil ancang-ancang lalu dengan cepat memukul Rafale yang sedang menerjang kearahnya dengan begitu cepat.
"Wuzzzh!"
Pukulan itu tepat di depan mata Rafale, akan tetapi dengan cepat ia menghindari pukulan itu kemudian membalikkan tubuhnya lalu menebaskan Tombaknya.
"eh?" Casandra menyeringai. "kau sangat luar biasa bisa menghindari seranganku dan mengcounternya kembali,
akan tetapi hanya inikah kekuatan AO mu?"
Casandra menendang perut Rafale dengan keras, "Bukk!"
"Uhukh!" Rafale langsung terjatuh ke tanah.
"ukhh... kalian semua Manusia Bumi Peako, Bagaimana bisa kalian menembus masuk kesini sialan!" ucap Rafale serak.
Casandra menginjak kepala Rafale kemudian dengan nada yang dingin berkata. "hei bajingan. pelankan nada mu ketika berbicara padaku! kau pikir aku babumu?"
Kemudian Casandra kembali tersenyum dan berbicara kembali dengan nada biasa, "bercanda deng... aku tak cocok dengan peran antagonis bukan, ahhh... wanita kalem dan feminim sepertiku memerlukan pangeran yang bisa melindungiku tahu.."
Kemudian Casandra berfikir sejenak, "hmm... bagaimana kami bisa datang kesini ya?, TENTU SAJA KARENA ADA PENGKHIANAT DALAM JAJARAN JENDRAL BESAR KALIAN BODOH! AHAHAHAHAHAHA!"
Mendengar hal tersebut Rafale menjadi terguncang, "apa..?" Rafale lemas seketika.
Casandra tak bisa menahan tawanya lagi "ahhh.... lihat wajah terkejutmu... membuatku sangat bergairah. putus asalah pangeranku. hahahaha!"
"15 Jendral Besar mati dalam perpindahan ke Bumi Baru karena Bumi kalian hancur akibat perang, kalian berkata kalau kalian menghapus manusia asli bumi ini karena mereka adalah hama.
Kalian para Superhuman dengan tanpa rasa bimbang, melenyapkan semuanya dengan Misile pemusnah, ironinya para mayat manusia tak bersalah itu akan menghilang menjadi atom.
Dan kalian berani menyebutkan bahwa Manusia Bumi Peako hina? sekarang kutanya siapa yang biadab?" (Casandra)
"J-Jika saja... Jika saja kalian Manusia Bumi Peako tidak menyerang kami duluan maka tak akan ada Perang besar!" Rafale berkata dengan keras.
Casandra memiringkan kepalanya saking herannya, "Hah?? kalian tidak salah? Bajingan brengsek yang mendeklarasikan perang itu kalian! Manusia Bumi Sarvest
Betapa percaya dirinya kalian memiliki Dewi Elin di sisi kalian, dan dengan sembrono mencoba menginvasi Bumi Peako.
Dan pada akhirnya kalianlah yang mengkhianati Dewi Elin, dan juga hanya karena kalian memiliki kelebihan kalian menyebut diri kalian Manusia baru. dasar Makhluk Hina!"
Rafale diam tak berkutik menghadapi argumen yang keseluruhannya adalah fakta.
Apalagi Ultimate AO Tombaknya sudah digunakan pada Gita. AO skill itu akan membunuh Gita karena melenyapkan AO Core milik Gita.
Rafale mulai menangis dan menggumamkan sesuatu, "hiks... hiks... maafkan aku Gita..."
Melihat Rafale menangis Casandra menyeringai hingga tertawa terbahak-bahak, "hahahahahaha... ahhhh... kamu sangat kasihan."
Casandra mengangkat wajah Rafale sejajar dengan wajahnya lalu menghancurkan kedua tangan Rafale dengan AO Skillnya.
Rafale mengalami kesakitan yang luar biasa dan berteriak kesakitan sangat keras "ARRRRRGHHHH!!!"
Casandra langsung mencium bibir Rafale ketika Rafale berteriak, suara sakit Rafale tak terdengar.
"Sword Creation."
"Bats!"
"WUZHHH! SRASH!!"
Casandra terkejut ketika mengetahui ada serangan tapi untungnya ia sempat menghindar.
"anak kecil?"
"siapa kamu? aku yakin disini sudah tak ada lagi peserta yang sadarkan diri. apalagi kamu hanya sendiri." ucap Casandra.
"Jadi... kalian yang disebut Manusia dari Bumi Peako?, aku penasaran sebenarnya ada berapa banyak Bumi dalam Alam Semesta kita?"
Casandra tersulut emosinya karena di hiraukan, "kamu bocah kecil, beraninya menghiraukanku!"
"HAH?! apa yang kamu bicarakan dasar *****?!, aku tak bisa menyembunyikan kekuatanku lebih lama lagi. kakakku bisa mati jika aku tak cepat menyelamatkannya."
"Haah? kamu sinting anak kecil? apakah kamu sanggup menghadapi 15 Orang?" ucap Casandra dengan nada meremehkan.
Rayk melepaskan cincin yang ia gunakan untuk menyegel kekuatannya, "15 orang?hmmm... itu mengingatkan diriku pada kenangan yang buruk. lupakan, lagipula kalian tadi menyinggung soal Elin kan?
nampaknya aku bisa mencari informasi tentangnya dari kalian orang Bumi Peako. akan tetapi aku lebih tertarik dengan apa misi kalian dikirim kesini."
"Bagaimana kalau aku tak mau memberitahu dirimu?" Casandra mencoba untuk menantang.
Akan tetapi... "Hey. apa aku terlihat remeh?" tegas Rayk mengintimidasi.
Casandra menjadi gemetar akan tetapi ia langsung bergerak menyerang Rayk.
"swushhh!"
"kadang memang suka ada orang yang tak tahu tempatnya. mereka merangkak seperti hama kotor yang berpikir dia lebih superior dari orang lain." (Rayk)
"Duak!"
Casandra terpental akibat serangan Rayk, Rayk melirik kearah sekitarnya. "14 Orang."
"AO... Orb World." adalah AO skill yang memanipulasi Gravitasi disekitarnya bisa untuk menghilangkan Gravitasi ataupun memperkuat Gravitasi.
Akan tetapi berbeda dengan Rayk, yang melepas segel AO milik Yuto nya.
Tidak hanya Gravitasi nya yang dimanipulasi akan tetapi Ruangnya juga ikut dibalik.
"membalik ruang, Switch."
Semua orang langsung roboh seketika karena tak terbiasa dengan ruang yang terbalik.
"AO Skill macam apa ini?!"
"tak dapat kupercaya ini AO Skill milik anak kecil."
"KURANGAJAR!" Casandra berteriak sangat keras.
Casandra mengeluarkan kedua bilah pedangnya, kemudian berlari begitu cepat menyerang Rayk.
Casandra dapat menyesuaikan dirinya dengan ruang yang terbalik dengan cepat.
"Mati kau BOCAH!"
Casandra menghunuskan pedangnya, akan tetapi... "Inersian Eye."
AO Skill yang berasal dari mata milik Rayk, menghancurkan kedua pedang milik Casandra hingga hancur.
"Apa?! AO Skill yang berasal dari mata? Bumi Sarvest!! SELAMA APA LAGI KALIAN MAU BERPERANG!" teriak Casandra begitu keras.
Squad Casandra kini sudah berhasil menyesuaikan diri dan ketika mereka mau menyerang Rayk.
"AO... Zero." (Rayk)
"DUAS!"
Terjadi ledakan ruang yang menyebabkan ruang arena menjadi sebuah kekosongan karena tak terhubung dengan Dunia luar.
"oh... mereka semua masih mengambang."
Rayk menyelamatkan para peserta seleksi kemudian memasukkan kedalam sebuah ruang buatan.
Ian, Dazel, Gaston, Ayla, Shizu, Vincent, Reynhard, Rafale dan juga Gita.
"keadaan Gita sangatlah gawat. AO Corenya perlahan menghilang akan tetapi tidak sesederhana itu.
ini mirip seperti sebuah kutukan, bersamaan dengan AO Corenya yang lenyap Gita juga akan ikut lenyap."
Rayk mencoba berbagai macam cara supaya AO Core Gita berhenti mengalami kerusakan.
"Kuh... nampaknya memang tak ada cara lain lagi."
Rayk membuka segelnya lagi, kali ini segel Kuze Yuto. "argghhh!! AO milik Kuze Yuto membebani tubuhku..."
Rayk menyalurkan AO nya ke Gita agar Ultimate AO Skill Queen Of Domination aktif sehingga bisa menghilangkan efek AO Skill milik Rafale.
Cara ini secara mengejutkan berhasil, AO Core milik Gita kembali normal. dan juga kerusakannya menghilang.
Rayk menggunakan kembali cincin segelnya, "hah...petualanganku akan dimulai dari sini. aku akan mulai pergi ke Bumi Peako."
Ruang yang hancur tadi kembali ke bentuk semula, Queen Of Domination. The Clock Ultimate AO Skill milik Gita tiba-tiba aktif dan mengembalikan Ruang yang hancur akibat AO Skill milik Rayk.
Ultimate AO Skill Queen Of Domination tidak hanya bisa menetralkan AO Skill milik musuh yang mempengaruhi pengguna akan tetapi ada kekuatan yang lebih besar di dalamnya.
Dan kekuatan aslinya saat ini baru muncul sepercik air saja dan masih ada banyak hal yang bisa dilakukan Ultimate AO skill ini.
^^^Bersambung....^^^