
Rayk membuka kedua matanya 'ini ... apakah sudah kembali ke Bumi?' batin Rayk sedikit ragu. namun dugaannya benar, ia sudah kembali ke Bumi.
"psst! Rayk! kelakuanmu terlalu mencolok. lihatlah sekitarmu, kita dilihatin oleh penduduk." ucap Miracle bisik-bisik.
orang-orang disekitar Rayk dan Miracle memperhatikan mereka dengan tatapan aneh.
karena kelakuan Rayk lah mereka dianggap aneh.
Rayk dan Miracle pun segera pergi dari keramaian itu dan berlari kearah Cafe di seberang jalan.
"Miracle kau ada uang?"
"Hah?!" ucap Miracle dengan ekspresi heran.
"kau bodoh ya, mana mungkin orang yang sudah Puluhan ribu tahun berada di Loop Kekacauan memiliki uang?" gerutu Miracle.
"ah... baiklah baiklah. kita duduk saja tidak usah memesan minuman. jadi katakanlah rencamu untuk melawan Dewa."
"kita harus pergi ke Kediaman Edgard. disana semua Dokumen rahasiaku disimpan, kita harus berharap Elin tak menemukannya." ucap Miracle dengan ekspresi serius.
secara tak sengaja Rayk mendengar sebuah obrolan orang disampingnya. mereka membicarakan tentang Turnamen antar Sekolah.
'turnamen antar sekolah?'
"kudengar Sekolah Wendeth juga berpartisipasi loh! padahal kan mereka tak terdaftar dalam Sekolah AO."
"benarkah?! kalau begitu sudah pasti merekalah yang kalah paling awal sih."
mendengar Nama Sekolahnya dulu disebut Rayk merasa sedikit terkejut. 'yang benar saja Sekolahku masih berdiri ?!' batin Rayk.
namun Rayk kembali berfokus pada Miracle "jadi? bagaimana kalau kita menghampiri kediaman Edgard? lalu menyusun rencana untuk masuk kedalam sana." ucap Rayk memberi usulan.
namun Miracle secara tegas menolaknya, menurutnya kediaman Edgard itu rumahnya jadi mana mungkin tuan rumah berlaku seperti pencuri di rumahnya sendiri.
"Dasar Kakek Tua sinting! kau pikir ada yang mau percaya jika mendengar alasan seperti itu?! jika kita masuk dan disergap. menjelaskan juga jadi percuma saja, apalagi aku ini sedang kabur dari rumah."
namun secara tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Rayk. "aku punya ide." ucap Rayk penuh keyakinan.
...----------------...
Rayk dan Miracle mendatangi kediaman Edgard pada malam hari.
dan kini mereka berdua sudah ada di depan kediaman Edgard. 'sepi sekali.' batin Rayk keheranan.
"jadi apa rencananya?" tanya Miracle.
Rayk menjentikkan jarinya ctak!
[Dimensi Pemisah.]
Miracle sedikit kagum dengan cara ini "hoo... kau mengbypass Ruang sehingga membuat kita bisa masuk tanpa diketahui ya..."
"sudahlah, simpan rasa kagumnya nanti saja. ayo cepat masuk!"
Rayk dan Miracle bergegas masuk untuk mengambil Dokumen Rahasia milik Miracle.
"dimana ruangannya?"
Miracle terus berjalan sambil tengak-tengok kesana-kemari.
"Ruang Bawah tanah. sial! jalannya ditutup?!"
Rayk menjadi ikut bingung juga dibuatnya "lalu? sialan masa kita harus menghancurkan jalannya?!"
Miracle pun menghancurkan tembok yang menghalangi jalan ke ruang bawah tanahnya DUAR!!
"ayo!"
"cepat ambil Dokumen penting dan simpan di penyimpanan ruang." ucap Rayk.
'rumah ini jadi benar-benar sepi sejak aku pergi sepertinya.'
sementara Rayk dan Miracle sedang di dalam, Rayk palsu pun muncul dan mengamati kediaman Edgard. "Sihir Ruang? skalanya cukup besar."
ia pun masuk kedalam untuk mencari penyusupnya.
dan disaat itulah Rayk bertemu dengan Rayk palsu, mereka bertatapan secara langsung.
"?!"
"wah ... lihat siapa ini? Doppleganger? orang bilang orang yang bertemu dirinya yang lain maka akan mati, apa mitos itu betulan?"
[AO SKILL. SWORD OF STARS!]
DUARRR!!
tanpa banyak bicara Rayk palsu langsung melayangkan serangannya.
keributan di kediaman Edgard tak terbendung lagi, kini orang-orang sekitar mulai mendengar keributan itu.
"Wah... uhuk uhuk! asap sialan."
Rayk berhasil menahan serangan dari Rayk palsu.
*SWUZZH!
KRAK*!
Rayk palsu menebaskan pedang di tangannya, memotong-motong benda di sekitarnya.
Rayk menghindari tebasan pedang itu "wah... bahaya nih." kemudian Rayk mendorong Pedang cahaya itu kebawah dan melakukan tendangan vertikal yang mengenai wajah Rayk palsu secara telak.
...DUAKK!!...
Rayk palsu seketika terpental menghantam tembok "Ohokhh!!"
Miracle menyadari kebisingan itu, "apakah ada musuh?! sial aku harus cepat."
Rayk menghampiri orang yang menyamar menjadi dirinya tersebut. "kau ini siapa? apakah kau utusan dari Bumi Peako?!"
tanya Rayk dengan nada dingin.
namun sayang sekali. Rayk palsu ini tak menyerah disitu saja.
sekali lagi ia menggunakan AO Skillnya untuk memunculkan dua bilah Pedang cahaya.
Bats!
SWUNGG!
ia menebaskan pedangnya menyerang Rayk dengan cepat.
Rayk menghindari serangan itu dengan hati-hati. "hup! hup! sial bisa mati nih kekekek...."
[AO SKILL YELLOW STARDUST !!]
Sebuah Cahaya berwujud bintang jatuh keatas langit Kediaman Edgard, Bintang itu bertubrukan langsung dengan Dimensi pemisah.
KRAKK!!
DASHH!! DASHH!! DASH!!!
"wah ... bahaya nih."
Rayk menggerakkan jarinya kearah Rayk palsu seperti menebaskan pedang.
SWASSH!!
DAAAR!!
Ruang disekitar mereka terpotong karena Rayk. "keren, kau bisa menghindarinya ya?" ucap Rayk sambil tersenyum.
Rayk palsu menerjang Rayk dengan pedang terhunus Bats!!
[AO SKILL DRAGON STARS!]
SWUNGG!!
manifestasi dari naga itu menghempaskan Rayk hingga hampir terjatuh.
namun Rayk berhasil menahan Naga itu dengan kaki kanannya yang menginjak kepala naga itu.
"kau sialan! kaget aku sialan!"
BRAK!!
"lama-lama aku kesal sendiri nih."
seketika Rayk langsung merapatkan kedua telapak tangannya, Rayk mulai menyeringai "hei bangsat! kalau kau aku lenyapkan disini, ada yang tau gak ya? HEHEHAHAHHA!!"
Rayk palsu merasakan aura membunuh yang kuat, dengan cepat ia melesat menyerang Rayk yang sedang tertawa itu.
BATSSS!
namun Rayk menempukkan tangannya sekali "heh, sayang sekali. persempit Dimensi."
Rayk palsu secara tiba-tiba tertahan tak bisa bergerak menyerang 'a-ada apa ini ?!'
"Sekarang enyah dari hadapanku, mati kau."
namun ketika Rayk ingin menepukkan tangannya, Bintang Besar itu datang dengan cepat menghujam dirinya.
DUARRRRR!!
Ledakan besar itu menghancurkan kediaman Edgard secara instan, namun beruntung Miracle sudah menyelesaikan urusannya.
Rayk dan Miracle pun mundur, namun melihat Rayk palsu sekarat Rayk tak ingin membuang waktu.
Rayk pun membuat sebuah pedang dari sihirnya dan menusukkannya ke dada Rayk palsu itu hingga membuatnya tewas.
kemudian mereka berdua langsung pergi setelah memastikan kematian Rayk palsu kemudian meninggalkan kediaman Edgard yang telah hancur tersebut
dan tak berselang lama, Rafale datang dan yang ia lihat saat ini dihadapannya hanyalah kehancuran.
"jadi benar, Rayk sudah kembali ... koordinat memberitahu kalau ada sebuah teleportasi yang terjadi disekitar sini." gumam Rafale.
ia dan timnya kemudian menyusuri kediaman Edgard yang hancur itu dan menemukan mayat Rayk.
"diperkirakan ia sudah Mati dari 3 Jam yang lalu."
Rafale kemudian menghubungi Gita tentang kematian Rayk.
kejadian ini sungguh membuat Lilith terpukul sama halnya dengan Castro dsn juga Gita yang terkejut dengan kabar kematian Rayk.
namun tidak dengan Hajun yang sepertinya sudah tahu kalau yang mati itu bukanlah kakaknya Rayk yang asli.
namun Rafale juga masih menyembunyikan tentang Rayk palsu dengan Rayk yang asli, "rasanya memang informasi tentanh Rayk ini tidak seharusnya diberitahukan pada Keluarga Edgard sebelum Rayk sendiri yang muncul kepermukaan."
namun satu hal yang membuat Rafale heran adalah apa alasan Rayk menghancurkan rumahnya sendiri?
^^^Bersambung....^^^