
Rayk melancarkan serangan kekinya, swusshh... melesat begitu cepat menyerang Ovahen yang masih menjadi kepompong.
DUARR !!
Rayk menendang dengan begitu kuat namun, tidak seperti yang diharapkan. Ovahen tidak menerima Damage sedikitpun.
"hmm.... apakah dalam mode kepompong seluruh serangan tak berguna padanya? ...
pemandangan yang menarik." gumam Rayk.
Rayk melirik besi panjang di tangan kanannya, "Pedang seperti ini tak akan mampu melukainya." , secara spontan Rayk melempar pedang itu kebelakang.
Dan tak berselang lama, Ovahen mulai selesai dalam metamorphosisnya, dan ketika ia membentangkan sayapnya kilau cahayanya bahkan menerangi Luginous Realm yang terang, aura suci nan nyaman seolah berkeliling disekitar dirinya.
Setiap orang/ orang normal pasti akan meminta dirinya untuk menjadi Guru mereka, akan tetapi bagi Rayk pemandangan ini sungguh sangatlah menjijikan.
Ovahen mulai berbicara, ia berkata "Waktu kesempatan untuk dirimu sudah habis Rayk, kali ini kau tak akan bisa memohon ampunan untuk dirimu lagi." ucap Ovahen memperingatkan.
Sontak sorot mata Rayk menatap tajam mata Ovahen, dan hanya dalam kedipan mata mereka sudah saling bertubrukan.
BOOOMM !!
"EERGHH !!"
Ovahen mengepakkan sayapnya yang membuat Rayk terpental mundur. Swuuung ...
Ovahen kemudian mengejar Rayk yang terdorong mundur itu dan dengan sekuat tenaga ia menebaskan pedangnya.
SWUSSHHH !!
Rayk menunduk menghindari tebasan itu, "Hup !" kemudian berdiri kembali dan melayangkan tendangan kakinya kembali. sebuah counter attack kearah kepala Ovahen, namun sayangnya masih ditahan oleh sayap Ovahen.
BUKK !
[AO Skill Shining Sword, Justice!]
Ovahen mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan menebaskan pedangnya dari atas ke bawah.
Rayk bergerak dengan cepat menghindari Cahaya dari Shining Sword, Rayk kemudian melayangkan tinju kuat pada rusuk kiri Ovahen.
BUKK !!
krakkk !! , tulang rusuk kiri Ovahen langsung patah hanya dalam 1 pukulan, "uurrgghh!" erang Ovahen.
Tak lama setelah Ovahen terjatuh, roh Kavalen serta Aeden dan roh malaikat lainnya datang menyerang Rayk untuk melindungi Ovahen.
...----------------...
Ultimate AO Skill King's Domination.
Ini adalah Skill yang dimiliki oleh Rayk dan Miracle saja, pengguna Ultimate Skill ini akan menerima amplifikasi buff atau yang dimaksud dengan menambah akselerasi, menambah kecepatan, keakuratan serangan.
(Jika tanpa Atribut lainnya)
Namun, apakah Ultimate AO Skill hanya sebatas menaikkan amplifikasi? jika benar seperti itu pasti sungguh mengecewakan. karena skill heal dan buff dari healer saja sudah cukup membantu dalam suatu pertarungan.
Namun akan berbeda halnya jika Ultimate AO Skill King's Domination digunakan dengan atribut tambahan lainnya, skill ini akan menjadi Ultimate paling buruk bagi lawannya.
Alasannya hanya satu, kelemahan setiap AO Skill akan diketahui oleh pengguna bahkan menirukan kemampuan AO Skill lawan pun dapat dilakukan serta-----------.
...----------------...
Ovahen terang-terangan menunjukkan amarahnya. "Ketahui batasan mu Manusia!"
Rayk menggesekkan kaki kirinya ke depan kemudian kebelakang. DUASHH ! DUASHH !
serangan yang begitu cepat langsung melenyapkan para roh Guardians yang datang menyerang.
Akan tetapi secara tiba-tiba seorang roh dari Kavalen melesat menyerang Rayk dengan kekuatan penuhnya.
swussssh...
Rayk melirik kearah roh yang menuju kearahnya kemudian dengan cepat, Rayk langsung mencekik nya dengan keras ketikq hampir menyerangnya.
Rayk mencekiknya dengan keras hingga membuat roh itu langsung hancur.
"aku tak suka ini." gumam Ovahen.
Ovahen menggunakan AO Skillnya.
[AO Skill, Two Circle. Light of Judgement]
Muncul 2 buah lingkaran sihir dengan radius yang begitu luas, Ovahen mengangkat Pedangnya ke atas, Rayk dibuat seperti terperangkap dalam lingkaran sihir tersebut.
Ovahen mendorong pedangnya ke bawah "The Judgement!" diiringi dengan Tombak Besar yang dikelilingi bola sihir.
Rayk tersentak melihat Tombak berukuran besar itu menuju kearahnya dari atas " !! ", akan tetapi bukan Rayk jika ia takut dengan kekuatan yang lebih besar darinya.
Tombak besar itu seketika melekuk keatas setelah Rayk menatapnya dengan tajam, Ovahen mendapat kejutan baru lagi.
"Kekuatan macam apa lagi yang kau miliki Rayk ..." gumam Ovahen.
Rayk menekuk tombak besar itu dan menghancurkannya. Ovahen terpana melihatnya "jadi itu skill gravitasi? dia mampu memanipulasinya untuk menyerang ya."
Bats...
Secara tiba-tiba Rayk sudah ada di hadapan Ovahen, Rayk kemudian menyerang Ovahen dengan pukulannya.
DUASHH !!
Rayk memukulnya dengan kekuatan penuh. namun Ovahen menahannya dengan pedang miliknya dan membuatnya terdorong.
Meskipun begitu pedang Ovahen bengkok setelah menahan pukulan Rayk.
Lantai Luginous Realm di alam pertama mulai bergoncang hebat, Rayk merentangkan tangan kanannya ke samping dengan jari yang seperti mencakar, Rayk merobek Ruang.
"apakah kau mau menunjukkan kemampuan seperti itu untuk membuatku terkesan?" tanya Ovahen.
"hmmm? tidak tuh, lagipula kalau aku mau Realm ini dapat kuhancurkan kapan saja."
Mendengar jawaban angkuh itu Ovahen menghela nafas panjang. namun Rayk tak menunggu lama langsung melesat menusuk jantung Ovahen.
Craaatt !!
Rayk kemudian menghancurkannya hingga menjadi debu, Rayk mengira kalau Ovahen sudah mati, "Guardian yang malang, baiklah saatnya mencari Miracle." gumam Rayk, namun tanpa disangka-sangka Ovahen menepuk pundak Rayk dari belakang.
"Mau kemana kau?"
Mata Rayk terbelalak, ia tak menyangka bahwa Ovahen masih hidup, "Bukankah... Guardian seperti Kavalen dan Aeden bisa kubunuh, bahkan tanpa harus melenyapkan mereka berdua. namun mengapa kau masih hidup?"
Ovahen menyeringai. "Kau betul ingin mengetahuinya?" ucapnya pelan, akan tetapi Rayk merasakan bahaya yang lebih besar dari yang sebelumnya.
[FORM. Absolute Angel]
Ovahen mendorong Rayk dengan telunjuknya, dan langsung membuat Rayk terpental sangat jauh.
syungg...
Gubrak ! Brakk !! brakk !!
Duag ! Brak !! duagh !!
Rayk menghantam seluruh hal yang dilewatinya sepanjang jalur.
Rayk menahan sakit yang ia rasakan dengan sekuat tenaga. "urghhh...", Rayk mengalami patah pada setiap tulangnya dan tulang di pundak kanannya hancur.
batsss...
Ovahen melesat dengan cepat mengejar Rayk, ketika ia sudah berada di depan Rayk Ovahen berjalan menghampirinya dengan ekspresi datar. "Sesali lah perbuatanmu di Neraka Rayk." ucap Ovahen yang kemudian mengangkat kaki kanannya berniat menginjak Rayk hingga hancur.
Akan tetapi ketika kaki Ovahen hampir menginjak diri Rayk, Rayk menahannya dengan tangan kirinya.
Ovahen tertegun seraya berkata "Wah ... serangga ini masih berusaha untuk melawan sepertinya." , akan tetapi secara tiba-tiba diri Ovahen meledak dan hancur berkeping-keping.
DUARR !!
Pecahan diri Ovahen menyatu kembali, "apa itu ta-" tidak sempat Ovahen selesai berbicara, dirinya kembali hancur.
DUAARRR !!!
Ovahen kembali menyatu, kemudian ia kembali meledak, menyatu kembali dan kemudian meledak, kemudian kembali menyatu.
"RAYKK !! MAINAN APA YANG KA-"
DUARR !!
Rayk menggerakkan tangan kirinya, dan dengan jari telunjuk tangan kirinya ia arahkan ke bibirnya memberi isyarat untuk diam.
"sssttt ... kau pikir dirimu yang hina itu sedang bicara dengan siapa?" ucap Rayk dengan nada datar dengan kepala menunduk ke bawah.
Hal aneh sedang terjadi saat ini, hal yang benar-benar aneh, Ovahen kembali ke bentuk semulanya kemudian langsung duduk tersungkur karena lemas dan saking takutnya.
'a-aku... aku... aku Sang Pemimpin Guardian merasakan rasa takut dari seorang Manusia!'
Ovahen ingin sekali berteriak saking kesalnya dengan kejadian ini, namun instingnya mengekang dirinya dengan sangat kuat agar tetap diam. karena jika ia berisik maka entah apa hal buruk yang akan terjadi.
krak! ctass !
terdengar suara AO Core yang pecah, itu adalah AO Core milik Rayk. karena kekuatan yang dilepaskan tidak sebanding dengan AO Core yang menampung, apalagi disaat terakhir Rayk menggunakan AO Skill kelas Tinggi berkali-kali untuk menghancurkan Ovahen.
Saat ini jantung Rayk sudah berhenti berdetak. setiap orang yang AO Corenya hancur dapat dipastikan akan langsung mati.
^^^Bersambung....^^^