
[Loop Kekacauan, Lantai 2, Forgotten Land.]
Terlihat Rayk yang tergeletak lemas dengan keadaan babak belur dan luk-luka yang cukup parah.
"Kau memang sedikit berbakat, namun perlu puluhan ribu tahun bagimu untuk menyamai kekuatanku Rayk."
Rayk yang tergeletak di tanah perlahan mulai membuka matanya "sialan, kurasa sejarah tidak melebih-lebihkan kekuatanmu dimasa lalu." ucap Rayk dengan nada datar.
sambil menghela nafas dan menaikkan bahu nya keatas. Miracle kemudian mengatakan "yahh ... kemampuanmu tak buruk kok."
Rayk mendengus, ia merasa tak puas dengan keadaanya. "Sial! kalau begini bagaimana mungkin aku bisa membunuh para Dewa-Dewa itu? satu dari mereka saja mampu mengimbangimu, bagaimana mungkin aku yang barang menggoresmu saja tak bisa mengalahkan Dewa." ucap Rayk kesal.
melihat Rayk yang terlihat konyol dan hampir menangis membuat Miracle tak enak hati. "hey, hey, hey, hey. tenanglah kemampuanmu itu tergolong kuat, namun perlu diasah dengan kuat agar terlihat ketajamannya."
"ah... berhenti menghibur diriku Miracle." balas Rayk singkat.
Miracle menggelengkan kepalanya "kau .. masih menyembunyikan kekuatan aslimu juga kan?"
Rayk hanya diam tak menjawab.
kemudian Miracle merebahkan dirinya disamping Rayk "hei ... apa kamu tahu, seni beladiri yang kau gunakan tadi tak pernah ada di Bumi Sarvest pada masa ku dulu.
itu beladiri yang keren, tapi sepertinya kau tak menganggap itu keren. terlihat dari matamu itu nampak seperti suatu kutukan, tapi disatu sisi kamu ingin menggunakannya."
"ya, mungkin kau benar. aku ingin mengkombinasikannya dengan AO energy sehingga mendapatkan hasil yang lebih kuat. namun ada masa buruk dimana beladiri ini mengutuk diriku."
Miracle tersenyum tipis seraya berkata "masa lalu adalah hal yang telah terjadi. peninggalan dari sana jika bukan kenangan baik maka itu kenangan buruk, dan di masa depan ini semua yang kau lihat saat ini hal-hal yang membuatmu lebih kuat dimasa depan, adalah hasil dari tangisan dan juga penyesalanmu di masa lalu.
tidak ada yang salah dengan masa lalu, karena di masa depan akan selalu ada hasil-hasil dari takdir yang tak pernah terkira dengan otak manusia kita."
"huek nasihat yang menjijikan." ucap Rayk kesal.
namun setelah mendengar sedikit nasihat dari Miracle. Rayk menjadi lebih sedikit termotivasi ia kemudian langsung bangkit kembali dan memulai latihannya lagi.
"bersiaplah untuk tak mati."
Rayk mengambil kuda-kuda bersiap untuk menyerang.
Miracle pun melakukan hal yang sama "keluarkan semua kemampuan unggulmu."
...----------------...
[Loop Kekacauan, Forgotten land.]
[5 Bulan kemudian]
terlihat seorang Laki-laki dengan jubah hitam sedang berdiri dengan senyum yang tertoreh di wajahnya sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku jubahnya.
"wah, kekeke ... ayo kita bersiap kembali ke Bumi." ucap Rayk.
"hentikan kebodohanmu, kita akan ke Lantai 3 terlebih dulu untuk memukuli penguasanya."
"eehhh... itu kelamaan."
"lalu kau mau kembali ke Bumi dengan apa? disini gak ada tempat untuk berteleportasi."
mereka berdua adalah Rayk dan Miracle. setelah 5 Bulan Rayk berlatih kini ia siap untuk menyerang para Dewa.
namun sebelum itu ia perlu ke lantai 3 Loop Kekacauan untuk menggunakan alat teleportasinya.
"kekacauan yang kita buat akan sangat besar nantinya, jangan berpikir naif untuk tak memakan korban."
"cuih! kau pikir sedang berbicara dengan siapa sial." balas Rayk dengan angkuh.
"kekeke... ayo kita obrak-abrik sarang Dewa."
...----------------...
[Loop Kekacauan, lantai 3. Kingdom Of Darkness.]
"tempat macam apa ini? lalu bagaimana kita bisa sampai sini hanya dengan berjalan lurus sial?!"
Miracle memiringkan kepalanya "tentu saja kita berada di teritori lantai 3. dan juga tempat keberadaanku itu adalah tempat untuk berteleportasi. apa kau tidak aneh dengan lantai 2 tanpa Monster? kau pikir siapa yang membasminya jika bukan aku?"
"benar juga. tunggu, kalau begitu kenapa kita tidak menggunakan portal di lantai 2 saja untuk ke Bumi?"
"sial kau benar."
Rayk dan Miracle memasuki sebuah kastil besar. "ini seperti kastil Borezo."
dan ketika ada gerbang besar di depan mereka. tanpa banyak bicara Rayk langsung menendangnya dan masuk kedalam ruangan tersebut.
BRAK!
"HALO BRENGSEK ADA ORANG?!"
dan benar saja sambutan hangat menghampiri Rayk, seekor Monster datang berlari menyerang Rayk.
GROARRR !!
"wah ... sudah lama."
Rayk membentuk jarinya seperti sebuah tembakan dan mengarahkannnya ke Monster tersebut.
"PAW!"
DUAR!!!
sebuah serangan dahsyat menghancurkan Monster tersebut hingga hancur bersama dengan ruangan kastil tersebut.
"kau melakukan kegiatan konyol." ucap Miracle.
"yah ... siapa yang menyangka seekor monyet berada disini bukan?"
Miracle dan Rayk kembali menyusuri Istana Besar tersebut, mereka berdua mencari Ruangan Bos untuk menggunakan alat teleportasinya.
sesekali mereka berdua tertahan oleh Monster yang muncul menyerang mereka. namun dengan mudah dihabisi oleh Rayk.
"Kastil ini sungguh besar. besar sekali, kira-kira dimana ruangan bosnya ya?" gumam Rayk.
dan secara tiba-tiba sebuah Pintu besar muncul di hadapan Rayk dan Miracle. kali ini ukurannya 5 kali lebih besar daripada Pintu sebelum-sebelumnya.
Pintu Besar itu terbuka dengan sendirinya dan mengeluarkan bunyi deritan yang sangat keras.
dan dari dalam sana sesosok berwujud seperti manusia dengan dua tanduk kecil diatas kepalanya ia mengenakan pakaian ala-ala bangsawan kerajaan duduk di singgasananya.
Rayk mengamatinya dengan saksama dan beberapa saat kemudian berkata "wah... Rhea!" ucapnya sambil nyengir.
"Rhea? siapa dia?" ucap Miracle sambil mengernyitkan dahinya tidak tahu.
melihat seorang tamu datang Rhea yang sedang duduk di singgasananya segera berdiri dan berjalan menghampiri Rayk.
"sudah lama ya ... sepertinya kamu bertambah tinggi Rayk. jadi apa yang menuntunmu kemari?"
"Brengsek! saat itu aku tak memiliki tujuan. setidaknya kau memberitahu diriku dulu dong sebelum pergi!"
"maksudmu?!"
"sialan! sekarang sebagai permintaan maaf beri kami akses ke Portalmu."
Rhea melirik kearah Portal antar Dimensi di belakangnya. "tentu. kau ingin kemana?"
"Bumi Sarvest." balas Rayk cepat.
Rhea kemudian mencari koordinat Bumi Sarvest "seharusnya Bumi Sarvest sudah tidak ada lagi, mereka menghilang dari koordinat Alam Semesta."
Rayk langsung membantahnya "itu tak mungkin. sudah 30 Tahun lamanya Orang Asing seperti mereka datang ke Bumiku. aku yakin mereka pasti sudah membuat koordinat baru lagi."
"ketemu." ucap Rhea.
Portal antar Dimensi kemudian dinyalakan "hati-hati dengan para Guardians." ucap Rhea mengingatkan.
Rayk mengangguk.
kemudian Rhea menatap Miracle sebentar setelah itu mengangkat kedua sisi gaunnya memberi salam pada Miracle.
"Sampai Jumpa RHEA!!" ucap Rayk sambil melambai-lambaikan tangannya.
^^^Bersambung....^^^