
Gita melirik ke kanan dan kekiri, kami berdua terkepung oleh 8 orang. nampaknya mereka sepakat tentang sesuatu, yaitu menyingkirkan Gita terlebih dahulu.
__________.
sebelum itu ini daftar Team yang bertarung.
Team 1.
-Ian
-Gaston
Team 2.
-Rayk
-Gita
Team 3.
-Dazel
-Ayla
Team 4.
-Rafale
-Shizu
Team 5.
-Vincent
-Reynhard
______________.
Vincent dan Reynhard melancarkan serangan terlebih dahulu kearah Rayk dan Gita.
"Terima seranganku!"
Vincent melayangkan kepalan tinjunya.
Gita menghindar dengan cepat sambil melindungi adiknya Rayk.
Dazel melompat kemudian menendang Gita.
Kemudian dengan punggung tangannya Gita menahan serangan Dazel "Buk!"
"Reynhard Serang dia dengan Jurus mu!" teriak Vincent.
Reynhard melaju kearah Gita kemudian mengeluarkan pedangnya "swing" , kemudian menebaskannya kearah Gita.
"slash! slash! slash! slash!"
Gita menghindari setiap tebasan pedang Reynhard tanpa terluka sedikitpun.
Aku melihat mata Gita yang sangat fokus, jika aku tetap disini aku hanya akan membebaninya.
"Kak. bisakah kau turunkan aku.
aku hanya membebanimu bukan?" (Rayk)
"Hah?! bicara apa kamu?" Gita menjawab dengan ketus.
Secara tiba-tiba Gita menurunkan diriku lalu dengan ekspresi yang terlihat marah ia berkata "apakah kamu takut Rayk? apakah kamu tak percaya padaku?"
Gita mengeluarkan senjatanya yang berupa Pedang. saat itu aku merasakan aura yang membuat bulu kuduk ku merinding.
Hal itu langsung membuatku menyadari sesuatu, kesempatan 4 Team lain serta alasan mereka mengincar Gita terlebih dahulu adalah karena Gita adalah kandidat terkuat dalam seleksi ini.
Dan kesempatan emas 4 Team lain untuk mengalahkan Gita adalah ketika ia Fokus melindungiku, dan kini kesempatan emas itu sudah tak ada.
"Mereka kembali Kakak!" (Rayk)
Kemudian sebuah anak panah secara mendadak melesat dengan cepat mengarah pada diriku.
*swik.
Swasshhh*...
Gita langsung menebas anak panah itu menjadi 2, tetapi Gita tidak menebasnya begitu saja.
Ketika anak panah itu melesat Gita menahannya bukan dengan mata pedangnya tapi dengan bagian samping pedang, lalu Gita mendorongnya kemudian menebas anak panah itu menjadi 2 bagian, dan Gita melakukan itu dengan sangat cepat.
"Wah wah wah... Dazel, nampaknya keadaan jadi merepotkan." (Ian)
"heh... apakah Tuan Ian yang dikenal sebagai anak ajaib merasa ketakutan?" (Dazel)
"pffftt... benar." balas Ian pada Dazel, kemudian Ian langsung menatap Dazel dengan eksperesi serius.
"kamu mau mati ya?" ucap Ian dingin.
Bulu kuduk Dazel langsung merinding tapi Dazel mencoba untuk tetap tenang.
Dalam keadaan ini Gita benar-benar melindungi diriku entah apa alasannya, aku tak berniat meremehkannya akan tetapi mengapa ia begitu marah ketika aku berencana untuk menyerah.
___________.
Sementara itu di tempat para Jendral besar menonton pertarungan.
Mereka menonton pertarungan dengan seksama sambil mendiskusikan sesuatu.
"seleksi pemilihan Wajah Baru atau lebih dikenal sebagai pengangkatan Calon Jendral, dan kandidat terkuatnya tidak lain adalah anak dari Jendral Castro yaitu Gita Edgard." (Ozin)
"hmmm... anda benar Jendral Ozin. bahkan kita semua sudah sepakat kalau Gita langsung dipilih tanpa perlu seleksi lebih lanjut, kemampuannya benar-benar sangat kuat. seorang Jenius dalam pertarungan."
___________.
"Shizu, menghindar dari sana!" (Rafale)
"terlambat."
Gita langsung menebaskan pedangnya dengan cepat.
"Swashh!"
akan tetapi Rafale dengan cepat bergerak melindungi Shizu dengan tombaknya.
"Ctang! crikkkkkk!"
Gita mendorong senjatanya kemudian dengan cepat menebaskan pedangnya lagi ke wajah Rafale.
"crikkk!"
"swashhhh."
Ian menggunakan AO nya kemudian menjadikannya sihir Cahaya.
"Reynhard! Gaston! Vincent! ayo kita serang secara bersamaan!
munculah Pedang Cahaya!"
Ian memanggil pedang cahaya nya, Reynhard sudah siap dengan pedangnya juga, Gaston siap dengan Armor terkuatnya dan Vincent dengan sihir anginnya sudah siap.
"Maju!"
_____________.
"jujur saja. seleksi ini diadakan karena keterpaksaan dan tuntutan orang tua seperti kita, jika kita memilih Gita secara sepihak rasa iri dari kandidat lainnya pasti muncul.
dan sebagai orang yang merasa pelatihan mereka sia-sia, anak-anak itu akan merasa dikhianati. dan cepat atau lambat benih kedengkian itu akan menghancurkan keluarga besar dari para Jendral.
aku sendiri menganggap kalau Rafale lah yang pantas, akan tetapi setelah melihat bagaimana Gita. Rafale hanyalah seorang yang tidak kompeten." (Kabura)
___________.
Reynhard menyerang Gita dengan pedangnya dari belakang Gita.
"HEARGH!"
dengan cepat Gita menunduk menghindari serangan itu, namun serangan Reynhard tak berhenti disitu saja.
"JANGAN MEREMEHKAN KAMI SEMUA!"
Reynhard kembali menyerang Gita dengan setiap tebasan yang cepat.
Ian juga ikut menyerang Gita bersamaan dengan Reynhard dan Vincent.
Ian melakukan serangan tusukan "wuzhh!" Gita bergerak mundur dengan sangat cepat, akan tetapi Reynhard menyerang Gita kembali.
"swing!"
Reynhard menebaskan pedangnya dengan cepat "slash!"
"Brengsek!"
"Ayo terus pojokkan dia!"
"cting!, sring!, sring, sring, ctang!"
serangan dari Reynhard dan Ian berhasil
memojokkan Gita.
"Lihat kemana kamu wanita Brengsek!" teriak Vincent.
Gita terlambat bereaksi terhadap serangan Vincent sehingga terkena serangan sihir angin tersebut dan membuat dirinya terpental.
"BOOM!"
Vincent menghampiri diriku yang terdiam kaku. kemudian Vincent melayangkan tinjunya pada Rayk.
Bukk!
"urggghhh!" Rayk terhempas ke tanah.
Kemudian ia menendang dan menginjak injak diriku.
"Mati! mati! mati kau bangsat!"
Ian langsung menghentikan dirinya "hentikan! anak ini bisa mati, lagipula dia hanyalah seekor rayap yang hanya bersembunyi dalam kayu."
"ack..." tubuhku sangat sakit.
Lalu Ian mengatakan sesuatu. "entah apa yang Gita lakukan. sampai akhir ia tak memberi kami goresan sedikitpun. hanya demi bocah sampah seperti ini dia mau membuang kesempatannya? sungguh ironis."
"hmmm.... nampaknya sudah selesai. Gita kalah sepertinya Tuan-Tuan sekalian."
"Apa?!. bagaimana mungkin." (Figo)
"tidak heran jika ia kalah, anak-anak itu lebih berbakat daripada Gita." (Castro)
"JENDRAL CASTRO! JANGAN-JANGAN ANDA-" (Figo)
"!, apakah... anda tidak mengakui kemampuannya?" (Ozin)
"ssshhh... itu adalah urusan keluarga kami." (Castro)
"Anda kelewatan!" (Figo)
"apakah keluarga Edgard masih menjadi keluarga yang Patriarki terhadap perempuan?
padahal Castro membunuh Ayahnya sendiri untuk menghilangkan sistem Patriarki tersebut. apakah ada alasan lain Jendral Castro." batin Jendral Kabura.
^^^Bersambung....^^^