
Benar... aku tak tahu bagaimana memulai kisah ini. haha... apakah kalian berpikir semua kejadian yang kualami ini bisa kutuliskan sebagai cerita?.
sialan. akan kuakhiri semuanya mulai saat ini
_______________________________
7 Maret 2019
Saat itu aku hanyalah seorang anak SMA
yang biasa-biasa saja.
Aku bersekolah, nongkrong dengan teman-temanku dan juga melakukan aktifitas seperti manusia pada umumnya.
Hahaha... pada umumnya, benar. Aku tak pernah membayangkan kehidupanku yang cukup tenang ini pada akhirnya menjadi sebuah neraka.
Perubahan pada dunia ini terjadi pada 4 Agustus 2020 tepat pukul 20.00 / jam 8 Malam.
Dua jam sebelum kejadian yang mengerikan itu, aku sedang makan malam bersama keluarga.
"Yuto! dengarkan ayah! saat ini kamu sudah sma mau sampai kapan kamu selalu memilih-milih makanan seperti itu?"
ujar Ayah dengan nada sedikit tinggi.
Meski mendengar hal itu aku tetap menunjukkan wajah masam ketika melihat sayur yang bernama terung.
"hoek... gak akan sudi aku makan terong.
sudahlah aku akan makan ayamnya saja,"
ucapku.
Ayah hanya menggelengkan kepalanya saja karena heran terhadap kelakuanku.
Mama kemudian datang membawa sosis goreng lalu meletakkannya di meja makan.
Kemudian kami makan malam bersama, kami hanya hidup bertiga jadi dalam rumah ini hanya ada aku, ayah, dan juga mamaku.
Setelah kami selesai makan aku berencana pergi main keluar, saat itu aku ingin menggunakan parfumku.
"mama! parfumku dimana? " teriakku keras.
Mama menyahut "mama letakkan dilemari kamarmu nak."
Aku bergegas ke kamarku dan mencari parfumnya didalam lemari kemudian kusemprotkan di bajuku.
Kemudian secara tiba-tiba entah makhluk apa itu terpental secara random kedalam kamarku melalui kaca.
saat itu aku reflek terkejut "HUAA BANGSAT APAAN ITU?! " tapi dengan bodoh aku mencoba menghampiri makhluk apakah itu.
Aku tak tahu jelas itu apa, tapi yang jelas dia seperti seekor burung gagak berwarna hitam.
Perlahan aku coba menyentuhnya dan secara tiba-tiba seperti ada listrik yang menyetrumku "argh..." erangku kesakitan.
Makhluk itu lalu menghilang dari hadapanku. "hah? dimana dia menghilang" tanyaku kebingungan.
Ketika aku menoleh kebelakang seorang perempuan sedang terbaring di kasurku dengan luka di wajah dan tangan kirinya.
Yang pertama, pecahan kaca itu menimbulkan bunyi yang keras, bahkan aku juga teriak kaget tetapi mengapa Mama dan Ayahku tidak mendengarnya?
Yang kedua, darimana perempuan ini berasal dan bisa muncul secara tiba-tiba disini?
Yang ketiga, perasaanku mengatakan ada yang tidak beres.
Secara tiba-tiba perempuan yang ada diatas kasurku itu bangun secara perlahan.
"kamu?? bisa melihatku?" tanyanya dengan sedikit canggung.
Aku terdiam dengan posisi kepala ku tengglengkan ke kiri, "hah."
Lalu gadis itu mulai bercerita panjang lebar seperti asalnya, dan gagak tadi itu adalah wujudnya, kekuatan sihir. meski jujur saja tak ada yang menanyakannya.
Akan tetapi aku tetap mendengarkannya, dan entah bagaimana aku percaya pada gadis ini karena apa yang kualami tak kontradiksi dengan apa yang ia katakan.
Meski begitu aku merinding ketika mendengar kalau dia dikalahkan oleh seorang Makhluk asing.
Gadis itu berkata kalau makhluk asing itu menyebut diri mereka sebagai manusia baru, dan bertujuan memusnahkan umat manusia.
Gadis gagak itu juga menyebutkan bahwa ia adalah satu-satunya orang yang kontra dengan pemusnahan yang ingin dilakukan kaum nya.
Ia juga berkata jika wujud terkuat nya itu adalah seekor Naga, kemudian setelah bertarung ribuan tahun untuk menahan pasukan Manusia baru itu perlahan-lahan kekuatannya menurun kemudian wujud terkahirnya menjadi gagak.
"jadi... kalian ini hewan revolusioner gitu?
kenapa kalian malah mengatakan kalau kalian ini manusia baru?", ujarku bingung.
Gadis itu menggelengkan kepalanya, dan menjelaskan kalau mereka itu manusia sama sepertiku, akan tetapi memiliki kekuatan sihir yang disebut AO.
Dengan AO yang kuat para Manusia Baru itu bisa mengubah wujud mereka menjadi hewan ataupun memperkuat diri mereka.
Kemudian satu-satunya makhluk yang bisa menggunakan AO untuk merubah wujud itu hanyalah Elin gadis ini saja, sementara yang lain tak bisa.
Elin terlihat sangat lemah saat ini akan tetapi ia seperti membuatku agar fokus mendengarkannya saja.
Padahal saat ini seharusnya ia harus segera diobati sebelum lukanya makin parah.
Elin tersenyum dengan sangat manis, itu menyesakkan hatiku. sebagai seorang manusia yang memiliki belas kasihan, senyuman lemah dan tulus itu entah mengapa membuat dadaku sangat sesak.
Melihat diriku yang gelisah Elin mendekap diriku kepelukannya, saat itu mataku terbelalak.
'Sialan... bukankah seharusnya aku yang memeluknya dan menenangkannya?'
'Sial... padahal aku baru saja bertemu dengannya beberapa menit yang lalu akan tetapi aku merasa seperti aku adalah orang yang pernah kenal dengannya.'
lalu dengan nada yang lirih ia berkata "maaf aku selalu menjadi bebanmu....", Elin meneteskan air matanya.
saat itu Elin mencium bibirku, memberikan AO miliknya yang tersisa lewat sana.
dan saat AO miliknya mulai memasuki diriku, seluruh memori seseorang masuk kedalam kepalaku.
itu adalah memori dari seseorang? kehidupanku yang sebelumnya Kuze y****uto
^^^Bersambung....^^^