Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 20: Lord Borezo vs Rayk Final Vol 2



[Kastil Lord Borezo]



Dengan wajah sombong Rayk tertawa "hahaha... kekalahan Dewi Gwin Geisha pasti bukan satu-satunya aib dalam sejarah itu, dan sepertinya kalian pasukan Monster juga ikut diratakan oleh Leluhur Pertama Edgard."


wajah Lord Borezo menjadi merah padam, ia terdiam dan hanya mengamati ekspresi Rayk yang menyebalkan itu, "kuh! dasar hocah arogan, aku tak bisa menceritakannya karena memang tak ada record tentang sejarah itu. para Dewa menghapusnya karena para Dewa juga mengajak Pasukan Monster dari berbagai Alam Semesta di Realm Qyuzeq.


bahkan setelah semua itu, para Dewa belum bisa menaklukan Bumi Sarvest. selama pertempuran itu kami semua membuat banyak Alam Semesta porak-poranda, tetapi jujur saja... keberadaan para Monster dalam pertempuran itu tak cukup berguna karena Leluhur Pertama Edgard menahan seluruh serangan dari berbagai Alam Semesta sendirian tanpa terluka sedikitpun."


wajah Lord Borezo muram, dan penuh dengan amarah menceritakan Leluhur Pertama Edgard, "JIKA SAJA AKU BISA MENEMUKAN LETAK BUMI SARVEST! AKAN KUBUNUH SELURUH KETURUNAN EDGARD! LALU KUCABUT SEMUA KEPALA MEREKA DAN MENARUHNYA DIHADAPAN MAKAM LELUHUR PERTAMA MEREKA!


AKU TAK PERNAH SEKALIPUN MELUPAKAN PENGHINAAN ITU! NAMANYA, WAJAHNYA, TINGGINYA, SUARANYA, RAMBUTNYA!!


MIRACLE EDGARD!!"


dan saat itulah Rayk melompat dari kursinya dan dengan kakinya ia menendang Lord Borezo hingga terpental keluar dari ruang singgasananya.


BUK! BUUUUUUUM!!


Rayk melangkah keluar dari ruangan singgasana menghampiri Lord Borezo yang terhempas ke luar ruangan.


"kau bahkan menyadarinya, jadi... kau sudah tau kan aku keturunan Edgard."


Lord Borezo tersenyum lebar dan mulai tertawa, "hahahaha... tidak kusangka sebuah harta karun emas akan muncul di hadapan diriku, sungguh takdir yang tak terduga."


Bats...


namun tiba-tiba Rayk sudah ada diatas kepala Lord Borezo dengan kaki yang siap menghantam kepala Lord Borezo, "benar! sangat banyak kejutan, jadi biar kuberi kau lebih banyak kejutan!"


BAM!! kaki Rayk menghantam Lord Borezo tetapi masih bisa ditahan dengan kedua tangan Lord Borezo, "HEH! KAU PIKIR KEKUATAN SEPERTI INI CUKUP UNTUK MELUKAIKU?!" teriak Lord Borezo sombong.


Lord Borezo kemudian mendorong kaki Rayk keatas dan membuat Rayk terlempar ke belakang, Rayk yang terlempar kebelakang dengan mudah langsung mendarat dengan sempurna ke tanah namun Lord Borezo tiba-tiba langsung meninju dirinya dengan cepat yang membuatnya terpental jauh BUMMM!!


"arghh..." Rayk merasa kesakitan karena tulang tangannya patah akibat tinju dari Lord Borezo yang ia tahan menggunakan tangan kanannya. senyum lebar tersungging di wajah Lord Borezo "Hahahaha! akan kucabut kepalamu dan menaruhnya di makam Miracle." ucap Lord Borezo.


Rayk terkekeh-kekeh, "kekekeke... sedari awal aku tahu kau sebenarnya sudah mengetahui kalau aku adalah keturunan Edgard, namun alasan kau tak langsung membunuhmu adalah karena pecahan batu ini kan." Rayk menunjukkan sebuah serpihan kristal berwarna biru laut kearah Lord Borezo.


"ya... itu adalah serpihan AO Weapon dari Dewa Perang yang berhasil membunuh Miracle." jawab Lord Borezo.


namun secara tiba-tiba Rayk langsung melemparkan serpihan kristal itu kearah Lord Borezo, "nah ambil ini, aku tak membutuhkannya." Lord Borezo menangkap lemparan itu namun dibuat bingung oleh Rayk yang tiba-tiba memberikan pecahan AO Weapon itu.


"Hei... apa kau tahu apa ini?"


"hah? katamu itu serpihan AO Weapon milik Dewa Perang kan?"


"i-iya... lantas kau berikan semudah ini?!"


ditengah pertarungan mereka seorang pelayan Lord Borezo datang dengan nafas memburu, "TUAN! A-A-ANAK ANDA DIBUNUH OLEH MONSTER DARI TANAH TANDUS KEMATIAN!"


mendengar kabar itu Lord Borezo terkejut hebat, "kau manusia pergilah! anggap ini sebuah keajaiban karena aku melepaskanmu." namun begitu Lord Borezo ingin beranjak pergi. tiba-tiba Rayk tertawa, "Ha...Hahahahahahahaa!"


Lord Borezo menoleh kearah Rayk dengan tatapan marah, "apa yang kau tertawakan bajingan kecil, pergi dari sini sebelum aku membunuhmu dengan kedua tanganku ini." ucap Lord Borezo geram.


namun sebuah pukulan Rayk yang diselimuti AO Energy yang sangat kuat tiba-tiba menghantam wajah Lord Borezo hingga membuat Kastilnya ikut runtuh. DUARRR!


kali ini Lord Borezo terserang secara telak di wajah namun dengan amarah yang memuncak ia langsung menyerang Rayk balik, "KAU MANUSIA SIALAN!!" , Rayk dengan cepat menghindari seluruh pukulan Lord Borezo sambil tersenyum Rayk menendang lagi wajah Lord Borezo dengan keras.


Lord Borezo yang mengamuk bagaikan Banteng liar yang tak merasakan sakit, ia terus menyerang Rayk membabi buta. "KAU!!" area disekitar mereka berguncang hebat, namun Rayk masih tetap berdiri dengan santai.


Lord Borezo mengangkat batu-batu runtuhan kastilnya dengan kemampuan telekinesisnya dan mengarahkannya ke Rayk, dengan cepat batu-batu itu melesat kearah Rayk.


DOOM! mereka berdua saling bertabrakan, Lord Borezo menekan Rayk dengan kekuatannya yang besar, "KAMU MANUSIA BAJINGAN!!" Lord Borezo melayangkan tinju kerasnya kearah Rayk.


namun lagi dan lagi, Rayk menghindarinya. "SAMPAI KAPAN KAU AKAN TERUS MENGHINDAR SEPERTI CACING?!"


Lord Borezo menghentakkan kakinya ke tanah dan membuat guncangan hebat DANG!! "apa kau tahu dimasa Perang aku berhasil membunuh 1 Dewa? dan mengambil 1 AO Weapon milik Dewa tersebut, biar kuperlihatkan padamu Senjata mengerikan ini."


Lord Borezo mengeluarkan AO Weaponnya,


[]


{4 OF A KIND}


4 Senjata muncul, itu adalah AO Weapon. Rayk melihat senjata itu dengan seksama, namun secara tiba-tiba saja sebuah tombak melesat dan hampir menusuk matanya akan tetapi dengan cepat Rayk tangkis dengan tangannya. "Senjata Dewa sekalipun tak membuatku takut!"


Lord Borezo melompat sangat tinggi kemudian mengayunkan Palu yang sangat besar kemudian menghantamkannya BOOOMM!! DUAR!! ledakan besar langsung terjadi bahkan membuat tanah area yang dipukul hancur dan retak.


Rayk mundur menghindar dengan cepat, Lord Borezo turun kemudian mengganti senjata yang lainnya. "Change" kali ini Lord Borezo menggunakan pedang. "Padahal aku sudah berbaik hati mau melepaskan dirimu. tetapi kau masih saja menantang, terima kematianmu!"


Rayk menyeringai, "lucu sekali sialan, biar kuberitahu sebuah rahasia, Monster Tanah Kematian yang menyerang kerajaanmu bahkan sampai menewaskan Putramu... ITU SEMUA RENCANAKU SIALAN!" ledek Rayk bahkan ia menjulurkan lidahnya.


Lord Borezo menggenggam erat Pedang ditangannya dan menerjang Rayk dengan kecepatan penuh, "KAMU IBLIS KECIL!! KUTARIK LIDAHMU DAN AKAN KUPOTONG-POTONH LALU KUBERIKAN PADA ANJING!!"


Lord Borezo menebaskan Pedangnya dengan kuat dan dalam kecepatan penuh. slash! slash! slash!


setiap tebasan pedang itu sangat berbahaya, Rayk juga menyadari hal itu sehingga ia pun menghindari semua tebasan tersebut, Lord Borezo yang geram berteriak memaki Rayk, "KAMU CACING! MENGHINDAR KESANA KEMARI TERUS!"


kali ini Lord Borezo melesatkan tebasan yang sangat kuat. "Tak pernah kubayangkan Penghinaan separah ini!!"


[ULTIMATE AO SKILL]



Cahaya merah yang terang namun membuat hati tak tenang menyinari seluruh Daerah di Kastil Lord Borezo, "KAU KETURUNAN EDGARD! DARAH HARAM MILIKMU ITU BIAR KUHILANGKAN DARI ALAM SEMESTA INI!


HANCURLAH!!"


DOOOOOOMMMMM ! ! ! ! !


nafas Lord Borezo memburu setelah menghabiskan tenaganya untuk melakukan Ultimate AO Skillnya, namun apakah itu berhasil membunuh Rayk? jawabannya tidak.


Rayk menahan serangan Ultimate AO Skill dengan ujung jari telunjuknya, "kau tau... ada satu kesalahan besar yang sudah kau lakukan, yaitu membiarkanku santai melihat sejarah pertempuran dimasa lalu."


Lord Borezo terkejut bukan main setelah mendengar suara Rayk, "kau!! belum mati?! ini mustahil!", Lord Borezo tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


tiba-tiba Lord Borezo merasakan sebuah aura yang sangat mencekam, bahkan membuat tubuh Lord Borezo gemetaran, "akan kubiarkan kau hidup asal kau menjawab pertanyaanku. dimana Elin berada saat ini?"


Lord Borezo menjawab sesuai apa yang ada, instingnya mengatakan kalau ia harus jujur agar ia selamat, "D-Dewi E-ELin sudah mati diperkirakan 19 Tahun yang lalu..." jawab Lord Borezo gemetaran.


"ahh... begitu ya..."


Rayk menarik kaki kanannya ke belakang, "biar kuberitahu dirimu cara membelah yang benar." Rayk kemudian mengangkat kakinya keatas dan dilesatkan kearah Lord Borezo hingga membuatnya mati terbelah menjadi dua.


"Borezo, kau pikir Monster sekelas dirimu menakutkan?" ucap Rayk dengan sombong.


Lord Borezo kembali bangkit dari kematiannya, "kau manusia sialan, biar kuberitahu dirimu kalau aku ini tak bisa kau bunuh! karena kematian tak berlaku bagi diriku, hahahahaha! biar kumulai lagi. CHANGE!"


Lord Borezo kembali mengganti senjata miliknya, "Kau keturunan Edgard jika kau mau tahu... satu-satunya Monster yang saling adu pukul dengan Leluhur Pertama Edgard itu adalah aku."


^^^Bersambung....^^^