Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 47: Kebangkitan(2)



Miracle berdiri menatap ke bawah, Kagane suda berhasil dibunuh olehnya. "Selama Ribuan tahun aku sudah melemah, bahkan melawan 1 Guardian saja membuatku kewalahan seperti ini." Miracle berjalan pergi meninggalkan Kagane dan Mayat Guardians lain yang tewas disana.


Di sepanjang jalan yang dilalui Miracle tubuh tanpa nyawa para Guardians berserakan dimana-mana, kerusakan parah yang disebabkan pertarungan juga dapat terlihat dengan jelas, "apakah Rayk bertarung disini? dimana dia." gumam Miracle, sambil terus berjalan.


Sampai dimana ketika itu Miracle melihat Rayk yang tak sadarkan diri dengan tubuh yang bersandar pada dinding yang hampir hancur. Miracle tak percaya akan hal itu "b-bagaimana mungkin.." ia pun berjalan dengan cepat menghampiri Rayk.


Miracle mengecek kondisi Rayk setelah beberapa saat Miracle menghela nafas panjang. Rayk sudah tiada bahkan tubuhnya pun sudah mulai mendingin.


Sesaat setelah melihat Rayk sudah tak bernyawa Miracle begitu marah "AO Core dari keturunanku dihancurkan?! sepertinya Alam Semesta ingin sekali lagi mengalami kehancuran.." gumam Miracle dengan ekspresi sangat menahan amarahnya.


Namun akal sehatnya untung saja masih ada, Miracle teringat tentang cerita Rayk yang memiliki 3 AO core di dalam dirinya, Miracle memeriksa kembali core milik Rayk.


Rupanya betul, masih ada ore di dalam tubuh Rayk. namun core itu tak bercahaya atau mungkin bisa kita sebut sebagai core yang mati. melihat kondisi ini Miracle tentu saja bingung harus melakukan hal apa, mengingat hal seperti ini tak pernah terjadi dan juga Rayk bilang kalau ia memiliki 3 AO core namun mengapa hanya ada 1 core saja yang tersisa.


"apakah kedua core nya hancur sekaligus?."


Miracle tak memperdulikannya lagi, ia pertama-tama mencoba untuk mengalirkan AO energy nya ke core yang mati itu namun meskipun sudah dialirkan selama 15 menit, belum ada tanda-tanda core tersebut menyala.


"ini tak berhasil." gumam Miracle dengan ekspresi putus asa. "sial! sial! sial! sial!" ucap Miracle.


Akan tetapi suatu keajaiban terjadi, core mati milik Rayk kini menyala, meskipun begitu ia masih belum juga sadar. Miracle tak ingin memaksakan diri, ia memutuskan untuk beristirahat sebentar karena lelah dengan pertarungan yang sudah dilaluinya.


"Jika dengan kekuatan diriku yang seperti ini ... kami semua bisa mati sebelum Elin dihapuskan." gumam Miracle sambil duduk di sebelah Rayk yang masih pingsan.


"apakah harus berhenti sampai disini ya." , Miracle mempertimbangkan segala hal, jika ia masih bersikeras menghadapi para Guardian untuk mencari ruangan yang menyimpan hukum semesta, bukan hal yang mustahil jika Rayk dan dirinya akan mati.


...----------------...


Sementara itu di Bumi, Hajun, Gita, Lilith dan juga Castro berkumpul untuk mendiskusikan tentang Rayk.


"Aku akan mengeluarkan Rayk dari keluarga ini secara resmi." ucap Castro tegas.


Akan tetapi Gita langsung menyangkalnya, "tidak bisa! , belum jelas apa yang dilakukan oleh Rayk sampai saat ini hingga ia ditetapkan sebagai buronan."


Castro kemudian menjawab, "yang jelas itu bukan hal yang remeh, apa kamu masih belum sadar? Kepala anak itu bahkan dihargai dengan 10 Planet.


Demi keluarga, anak itu tidak boleh terkait lagi dengan Edgard jika tidak, malapetaka bagi seluruh keamanan rakyat bumi Sarvest tidak akan ada lagi."


"Apakah tak ada jalan lagi untuk menyelamatkan Rayk?" tanya Lilith.


"tidak. aku dan jendral besar lainnya sudah membicarakan hal ini dengan Yang mulia raja." balas Castro.


Hajun hanya diam melihat suasana yang makin menjadi berat, "Ada seorang lagi." cetus Hajun, secara bersamaan Lilith, Castro dan Gita melirik kearah Hajun.


"apa maksudmu?"


"begini ... tepatnya beberapa hari yang lalu, tepat saat hancurnya rumah kita, aku bertemu dengan Kakak Rayk yang asli.


entah dengan siapa ia bertarung aku tak mengenalnya, namun aku melihat dirinya berdiri dan bertatapan langsung dengannya dan ketika ia jatuh tak sadarkan diri, seseorang langsung membantunya dan pergi dari sana.


Dan juga, Kak Rafale sudah mengetahui hal ini. bahwa Rayk yang tinggal selama ini disini adalah Rayk palsu dan kemungkina- tidak. dia adalah mata-mata dari Bumi Peako. Data-datanya semuanya ada ditangan Kak Rafale."


Hajun kemudian menunjukkan data-data tentang Keluarga Edgard yang dikumpulkan oleh Rayk palsu.


"kalian bisa lihat ini, semua ini ditulis langsung oleh Rayk palsu dan di serahkan pada Bumi Peako secara diam-diam."


Castro, Lilith serta Gita menyaksikan secara seksama. tulisan yang menjadi bukti nyata bahwa Bumi Peako merencanakan sesuatu.


Tak lama kemudian telephone milik Castro berdering. ketika Castro mengeceknya rupanya itu merupakan panggilan dari jendral besar lainnya.


Hajun kemudian juga pergi. ia bergegas pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Rayya yang masih belum siuman.


Sesampainya di rumah sakit, Hajun bertemu dengan Rayya dan mereka berdua mengobrol bersama. "maaf turnamennya tak bisa dimenangkan oleh diriku." ucap Hajun lirih.


Rayya hanya tersenyum kemudian berkata, "tak masalah ... jangan bersedih, kamu melakukan yang terbaik." ucap Rayya memuji serta untuk mengurangi rasa bersalah Hajun.


Hajun yang mendengar peryataan Rayya seketika lega mendengarnya. "ummm... kudengar Hashi Grup telah jatuh dan menghilang. apakah benar?" tanya Rayya.


Hashi Grup merupakan Perusahaan terkenal milik keluarga Dazel dan Jayden, dan kejatuhan Perusahaan besar itu disebabkan oleh Rafale hanya dengan satu kalimat perintah.


"Hashi Grup? entahlah aku tak mengetahui apa yang terjadi setelahnya. kudengar Putra sulungnya yaitu Dazel juga ikut menghilang."


jelas Hajun sambil berpikir.


Rayya mengangguk-angguk, mereka berdua kemudian melanjutkan pembicaraan hingga hari tak terasa sudah menjelang malam.


Hajun mengecek jam tangannya, "sudah pukul 18.23 nih, aku pulang ya ... jaga kesehatanmu agar bisa kembali ke sekolah dengan sehat."


Namun ketika Hajun ingin keluar dari kamar Rayya tiba-tiba sebuah berita mengejutkan muncul di saluran televisi yang ada di kamar rawat milik Rayya.


"Kami para Jendral Besar dengan ini kami menyatakan bahwa mulai saat ini hingga batas waktu yang belum ditentukan, akan memulai peperangan dengan Bumi Peako dan juga setiap Bumi yang mau menginvasi Bumi Sarvest ." tukas Jendral Figo.


Mata Hajun terbelalak tak percaya, "a-apakah... peperangan akan terjadi?!"


Namun secara tiba-tiba saja gempa bumi, mengguncang sekitar rumah sakit. suara gemuruh serta getarannya sangatlah kencang.


Hajun langsung melihat keluar jendela, dan ketika ia melihat keluar rupanya jalan keluar untuk pergi dari rumah sakit ambles sehingga tak ada akses untuk keluar.


Orang-orang yang ada disana semuanya panik, termasuk Hajun sendiri. "Apakah ini karena serangan dari pasukan Bumi lainnya?!"


Tak lama kemudian teriakan dan erangan mulai terdengar begitu nyaring, seekor monster dengan brutal membunuh banyak orang yang ada disana.


"Tahan Monster itu!!" pertarungan antara Monster dan manusia di dalam rumah sakit terjadi.


Rayya yang mendengar keributan turun dari ranjangnya kemudian pergi menghampiri Hajun, Rayya kemudian bertanya pada Hajun apa yang terjadi.


Hajun tak menjawabnya dan menyuruh Rayya untuk tetap di dalam, Hajun kemudian langsung mengunci kamar Rayya.


Sementara itu di lorong rumah sakit dan di ruangan lainnya para dokter dan orang-orang yang sedang berada di dalam bertarung dengan Monster.


Mereka terdiri dari goblin dengan serigala api pemangsa yang sungguh mengerikan, anak-anak panah ditembakkan oleh para goblin dan membuat banyak orang tewas.


Akan tetapi disana rupanya ada seorang Kapten dari kemiliteran, dengan kuat ia bertarung menahan para Goblin yang menyerang.


Gwekkkhhh !!


crats!!


Kapten itu bernama Kapten Pablo, ia sangat hebat dalam bertarung. "Kalian semua yang tak bisa bertarung larilah ke dalam ruang obat di lantai 3 disana aman!"


Orang-Orang berlari ke lantai tiga untuk menyelamatkan diri. namun sebuah anak panah melesat dengan kencang mengejar orang-orang yang melarikan diri.


SWUSSHHH !!!


Akan tetapi panah itu ditangkap oleh Kapten Pablo, "Kalian para Monster! sudah lama sejak Kakekku menceritakan tentang kalian, rupanya Alam para monster itu ada kukira Kakekku hanya mengarang. sekarang akan kuhabisi kalian semua!" tegas Kapten Pablo.


^^^Bersambung....^^^