Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 33 : Pembuktian



mendengar tawaran itu Hajun sedikut terkejut, ia bahkan hampir tak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya mendengar hal itu.


namun orang yang paling ingin itu juga adalah orang yang betul-betul rasional. Hajun kemudian berkata dengan nada dingin "apa ayah juga sudah mendengar tentang turnamen antar Sekolah itu?"


Castro mengangguk "ya. itu benar."


Hajun tersenyum kecut. 'jadi sebenarnya kau tak peduli kan mau aku kuat seperti apapun asal itu demi nama baik Keluarga ... kau pasti akan melakukannya.'


Bats!


tanpa banyak omong Hajun langsung melesat menyerang Castro. Buk! Castro sempat terkejut sedikit ketika melihat kecepatan Hajun, namun pukulan yang bergerak kearahnya dengan cepat ia tangkis.


"pukulan yang tidak meyakinkan." gumam Castro.


Hajun kemudian mundur mengambil posisi.


ia menggunakan kuda-kuda kokutsu-dachi kemudian meletakkan tangan kirinya di samping pinggangnya sementara tangan kanannya diatas lututnya.


Castro heran dibuatnya 'apa itu?'


ketika Castro mulai menyerang Hajun mencoba bertahan dengan menangkis serangan Castro.


FWOZZZH!! pukulan Castro melesat dengan cepat.


namun Hajun menangkis pukulan lurus itu dengan tangan kanannya. 'haishu-uke'


tak! Hajun berhasil menangkis serangan Castro. dan saat itu Castro dibuat terkejut.


Hajun tidak membuang-buang waktu ia langsung melayangkan tendangan kearah kepala Castro.


namun meleset karena ia tak cukup tinggi. melihat potensi serangan yang berbahaya itu Castro secara reflek melayangkan tinjunya ketika Hajun sedang di udara.


'gawat!' batin Castro dengan ekspresi panik.


namun Hajun menangkap serangan itu dan menjadikannya tumpuan kemudian melayangkan kakinya kearah wajah Castro BUUGH!


Castro terkena tendangan tersebut hingga membuatnya hampir terjatuh.


Castro kemudian terdiam sejenak setelah itu berkata "kita sudahi dulu sampai sini." kemudian ia pergi keluar ruang latihan.


Hajun tiba-tiba rubuh dan terduduk sambil menghela nafas panjang. perasaannya begitu lega setelah ia berhasil melakukan serangan pada Castro.


"hah..... sial."


Hajun kemudian pergi dari Ruang latihan dan kembali kedalam kamarnya 'tahun delan turnamen akan diadakan, lawanku nantinya jelas orang-orang kuat namun aku akan menghajar mereka.'


Hajun pun tertidur setelah lelah latihan.


kemudian di pagi harinya ketika ia hendak pergi ke Sekolah Hajun dikejutkan dengan beberapa barang-barangnya yang akan dikemasi.


ia melihat Castro sedang menyuruh para Pelayan untuk merapikan barang-barang Hajun "bawa baju, dan juga perlengkapan mandi dan selimut untuk nya." ucap Castro.


Hajun pun menghampiri Ayahnya kemudian bertanya "apa yang mau Ayah lakukan?"


"Turnamen antar Sekolah sudah akan dimulai tahun depan bukan? jika kamu mengharapkan Gita untuk melatihmu itu ide buruk, karena ia akan jarang dirumah mulai saat ini."


"begitu ya."


"ya, jadi Ayah yang akan menggantikan Gita melatih dirimu. dan juga ini hadiah yang Gita ingin berikan padamu." Castro menyerahkan 2 bilah Pisau pendek itu atau disebut Dagger.


Hajun mengambil dagger itu "lalu bagaimana dengan sekolah ku?"


Castro mengernyitkan dahinya "apa maksudmu? apa kamu tak tahu, Murid yang bersiap untuk berpartisipasi dalam Turnamen diberikan hak khusus untuk fokus berlatih."


"begitu ya." gumam Hajun.


kemudian setelah semua barang Hajun selesai dikemasi di dalam tasnya ia pun segera pergi bersama Castro. mereka akan melakukan latihan di Markas Besar Militer.


di sepanjang perjalanan suasana di dalam mobil begitu canggung namun sampai akhir perjalanan mereka tidak berbicara satu sama lain.


"selama 1 Tahun kamu akan dilatih disini."


Hajun tertegun mendengarnya, mulai saat ini ia akan berlatih dengan serius disini.


Gita adalah yang pertama kali dilatih di dalam sini, ia pun tahu kalau Emosinya dibunuh namun ia masih memiliki emosi.


alasan Gita ingin menjadi lebih kuat adalah agar adik-adiknya tak perlu mengalami hal serupa sepertinya.


...----------------...


"jadi latihan apa yang akan ku lakukan?" tanya Hajun pada Castro.


Castro melepas jas yang ia kenakan kemudian meletakkannya ke lantai.


"di ruang latihan ini, bertarunglah denganku hingga kamu bisa paling tidak membuatku terluka parah."


Hajun terkejut mendengar hal itu 'pak tua ini kelewatan!' namun Hajun langsung menyerang Castro dengan cepat.


pertarungan mereka berdua tak terlakkan lagi. Hajun berkali-kali terkena pukulan namun ia masih dapat berdiri dan membalas serangan Castro.


baru pertarungan dimulai Hajun sudah babak belur, 'jadi ... inikah yang disebut pelatihan Militer?' batinnya dalam hati.


"inikah batasmu Hajun?" ucap Castro dengan nada dingin.


Hajun kemudian bangkit berdiri kembali kemudian memasang kuda-kudanya.


bats...


Hajun mengeluarkan kedua bilah daggernya


kemudian menyabetkannya kearah Castro.


Swing! Swing! Swing!


Castro berbalik menyerang dengan melayangkan pukulannya SWOOZZHH!


namun Hajun menghadangnya dengan gagang daggernya.


'?!'


"AO Skill Pierce Slash!"


Hajun membentangkan kedua tangannya kemudian melesat menyerang Castro dengan tebasan Dagger yang cepat.


Castro terkejut melihat AO Skill milik Hajun yang sangat berbahaya itu.


lantai-lantai ruangan latihan itu terbelah karena dampak AO Skill Hajun.


'Potensi yang sangat mengerikan.' batin Castro.


Hajun mundur sedikit untuk mengambil ancang-ancang.


"AO Skill Pierce Slash!"


Hajun kembali menggunakan AO Skillnya, dan mendesak Castro hingga kesulitan menghadapi dirinya.


"AO Skillnya mengeluarkan banyak tebasan yang begitu cepat dan dapat membelah lantai-lantai ruangan ini." gumam Castro mulai mengobservasi.


"!"


Castro sudah melihat serangan yang menuju kearahnya dan langsung menghindarinya dengan cepat.


"Stamina yang luar biasa karena dia mampu mengeluarkan 2 AO Skill dalam waktu yang singkat. untuk anak seumurannya ini bukanlah sesuatu yang wajar."


"Baiklah kalau begitu. biar kunaikkan levelnya."


DUASH!!


Hajun yang bergerak mendekati Castro langsung terpental hanya karena Aura dari Castro.


akankah Hajun mampu menahannya?


^^^Bersambung....^^^