Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 38: Gerbang Kehancuran (2)



"Selamat malam, Tuan Guardian sekalian."


ucap Rayk dengan wajah tersenyum lebar.


Rayk kemudian membanting Aeden keatas tanah dengan keras BRAK!! "URGGHH!" Aeden merintih kesakitan.


Kavalen tak tinggal diam, ia merubah wujudnya menjadi Guardian dengan peralatan bertarung yang lengkap dengan armor dan pedangnya.


"Kamu! Monster! beraninya datang ke Alam Manusia!" teriak Kavalen sambil menarik Pedang yang tergantung di pinggangnya.


Kavalen menebaskan pedangnya. SWUSSSH!!


namun Rayk berhasil menghindarinya dengan mundur sedikit ke belakang "gak kena. wlee!"


Rayk meledek Kavalen yang terlihat emosi. tiba-tiba sebuah tebasan datang kearah Rayk.


SWASHH!!


dengan cepat Rayk menghindari serangan itu, namun Kavalen melangkah melesat kearah Rayk yang sedang menghindar.


"Mati!"


Miracle nampak tenang melihat hal itu, ia menjentikkan jarinya seraya berkata "kau sialan. kau pikir aku penyedia sirkusmu?"


Dimensi pemisah muncul, dan disaat yang bersamaan Rayk menggunakan AO Skillnya.


"Pembalik Ruang." Tak! Rayk menepuk tangannya dan seketika Ruang terbalik yang membuat Kavalen dan Aeden terhempas jatuh.


Aeden merasakan kengerian yang luar biasa. "tidak mungkin ... selain ruangnya Gravitasinya juga tak masuk akal."


Rayk melompat keatas dan dengan lututnya ia menghantamkannya ke perut Aeden.


bats!!


Duak!!


"AEDENN!!" teriak Kavalen.


"ARGGHHH!!"


Aeden meringis kesakitan. Rayk yang melihat ekspresi Aeden yang kesakitan seperti itu tertawa puas "Kekeke... jangan mati dulu dong."


tidak berhenti disitu saja Kavalen pun kena hajar oleh Rayk, syuuu...


BAMMM!!


Rayk meninju tepat di wajah Kavalen hingga hancur. namun itu hanyalah pura-pura.


Kavalen dan Aeden bangkit kembali kemudian berkata "sudah cukup sandiwaranya. kali ini kami akan serius."


namun tiba-tiba Rayk menerjang mereka berdua dengan cepat.


WHUSSS !!


"OH? benarkah." ucap Rayk dengan posisi melompat dan mengangkat kaki kanannya keatas. kemudian menghantamkannya kearah kepala Aeden.


BUMM!!


namun, Aeden menahannya dengan tangan kanannya seraya berkata "KUH! ... bukankah sudah kami bilang ... kali ini akan berbeda!" ucap Aeden dengan sorot mata yang tajam.


Rayk menyeringai lebar "Kekekeke...." ucapan Aeden rupanya malah membuat Rayk makin menjadi Brutal.


Rayk mulai menyerang Aeden dan Kavalen berkali-kali, Rayk menendang dengan kaki kanannya dan ditepis.


dengan kaki kirinya dan ditepis, Duash!


"Benarkah?"


Duash!


"Benarkah?"


Duash!


"Benarkah itu sialan?" ucap Rayk sambil terus menyerang.


Rayk menyerang berkali kali hingga membuat Kavalen dan Aeden terdesak, mereka berdua tak memiliki kesempatan menyerang Rayk.


"Pemotong ruang..."


SLASSSH !!!


Kavalen dan Aeden menghindari serangan itu namun sayangnya tangan kanan Kavalen terpotong oleh AO Skill Rayk. "tidak beregenerasi?!" gumam Kavalen panik.


ketika Kavalen dan Aeden kehilangan fokus bertarungnya, secara cepat Rayk melesat kehadapan mereka berdua.


Rayk membentangkan kedua tangannya kemudian mencengkram wajah Kavalen dan Aeden dengan kedua telapak tangannya.


Grep!


dalam keputus asaan para Guardian, Kavelen menggenggam tangan Rayk dengan kencang. lalu dengan kakinya ia melayangkan tendangannya menyerang dagu Rayk.


SWUZZH !


Rayk menghindar dan membuatnya melepas cengkramannya pada Kavalen dan juga Aeden.


"Kau pikir kami ini siapa Berengsek!" teriak Kavalen lantang, sembari menarik pedangnya.


Aeden juga menarik pedangnya bersiap menyerang Rayk.


keduanya mengeluarkan AO Energy yang menyelimuti Pedang mereka berdua.


"kekeke... kau pikir energy kecil seperti itu membuatku gentar?


aku yakin sekali. kalian para Guardians hanyalah sebuah julukan sederhana. nyatanya kemampuan kalian tak se spesial itu."


SLASHH !!


Rayk melompat keatas menghindari tebasan pedang dari Kavalen dan Aeden.


kemudian turun menginjakkan kakinya diatas pedang Kavalen. "Kau!!" Kavalen terlihat marah. DUAKHH !! , namun kaki Rayk sudah menghempaskan dirinya hingga terpental jatuh.


Aeden mengeluarkan AO Skillnya.


[The Light Shining Bringer!]


Aeden memotong dengan kuat hingga membuat Ruang Pemisah terbelah.


namun Rayk tak ada dihadapannya. "Hah... dimana dia...?" ucap Aeden ngos-ngosan.


Bats...


namun secara tiba-tiba Rayk muncul di samping kiri Aeden dan langsung melakukan uppercut.


"Kau mencariku brengsek?!"


DUAGHH!!


"OHOKHH!!" dari mulut Aeden keluar darah cukup banyak, namun Rayk belum berhenti. dengan kakinya ia melayangkan sebuah tendangan yang sangatlah cepat ke ulu hati Aeden.


Duakk!!


Aeden seketika rubuh dan kehilangan kesadarannya.


"Aeden!!" Kavalen berteriak putus asa.


dalam keputusasaannya, seorang Guardian Kavalen. mengeluarkan aura haus darah yang mencekik.


"kau memang cari mati ..." gumam Kavalen.


dengan sorot mata tajam dan menggenggam sebuah pedang Kavalen maju menyerang Rayk. "Monster sepertimu. musti dibunuh!"


BATS!


Kavalen menyerang Rayk. Swuzzh! ia menebaskan Pedangnya secara beruntun.


namun Rayk menghindari semua serangan itu.


"Hey? kau pikir ini akan mudah?"


Kavalen melompat keatas, ia menjulurkan pedangnya kedepan. dan dari belakang tubuhnya sebuah gerbang sihir muncul.


dengan kedua matanya yang bersinar terang Kavalen berkata "wahai Makhluk ciptaan yang fana, atas aturan Langit kuhukum Dirimu!"


[Ultimate AO Skill, White Light Ravens Salvation]


sihir-sihir Dewa keluar dari sana terfokus menyerang Rayk.


"ohh ... sihir Dewa, meski itu hanya sihir yang kecil itu akan berbahaya baginya. haruskah kubantu?" gumam Miracle.


DUARR !


DUARR !


DUARR !


ledakan hebat terjadi hingga akhirnya menghancurkan Dimensi pemisah.


namun Rayk berhasil menghindari sihir tersebut.


"kau Makhluk Fana ... hebat juga bisa bertahan dari Ultimate AO Skill ini." ucap Kavalen.


"wah-wah-wah ... keributan ini jadi makin meluas deh." ucap Miracle dengan senyum diwajahnya seperti tahu akan ada sesuatu yang menarik terjadi.


malam hari ini suasananya memang terasa begitu dingin, namun berbeda dari itu. ini adalah aura yang begitu mencekam, sebuah rasa inferior bahwa kekalahan sudah ada sejak awal.


Kharisma yang terasa aneh, Dominasi yang sedikit unik. Rayk menyeringai dengan mengerikan.


"Kekeke... sudah? kalau begitu ... apakah ini giliranku?"


tik... tok... tik... tok... tik.... tok... tik... tok... tik... tok... tik... tok... tik... tok... tik... tok... tik... tok..


"Selamat karena berhasil menghancurkan Dimensi Pemisah ciptaan ku. namun ... Dunia terlalu kecil, mau lihat sedikit kekuatanku?"


Rayk menjulurkan kedua tangannya kedepan kemudian menyilangkannya dengan telapak tangan seperti mencakar.


"apa kamu tahu tentang Loop Kekacauan?"


"..." Kavalen menatap Rayk dengan serius.


"heh... tidak menjawab? baiklah ..."


BUM!!


SWUUUNNGG !!


Kavalen dihempaskan begitu saja, "Apa itu tadi..." sesuatu kekuatan membuatnya terhempas. namun ia berhasil menahannya dengan Agrano Sword miliknya.


Rayk menyeringai sambil berjalan maju kearah Kavalen, "mari kocok kartunya."


FWUZZZHH !!


"KEKEKE... MATI KAU!"


Rayk meninju kearah dada Kavalen.


FWUZZHHH !! DUAASSSHH !!


Kavalen berhasil menahan tinju dari Rayk dengan pedangnya.


DANNNGGGG !!!!!


"OH? GAK MATI?!"


Rayk mengambil ancang-ancangnya lagi, ia mundur mengambil jarak. meletakkan tangan kirinya di depan dan menaruh tangan kanan nya di samping.


Kavalen tak tinggal diam. ia menggunakan AO Skillnya.


[AO Skill Damian Burst!]


Rayk melesat kearah Kavalen dengan tinju di tangan kanannya.


SWWUUUUSSSHHH !!!!


sementara Kavalen melayangkan Pedang kearah tangan Rayk dengan AO Skillnya.


"TERBELAH LAH WAHAI KEJAHATAN!!" Teriak Kavalen.


tangan Rayk dan Pedang Agrano saling hantam dan menciptakan Ledakan dahsyat yang menghancurkan hal-hal disekitarnya.


DOOOOOOOOOMMMM!!!!!!!!!


Ledakan Dahsyat kembali terjadi di Kediaman Edgard yang telah hancur.


"wuahh..."


Miracle menggunakan kekuatan barrier untuk melindungi dirinya dari dampak ledakan dahsyat tersebut.


asap tebal memenuhi sekitar wilayah pertarungan hingga menjulang tinggi keangkasa.


kejadian itu dilihat oleh banyak orang, mereka semua tak ada yang berani mendekat, dan hanya berusaha menjauh.


"serangan lagi?"


"LARI! LARI! MENJAUH DARI KEDIAMAN KELUARGA EDGARD!"


saat itu kebetulan Hajun sedang berada di dekat sana. melihat suara ledakan yang sangat keras dan kericuhan ia segera mencari tahu apa yang terjadi.


betapa terkejutnya ia ketika mengetahui kalau sekitar kediamannya hancur akibat suatu pertarungan.


dengan mata terbelalak dengan terbata-bata Hajun berkata "A-apakah... yang sebenarnya terjadi."


kepulan asap tebal itu makin lama makin menghilang. dari atas Hajun melihat sosok yang berdiri di antara 2 mayat yang tergeletak di dekatnya.


"siapa dia?" gumam Hajun.


dengan segera Hajun mengeluarkan 2 bilah daggernya bersiap untuk menyerang.


sosok itu melirik kearah Hajun, ketika mereka berdua saling bertatapan Hajun terkejut bukan main setelah melihat wajah pria yang ada di bawah itu.


mata Hajun terbelalak tak mempercayai apa yang kini sedang ia lihat "K-Kakak... Rayk!" Hajun sempat tidak mengenalinya karena Rayk palsu yang bersamanya saat itu, gaya rambut, postur tubuhnya sangat berbeda dengan yang ada dihadapannya saat ini.


"dia kembali? lalu siapa yang dibunuh olehnya? tunggu ... kekuatannya sangat dahsyat hingga mampu membuat kubangan yang begitu besar."


Hajun melompat kebawah, dengan ragu Hajun berjalan menghampiri Rayk.


namun tiba-tiba Rayk kehilangan kesadarannya kemudian terjatuh, namun dengan cepat Miracle langsung menahan tubuh Rayk.


"kau siapa?" tanya Hajun dengan ragu.


mata Miracle melirik kearah Hajun, "pergilah, jangan berurusan dengan orang-orang ini. lagipula urusan kami disini sudah selesai."


Miracle menggendong tubuh Rayk di pundaknya. kemudian pergi meninggalkan Hajun.


"itukah, Kakak yang asli? ia sangat kuat, lalu ... siapa kedua orang ini... mereka berdua tewas."


^^^Bersambung....^^^