
"yah kira-kira seperti itulah yang terjadi 10.000 Tahun yang lalu dan juga Informasi tentang Elin, ia gagal sebagai Dewi."
Rayk terkejut, "hah?! yang benar... masa sudah selesai sih? bagaimana dengan pertarungan Leluhur Pertama Edgard melawan Dewi Perang?! lalu datangnya para Monster di Bumi, masa sejarahnya sudah selesai."
Lord Borezo memalingkan wajahnya, terukir jelas kalau ia enggan untuk melakukan hal itu namun Rayk terus mendesak dirinya, "hey-hey... aku hanya tahu Elin itu adalah Dewi yang menjaga Bumi Sarvest dan alasan mereka tak mempercayai Elin itu karna mereka tak percaya Dewa ataupun Dewi."
Lord Borezo mengangguk, "ya... itu benar, contohnya saja Laksamana Vhersa, asal dirinya itu bukan Bumi Sarvest tapi dari Bumi lain, Buminya diserang oleh Bumi Peako yang memiliki lintasan Dunia dan saat itulah Leluhur Pertama Edgard menolongnya.
oh iya, menurut Universe Record ada beberapa hal menarik tentang Vhersa, tepat ketika Vhersa berada di penghujung nafasnya. Trexiz berkata pada Vhersa seperti ini , "jika kamu melihat Bunga yang sangat cantik kamu pasti akan memetiknya bukan?"
dan Vhersa tersenyum sedikit lalu menghembuskan nafas terakhirnya."
"hey jangan mengalihkan pembicaraan, beritahu aku pertarungan antara Leluhur Pertama Edgard melawan Dewi Perang!" teriak Rayk.
dengan ekspresi enggan Lord Borezo berkata, "ARGHH! itu hal yang tabu untuk dibicarakan, biar kuberitahu secara singkat. itu adalah kekalahan Dewi Perang! dan itu adalah aib para Dewa dan Dewi."
"lalu mana jejak rekam pertarungan mereka?"
Lord Borezo menggelengkan kepalanya "tidak ada. Universe Zapnu hancur akibat pertarungan mereka dan Bumi Sarvest terpaksa melakukan teleport ke koordinat alam semesta lain yang tak diketahui."
"sialan kau Borezo! Universe Zapnu?! hal apa lagi itu! bukankah Alam Manusia itu Rafkel Realm?!"
"kekekek... bocah Biadab, di dalam Rafkel Realm itu isinya ya Alam Semesta yang khusus manusia." tawa Lord Borezo terkekeh-kekeh.
"heeeeeee.... berarti ada Triliunan Bumi dalam satu Alam Semesta ya."
"Tidak! luasnya bahkan tak berujung, kami para Monster muncul dari Pertarungan antara Leluhur pertama Edgard melawan Dewi Perang Gwin Geisha. dari sana kami memulai invasi Bumi-Bumi namun ketika kami menggunakan sebuah alat pengukur bernama ert-Uni, jawaban yang kami dapat adalah Infinity."
Rayk bersender kembali pada kursinya kemudian melipat tangannya, "jadi analogi sederhananya Rafkel Realm itu seperti toples yang isinya permen?"
Lord Borezo mengangguk, "analogi sederhananya seperti itu, namun... mengapa nampaknya kau sangat penasaran dengan Leluhur Pertama Edgard? bukannya kau hanya ingin informasi mengenai Dewi Elin."
Rayk menyeringai, "kekeke... pembicaraan kita mulai ngelantur kemana-mana namun sepertinya kau enggan memberitahuku karena aib para Monster juga ada dalam sejarah itu kan."
sorot mata Lord Borezo langsung serius seolah siap menerkam Rayk kapan saja namun bagaimana jika yang ada dihadapannya bukanlah seorang mangsa?
...----------------...
Predator yang berada dipuncak, Yuto adalah anak SMA yang merupakan preman, ia menghajar siapapun yang ingin dia hajar. tidak peduli itu pembully atau anak yang dibully, bahkan anak-anak sekolah seumurannya akan berusaha menghindar jika bertemu dengannya.
Yuto adalah Iblis yang tak butuh alasan untuk menghajar seseorang, namun dunia ini sangat kejam. Iblis seperti itu rupanya juga diberkati kecerdasan oleh Dewa yang makin membuatnya menjadi mengerikan.
suatu ketika Yuto pernah bosan dengan menghajar orang, akhirnya ia membuat sebuah pertarungan antara pembully dengan pesuruh dari pembully nya, "Hei kau pesuruh kemarilah!"
"i-i-iya..."
Yuto mengelus kepala pesuruh itu sambil berkata "kamu lelah kan selalu dipukuli oleh geng mereka." ucap Rayk sambil menunjuk geng para pembully itu.
"i-iya... aku hanya... aku hanya ingin sekolah dengan normal huhuhu..."
para pembully itu panik setengah mati begitu mendengar pertanyaan Yuto, "Yuto!! kau bajingan sudah melewati batas!"
Yuto tersenyum kemudian dengan jarinya ia memberi isyarat untuk diam dengan ekspresi wajah yang mengerikan, "sekarang pilihlah salah satu dari mereka untuk bertarung denganmu. jika kamu menang maka mereka tak akan membully dirimu lagi."
melihat sebuah harapan bahwa hidupnya akan kembali normal pesuruh itu langsung mengiyakan tawaran Yuto.
pembully yang dipilih oleh pesuruh itu juga dengan senang hati menghajar pesuruh itu, pukulan antara keduanya sangat menghibur Yuto "HAHAHAHA... lucu banget sialan."
"Kamu pesuruh sialan! beraninya menggigit majikan!" teriaknya sambil menghajar pesuruh itu.
ketika pesuruh itu terhempas, ia kembali bangkit dengan tubuh dan wajah yang babak belur, ia pun menggumamkan sesuatu. "aku... aku... aku... aku bukanlah pesuruh!"
"wah! lihat bajingan ini."
"HEARGGHHH!!"
pesuruh itu melayangkan tinju yang sangat keras ke wajah pembully itu hingga membuatnya tersungkur, "aku... bukanlah seorang pesuruh!!" teriaknya diiringi tangis bahagia karena berhasil menang.
ketika ia berbalik kearah Rayk untuk mengucapkan terimakasihnya dan rasa senangnya tiba-tiba Yuto melompat dan melakukan tendangan keras ke wajah pesuruh itu BUUKKK!
tendangan itu langsung membuat si pesuruh tersungkur hingga terguling-guling, Yuto pun tertawa "hahahahahaaa... pertarungannya tadi lucu banget sialan, ternyata pecundang juga bisa bertarung."
Yuto kemudian menolong Pembully yang kalah bertarung itu, Yuto mengulurkan tangannya "bangunlah."
Pembully itu menyambut uluran tangan Yuto namun Yuto langsung menginjak kepala pembully itu ke tanah dengan keras BUMM!
terdengar jelas suara tulang tengkorang yang retak, bahkan kejadian itu membuat para Pembully lainnya gemetaran.
sementara Yuto terkekeh-kekeh "kekekeke... Tolol banget sih. masa kalah bertarung sama pecundang, ini sih kelewat tolol ahahhaha..."
para Pembully lainnya hanya bisa menonton sambil gemetar ketakutan, Yuto melirik kearah mereka "hei kalian kemari sial. ngapain kalian berdiri disana kekekek..."
mereka langsung menurut tanpa banyak omong "i- iya... "
"kekeke...aku sibuk, jadi kalian yang urus sisanya ya. mereka babak belur itu karena kalian kan? IYA KAN?!" ucap Yuto mengintimidasi.
"i-iya.. ini karena kelalaian kami." balas salah satu pembully itu singkat.
Yuto dengan cepat melayangkan tendangannya kearah kaki salah satu pembully itu BUKKK! tendangan itu sangat keras hingga membuat kaki pembully itu patah. "wah kakinya patah, itu bukan salahku KAN?!"
"I-iya Yuto.. ini karena aku jatuh dari tangga."
"kekekek... lain kali hati-hati dong."
dan pada akhirnya Yuto menghajar mereka semua hingga babak belur dan pingsan kemudian pergi seolah tak melakukan kesalahan "wah sore ini makan apa ya..."
^^^Bersambung....^^^