Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 48



Hajun berlari menuju ke lantai 1, dan ia bertemu dengan banyak orang yang berusaha untuk lari ke lantai atas.


"Hei a-apa yang sedang terjadi?!" teriak Hajun keheranan, namun mereka semua tak ada yang memperdulikannya dan berlari untuk keselamatan mereka sendiri.


"ada apa sebenarnya di bawah ..." gumam Hajun.


Hajun pun bergegas ke lantai 1 dengan berlari, begitu ia sampai disana ia menemukan kalau banyak mayat dan Kapten Pablo yang sedang bertarung.


Seekor monster kelinci melompat keatas dengan mulut terbuka lebar ia hendak menyantap Kapten Pablo, akan tetapi Hajun melesat dan dengan kedua bilah Daggernya ia menebas monster itu.


"GRRAAUU !!"


Kapten Pablo sedikit terkejut ketika Hajun menolongnya. "kamu... anak Jendral Castro Hajun?"


Hajun mengangguk. "kebetulan juga saya sedang disini, apa yang sebenarnya terjadi Kapten?"


Kapten Pablo menggelengkan kepalanya, ia pun tak tahu apa yang sedang terjadi disini "aku tidak tahu apapun, bahkan darimana monster sebanyak ini muncul, " jawab Kapten Pablo sambil terus bertarung dengan monster yang datang menyerang.


[AO Skill Milky way]


Hajun menebas semua monster yang berada di sepanjang jalur serangannya dengan cara terbang berputar-putar di udara.


ckitt... "nampaknya sudah habis, Kapten ayo kita cari jalan keluarnya." kemudian Kapten Pablo dan Hajun bergegas mencari cara untuk pergi, akan tetapi.


Mata Hajun terbelalak tak percaya "a-apa yang sedang terjadi?!" Rumah sakit ini sekarang hanya bertumpu pada tanah yang bisa ambles kapan saja jika terguncang, karena disekeliling rumah sakit ini jalannya sudah hancur dan menjadi jurang yang sangat dalam.


"jika kita melompat itu akan sangat sulit. jaraknya sekitar 40 Meter lebih untuk sampai ke seberang," tukas Kapten Pablo.


"apakah kita hanya bisa menunggu bantuan?!"


Kapten Pablo mengangguk. "untuk sekarang. tak ada lagi cara lain, mari menunggu, akan tetapi saya pun tak tau apakah Daerah lain juga diserang oleh para monster atau tidak."


Nampak ekspresi geram dan khawatir terpampang di wajah Hajun setelah mendengar hal itu, namun ia harus mencari cara dulu untuk keluar dari sini.


"saya punya ide Kapten," tukas Hajun.


Kapten Pablo sontak bertanya "apa? ide?" Hajun mengangguk kemudian memaparkan idenya. "mari kita ke lantai 3, kita bisa bertanya pada mereka yang memiliki AO atribut es ataupun atribut tanah untuk membuat sebuah jembatan."


Kapten Pablo tersenyum. "itu ide yang bagus."


namun baru saja mereka ingin pergi, secara tiba-tiba seekor monster kadal menyerang mereka berdua.


"!!"


"Menghindar!" Teriak Kapten Pablo.


DUARR !!


"Apa-apaan itu? "


Hajun melesat dan langsung menusukkan daggernya ke dada monster itu.


cratss !!


"OKHHZZ.."


Seketika itu monster tersebut langsung tewas. "Darimana monster ini muncul? bukankah sudah habis tadinya," ucap Hajun.


Kapten Pablo kemudian berjalan dan melihat isi di dalam jurang itu, seketika ia terdiam tak mampu bergerak. "A-ada banyak sekali Monsternya!"


"hah? apa? dimana?"


Kapten Pablo dengan ekspresi pucat menghentikan Hajun yang ingin menghampirinya. "berhenti disitu! perlahan-lahan, cepat pergi masuk kembali dan suruh orang-orang diatas agar tak berisik." perintah Kapten Pablo dengan gemetaran.


Yang dilihat olehnya saat ini mungkinkah neraka? atau mungkin hal yang lebih menakutkan.


Hajun hanya menurut dan bergegas kembali masuk ke dalam rumah sakit, sementara itu Kapten Pablo berjalan mundur secara perlahan-lahan kemudian masuk kedalam rumah sakit juga.


Pintu ditutup secara rapat dengan sangat hati-hati. ketika mereka berdua naik ke lantai 2 Hajun mencoba bertanya tentang apa yang disaksikan tadi oleh Kapten Pablo hingga wajahnya menjadi begitu pucat.


"Hal yang mengerikan, kita akan mati disini,


bukannya mau menakut-nakuti akan tetapi dibawah sana ada Monster yang begitu banyak, jika kita membuat jembatan kemungkinan akan menarik perhatian mereka dan mereka akan menyerang kita semua," jelas Kapten Pablo sembari mencoba untuk menenangkan diri.


Hajun setengah tak percaya mendengarnya "yaampun... begitu ya ... ," tukas Hajun putus asa.


"Haha... kalau begitu sebagai pembicaraan terakhir kita, bagaimana kalau kita mengobrol-ngobrol."


"tentu saja," balas Kapten Pablo hangat.


...----------------...


Sementara itu ditempat lain, saat ini Para Jendral Besar juga sedang bertarung dengan para Monster yang datang menyerang.


Gita yang bertugas sebagai pasukan khusus saat ini sedang bertarung melawan Monster di Kota New York.


"Gita, arah selatan masih banyak monster."


Gita menarik pedangnya dari sarung pedangnya, Gadis dengan rambut panjang dengan sorot mata tajam dan parasnya yang cantik terlihat sangat tegas dan elegan.


Katana merah yang digenggam olehnya melesat bersamanya menghabisi banyak monster yang terlihat sangat mengerikan itu.


Gita membelahnya menjadi kotak-kotak dengan ratusan bagian hanya dalam sekali tebasan.


"apa yang sebenarnya terjadi... bukankah makhluk yang disebut monster itu hanya ada di dalam Legenda? mengapa mereka saat ini menjadi kenyataan," gumam Gita sedikit heran.


Akan tetapi serangan para Monster ini tidak hanya terjadi di satu Bumi saja, pecahan dimensi Qyuzeq Realm tersebar di seluruh penjuru alam semesta Rafkel.


Hal ini disebabkan karena banyaknya Guardians yang tewas saat bertarung melawan Rayk dan juga Miracle.


Saat ini Guardian Ovahen menghadap ke para Dewa untuk meminta bantuan untuk menghadapi para monster.


"Para monster berhasil menembus ke Rafkel Realm dan menyerang para manusia. kita perlu membantu mereka Dewa, jika tidak para manusia bisa musnah."


Dewi perang Gwin Geisha berkata "aku dan Dewi Laut akan membantu memerangi Para monster, mereka adalah aib kita selama ribuan tahun lamanya."


Trexiz kemudian berkata "ya... aku tak akan ikut turun tangan kali ini, kita hanya perlu kembali menyegel mereka dan seluruhnya selesai."


Geisha turun ke Bumi Sarvest dengan wujud manusianya, ia berhasil menyelamatkan seorang anak yang hampir dibunuh oleh seekor monster singa api.


"GROARR !!" aum Singa itu mengintimidasi.


Akan tetapi Geisha menjadi kesal. "beraninya hewan rendahan merasa dirinya lebih tinggi dariku!" Geisha melayangkan pedanya menebas kepala singa tersebut dengan sangat cepat.


...----------------...


Terlihat seorang Pria tua paruh baya dengan setelan pakaian ala bangsawan kerajaan menunduk memberi salam. "Salam Yang Terhormat Pangeran ke 2."


"hmmm?"


"Tuanku, saat ini Gelombang pertama sudah berjalan, dalam beberapa detik lagi Gelombang kedua dan kemunculan engkau dan Saudara-saudara anda yang agung akan menginjakkan kaki di Dunia manusia."


"Ya, aku akan menunggu. lalu bagaimana dengan prajurit-prajurit kita?"


"semuanya sudah disiapkan. hamba ini tak akan mengecewakan Tuanku," ucap Lelaki Tua itu.


Sang Pangeran Kedua bersiap untuk berdiri "Bagus Helos, baiklah aku akan melompat ke Dunia manusia."


Pangeran Kedua melompati ruang waktu dan mendarat di sebuah tempat yang cukup sepi. "hmmm? dimana aku berada, ini seperti ruangan yang tersusun akan tetapi... apakah ini perumahan? terlalu banyak Kamar.."


Pangeran Kedua mendengar seseorang yang sedang berbicara, sontak ia menyeringai dengan sangat mengerikan.


Ia berlari dengan cepat, dan ketika sampai rupanya ia melihat 2 orang manusia sedang mengobrol, terlihat jelas kalau mereka berdua adalah Hajun dan Kapten Pablo.


Mendengar langkah kaki yang keras datang, Kapten Pablo dan Hajun pun kaget ketika melihat seorang Iblis muncul.


"I-iblis..."


Pangeran Kedua melesat menyerang Hajun dan Kapten Pablo, ia mengangkat tangan kanan nya keatas dan menonjokkannya ke meja hingga membuat ambles lantai di bawah mejanya.


Hajun dan Kapten Pablo berhasil menghindari serangan yang begitu berbahaya tadi.


'Hampir saja!'


"Kau !! bagaimana bisa Iblis muncul dari lantai atas?!" teriak Kapten Pablo.


"Hmmm? memangnya tidak bisa? hei kenapa harus tidak bisa?"


Kapten Pablo menggertakkan giginya "Apa kau melompat dari bawah jurang sampai kesini? tapi aku sama sekali tidak mendengar suara kaca pecah."


"Jurang?"


Pangeran Kedua langsung melesat kencang melewati Hajun dan Kapten Pablo.


WUSSHHHH


'cepat sekali !'


Pangeran Kedua turun ke lantai 1 dari sana ia keluar dan menengok ke Jurang di bawah, itu adalah Pasukan Monster miliknya.


Dunia akan segera mengalami Kiamat sebentar lagi.


^^^Bersambung....^^^