
Setelah aku terbunuh karena si Pahlawan itu, kini manusia lama. para Manusia baru menyebut kami begitu.
Kini kami benar-benar lenyap tak tsrsisa.
aku tak menyesali apapun karena paling tidak aku bisa bertemu Ayah dan Mamaku kembali.
Setidaknya keluarga kecil kami akan bertemu lagi...
Ah... lihat Cahaya putih yang bersinar itu, aku akan bertemu keluargaku lagi.
Akan tetapi, perlahan aku membuka kedua mataku. kupikir aku mati, akan tetapi apaan senyum kedua sepasang kekasih ini? .
Sial. ini buruk, nampaknya aku bereinkarnasi, tapi... bukankah itu mustahil?
Apa ini? rasa asi? puih menjijikan. biarkan setidaknya aku mampus dengan tenang dong!
"eh??? anakku kamu tidak suka asi nak?"
Tentu saja bajingan, mana mungkin aku menikmati hal ini dalam keadaan sadar, ingat ya aku bukan orang yang tertarik sama keluarga satu darah.
Meskipun begitu tak bisa kupungkiri kecantikan Mamaku yang baru ini, apa dia kembang Desa?
Dengan rambut emas berkilauan itu serta tubuh yang sangat bagus, aku tak manusia seperti ini.
Tak lama setelah itu seorang Laki-laki yang menjadi ayah baruku menggendongku, sembari menatapku dengan tatapan datar.
Apa-apaan tatapannya itu?
Aku terkejut akan sesuatu, baju itu ... seakan aku pernah melihatnya.
Saat itu aku membeku sejenak, bangsat. tak terpikir olehku kalau aku terlahir dari seorang Manusia baru, ayahku yang sekarang adalah seorang pasukan dari manusia baru.
Ini sudah berapa tahun ya kira-kira pikirku, yah seperti di Komik-Komik. Manusia yang tereinkarnasi biasanya bisa time skip 5-100 Tahunan.
Yah... aku hanya terkejut saja, aku tak mau balas dendam jujur saja, saat itu akulah yang salah mengartikan keinginan Elin.
Aku berpikir kalau ia menginginkanku agar memberantas para manusia Baru tapi ternyata aku salah.
Seperti yang sudah diketahui Elin adalah salah seorang Entitas terkuat, kufikir ia adalah seorang pelindung para manusia baru.
Begitu Argumen mereka bergesekan Elin yang menjadi pelindung mau tak mau bertahan dari serangan para Manusia Baru.
Kesimpulanku Elin ingin aku mendamaikan, tidak mungkin lebih tepat kalau meyakinkan kedua belah pihak.
Intinya aku dibuat seakan jembatan penghubung pada kedua belah pihak. akan tetapi diriku yang saat itu bukanlah orang yang berpengaruh, mengapa Elin memilih diriku?
Elin yang salah langkah dan tak menduga Manusia Baru memiliki sebuah Nuklir pemusnah masal dan aku yang jatuh kedalam keputus-asaan.
Sungguh kehancuran yang lucu, pada akhirnya tak ada yang bisa diharapkan dari diriku ini, yah setidaknya tak apa hidup damai tanpa balas dendam atau apapun itu.
Karena kedua belah pihak sudah rugi begitu banyak, 10 Jendral Besar Manusia Baru terbunuh oleh diriku kala itu.
Tapi saat ini yang menggangguku adalah apa-apaan Bau dari tubuhku ini? brengsek aku BAB bukan di Toilet melainkan di Celana.
AAAAARRRGHHH!!! rasanya aku ingin teriak dengan keras tapi aku malah menangis.
Para maid ini ternyata cekatan juga, mereka memang dapat diandalkan.
tunggu... maid? seringaian Iblisku tak dapat kusembunyikan. Bwahahahaha sialan aku dapat jackpot.
Beruntungnya aku lahir sebagai orang kaya
maka dari itu kini rencana kehidupanku sudah kurencanakan.
Aku akan bermain terus saja, setidaknya angan-angan rencana bodohku hanya berlangsung selama 10 Detik.
Karena begitu aku mengetahui sesuatu saat itu yang berada diluar perkiraanku.
Kupikir Ayahku hanyalah perwira biasa, tapi ternyata ia adalah seorang Jendral Besar. tepatnya calon Jendral besar manusia baru.
Saat ini adalah hari pelantikannya, sial... aku anak seorang Jendral besar pasti akan terkena dampak tuntutan militer.
Seperti anak seorang Jendral Besar harus bisa inilah bisa itulah, bisa penguasaan AO lah, penguasaan Wilayah lah, penguasaan alam semesta, mungkin nantinya aku dituntut bisa melawan Dewa?
Dasar gila. akan tetapi saat ini itu tidak penting karena sedari awal aku dikonsepkan, sifatku adalah membangkang.
heheheheee... jadilah Jendral Besar dan akan kupermalukan kau nanti dimasa depan dengan sifatku yang bengal ini.
"nyonya Tuan muda nampaknya baru saja tersenyum menyeringai."
Uh... dasar maid sialan!
"mana? mana? mana? mana??"
Apalagi ini? mengapa wanita ini begitu heboh dengan senyuman seorang anak bayi?
Lalu siapa anak perempuan dengan wajah penasaran itu? , hey... hey... hey... jangan sentuh aku kalian berdua !!
____________.
hahhhh... jadi beginilah kehidupan baruku.
aku adalah Anak dari seorang Jendral Besar, tentu saja aku masuk kedalam Golongan bangsawan.
Ayahku bernama Castro Edgard.
Ibuku bernama Lilith Edgard.
dan aku juga memiliki seorang Kakak perempuan bernama Gita Edgard.
sementara namaku yang sekarang bukanlah Yuto lagi, tapi Rayk Edgard.
Kini aku sudah berumur 6 Tahun, jika perkiraan ku benar maka aku lahir setelah 5 Tahun berlalu setelah aku melawan 15 Jendral Besar sekaligus.
Dan orang yang membunuhku kini menjadi seorang Jendral besar juga pada umurnya yang ke 19 Tahun.
Aku menggerutu dengan kesal "Brengsek! aku mampus karena anak bocah! padahal dia juga cuma nyampah kill dari para Kakek Tua itu tapi dia dijunjung sebagai pahlawan."
Dan juga yang paling mengkhawatirkanku saat ini adalah ... kamarku ini terlalu luas...
Lihat Wanita brengsek itu !! ada apa dengan wajah mengharapkan pujian dan ungkapan cinta anaknya?
Yah... nampaknya aku harus senang dengan ini...
____________.
Saat ini rumah semakin membosankan, kedua orang tuaku sedang tak ada di rumah, Ayahku sibuk karena ia Jendral Besar, sementara Mamaku pergi menemui Keluarga Besarnya.
Karena aku bosan aku keluar dari Rumah, aku melihat sekitar dengan seksama. Bumi berubah drastis hanya dalam 5 tahun.
Secara tiba-tiba terlintas sesuatu dalam pikiranku, dunia ini sudah berubah dan juga semua orang memiliki AO.
Apakah aku memilikinya? tanya ku dalam hati, ini akan lebih mudah apabila aku tahu cara menciptakan AO tahap awal.
Dengan segera aku bergegas ke Kamarku mencari buku yang berkaitan dengan pentiptaan AO tahap awal.
Tapi setelah 15 Menit mencari tak satupun petunjuk kudapat, "ah.... aku lelah"
Sungguh. ini hal yang melelahkan bagiku, sebenarnya jawaban dari rasa ingin tahuku ini adalah di Perpustakaan Kota.
Akan tetapi untuk kesana, hal itu agak mustahil kulakukan karena aku masih anak-anak.
Dalam lamunanku secara tak sengaja aku terpikir suatu hal, aku langsung bergegas pergi ke tempat latihan Kakakku di Lantai 4.
Aulanya sangat besar gumamku, disana aku melihat Gita sedang berlatih Pedang dan Kontrol AO nya.
Aku memperhatikan dengan seksama, kurasa Gita tak menghiraukan aku yang hanya diam memperhatikan latihannya.
Tak lama setelah itu ku pergi dari sana, kupikir jika aku berlama-lama aku akan mengganggu latihannya.
"Kontrol AO ya... melihat bagaimana cara Gita melakukannya itu bukan hal yang sulit sih, karena ia memiliki bakat yang mumpuni, hmm.... jadi bagaimana aku akan melakukan hal seperti itu?..." gumamku.
AO dan mana itu konsep yang berbeda, AO adalah inti sihir sedangkan istilah mana sudah tak digunakan lagi saat ini.
Aku masuk ke kamarku lalu mulai menciptakan fondasi awal AO milikku, rupanya ini tak sulit karena gen Ayahku membantu memudahkan diriku.
Setiap Manusia memiliki 1 AO, tapi tidak denganku. aku menciptakan 2 AO dalam tubuhku dan sudah berada dalam ranah AO String 7.
"fiuh... kufikir aku sudah cukup kuat, kekuatan segini kupikir cukup untuk bisa pergi ketempat itu dan mencari Informasi tentang diriku yang dulu, baik itu Yuto ataupun seorang entitas lainnya." gumam ku yakin.
^^^Bersambung....^^^