Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 11: Kegagalan II



Lilith duduk di taman sendirian sambil termenung. sebuah berita yang menggembirakan datang dari dirinya yang mana ia sedang mengandung.


tapi disisi lain Keluarga Edgard tidak dalam masa dimana mereka bisa bergembira.


semua itu disebabkan oleh hilangnya Rayk. Lilith menatap taman Bunga dengan tatapan kosong.


ia tak pernah menyangka anaknya akan dijadikan sandra oleh Unit Khusus dari Bumi Peako.


akan tetapi apakah kalian berpikir Lilith hanya Ibu bodoh yang merenungi anaknya yang terbilang sudah mati? , jika kalian semua berpikir seperti itu kalian salah besar.


2 Hari sebelumnya bertepatan saat Rayk menghilang. pencarian dilakukan sampai larut malam akan tetapi tak ada hasil apapun, jejak Rayk tak ditemukan.


kala itu Lilith mengamuk dan berencana pergi ke Portal Faqe yang berada di dalam Markas Militer Bumi Sarvest.


Portal Faqe ini jugalah yang menjadi tempat menyusupnya para Unit Khusus dari Bumi Peako, tentu saja dibantu oleh Jendral Guhi.


penjagaan Portal ini sangatlah ketat bahkan dijaga langsung oleh satu Jendral Besar setiap Harinya yang dilakukan bergantian.


Lilith kala itu mencoba masuk kesana untuk megobrak abrik Bumi Peako sendirian dan mencari Rayk akan tetapi Castro langsung menghentikannya.


"Sayang! apa kamu gila? mau apa kamu kedalam sini." teriak Castro sambil menahan Istrinya.


"Lepaskan Aku! akan kucari anak ku sendiri! jangan tahan aku!" Lilith memberontak sangat kuat.


..."AO... Cyanization."...


Castro terkejut karena AO Skill yang memunculkan medan tolakan dari Lilith "AO Skill?!"


"DUAAARRR!!"


"Hentikan, Lilith!" suara Castro kini jadi lebih berat karena ia mulai serius kali ini.


"kalau diingat-ingat sudah cukup lama kita tak pernah bertarung iya kan Castro." jawab Lilith sambil tersenyum.


Wajah Castro menjadi merah padam, "Lilith hentikan."


"apakah Title Jendral Besar mu itu hanya pajangan ya?"


"LILITH JANGAN MELAMPAUI BATAS!"


"Bats!" tanpa banyak omong Lilith menyerang Castro duluan.


"beraninya kamu meninggikan suaramu." (Lilith)


Lilith menyerang dari atas dengan kakinya.


"dak!" Castro menahan serangan kaki Lilith.


Lilith kemudian menggunakan AO Skillnya lagi untuk membuat sebuah Pedang.


Lilith lalu menggunakan tangan Castro untuk dijadikan lompatan, kemudian menebaskan pedangnya ketika di udara.


"swuuuzzhhh!"


"Semuanya mundur area ini berbahaya!" teriak Castro.


Caatro menahan tebasan pedang Lilith dengan sebuah Barrier yang ia munculkan.


akibatnya bentrokan antara kedua kekuatan besar itu menghasilkan ledakan dan kerusakan yang parah.


"Lilith... kuharap kamu mengerti. tapi kamu begitu keras kepala, apa kamu pikir kamu cukup hebat untuk gegabah sendirian menyerang Bumi Peako?


kamu pikir mereka lawan yang remeh, jika kenyataannya begitu. tidak mungkin Jendral Guhi ketakutan hingga memilih untuk mengkhianati kita semua."


meskipun begitu Lilith tidak terbujuk dengan kata-kata Castro, ia tetap bersikukuh untuk pergi mencari Rayk sendiri.


dan ketika Lilith bersiap untuk menyerang kembali, Castro berkata "Rayk hampir ditemukan. Jejak Rayk ditemukan.


kembalilah kerumah, semuanya akan baik-baik saja besok."


Lilith mengangguk dan akhirnya mengalah dan kembali pulang ke rumah.


ketika Lilith sudah pergi Castro melihat tangannya yang terluka akibat menahan serangan Lilith.


"sampai kapan lagi... Bumi Sarvest akan bertahan, bahkan dalam keluarga pun ada pertarungan. perpecahan demi perpecahan..." gumam Castro.


Castro melirik ke kanannya kemudian menggelengkan kepalanya, "aih... separuh Markas Besar hancur."


dan pada akhirnya sampai esok paginya tak ada kabar tentang Rayk. akan tetapi Castro sudah membicarakan ini semua dengan Lilith.


kabar kehamilan Lilith seolah hanya seperti hey berikan aku korek api kemudian korek itu diberikan tanpa ekspresi.


tak ada yang spesial, dan begitulah bagaimana Lilith kini hanya berdiam diri di Taman dalam rumahnya.


sementara Gita, ia sedang berada dalam ruangan latihan pribadinya. ia meminta pada Ayahnya untuk dibuatkan Ruang latihan Pribadi khusus untuknya.


ruang latihan Gita benar-benar luas. dan Gita terus melatih dirinya. "Kesalahanku saat itu adalah Stamina. jika saja aku tak terus menggunakan Ultimate AO Skillku Staminaku tak akan cepat habis."


Gita pertama-tama mengevaluasi seluruh kemampuannya terlebih dahulu, ia mencatat batas Staminanya. se mahir apa dia tentang pengendalian AO.


semuanya Gita catat runtut, dan Gita mendapat hasilnya. "aku sangat kurang dalam pengendalian AO. dan selebihnya tak ada yang perlu dikhawatirkan."


Gita langsung mencari cara agar aliran AO miliknya bisa seimbang dan ketika digunakan hasilnya lebih maksimal.


________.


"hey Nyonya Naga Ortak..." (Rayk)


"jangan panggil aku Naga Ortak! itu nama yang menjijikan untuk wanita se cantik aku. bocah nakal."


"dasar nenek Tua pikun. bukankah kamu sendiri yang bilang namamu itu Naga Ort-"


"buk!"


"AGH! ITU SAKIT SIALAN." (Rayk)


"Diam! nama Asliku itu adalah --"


"Nama Aslimu itu Nenek Tua Ortak. Hahahahaha!"


dan saat aku tertawa tiba-tiba saja aku sudah terbaring di tanah, nampaknya kepalaku dibenturkan ke tanah oleh Naga sialan ini.


"kamu sudah sadar Anak Nakal? biar kuberitahu namaku sehingga kamu bisa memanggilku dengan itu.


Aku Rhea Altvey. panggil aku dengan nama itu."


aku mengangguk, "ah kemudian kalau begitu panggil aku Rayk. bukan bocah.


tapi aku penasaran kenapa kau Diberi nama Naga Ortak?"


Rhea tersenyum simpul, "heeee... bukannya kamu hanya tertarik dengan kekuatan.


bukannya kamu bilang cerita itu malah akan membuatmu bosan?"


"entahlah. aku merasa itu ada hubungannya dengan sesuatu yang kucari."


Rhea nampak penasaran dengan perkataanku barusan.


lalu Rhea berkata "Kamu ini... kadang terlihat dewasa, kadang terlihat seperti anak kecil. plin-plan.


biar kuberi kamu saran, katakan saja yang saat ini ada di pikiranmu dan yang ingin kamu ketahui dulu.


jika kamu terus menundanya akan terus ada pertanyaan, keinginan dan pada akhirnya kamu akan terus menerus menumpuk keraguan.


tak perlu diragukan lagi, kamu akan mati tanpa mengetahui apapun."


aku terdiam mendengar hal itu. kata-kata Rhea barusan itu benar. saat aku memutuskan untuk mencari sebuah jawaban sendiri pada akhirnya aku akan menemui kebuntuan.


jangankan membuka jalan untuk orang lain, membuka jalan untuk diriku sendiri saja aku tersesat.


aku tersenyum sendiri dalam lamunanku, pada akhirnya aku benar-benar anak Remaja berumur 17 Tahun yang masih mencari jati diriku.


kemudian aku memantapkan tekad ku "Baiklah kalau begitu. hal yang ingin kuketahui adalah, seluas apakah Alam Semesta ini?"


Rhea menatap keatas, "entahlah... kurasa Alam Semesta itu sangatlah luas. heh, tapi apa hanya ini saja pertanyaan yang ingin kamu cari jawabannya?"


Aku menghela nafas, "hah... pertanyaan seperti tadi saja kamu tak tahu jawabannya. aku jadi ragu.


tapi... AO dikatakan sebagai inti kekuatan dan Identitas suatu Makhluk, apakah kamu sebelumnya juga Manusia?


seorang kenalan pernah memberitahu ku tentang AO secara singkat, semakin kuat Inti AO maka semakin mudah pula memanipulasi AO seperti yang kita harapkan contoh besarnya seperti berubah menjadi sebuah Naga."


______________.


^^^Bersambung....^^^