
[Loop Kekacauan L2. Forgotten Land]
sesosok pemuda berjalan di hamparan Padang Pasir yang begitu luas. ia mengenakan sebuah jubah yang menutupi kepala hingga ujung lututnya.
Rayk membuka penutup kepalanya. "padang pasir?" Rayk telah berhasil menaiki lantai 2, setelah berhasil membunuh Lord Borezo.
"apakah benar Leluhur Pertama ada di tempat ini? jika bisa menemukannya tentu saja itu akan menjadi jackpot bukan."
Rayk terus berjalan di tempat luas itu. namun hingga saat ini tak ada satupun Monster atapun Raksasa yang ia temui. namun Rayk merasa lega sekaligus terganggu.
'jika ditempat ini tak ada Monster, darimanakah Aura mencekam ini berasal?' batinnya ngeri.
setelah 3 bahkan 4 Hari, Rayk terus berjalan ia tak menemukan apapun di tempat bernama Forgotten Land ini. "apa karena namanya Forgotten Land ya ... tempat ini jadi tak memiliki penghuni sama sekali, namun cukup masuk akal juga bagaimana mungkin ada yang mau hidup ditanah tandus seperti ini." ucap Rayk sambil menengok kesana kemari.
Rayk hanya terus berjalan dan mencari letak keberadaan Leluhur Pertama Edgard, di sebuah Universe Record yang ia curi dari Lord Borezo dijelaskan bahwa untuk menghentikan serangan para Monster ke Bumi, Leluhur Pertama Edgard menghancurkan kontinum ruang waktu kemudian memasukinya.
terombang ambing oleh aliran waktu yang bergerak maju, Miracle berusaha bergerak ke belakang melawan arah aliran waktu. kemudian ia datang kedalam Loop Kekacauan, dengan cepat ia menghancurkan setiap Gerbang yang menuju Alam Semesta Manusia dan menyegel dirinya serta Loop Kekacauan.
"tempat pendaratannya jelas disini bukan." gumam Rayk dengan nada geram.
tak lama kemudian ada sesuatu yang membuat Rayk penasaran ketika ia lihat lebih teliti matanya kemudian terbelalak "Itu dia!" Rayk langsung berlari.
ternyata setelah diamati lebih dekat ia adalah Manusia sama seperti Rayk. Rayk menyapanya dengan sopan, "H-halo..."
Orang tersebut terlihat sedang tidur dengan posisi tengkurap, dan juga belum pasti apakah orang ini adalah Leluhur Pertama Edgard.
mendengar sapaan Rayk orang itu menoleh perlahan kearah Rayk. terlihat dari matanya ia sangat putus asa dan tubuhnya juga sangat kurus dengan pakaian compang-camping.
Rayk menyapanya kembali "Permisi Tuan apakah anda Manusia?"
Orang itupun segera bangun dan duduk sambil menengadahkan tangan kanannya "berikan aku makanan dan air..." ucapnya dengan nada serak.
Rayk kemudian memberikan sedikit makanan dan air minum untuknya "air putih tak ada disini... sepertinya ini arak."
"tak masalah." ucapnya kemudian dengan cepat ia merampas yang dipegang oleh Rayk.
kemudian dengan lahap orang itu mulai makan. "sudah berapa lama aku berada disini?" tanya Orang tersebut.
Rayk menatap wajah orang tersebut 'kelihatannya ia tidak begitu tua, seharusnya ia bukan Leluhur Pertama Edgard bukan.' pikir Rayk.
"emm... maaf tuan. tapi bisakah saya mengetahui nama anda?"
Orang tersebut menoleh dengan ekspresi sedikit terkejut "hmm... kau tak mengenal Wajahku?" tanyanya heran.
Rayk pun bingung juga "i-iya saya tak mengenal anda."
"hmm... sepertinya waktu berlalu cukup lama hingga diriku sudah tak dikenal seseorang." gumamnya.
namun sesuatu secara tiba-tiba terbesit di dalam kepalanya. ia memandang Rayk dengan tatapan tajam seraya berkata.
"kau tau tempat apa ini? bagaimana mungkin seorang Manusia bertahan ditempat seperti Neraka ini." nada pertanyaannya sangat mengancam dan membuat Rayk bergidik.
merasakan Dominasi yang sangat kuat Rayk akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"a-apakah anda adalah Miracle Edgard? seorang Leluhur Pertama Edgard?" tanya Rayk terbata-bata.
"Kau berani bertanya balik?"
Aura mengerikan langsung memenuhi sekitar. "Sialan kau Pak Tua! sudah diberikan makanan tapi tak berterimakasih."
Rayk tersenyum "Kekekeke... aku Rayk Edgard."
Orang itu tertegun "Kau seorang Edgard? apa benar?"
"tentu saja itu benar."
Orang itu menghela nafas panjang "Sialan... kau pasti garis keturunanku. kau benar Aku Miracle. seorang Leluhur Pertama."
Rayk juga ikut menghela nafasnya "FIUH... sial hampir mati aku." gumam Rayk.
Miracle kemudian mulai berbicara santai "bagaimana bisa kau masuk ke dalam sini?"
"entah, aku juga tak tahu. aku hanya berniat menuju Bumi Peako tapi tersesat kesini."
Miracle mengangguk-angguk kemudian bertanya kembali "Kau generasi ke berapa? tunggu, sudah berapa tahun waktu berlalu?"
"entahlah aku tak tahu Generasi keberapa, tapi yang jelas Perang sudah berakhir 10.000 Tahun yang lalu."
Miracle terkejut bukan main mendengarnya "Apa?! sudah 10.000 Tahun!! la-lalu bagaimana dengan Pemenang perang dan sudah berapa Bumi yang berada dibawah Kekuasaan Sarvest?! 100? 200? 300?" tanya Miracle.
"tak ada." balas Rayk singkat.
"ugh!" bagai tersambar petir, Miracle seketika kejang-kejang mendengarnya. "b-bagaimana mungkin?!"
"itulah kenyataannya bahkan kekuatannya makin lemah dari waktu ke waktu. ditambah ada pengkhiatan dalam Bumi lebih parahnya pengkhianatnya adalah Jendral Besar."
Miracle berusaha tetap sadar ditengah tsunami fakta. "si-sialan... mana mungkin. lalu sekarang Jendral Besarnya masih ada 14 orang Kan?" tanya Miracle panik.
Rayk menggelengkan kepalanya "seharusnya hanya tersisa 5."
Miracle tidak bisa berkata-kata lagi "se tolol itukah Militer Sarvest setelah kepergianku? tapi siapa yang menghabisi 9 Jendral Besar itu, sepertinya kau tak berkata Sarvest melakukan peperangan. apakah itu karena sang pengkhianat?"
"itu... adalah kejadian 20 Tahun yang lalu. aku pun belum lahir saat itu ... sejarah menceritakan seorang Iblis yang menghancurkan Bumi Sarvest sendirian."
mata Miracle terbelalak "Apa?! lanjutkan ceritanya."
"menurut sejarah Bumi Sarvest terus dikejar oleh Pasukan Bumi Peako. tidak ada Planet Bumi yang aman untuk ditempati oleh Sarvest
hingga Sarvest menemukan Galaksi Bima Sakti mereka menemukan Bumi lain. saat itu Pasukan Bumi Peako kehilangan jejak orang-orang Bumi Sarvest dan saat itulah Bumi Sarvest meneliti Bumi yang menjadi calon tempat tinggal mereka.
Bumi itu dihuni oleh Manusia namun tanpa kekuatan seperti kita, mereka kemudian dimusnahkan dengan nuklir yang melenyapkan manusia tanpa menghancurkan alam sekitarnya.
namun seorang Manusia selamat entah bagaimana, dan menyerang Kapal-Kapal terbang Bumi Sarvest yang jumlahnya ribuan. menurut sejarah yang ada, ia memiliki AO Core.
ia membunuh banyak Manusia Bumi Sarvest dalam satu tebasan Pedangnya, bahkan ditembak dengan Laser pemusnah sekalipun ... ia bahkan tak tergores sedikitpun
dan akhirnya para Jendral Besarlah yang bertarung melawannya, namun 10 Jendral tewas ditangannya bersamaan dengan Iblis tersebut."
"astaga ... padahal Jendral Besar sudah pasti mampu menaklukkan 1 Bumi sendirian jika itu di era kami.
dan juga, nampaknya Iblis itu saat ini sedang bersama diriku. apakah kamu reinkarnasi Iblis itu?"
"..."
^^^Bersambung....^^^