Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 1: Yuto vs Manusia Baru



Aku tak ingat apa yang terjadi setelah itu, aku secara tiba-tiba pingsan setelah menerima AO dari perempuan bernama Elin itu.


"ugh... kepalaku pening..." , aku mulai celingak-celinguk melihat kamarku.


Elin telah menghilang, entah apa yang terjadi kemudian ketika aku mulai beranjak keluar kamar sesuatu yang sangat mengejutkan terjadi.


Kedua orang tuaku tergeletak di lantai tak sadarkan diri dan setelah kuperiksa denyut nadinya ternyata mereka sudah tiada.


Malam itu aku sangat terpukul, aku kemudian keluar rumah dengan cepat untuk meminta bantuan akan tetapi sesuatu yang lebih mengejutkan terjadi.


Tubuh orang-orang bergelimpangan di jalanan, baik itu Bibi Toko Kue, Paman pengangkut sampah, dan juga Kakak Yuni anak dari Bibi Toko Kue dan banyak lagi mayat disana.


Mereka semua sudah tewas, perlahan mataku mulai buram telingaku berdengung sangat keras.


Aku...aku...aku... mulai kehilangan kesadaranku.


__________________.


Misi pelenyapan manusia bumi sukses, kini manusia Baru bisa menduduki Bumi secara penuh.


Nuklir A21 tidak butuh waktu lama untuk menghilangkan radiasinya hanya butuh waktu 4 Jam maka radiasinya akan hilang dengan sendirinya.


____________.


Kapal-kapal terbang mulai memasuki langit-langit bumi kemudian banyak pasukan khusus mereka turun dari sana yang bertujuan untuk mencari makhluk bumi lama yang masih hidup.


Atau agar lebih mudah dipahami mereka seperti mengecek keberhasilan dari Nuklir buatan mereka.


Pencapaian Nuklir yang diinginkan Manusia baru ini adalah



membunuh Manusia Bumi lama yang masih hidup.


Nuklir tidak menghancurkan bangunan ataupun alam sama sekali.


jadi Nuklir yang mereka luncurkan ini hanya bertujuan membunuh manusia lama.



Tingkat keberhasilan dari nuklir yang diluncurkan ini seharusnya adalah 100%, akan tetapi keberhasilan nya hanya mencapai 99,9% dan hanya 1 orang yang belum mati dan itu adalah Yuto, hanya dialah yang masih hidup.


Komandan pasukan itu mulai memberi perintah, "Pasukan !!, bergerak sisiri daerah ini untuk menemukan 1 manusia lama yang berhasil bertahan!!."


Kemudian setelah 21 Jam pencarian Yuto masih belum berhasil ditemukan


entah apa yang terjadi padanya.


Dan karena radiasi dari nuklirnya sudah hilang dari 18 Jam yang lalu, para Manusia baru ini mulai turun ke Bumi.


Akan tetapi bersamaan pada saat orang-orang ingin turun dari Kapal besar itu, tiba-tiba sebuah serangan maha dahsyat langsung menyerang kearah mereka.


"Zrrrrrruugzzzz!! JJEDAARRR!!"


Para manusia baru yang ingin turun ke Bumi kaget, dan mulai panik, "AH!! ADA SERANGAN!!". teriak mereka ketakutan.


Tetapi untung saja kapal terbang itu memiliki sebuah barrier pelindung, yang dapat menahan serangan kuat tadi.


"DARI MANA ASAL SERANGAN ITU?! KEMANA PASUKAN YANG TURUN TADI MENGAPA BELUM MEMBERI KABAR?!." teriak sang Pemimpin manusia baru.


Yuto muncul kemudian berdiri tepat dibawah Kapal terbang itu berada.


"YANG MULIA LIHAT ADA SESEORANG DISANAAA!!".


Mata Raja itu terbelalak, "mmm-- mustahil !!" .


Kemudian sang Raja langsung memberikan perintah untuk menembak Yuto dengan laser penghancur.


"GUNAKAN LASER PENGHANCUR UNTUK MENYERANGNYA!!".


Ribuan Kapal terbang itu mengarahkan Laser penghancurnya kearah Yuto.


Yuto menyeringai, "Kalian menyebut diri kalian Manusia Baru?, sungguh menjijikan. biar kuperlihatkan padamu siapa yang pantas untuk hidup di Bumi ini." gumam Yuto.


"AO... Lonceng Perjanjian Kematian... Pedang Merah Kehancuran." pada saat yang bersamaan Yuto mengeluarkan sebuah Pedang dari dalam tenggorokan salah satu tentara Manusia baru yang telah ia bunuh.


Pedang itu bersimbah darah, dan pada saat itu juga laser penghancur berkecepatan cahaya itu ditembakkan kearah Yuto.


"BOOOOOMMMM!!!!".


Tak lama kemudian ia mengambil sebuah ancang-ancang dan ketika ia menebaskan Pedang miliknya dalam Waktu 0,000000000000001 detik.


Ribuan Kapal terbang itu seletika hancur ditebas oleh Yuto, dan pada akhirnya memaksa para Jendral Besar turun menghadapi Yuto.


"Aku sudah tak punya apa-apa... tetapi Elin memberiku kekuatannya. akan kubalaskan semua kematian para Manusia bumi ini!"


Yuto pun menerjang ke 15 Jendral Besar tersebut sendirian, Yuto dan mereka saling serang dengan brutal.


Jendral Kabura membuat penghalang atau dimensi pemisah berskala sebesar bumi agar bumi yang asli tidak ikut terdampak hancur karena pertarungan Yuto dan Para Jendral Besar.


"Jendral Ozin, HATI-HATI DENGAN TEBASAN PEDANGNYA!! SALAH-SALAH JIWAMU BISA LENYAP!"


Jendral Ozin tersenyum "tentu akan kuingat itu Pak Tua Gugo"


"Kemari Kamu Anak Nakal!!" teriak Jendral Gugo sambil menghadang Yuto.


Akan tetapi itu adalah ide Buruk, "Pedang Kehancuran... Api Hitam Neraka"


"swuzzzh !!"


"!!!!"


Semua Jendral seketika dibuat terkejut bukan main melihat apa yang terjadi pada Jendral Gugo.


Jendral Gugo terbelah menjadi dua kemudian langsung lenyap setelah ditebas oleh Yuto.


"mm...mus..mustahil Jendral Gugo ada di AO tingkat Dark Red yang merupakan AO tingkat Kedua terkuat... hanya dalam 1 kali tebasan ia lenyap???".


Yuto menguap kemudian berkata, "tidak usah berlebihan seperti itu... orang tua seperti kalian cepat atau lambat memang akan segera mampus bukan?" ucap Yuto dengan ekspresi wajah yang datar.


Para Jendral itu seketika mengamuk dan mengeluarkan aura membunuh yang begitu kuat kearah Yuto.


"Kamu Manusia biasa bagaimana kamu bisa mendapatkan kekuatan sedahsyat itu!!" ucap Jendral Figo sambil menyerang Yuto.


"bugh ! bakkk!! buk !!! "


Yuto dihajar sepihak oleh Jendral Figo dengan sangat cepat, Jendral yang lain pun ikut menyerang Yuto juga.


Jendral Ozin mengeluarkan jurus terkuatnya "Api Phoenix !!, Pedang Pheonix", lalu Jendral Ozin pun ikut menyerang Yuto yang dipojokkan.


Yuto menarik nafasnya dan dengan segala kemampuan Indra perasanya ia gunakan secara Maksimal.


"setiap serangan dari mereka sangat menyakitkan, mereka melihatku seolah akulah penjahatnya...


fiuhhh.... secara perlahan... aku bisa menghindari setiap serangan dari mereka..."


Yuto mengelak dengan cara menunduk ketika Figo menyerangnya, Ozin yang menebaskan pedang kebawah ketika Yuto mengelak.


Yuto berhasil menghindarinya lagi, gerakan para Jendral lainnya sangatlah cepat. akan tetapi seolah gerakan mereka sangat lambat dimata Yuto.


Yuto kemudian mengeluarkan jurusnya lagi "AO... Z-core... Pedang pelahap Jiwa" .


"SEMUANYA KERAHKAN JIWA KALIAN UNTUK MENGHADAPI KEKUATAN ANAK INI!!!" teriak Jendral Ozin.


Kekuatan mereka pun saling bertabrakan dengan dahsyat, bahkan dimensi pemisah yang dibuat Jendral Kabura juga tak sanggup untuk menampung kehancuran itu.


Jendral Ozin, Jendral Figo, Jendral Trode, Jendral Guhi, saat ini hanya mereka berempat yang selamat dari pertarungan itu.


Akan tetapi Yuto masih berdiri dengan kokoh meskipun lukanya sangatlah parah.


Jendral Kabura dan Cucunya Rafale lalu menyerang Yuto yang sudah terluka.


Rafale dengan sihir cahaya, serta memiliki relik item kelas legendaris, bersama dengan kakek nya Rafale melesat menyerang Yuto


Relik yang digunakan Rafale itu adalah sebuah Tombak Pahlawan milik Panglima besar Leon.


"HEARRGHHHHH!!! MATILAH PENJAHAT!!". teriak Rafale dengan penuh kebencian.


Yuto yang sudah tak memiliki tenaga lagi hanya tersenyum tipis 'sampai akhir akan kukutuk... pengkhianatan kalian. takkan pernah kumaafkan !! '


stab!


Saat itu juga Yuto tertusuk tombak milik Rafale tepat di dadanya dan meninggal.


sejarah terkelam Manusia Baru dibuka oleh cerita seorang Penjahat Terkenal yaitu Yuto sang Iblis.


^^^Bersambung....^^^