Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 44



Rafale berdiri disamping Dazel yang tersungkur di bawah.


"Kau ini... sulit sekali diberitahu."


Dazel menggelepar putus asa kemudian berkata "Ku-Kurang Ajar..! be-be-beraninya..."


Rafale menyepak wajah Dazel dengan kaki kanannya. Duak !


"Ukhh..."


"Dengarkan baik-baik! keluargamu saat ini tidak baik-baik saja. Kakekmu si Jendral Besar Trode sudah mati, biar kuberi dirimu sedikit nasehat.


Paling tidak jika kau masih mau bernafas, pergilah ke Bumi Peako atau ke Bumi lain terserah dirimu. yang jelas jangan berani menginjakkan kakiku disini."


Dazel menggertakkan giginya seraya berkata "ITU BUKAN KAU YANG MENENTUKANNYA BANGSAT !" ucap Dazel dengan nada tinggi.


"Orang ini ternyata masih melawan. baiklah biar kubunuh juga kau."


Rafale langsung menusukkan sebuah pisau ke Jantung Dazel yang membuat Dazel tewas seketika.


"Fuh... Keluarga Besar Jendral Trode sudah habis."


...----------------...


Sementara itu di ruang rawat kondisi Hajun masih belum stabil, ditambah dengan lukanya yang sangat parah.


Pak Guru menghampiri Hajun yang sedang berbaring di kasur. "Hajun... kondisimu sedang tak baik-baik saja, apakah kamu mau menyerah untuk pertandingan selanjutnya?"


Hajun mengangguk seraya berkata "iya... saya pikir saya akan mati jika memaksa untuk tetap bertanding. jadi lebih baik kita mengundurkan diri."


Hajun tidak mau mengambil resiko, karena sangat berbahaya jika dirinya harus tetap melanjutkan pertarungan.


Pak Guru pun mengangguk dan pergi meninggalkan ruang rawat Hajun untuk pergi menemui panitia Turnamen.


Pak Guru pun berbicara dengan Kepala Panitia Turnamen tentang Rayk yang mengundurkan diri.


Rupanya Kepala Panitia tak keberatan, "iya, silahkan kalau memang Hajun tidak dapat lagi mengikuti pertandingan lebih baik mundur saja.


ini juga sudah merupakan suatu prestasi bagi Sekolah Wendeth karena berhasil mengumpulkan poin sebanyak itu hanya dengan 1 orang peserta."


Pak Guru tersenyum hangat "baik, terimakasih! saya pamit."


Setelah itu Pembawa acara kemudian mengumumkan bahwa Hajun mengundurkan diri dari pertandingan selanjutnya karena luka yang butuh waktu untuk sembuh."


Ketika Hajun dan Pak Guru serta Supporter Sekolah Wendeth berjalan pergi meninggalkan arena tidak disangka Supporter dari Sekolah dan Akademi lainnya beridiri lalu bertepuk tangan untuk mereka.


"LUAR BIASA WENDETH SCHOOL !!"


"HAJUN! KAU KEREN !"


Peserta Akademi lainnya juga ikut memberikan tepuk tangan, "sayang sekali kita tak dapat bertarung melawan anak itu."


...----------------...


"Wah... sialan... sepertinya aku terpojok." (Miracle)


Para Guardians serta Kagane menatap Miracle dengan tatapan waspada.


"Terpojok apanya! dasar gila..."


Terlihat begitu banyak mayat para Guardian terbaring di bawah tak bernyawa.


BATSS !!


SWUSHH!!


Kagane melesat maju menyerang Miracle, namun Miracle menghindari serangan tersebut dan berbalik memukul ulu hati Kagane.


DUASSHH !!


Namun sayang sekali karena serangan dari Miracle tadi tidak berhasil. Kagane menggunakan sayapnya untuk menahan pukulan Miracle.


"wah... Kecoak! kau yakin mau membuatku mengeluarkan AO Skill milikku?"


[Blazing Impact. Dance of Reins]


Miracle menyerang dengan pedangnya yang dilapisi AO Aura yang membuatnya terasa makin kuat.


Dalam sekejap para Guardian yang bersama Kagane semuanya langsung tewas hanya dengan 1 AO Skill.


SWING !! SWING !! SWING !! SWING!!


SWING !! SWING !! SWING !! SWING !!


Kagane menahan serta menangkis serangan dari Miracle, namun Miracle dengan cepat berlari kemudian dengan kakinya ia menendangkannya kearah Kagane.


"!!"


DUNG !!


Kagane terdorong kebelakang ketika menahan serangan dari Miracle.


"Wah !" ucap Miracle merasa seru.


Mata Kagane menatap Miracle dengan tajam, dengan kekuatannya ia memutar pedangnya dan menebaskannya kearah Miracle.


Sebuah Energi melompat dari tebasan Kagane yang membuat Miracle harus menghindari serangan itu.


"Uh.. merepotkan."


Miracle menghindari semua serangan itu kemudian melesat kehadapan Kagane ketika melihat sebuah celah.


"Kena Kau!" Miracle langsung melayangkan tinjunya kearah wajah Kagane hingga membuatnya langsung hancur berkeping-keping.


DUASSS !!


"Fuh... apa-apaan ini hei guardian? mau sampai kapan kau berpura-pura?" gumam Miracle.


Kagane kembali ke wujud semulanya tanpa lecet sedikitpun. Kagane menyeringai kemudian bertanya "Manusia.. kau begitu menarik, bagaimana kau tahu kalau serangan tadi tak dapat membunuhku?"


"Kau ini banyak omong." ucap Miracle dengan nada dingin.


"Kalian para Manusia sudah melampaui batas! tidak akan kubiarkan dirimu hidup!"


...----------------...


Jauh di masa lalu, para Guardians diciptakan untuk menjaga keseimbangan di Alam Semesta. untuk mampu menjalani tugas yang sangat berat itu, mereka dibekali kecerdasan serta kemampuan-kemampuan luar biasa lainnya.


Awalnya para Guardians tidak tahu alasan mengapa mereka harus menjaga keseimbangan di Alam Semesta yang kosong ini.


Namun ketika para manusia mulai hidup di berbagai bumi, para Guardian mulai memperhatikan gerak-gerik mereka.


Sebagai makhluk ciptaan yang kuasa, para Guardians yang memiliki banyak kelebihan tersebut akhirnya menyadari alasan Yang Kuasa memberi mereka kemampuan-kemampuan hebat.


Para Iblis, Monster, Setan, serta Makhluk-Makhluk Jahat dari Alam Semesta Qyuzeq datang menyebrang ke Alam Semesta Rafkel tempat dimana Manusia berada.


Para manusia polos tanpa pengetahuan itu terbunuh hingga menyebabkan manusia lainnya merasakan ketakutan, merasakan kemarahan, merasakan kesedihan, merasakan semangat membara untuk merubah nasib mereka.


Salah satu Guardian Suci Elans Paladins menatap para manusia dengan seksama. ia mengamati seorang manusia yang sedang meniru senjata yang digunakan oleh para monster untuk menyerang mereka.


Sungguh Yang Kuasa sangatlah luar biasa, Yang Kuasa tak dapat di nalar bahkan dengan kemaha tahuan. Ia menciptakan makhluk yang sangat sempurna.


Guardian Elans bertanya pada dirinya sendiri, jika seandainya kami para Guardians yang menjadi manusia tanpa bekal apapun dari yang kuasa, apakah kami semua mampu untuk bertahan?


Manusia berkembang melalui masa sulit, mereka belajar dari hal-hal yang membuat mereka sedih, mereka belajar dari hal yang membuat mereka senang, mereka belajar dari hal yang menorehkan luka bagi mereka. lantas, apakah Guardian sepertiku ini pantas untuk merasa seperti langit?


Guardian Elans kembali mengawasi manusia dalam waktu lebih lama, kematian para manusia akibat dibunuh oleh para makhluk jahat, semakin banyak. manusia sudah mulai mentok dengan keadaan mereka.


Saat itu Yang Kuasa mewahyukan Guardian Elans untuk membantu para Manusia menghadapi Makhluk Jahat.


Kemampuan Sihir. ini adalah sebutan untuk kekuatan yang ada pertama kali, kekuatan dari elemen-elemen sihir merupakan turunan dari Cahaya para Guardians.


Secercah harapan bagi para manusia, Guardians membantu untuk mengajari para manusia mengendalikan kemampuan sihir.


Manusia kini mulai bisa menghadapi monster dengan cukup mudah, dan kemampuan untuk berkembang tetap berjalan.


Para Manusia mulai membuat kerajaan untuk bernaung mereka, tentu saja Raja yang dipilih adalah yang terkuat dalam kekuatan sihir.


Setiap Raja manusia memiliki masalalu yang sama dan penderitaan yang sama, akhirnya setiap kerajaan menjalin hubungan diplomatik yang baik dan berlangsung selama ribuan tahun lamanya.


Para Guardian yang melihat kedamaian ini merasa kalau tugas mereka sudah selesai, Manusia akan menjadi makhluk yang menjaga keseimbangan mereka sendiri.


Namun itu adalah kecacatan dari seorang Guardians, Yang Kuasa memperhatikan dari atas, tempat yang sangat jauh dimana Realita Dunia ini berada.


Karena manusia memiliki ikatan kepercayaan yang sangat kuat, ini menyebabkan para Makhluk Jahat kesulitan menghadapi manusia, akhirnya Iblis menyusup dan menyesatkan para Manusia.


^^^Bersambung....^^^