Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 10: Kegagalan I



Monster besar seukuran Gunung Everest sedang bertarung dengan banyak Monster yang menyerangnya.


Rayk menyeringai "Haha... Monster sebanyak ini tak akan habis dalam ratusan tahun sekalipun."


Rayk dengan brutal melompat masuk ke Area pertempuran.


"GROAAARRR!!" Monster Beruang sebesar rumah melayangkan cakarannya kearah Rayk.


Rayk melirik dan menyadari serangan tersebut. "AO... Blue Thunder." serangan yang secepat kilat itu langsung memotong Monster itu hingga menjadi potongan dadu.


akan tetapi Monster lainnya ikut menyerang Rayk, mereka berlari dan membuat guncangan hebat.


diiringi sebuah serangan mendadak yang sangat dahsyat mengarah secara bersamaan kearah Rayk.


"DUARR!!"


serangan tersebut menghancurkan para Monster yang mencoba mengeroyok Rayk akan tetapi juga membuat Rayk terpental.


"ugh... serangan dari mana itu?"


seekor naga besar terbang diatas langit, seolah memberitahu ialah sang penguasa.


emosi Rayk tersulut "kamu brengsek!!", Rayk lompat keatas mencoba meraih Naga itu akan tetapi ia langsung terpental ke tanah kembali setelah Naga itu mengeluarkan sedikit aura miliknya.


"AARGH!" Rayk kesakitan karena dirinya terjatuh dari tempat yang sangat tinggi itu.


"ughh... kurasa tulang-tulangku patah."



ilustrasi Rayk by: me, maaf kalau kurang bagus :-(


__________.


"cih..."


aku menyeka darah yang menempel di bibirku lalu melepas segel milikku.


AO ku kini menjadi 2 yaitu AO Yuto dan AO Rayk. ini kebodohan dari diriku karena tersulut emosi aku melupakan tujuanku.


Naga itu kembali menyerangku kali ini sebuah petir menyambar di udara dan sebuah petir merah menghujani diriku.


"DUAR! DUAR! DUAR! DUAR!"


aku menahan semua serangan itu sekuat tenaga, tak kusangka serangannya begitu kuat hingga menghancurkan banyak Monster lainnya.


Barrier pelindungku hampir pecah dan juga nafasku sudah mulai terengah-engah padahal aku sudah melepaskan segel milikku.


"hah... hosh... hosh... apakah kekuatanku masih kurangh..."


Naga itu bersiap melancarkan serangannya lagi, kekuatan maha dahsyat akan segera menyembur dari mulut naga itu.


"Haha... tamatlah aku."


serangan Naga itu menyembur dengan cepat dan menghancurkan area yang dilewatinya layaknya serangan Laser penghancur.


aku berhasil bertahan hidup dengan luka-luka disekujur tubuhku.


sialan aku tak boleh mati disini, aku berhasil bertahan dengan menggunakan barier untuk melindungi diriku.


bahkan setelah aku melepas segel ke 1 dampaknya masih separah ini, naga itu benar-benar kuat.


"Ohokh!" Rayk muntah darah.


Aku tersungkur ke tanah akan tetapi aku langsung berusaha untuk berdiri kembali. naga ini bukan naga gadungan dia sangat kuat.


ada sesuatu yang aneh, Naga ini tidak menghabisi diriku. apa dia berpikir kalau aku ini hanya mainannya.


"HEY ANAK MANUSIA!"


Aku sangat terkejut. Naga itu barusan berbicara, ia berbicara padaku.


Naga itu bertanya padaku dengan nada angkuh tapi aku tak merasakan ancaman.


dengan gemetaran aku menjawab asal diriku "Aku adalah Rayk Edgard. aku berasal dari Keluarga Bangsawan Edgard."


mendengar hal itu Naga itu berfikir sejenak. selama 30 Menit lebih tepatnya.


"sialan 30 Menit itu bukannya bisa ia gunakan untuk menolongku dulu. Brengsek!"


"Hmmmm... Begitu ya aku ingat dirinya sekarang. apakah kau itu anaknya Kortev?


seingatku keturunan Kortev tak selemah ini. setidaknya 1 Sayapku bisa dipotong sebagai ganti untuk nyawa mereka."


"ah... Kortev itu sudah 4 Generasi keatas keluargaku..." balasku canggung.


"HAH!? APA!, SUDAH 4 GENERASI!"


Naga itu sangat terkejut hingga membuat guncangan yang hebat.


perlahan Naga itu mulai tenang dengan sendirinya, "artinya sudah 400 Tahun ya..."


"ah. kau bertanya tentang keluargaku dan juga kau mengenal leluhur keluargaku?"


Naga itu menurunkam penjagaannya lalu berkata, "aku hanya mengenalnya secara sekilas. akan tetapi yang lebih membuatku penasaran bagaimana Manusia seperti dirimu muncul dalam Loop Kekacauan?"


aku heran dengan apa yang dimaksud Naga ini "Loop Kekacauan? apa itu? bukankah ini adalah Bumi juga, atau nama Bumi ini adalah Loop Kekacauan."


Naga itu tertawa, "Hahahahahaha! Keturunan Edgard selalu menarik. apa kamu mau mendengar kisah tentang Leluhur Edgard? dalam kisah ini terdapat juga hal yang mungkin sedang kamu cari."


itu adalah sesuatu yang jujur saja sangatlah menggiurkan, jika aku berhasil mengetahui silsilah penting Keluarga aku bisa mendapatkan sebuah Ultimate AO Skill yang sangatlah rahasia.


akan tetapi "Aku menolak! aku tak tertarik mempelajari Silsilah keluarga. aku hanya ingin jadi sangat kuat." jawab ku secara tegas.


"ingin menjadi kuat? bahkan jika kamu berlatih selama 7000 Tahun, kamu dapat dikalahkan oleh Kortev hanya dengan sentilan."


"apakah aku seremeh itu?" gumamku.


"Bukan kau yang lemah, bocah seperti dirimu mana mungkin tolak ukurnya adalah Leluhur Edgard.


satu-satunya orang yang menantang 7 Guardians, dan berani mengacungkan jari tengahnya untuk para Dewa dan Dewi."


aku tertarik dengan cerita yang dibicarakan Naga itu. "Namaku Rayk. Rayk Edgard." ucapku.


"hmm... Aku adalah Raja Naga Ortak. seluruh daratan ini adalah area kekuasaanku." ucap Naga Ortak dengan suara berat.


"aku akan menceritakan kisah singkat dari Keluarga Edgard. Baiklah... darimana kisah mereka akan dimulai."


400 Tahun yang lalu di sebuah dataran Selatan Bumi Sarvest seorang Warrior ber-


"Hey Naga Ortak. apa kau pikir 400 Tahun itu akan selesai dalam 5 menit? tak masuk akal aku akan mendengar cerita 400 Tahun yang lalu.


belum lagi silsilah keluarga Edgard yang menjengkelkan kau fikir aku kesini untuk mempelajari silsilah keluarga?"


"kamu bocah laknat. anak kecil seperti dirimu berani berbicara seperti itu padaku?!"


tiba-tiba ada suara aneh terdengar. rupanya itu suara lapar dari perutku.


"? hah.. AHAHAHAHAHAHAHAHAHA!" Naga Ortak tertawa sangat keras.


"Keturunan Edgard memang tak ada yang waras. setidaknya akan kuberitahu kamu Ultimate AO Skill dari Keluarga Edgard." ucap Naga Ortak, lalu sebuah kilauan cahaya mulai bersinar.


Naga Ortak berubah menjadi wujud Manusianya. aku ternganga melihat Wujud Manusianya, ia sangat mirip seperti Lilith.


tiba--tiba ia melotot padaku, "apa yang kamu lihat bocah cabul?"


"Hah? Brengsek! dengar ya aku tidak tertarik dengan nenek tua yang sudah berumur 400 Tahun lebih." sambil menunjuk kearahnya.


"Kamu bocah Edgard kurangajar, biar kuperbaiki sedikit kelakuanmu!"


^^^Bersambung....^^^