
[9 Tahun yang lalu]
"Huaa! ahh! Kakek, sakit!" Rafale menangis dan merintih kesakitan di dalam ruang UGD.
Jendral Kabura meminta pada dokter untuk cepat melakukan operasi pada cucu satu-satunya itu.
"Lakukan operasi dengan cepat, cucu ku butuh pertolongan."
Dengan sigap. para Dokter profesional itu melakukan tugasnya dengan baik dan cepat.
"Pendarahannya terlalu banyak! kita butuh transfusi darah!"
Golongan darah Rafale adalah AB- dan golongan darah tersebut sangatlah langka, namun dengan sigap Jendral Kabura menawarkan darahnya.
"golongan darah anak ini sama denganku. ambil darahku, apapun, yang penting nyawanya bisa tertolong."
Setelah 3 Jam berlalu, akhirnya operasi dapat diselesaikan. namun sayangnya Rafale telah jatuh dalam keadaan koma.
"Ini adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. teknologi kita masih jauh tertinggal dengan Bumi lainnya.
sampai saat ini kita tak memiliki petunjuk mengenai perbaikan AO core yang rusak. " jelas sang Dokter pada Jendral Kabura.
Pada saat itu Jendral Kabura shok, namun tidak bisa melakukan apapun, ia hanya memerintahkan seorang Maid yang tak lain ialah Meyden untuk menjaga Rafale.
"Aku harus tetap melanjutkan tugas-tugas ku sebagai Jendral. jagalah dia selagi aku tak ada," perintah Jendral Kabura, ia pun pergi dari rumah sakit setelahnya.
Hari demi hari terus berlalu, 2 Minggu setelah Rafale koma. sesosok jiwa memasuki dirinya, jiwa itu bernama Gafan, ia sebelumnya berasal dari Bumi ini sebelum di duduki oleh Sarvest.
Dalam alam bawah sadar Gafan dan Rafale berbincang-bincang, dan setelah tau latar belakang masing-masing akhirnya Rafale meminta maaf pada Gafan telah menjajah tempat kelahirannya.
Mendengar pernyataan tersebut membuat Gafan menjadi sedikit kesal. "Tunggu, memangnya pelakunya adalah kau? aku akan balas dendam. dan hal itu pasti, namun mengapa aku harus menyalahkanmu?"
Rafale terbelalak, terkejut mendengar jawaban Gafan yang tak menghakimi dirinya.
"hahaha ... baiklah, mamu bisa menggunakan tubuhku untuk melakukan balas dendam pada Bumi Sarvest kok.
lagipula, jiwaku tak akan bertahan lama. setelah aku pergi dari raga ini jiwaku akan pergi dan mulai kehilangan kesadarannya, dan pada akhirnya terombang-ambing seperti cangkang kosong.
dan pada akhirnya aku akan menghilang tanpa tersisa."
"Hah?! kau serius? hey, dengar aku akan menghancurkan Bumi tempatmu tinggal loh."
Rafale tertawa kecil mendengar pertanyaan tersebut, itu terdengar seperti orang yang takut dosa begitu melakukan kejahatan.
"Hahaha ... benar, aku tak masalah kok. tapi bisakah aku meminta sesuatu padamu?"
"permintaan?" ucap Gafan sedikit bingung.
Rafale mengangguk dan melanjutkan perkataannya. "Ya, setelah kamu berhasil melakukan kudeta nantinya. selanjutnya seranglah Bumi Peako, kumohon balaskan dendam kematian kedua orang-tua ku."
Gafan tersenyum. "aku akan menepati janjiku, seandainya kita terlahir di dalam Bumi yang sama lagi, ayo berteman dan bergabung dalam geng ku."
Rafale tersenyum, kemudian mengangguk. "Ya! dengan senang hati," senyumnya kemudian menjabat tangan Gafan.
...----------------...
[Bumi Qity]
"Kau memang kuat, tapi apa kau memang mampu menghadapi pasukan ku?!"
Saat ini di sebuah bumi bernama bumi Qity, Yuto sedang bertarung dengan seorang Reinkarnator yang luar biasa kuat.
Orang dengan tinggi 169 centimeter mengenakan syal merah berambut hitam pendek itu terlihat marah.
Di belakang pemuda itu terdapat banyak sekali binatang-binatang yang terlihat sangat kuat.
"Hoooo ... kau Summoner rupanya, potensi mu berbahaya sekali kalau begitu."
Yuto mengambil jarak dari pemuda itu ditemani oleh Yurumi disampingnya.
"itu adalah binatang suci," ungkap Yurumi memberitahu.
Mulut Yuto benar-benar sampah, bahkan Yurumi yang mendengarnya menjadi kesal sendiri. "dasar laki-laki brengsek!"
Hal ini juga membuat si pemuda menjadi emosi begitu binatang summon nya dihina oleh Yuto.
"Kamu!! ingat namaku! aku adalah Nayon, aku akan membunuhmu!"
Nayon memanggil binatang summonnya lagi. Naga, Phoenix, Harimau, bahkan tentara-tentara monster yang bahkan begitu banyak berkerumun disekitarnya.
"Wah, kau bisa mati Yuto." ledek Yurumi.
Namun Yuto tidak terpancing provokasi remeh Yurumi.
"Benar-benar, ini mengingatkanku dengan hal yang benar-benar dejavu.
hey, kau bisa pertarungan jarak dekat?" tanya Yuto dengan senyum yang menyeramkan, kemudian langsung melesat menyerang Nayon.
DOMMM!
Yuto ditahan oleh para pasukan Nayon. "wah ..."
"Jangan melakukan hal yang setengah-setengah Yuto ... nanti kamu mati lohhh!"
"berisik sekali J*la*g brengsek! tunggu saja, kurobek nanti mulutmu."
Para binatang summon milik Nayon bergerak menyerang Yuto. serangan mereka sangat cepat, bahkan bisa menggunakan AO skill.
Yuto memainkan tempo tarik ulur, dan berhasil menghajar cukup banyak hewan summon yang menyerang ke arahnya.
Melihat tumbangnya hewan-hewan summon miliknya Nayon mengamuk dan melesat menyerang Yuto dengan kepalan tinju yang terlihat sangat keras.
Bersamaan dengan Nayon yang melesat kearah Yuto di tengah kerumunan banyaknya hewan summon milik Nayon tak membuat Yuto mengeluarkan ekspresi serius.
"Haruskah ku gunakan itu?" ucap Yuto dengan senyum tipis di bibirnya.
[Inersian Eyes]
Yuto mengenyahkan hama-hama yang mengelilingi dirinya dengan sangat tidak beretika.
Seluruh serangan, bahkan nafas api dari para naga summon milik Nayon pun tak dapat melukai Yuto.
"Ini menyebalkan," tukas Yuto yang berdiri begitu santai ditengah serangan gencar yang dilakukan para makhluk summon.
Sebagai seorang summoners, Nayon yang melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana para hewan summon nya dihabisi oleh Yuto, merasa menjadi orang yang gagal.
"Aku ... mengapa ... mengapa ... MENGAPA KAU MAU MENGAMBIL KEHIDUPANKU BRENGSEK !! APA SALAHNYA BEREINKARNASI, APA SALAHNYA MEMBUKA HIDUP BARU !! MEMANG APA SALAHNYA!" teriak Nayon dalam tangisannya.
Yuto melompat tinggi ke angkasa lalu memutar tubuhnya ke bawah memposisikan kepalanya di bawah dan kakinya ke atas.
"Sudah jelas, aku tak akan menggunakan kekuatan asliku. nonaktifkan Inersian Eyes!"
Yuto nampak seperti burung yang lugas terbang di udara, Nayon terpana melihat hal tersebut, dan bahkan tidak menyadari ketika kepala nya sudah lepas dari tubuhnya.
Yuto sudah mendarat dengan begitu cepat ke belakang tubuhnya tanpa ia sadari, sungguh tak masuk akal namun indah.
Melihat nampaknya Nayon belum mati, Yuto lalu mengatakan sesuatu. "Tak ada yang salah dengan kesempatan kedua, namun jika itu menyalahi takdir, membiarkannya malah akan makin menjadi petaka.
persekongkolan mu dengan Rafale kan? entah apa yang akan terjadi kedepannya, entah apa yang akan dilakukan olehnya. orang-orang yang bereinkarnasi sepertimu sama-sama salah."
Sudah 376.989.123 reinkarnator yang telah dihabisi oleh Yuto, dan diantaranya merupakan salah satu pilar.
Pilar, adalah reinkarnator yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa hebat, biasanya yang menjadi pilar adalah seorang Hero, Raja iblis, ataupun penyihir yang luar biasa kuat.
Meski begitu, tempat para pilar ini masih di dominasi oleh Hero dan Raja iblis.
"Baiklah, ini adalah pertemuan kita yang ke 3.
mari bahas bajingan yang menghabisi 300 Juta lebih para Reinkarnator, ini memuakkan."
^^^Bersambung....^^^