Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 41: Gerbang Kehancuran (4)



Dalam celah dimensi, Monster dari Alam Qyuzeq mulai datang masuk Ke Alam Rafkel,


petaka bagi umat manusia sudah dimulai.


"hosh... hosh... hosh..."


"kenapa kau terlihat ngos-ngosan seperti itu huh?"


DUASH !


Para Juri dan Penonton terkejut dengan hal itu. "d-d-daritadi... dia hanya menghindar, bagaimana mungkin... dalam satu serangan.."


"P-PEMENANGNYA ADALAH EJIN DARI AKADEMI JAVEN !!"


tepuk tangan yang sangat meriah menggema di seluruh bangku penonton.


sementara itu Hajun sedang berbicara dengan Wali Kelasnya. "Point Sekolah lain lebih tinggi dari kita. mereka mengantongi point banyak karena jumlah.


point kita saat ini adalah 4, namun jika kamu bisa memenangkan pertarungan melawan Akademi yang pointnya banyak maka kita bisa unggul."


ketika Hajun pergi untuk menonton pertandingan dari sana ia melihat Jayden yang sedang bertanding.


betapa terkejutnya ia dengan kemampuan Jayden yang sangat hebat. lawannya adalah perwakilan dari Akademi Torve.


namun Jayden mampu membuatnya terdesak


hingga akhirnya memenangkan pertarungan itu dengan cepat.


Hajun menyeringai 'jadi kau membuat dirimu jadi sulit untuk dibunuh begitu.'


tiba-tiba dari belakang seseorang mengejutkan Hajun. "DOR !"


Hajun reflek hampir menyerang gadis itu. "R-Rayya? apa yang kamu lakukan disini?"


"ehhh... aku kesini cuma mau terimakasih sama kamu kok. Sekolah kita jadi tak dipandang remeh lagi sama Akademi yang lebih terkemuka karenamu."


Hajun sedikit kebingungan dan hanya membalas dengan tertawa kecil, "he.. he.. he... tak masalah kok."


"ano... apa kamu bisa senang sedikit? kamu terlihat menakutkan! APAKAH KAMU TAU KALAU SAAT ITU DIKELAS KAMU BERTINGKAH MENAKUTKAN? MEMANGNYA APA YANG SALAH DENGAN TERSENYUM?! "


DEG !!


Hajun tersentak. "ah... i-iya.." jawabnya canggung.


"hehehe... kita berteman ya."


...----------------...


tiba-tiba sebuah berita tayang menyela, Turnamen yang sedang berlangsung


namun, hal yang saat ini mereka lihat adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. berita yang sangat penting dan mengejutkan semua orang.


"BERITA DARURAT! pertama-tama kami meminta maaf untuk menyita kesempatan kalian para penonton Turnamen.


Berita ini menginfokan bahwa Buronan Kelas Petaka telah diumumkan oleh Guardians. Buronan tersebut ialah Rayk Edgard. Putra pertama dari Keluarga Edgard."


Dang...


Waktu seolah berhenti sejenak. semua orang tak mempercayai hal ini, Rayk Edgard yang diperlirakan sudah tiada tiba-tiba muncul sebagai buronan Kelas Petaka.


Gita, Lilith, Castro bahkan Hajun. mereka semua tak percaya dengan hal ini.


"Mustahil... MUSTAHIL ANAKKU RAYK ADALAH BURONAN!" (Lilith)


Lilith berlari keluar dari ruang kerjanya, dengan berderai air mata ia berlari 'tidak, tidak, tidak ! anakku Rayk bukan penjahat.'


Sementara itu saat ini seluruh tubuh Castro gemetar menahan amarah dan rasa tak percaya yang menyesakkan hatinya.


Gita sendiri tak mampu berbicara apa-apa, ia terdiam kaku tak berdaya sampai ambruk terduduk di tanah, hanya ada tatapan kosong.


Kawan satu pasukannya mencoba untuk menenangkan Gita, "Rayk? dia yang hilang 6 Tahun lalu?"


"iya! tapi bukankah dia dinyatakan Tewas dalam sebuah serangan teror di Kediaman Edgard?"


Seluruh mata kali ini menuju kearah Hajun. terlihat sekali bahwa ia dianggap bermasalah oleh para penonton. "psst... mungkin dia juga satu komplotan dengan Kakaknya si Rayk itu."


Hajun nampak seperti orang bodoh, ia sendiri tak tahu apa yang telah dilakukan oleh Kakaknya namun mengapa ia juga terkena imbasnya.


Namun ditengah kegaduhan tersebut tiba-tiba banyak tim medis berlari kearah lorong peserta. ketika mereka melewati Hajun kembali, Hajun melihat sesosok orang yang dikenal olehnya.


Rayya yang wajahnya dipenuhi darah, serta luka bakar di kaki dan badannya. dibawa oleh tandu oleh tim medis.


Kepala Hajun makin kosong, ia kebingungan. gemetar hebat mulai menguasai tubuhnya. namun ditengah kebingungannya ia mendengar suara lirih dari Rayya.


Mata Hajun langsung mengarah ke sumber suara tersebut, Hajun berlari mengejar tim medis. Hajun melihat sekilas kondisi serta ekspresi wajah Rayya.


Pelaku yang membuat Rayya menjadi seperti itu rupanya adalah Jayden, ketika Rayya berlari untuk mencari Hajun. tak sengaja dirinya menyenggol Jayden.


Hanya karena hal sepele tersebut kini Rayya harus cepat-cepat mendapatkan penanganan dan perlu perawatan intensif.


Kabar ini juga diketahui dengan cepat oleh banyak penonton, dan akhirnya mereka mencemooh Sekolah Gundang.


Supporter Sekolah Gundang yang tak terima mereka mencaci balik orang-orang yang menghina mereka.


Juga terlihat bahwasanya Turnamen ini menjadi kericuhan yang dahsyat. Rafale duduk menyaksikan dari bangku penonton yang ricuh.


"terlalu banyak kejutan. Rayk ternyata buronan kelas Petaka, penyerangan di luar pertandingan.


tetapi yang perlu diperhatikan saat ini adalah Rayk, perang besar kemungkinan akan terjadi."


Mata Rafale melirik kearah Gita yang berada di pintu gerbang stadion. "Dia syok karena Rayk ternyata selama ini masih hidup? karena itu? menyedihkan." gumam Rafale sambil melihat Gita yang terduduk bersender lemas.


Rafale tiba-tiba tersenyum. "Apakah acara Utamanya akan dimulai?"


"BANYAK HAL TERJADI HARI INI NAMUN, LUPAKAN SEJENAK UNTUK PERTANDINGAN HARI INI YANG TELAH DITUNGGU-TUNGGU.


KALI INI WENDETH SCHOOL AKAN MENGHADAPI GUNDANG SCHOOL.


SEKOLAH GUNDANG AKAN DIWAKILKAN OLEH JAYDEN !! SEMENTARA WENDETH SCHOOL AKAN DIWAKILI HAAAAAJUNNNNN !!!"


Jayden dan Hajun pergi naik ke atas Ring pertarungan.


"lama tak bertemu Hajun... apakah kau sudah siap? selama 2 Tahun ini aku berlatih sangat keras. ayo lakukan yang terbaik."


Hajun bertanya dengan nada dingin "kenapa .... kenapa kau melukainya sampai seperti itu?"


"melukai? melukai-- ah... maksudmu gadis yang barusan ku bakar itu? apa kau mengenalnya? jadi tadi itu dia menabrak diriku, karena kesal jadinya lalat itu kubakar deh..." terlihat dari wajah Jayden tak memiliki ekspresi rasa bersalah sama sekali.


'Apakah yang seperti ini patut disebut seorang manusia?'


"PERTARUNGAN MULAI !!"


FWOOSSHH !!


Jayden melesat dengan cepat menuju Hajun, dengan kepalan tangan kanan yang kuat dilapisi oleh AO yang dimanipulasi untuk mengeluarkan kekuatan Api.


BLAARRRR !!


Hajun menghindari pukulan Jayden dan berbalik menyerang dalam posisi Jayden menyerangnya.


Duagh !


Hajun melakukan tendangan cepat yang memanfaatkan celah di perut Jayden.


namun Jayden menahan serangan tersebut, kemudian ia menyelengkat kaki Hajun yang membuatnya terjatuh namun sebelum Hajun terjatuh.


Jayden melakukan tendangan berputar dan menendang kencang kearah perut Hajun hingga membuatnya terpental.


DUASSHHH !!


"Uhukhh !!"


Muncul darah dari mulut Hajun. "Kekekek... apakah hanya ini kemampuanmu? selama 2 Tahun ini kau tidur ya?


oh... jangan-jangan ini karena kau terkejut tentang Kakakmu Rayk itu Buronan Alam Semesta? WAKAKAKKAKAK LUCU BANGET."


Hajun berdiri, ia menyeka darah yang menempel di bibirnya kemudian berkata "Kau bisa diam gak?"


Ekspresi Jayden langsung menjadi murka. sekali lagi ia diremehkan oleh Hajun, ia paling tak suka jika dirinya dipandang rendah Hajun, di bandingkan dengan Hajun.


"Kau tak berubah sama sekali Hajun. naifnya dirimu... bahkan sampai sekarang kau tak merelakan kepergian temanmu yang bernama Sio itu.


"Hanya satu."


"huh?? apa yang kau maksud?"


"orang itu hanya memintaku satu hal. aku akan mengabulkan kemauannya. Bagaimana cara tersenyum?" ucap Hajun dengan senyum lebar yang membuat seluruh penonton dan juga Jayden merinding.


"Jayden... selama ini kau selalu selamat dari kematian ketika aku berniat membunuhmu secara serius. namun, bagaimana jika aku membunuhmu dengan senyuman? apakah maut akan bertemu denganmu?"


Jayden menatap sinis Hajun. "Dasar Orang Gila! maju sini kau"


"Pffft..."


^^^Bersambung....^^^