
wajah Rhea nampak datar, aku berpikir kalau pertanyaanku bukanlah sesuatu yang mengejutkan ataupun hal yang terlarang.
"kira-kira kamu pernah menemui seseorang seperti diriku kah?" tanya Rhea.
seketika bulu kudukku merinding dan seluruh tubuhku mengirimkan sinyal bahaya. 'a-aura membunuh macam apa ini?' batinku dalam hati.
Rhea kemudian mendesakku. "katakan dimana kamu pernah bertemu dengan seseorang yang telah sampai pada tingkat itu?"
rasanya tenggorokanku tercekik, "Baiklah. akan ku katakan." ucap ku. padahal aku tak ada niat menyembunyikan apapun.
"apakah kamu pernah mendengar nama Elin?" tanyaku agak ragu.
Rhea menghela nafasnya, "hah..... Elin toh, pantas saja ada yang sedikit familiar dari tubuhmu. rupanya itu adalah sedikit campuran AO miliknya."
"eh, kamu mengenalnya?" balasku dengan ekspresi kaget.
aura membunuh itu terasa sangat nyata akan tetapi ketika aku berkata tentang Elin ekspresinya langsung berubah. nampaknya ada yang disembunyikan. akan tetapi aku tak berhak menanyakan lebih jauh.
"mungkin informasi tentang Elin yang akan kuberikan padamu ini akan sedikit panjang. kalau begitu aku akan menceritakan sebagian besarnya saja."
Rhea kemudian memberitahuku informasi tentang Elin. "aku yakin kamu sudah tahu tentang Bumi yang tak hanya ada satu kan? Elin adalah satu-satunya Dewi yang menjaga sebuah Bumi.
apa kamu pernah dengar soal Guardian?, tugas Guardian itu menjaga dan untuk Guardian setiap Bumi itu biasanya seperti aku. perwujudan Naga, Phoenix, dan Makhluk Kuno lainnya.
aku tak mengenalnya dalam arti kami bukanlah teman. aku hanya tahu Elin menjaga Bumi Sarvest karena kemauannya, meskipun terkadang para Dewa heran dengannya.
dan ada sebuah Kisah dari Bumi lain yang menyebutkan kalau Dewi Elin pernah jatuh cinta pada seseorang. tapi pada akhirnya kebenarannya tak pernah ada kejelasan, dan akhirnya disebut sebagai gosip liar kemudian orang-orang lupa begitu saja."
aku mendengarkan dengan saksama setiap Informasi yang dikatakan Rhea.
"hmm... kalau begitu apakah kamu juga tau seberapa kuat Elin?" tanyaku pada Rhea.
Rhea berpikir sejenak, "seberapa kuat Elin ya... aku tak tau tapi yang jelas para Dewa dan Dewi itu lebih kuat daripada kami para Kataren."
"hah? Kataren? apa itu Kataren?" tanyaku sedikit bingung.
Rhea kemudian menjawab "Kataren adalah para Makhluk Kuno yang telah melatih AO hingga bisa kami manipulasinya sesuai keinginan kami."
Rhea lalu melirik kearahku, ia memperhatikanku dengan seksama. "aku benar-benar penasaran denganmu Rayk. samar-samar aku merasakan ada AO Core yang tersembunyi dalam dirimu. nampaknya ada 3."
aku cukup kaget, Rhea bisa menyadari AO Core ku yang kusegel.
ia kemudian menarik tanganku, "kamu menyegelnya. apakah orang tuamu yang menyegel kekuatan ini?
untuk kualitas Keluarga Edgard ini terlalu lemah. dan segelnya nampaknya juga sudah melemah."
aku menjawab semua pertanyaan Rhea. aku menceritakan tentang AO Core ku bagaimana bisa ada 3.
aku mempercayai Rhea karena Rhea adalah Makhluk yang sudah hidup Ratusan abad lamanya. pasti sudah banyak Makhluk yang juga menceritakan Rahasianya pada Rhea.
aku menceritakan identitas asliku, asalku, Namaku sebelum menjadi Rayk, tentang Reinkarnasiku. dan juga bagaimana aku bisa berada dalam Loop kekacauan.
"ah... dan alasan kenapa aku menyegel AO Core milikku selain karena aku menyembunyikan Identitasku yang bereinkarnasi, itu juga disebabkan AO milikku yang sebelumnya sangat membebani diriku.
pada awal nya aku tak ingin diriku jatuh dalam balas dendam. aku hanya ingin hidup damai, bahkan karena saking tak bergunanya diriku karena fokus menyembunyikan kekuatanku aku hampir diusir oleh Ayahku.
kemudian sebuah pertandingan tak jelas, menarik diriku kedalamnya, itu adalah pertandingan memperebutkan gelar.
akan tetapi sebuah kejadian tak terduga muncul. Unit Khusus dari Bumi Peako menyerang kami, bahkan salah satu Jendral Besar ada yang berkhianat.
kala itu Kakakku sudah tumbang karena sudah kelelahan sebelumnya, dan 8 Peserta lainnya juga sudah tumbang.
salah satu peserta yang masih bertahan adalah Rafale. dia bertarung melawan Unit Khusus Bumi Peako dan akhirnya kehilangan ke dua tangannya.
dan karena aku merasakan hal yang berbahaya, mau tak mau aku akhirnya muncul dan menolong Rafale.
aku membuka segel AO Core pertamaku dan menghadapi 16 Orang Unit Khusus Bumi Peako. kemudian setelah aku berhasil menghabisi mereka, Kakak perempuanku dalam keadaan kritis.
hal itu disebabkan oleh Tombak Rafale yang mampu menghancurkan AO Core milik Kakak ku, dan setelah AO Core miliknya hancur setelahnya Kakak ku juga akan menghilang." (Rayk)
"jadi kakak mu mati?" (Rhea)
"tidak. AO nya menghilang secara perlahan, tapi aku sangat beruntung bisa menyelamatkannya karena ia memiliki AO Skill yang mampu menghilangkan AO Skill milik musuh yang berdampak pada dirinya.
aku tak tau pasti tapi nampaknya itu adalah Ultimate AO Skill, dan karena itulah memerlukan AO energy yang cukup banyak."
Rhea nampak kagum "heee... keluarga Edgard nampaknya tak melemah. keturunannya punya kemampuan untuk menggunakan AO Skill tanpa melakukan rapalan sepertinya." ucap Rhea memuji.
Rhea kemudian memberitahu sesuatu. "AO Core adalah bentuk Identitas seseorang. jika dijelaskan secara spesifik maka akan masuk akal apabila kamu yang bereinkarnasi memiliki lebih dari satu Core.
jadi, apa yang mau kamu lakukan dengan kekuatan yang hampir setara dengan Dewa?" tanya Rhea padaku.
"apakah ada cara agar aku bisa menyatukan AO Core milikku?" jawabku mantap.
Rhea menggelengkan kepalanya, entah maksudnya ia tak tahu atau tak ada cara.
Rhea kemudian menjawab, "aku tak tahu, dan kemungkinan besar tak ada caranya. akan tetapi ada cara untuk membuat dirimu setidaknya lebih berkembang."
jawaban Rhea seperti memberi sebuah kesempatan padaku "kalau begitu beritahu aku bagaimana caranya."
Rhea tersenyum lalu menunjuk ke arah para Monster yang sedang bertarung, "jadilah seorang penguasa disini. kamu dilarang membuka segel milikmu, tubuh Manusia itu seperti wadah.
jika wadahnya hanya sebesar mangkok jangan berharap bisa menampung kekuatan yang lebih luas dari lautan." ucap Rhea.
kemudian aku bertanya lagi pada Rhea, bagaimana caraku melatih diriku? jika aku maju langsung ketengah pertarungan sama saja mati konyol.
apalagi diriku ini tak memiliki Kontrol AO yang mumpuni.
Rhea menguap, "hoaaahhhmmm..." ia nampak tak peduli. akan tetapi tujuanku juga adalah membuat tubuh yang kuat.
aku mencoba untuk bermeditasi, lalu aku menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.
setiap panca Indraku merasakan sebuah energi AO yang mengalir, kurasa ini lebih mudah kulakukan karena sebelumnya aku pernah melakukan meditasi seperti ini sebelumnya.
'aku merasakan AO Core milikku. seluruh pembulu darahku dapat kurasakan. aku akan-'
Rhea kemudian berkata "hey jangan alirnkan AO Energy dari Core milikmu ataupun AO Energy yang bebas dari luar untuk mengalirkannya pada dirimu.
bisa mati kamu nanti, AO Energy dari luar ini sebenarnya sangat kotor dan berbahaya bagi tubuh.
jika kamu tidak mengetahui cara menyaringnya, kamu bisa cacat.
^^^Bersambung....^^^