
malam hari yang dingin, jam menunjukkan pukul 01.00 am. Hajun tak bisa tidur karena memikirkan banyak hal, seperti pertemuannya dengan Rafale dan berbagai hal tak terduga yang terjadi pada hidupnya.
Hajun merebahkan tubuhnya sambil memandangi langit-langit kamarnya 'apa ya yang terjadi pada kedua tangan Kak Rafale, meskipun ia tak memiliki 2 tangan ia masih terlihat keren. apa aku bisa setinggi dan setampan dia ya?' batin Hajun.
waktu terus berjalan dan pada akhirnya Hajun tertidur. kemudian di pagi harinya Hajun bangun kemudian bersiap lagi untuk berangkat ke sekolah.
Hajun mandi, mengenakan baju seragam kemudian sarapan setelah itu pergi ke Sekolah.
"Kak aku berangkat."
"Iya!! hati-hati."
Hajun berjalan menuju Sekolah memakan waktu 10 menit. hari ini ia tak dipandang sinis oleh teman-temannya karena Hajun tidak membuat hal-hal konyol lagi.
Jam menunjukkan pukul 09.30 waktunya Jam Istirahat, Hajun pun pergi menuju ke Kantin untuk membeli snack. "bu, aku beli snack 3." sambil menyerahkan uang ke tangan Ibu kantin.
kemudian Hajun pergi ke Taman sekolah untuk makan disana. tak berselang beberapa lama Sio datang menghampiri Hajun "Hey Hajun!" Hajun pun menyahut kemudian mereka berdua makan makanan masing-masing.
"kau tau, pelajaran Sejarah itu terlalu sulit ... aku kesulitan mengingat semuanya ..." oceh Sio dengan ekspresi murung.
bagaimana tidak sulit, bayangkan saja perang antara Bumi Sarvest melawan banyak Bumi dari berbagai Alam Semesta berlangsung 700 Tahun lamanya (yang diketahui oleh orang-orang Bumi Sarvest.) apalagi banyak Pahlawan-pahlawan perang juga.
"ahhh...hapalan-hapalan hapalan... kalau aku tak tuntas dalam pelajaran bisa dimarahi aku oleh Ayah..."
Hajun hanya tertawa cekikikan melihat ekspresi murung Sio, melihat Hajun tertawa Sio pun juga ikut tertawa dengan kekonyolannya "Hahahaha..."
"Hey Hajun kau nampaknya lebih cerah, apa benar karena hadiah yang ingin diberikan kakakmu membuatmu menjadi seperti ini?" tanya Sio memiringkan kepalanya berpikir.
Hajun menggerakkan bola matanya keatas seolah berfikir "emmm... sepertinya iya."
Sio mengangguk-angguk "baiklah aku juga akan meminta hadiah pada Ayah dan Mamaku agar membuatku termotivasi sepertimu."
kemudian mereka berdua kembali masuk kedalam kelas bersama-sama.
waktu berlalu begitu cepat dan kini sudah Jam pulang sekolah. "ayo pulang." ajak Sio.
mereka berdua pulang berdua, namun diperjalanan pulang tiba-tiba saja Hajun dan Sio dicegat oleh anak sekolah Gundang.
salah satu pemimpin mereka maju kehadapan Sio dan Hajun yang berdiri diam ditengah-tengah. dengan senyum sombong ia berkata "mampus kau hari ini Hajun!" ucapnya dengan ekspresi meledek.
anak Sekolah Gundang yang di hajar oleh Hajun sebenarnya hanya anak-anak seumuran Hajun tetapi nampaknya kali ini mereka membawa anak-anak SMP dan SMA.
Hajun tersenyum sedikit "heh. komplek ini jadi ramai kau tau? Jayden. perlu kuhajar berapa kali sebenarnya agar kau tak mengangguku lagi."
"kekek... serang dia!" perintah Jayden sambil menunjuk kearah Hajun dan Sio.
ironinya yang maju paling depan menyerang Hajun dan Sio adalah angkatan SMP dan SMA Sekolah Gundang. namun seseorang datang, ia berlari sangat cepat kemudian melompat keatas dan menginjak kepala murid Gundang yang mau menyerang Hajun dan Sio ke tanah BRAK!
Hajun melihat sosoknya yang begitu heroik ia adalah Rafale. "Siapa Kau Brengsek!" sambil melayangkan tangannya kearah Rafale syuu...
namun Rafale dengan cepat menghindar dan menendang perut anak itu hingga terpental jauh BUKKK!
sebuah pukulan datang lagi di belakang Rafale dengan cepat, "AWAS DIBELAKANG MU!" teriak Sio memperingati Rafale. namun Rafale menengglengkan kepalanya sedikit dan berhasil menghindari serangan itu.
Bak! Bukk! Buk!! "DASAR SIALAN KAU!" sebuah tendangan cepat melesat di depan mata Rafale. namun dengan cepat ia menghindar kemudian melakukan tendangan berputar tepat di wajah anak itu BUK! BAMMM!! ia terpental dan tubuhnya menabrak teman-temannya dan mereka pun berjatuhan.
Jayden terdiam membisu diiringi keringat dingin karena Murid Gundang yang ia bawa diratakan oleh Rafale sendirian. "M-M..mustahil!" ucapnya geram tak percaya dengan hal yang ada di hadapannya.
Hajun dan Sio juga ikut ternganga melihat murid Sekolah Gundang dihabisi oleh Rafale sendirian. "bahkan ia tak menggunakan AO Skill..." gumam Hajun kagum dengan Rafale.
Jayden yang geram kemudian mengeluarkan pisau kecil dari sakunya. "k-k-kau! targetku hanya kau Hajun! k-k-kubunuh kau!" ucap Jayden terbata-bata.
Jayden pun berlari menuju Hajun dengan pisau yang terhunus, Jayden dipenuhi oleh niat membunuh saking dendamnya dengan Hajun.
"HAJUN LARI DARI SANA!" teriak Rafale.
Rafale berlari untuk menghentikan Jayden yang menggila 'sialan... kalau saja kedua tanganku masih ada aku pasti bisa menghentikannya.' batin Rafale panik.
namun suatu keberuntungan, Jayden tersandung oleh tubuh murid Gundang yang terkapar di tanah dan membuatnya terjatuh ke tanah bruk!.
melihat Jayden terjatuh Rafale menghela nafas leganya, "fiuh... syukurlah tidak terjadi hal buruk." Rafale kemudian berjalan menghampiri Hajun dan Sio yang masih diam berdiri kemudian berkata "Ayo, kuantar kalian pulang." ajak Rafale.
Rafale mengantar Sio sampai kedepan rumahnya, barulah setelah itu mengantar Hajun ke rumahnya. dan ketika sudah sampai Hajun mengucapkan terimakasih pada Rafale "Terimakasih Kak Rafale." dan ketika Rayk sudah masuk ke rumahnya Rafale pun berbalik dan pergi.
sambil mengatakan "hentikan kelakuan bodohmu, jika kau menyentuh anak itu maka kau akan mampus! ini peringatan dariku!" ucap Rafale dengan nada dingin dan aura membunuh.
Dazel yang bersembunyi menggertakkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. "Rafale bajingan! kubunuh kau! kubunuh kau!"
...----------------...
[Di dalam Rumah]
Hajun memasak mi instan karena sudah lapar. dan sambil menunggu mi nya mengembang Hajun menunggu sambil menonton televisi.
sudah 4 menit berlalu Hajun kemudian meniriskan mi nya dan meletakkannya keatas piring yang sudah disiapkannya kemudian menyantapnya.
setelah selesai makan Hajun pergi ke Ruang latihan milik Gita. ia kemudian menirukan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Rafale.
'tendangan atas' Hajun melakukan tendangan keatas, 'tendangan samping', 'tendangan berputar' kemudian mengkombinasikan tendangannya dengan cepat
syut! syut! syut! Hajun melakukan setiap tendangan dengan wajah berseri-seri seolah menirukan tendangan Rafale adalah sesuatu yang istimewa.
setelah melakukannya 20 Menit kaki Hajun sudah mulai kaku, "aduh..." Hajun kemudian teringat sebuah artikel di internet yang pernah ia baca melakukan sebuah tendangan itu terlihat tak sulit namun jika kamu melakukannya terus menerus tanpa sebuah pelatihan rasakanlah akibatnya.
Hajun menghentikan kegiatannya dan langsung duduk sambil menyelonjorkan kedua kakinya dan melakukan gerakan pendinginan untuk melemaskan otot-otot yang tegang.
"dipikir-pikir Kak Rafale itu luar biasa, meskipun ia tak memiliki tangan lengkap seperti diriku ia bahkan mampu mengalahkan anak-anak SMP dan SMA Gundang yang memiliki pengendalian AO yang luar biasa.
Hajun pun keluar dari ruang latihan dan segera pergi mengambil handur dan mandi.
'pengalaman hari ini aku mendapat sesuatu yang luar biasa.' batin Hajun gembira.
^^^Bersambung....^^^