Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 39: Gerbang Kehancuran (3)



Sebelum Kavalen mati, ia sempat menghubungi Guardian lainnya di Luginous Realm tentang penyusup dari Qyuzeq Realm.


Kesempatan itu datang ketika Dimensi pemisah buatan Miracle dan dilapisi lagi dengan Dimensi pemisah ciptaan Rayk berhasil dihancurkan oleh Kavalen.


Salah seorang Guardian mengetahui sinyal darurat tersebut dan langsung memberitahu pada atasan tentang sinyal darurat dari Kavalen dan Aeden.


Ovahen dengan 3 Guardian lainnya yaitu Akalo, Kagane, dan Michael pergi ke Rafkel Realm.


"Buka Gerbangnya."


...----------------...


Sementara itu Miracle sedang mengobati luka Rayk yang cukup parah. "tak kusangka, kekuatan Guardian seberbahaya ini, apakah anak ini tak sanggup lagi untuk bangun? SIAL! padahal Portal antar Dimensinya akan terbuka." Miracle melakukan penyembuhan semampunya namun Rayk belum juga bangun.


"Anak ini... Koma?"


Dari kejauhan Miracle merasakan Portal Dimensi yang datang ke Langit Bumi Sarvest.


'mereka sudah datang!'


Miracle melirik kearah Rayk kemudian tersenyum kecil, "Bocah bangsat! baiklah... tak ada cara lain." Miracle mengirim Rayk ke Dimensi penyimpanannya.


"diamlah disana untuk beristirahat. ini waktunya aku yang unjuk Gigi. KEKEKEKE..."


...----------------...


Ovahen dan 3 Guardian lainnya mendatangi titik koordinat SOS itu. namun betapa terkejutnya mereka ketika mereka menemukan mayat Kavalen dan juga Aeden.


"Mustahil."


Michael celingak-celinguk kesana kemari untuk mencari petunjuk, "lihat lingkungan disekitar sini. sangat sepi ... ini adalah pertarungan besar, namun mengapa tak ada orang disekitar sini yang datang?"


"apa kau bodoh Michael? mereka pastinya sayang nyawa makanya menjauhi tempat pertarungan seperti ini kan." ucap Akalo.


Ovahen sangat menyayangkan kejadian ini, salah satu Guardian terkuat mati secara mengenaskan.


Kavalen kehilangan tangan kanan dan hampir separuh tubuhnya hancur.


Ovahen menyerap kekuatan Guardian mereka dengan ekspresi sedih. perlahan-lahan Kavalen dan Aeden menghilang.


Michael, Kagane dan juga Akalo ikut sedih dengan tewasnya kedua rekan mereka.


"Michael, Akalo. kembali lah ke Luginous Realm dan beritahukanlah kabar buruk ini pada para Guardian lainnya.


dan juga aku dan Kagane akan mencari pelaku sekaligus Monster yang keluar dari Qyuzeq Realm ini."


"baiklah.."


Michael dan Akalo membuka portalnya kembali untuk pergi ke Luginous Realm.


namun ketika Michael dan Akalo ingin pergi seseorang melesat dengan cepat memasuki Portal Dimensi itu.


"SIAPA ITU?!"


"ADA PENYUSUP!"


Kagane dan Ovahen terkejut mendengar teriakan dari Michael dan Akalo.


Portal tiba-tiba menutup, dan dari sana Miracle menyegel pintu portal itu dengan sebuah sihir penyegel yang sangatlah kuat.


"fiuh ... para Guardian itu akan sangat merepotkan nantinya. baiklah kali ini mari melihat-lihat keadaannya dulu."


Miracle menyembunyikan hawa keberadaanya dan mengamati para Guardian yang ada disana bekerja.


"Luginous Realm ... ini Alam Guardians, kira-kira berapa tingkat lagi Realm lainnya?"


Setelah beberapa saat Miracle mengubah wujudnya, ia menyamar sebagai Guardian untuk mencari Ruangan yang menyimpan seluruh Konsep Alam Semesta.


Perlahan-lahan Miracle berusaha terlihat se normal mungkin agar tidak terlihat mencurigakan.


'para Guardian ini bekerja bagaikan seorang robot. daritadi tak ada yang saling sapa sama sekali, meskipun itu menguntungkan diriku.'


Itu sangat benar, tak ada waktu bagi seorang Guardian untuk mengurusi urusan guardian lainnya karena mereka sendiri sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


'kalau begitu ... misi ini akan menjadi misi yang mudah.' baru saja Miracle bernafas lega tiba-tiba sirine bahaya aktif.


Ovahen, Kagane, Akalo dan juga Michael berhasil kembali ke Luginous Realm. Portal Dimensi berhasil di Dobrak secara paksa.


Miracle terkejut melihat para Guardian itu bisa kembali, 'sial ! bagaimana mereka bisa kembali.'


Ovahen menyuruh para Guardians berkumpul dihadapannya, "Seorang penyusup telah masuk kedalam sini. ia adalah seorang Monster dari Qyuzeq Realm, tangkap dia dan jika tidak memungkinkan kalian bisa bunuh dia dan bawa kepalanya ke hadapanku."


Sebentar saja Miracle dapat bernafas lega karena sepertinya Ovahen tidak begitu mengetahui tentang kemampuan Miracle yang bisa meniru wujud orang lain.


'sepertinya mereka tak mencurigai satu sama lain. berarti yang harus kulakukan adalah bertindak seperti robot.'


Satu Hari berjalan, dua hari, tiga hari telah terlewati, Miracle masih menyamar dan terus mencari ruangan yang menyimpan Konsep Alam Semesta. Rayk juga masih belum sadar dari koma nya.


'sialan... tak ada titik terang sama sekali. bagaimanakah caraku menemukannya?'


Sesuatu kemudian terbesit di kepala Miracle.


'Realm Luginous yang lebih tinggi? apakah itu benar-benar tersimpan disana? sialan.'


Penyusupan diantara kumpulan para Guardian sungguh tidak sulit, hanya saja butuh kemampuan lebih untuk bertindak tanduk seperti roda sistem yang sudah tersetting.


Ketika Miracle sedang menjalankan tugas yang diberikan padanya. ia berpapasan dengan Ovahen, Miracle sedikit menundukkan kepalanya meniru para Guardian lain jika berpapasan dengan Ovahen.


'savee....'


Miracle melanjutkan penyamarannya. tanpa sengaja Miracle mendengar pembicaraan seorang Guardian yang terlihat melakukan kegiatan yang mencurigakan.


Mereka membicarakan tentang pemberontakan terhadap sistem Dewa. "kita juga Makhluk Hidup... bukan robot buatan manusia." ucap salah satu dari mereka.


Miracle tersenyum tipis, sebuah jackpot tiba-tiba terlihat di depan matanya.


"Rumor mengatakan bahwa, kita bisa ke Dunia yang lebih tinggi setelah membunuh Ovahen."


Mereka terus membicarakan hal-hal yang berbau pemberontakan, namun Miracle tidak gegabah.


Ia harus tahu dulu berapa jumlah para pemberontak yang ada. sehingga dapat dengan mudah membunuh Ovahen.


"Sampai saat ini kita sudah mengumpulkan 15 Guardians termasuk kita. ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama... aku sudah muak menunggu, makin hari pekerjaan sangatlah tak masuk diakal."


'hoohh ... anggotanya sudah ada 15 Orang, sepertinya ini sudah cukup.'


Miracle kemudian pergi meninggalkan mereka dengan senyum tipis yang terukir di wajahnya.


'ternyata ada minyak yang sudah tertuang. sekarang tinggal ku lemparkan apinya.


sebentar lagi Luginous Realm tempat para Guardian ini akan terjadi kekacauan, kupastikan itu.'


...----------------...


"Langsung saja, aku akan bicara pada intinya ... Kakak Rayk telah kembali."


Rafale mengangguk, hanya sedikit terkejut karena ia sudah menduganya sejak pertama kali hancurnya Kediaman Edgard.


"jadi? kau sudah melihatnya secara langsung?" tanya Rafale santai.


Hajun mengangguk "ia sangatlah kuat."


Rafale mengangguk-angguk, "begitukah? jadi ledakan besar kemarin itu perbuatan Rayk yang sedang bertarung? siapa lawannya?"


Hajun menggelengkan kepalanya kemudian menjawab "tidak tahu." secara tiba-tiba saja di pagi harinya tidak ditemukan mayat mereka oleh Polisi yang menginvestigasi.


"kemarin Kak Gita ikut menginvestigasi juga, namun ia tak menemukan apapun selain jejak pertarungan dan kerusakan yang parah."


Rafale mengambil cangkir kopi yang ada di hadapannya kemudian menyeruputnya sedikit.


clack


"jadi... bagaimana dengan persiapan Turnamenmu?"


Hajun kemudian berkata "aku tak berniat menang sedikitpun."


"begitukah..."


"Hari Turnamen akan diadakan esok hari. disana apapun yang terjadi, kupastikan ia akan mati sebelum berkata menyerah."


Rafale tersenyum tipis.


^^^Bersambung....^^^