
Hajun tak pernah menyangka dirinya akan mendatangi pemakaman sahabatnya secepat ini. dengan tatapan kosong Hajun meletakkan sebuah botol minuman yang mereka beli kemarin disamping makam Sio.
'apa yang ada dipikiranmu Sio, jika akulah yang jadi korban dan mati menggantikanmu disini pada saat itu?
namun itu adalah sebuah imajinasi kasarku saja... namun. jika saja kita berdua tidak berkenalan ... jika saja, jika saja, jika saja, jika saja, jika saja.
Sio... terlalu banyak jika saja dipikiran pecundangku ini. aku mencari kesalahan lain untuk mencari pembenaran yang menguntungkan diriku saja.
jika aku boleh menyesal, hal yang paling kusesali adalah menjadi orang yang bodoh.'
Hajun berdiri dengan tegap, meskipun mentalnya sangat hancur menyaksikan sahabatnya di kebumikan.
banyak keluarga Sio yang menangisi kepergiannya yang begitu cepat, Hajun mempertahankan akal sehatnya mendengar tangisan dari para kerabat Sio.
kenangan-kenangan singkat yang terlintas dikepala Hajun, hari-hari berangkat dan pulang sekolah, saat-saat mereka kagum dengan Rafale, saat-saat mereka makan bersama. 'itu semua ... kenangan singkat yang berharga bagiku.'
...----------------...
ketika Hajun ingin pulang bersama keluarganya Rafale tiba-tiba menghampiri mereka. kemudian meminta izin pada Jendral Castro untuk membawa Hajun sebentar.
Gita menolak dengan kasar namun Castro mengizinkannya "bawalah."
Gita kemudian membantah, "tidak bisa Ayah! mental Hajun saat ini terguncang."
namun Hajun memilih untuk ikut bersama Rafale.
Rafale mengajak Hajun pergi ke Supermarket namun, Hajun menunjukkan ekspresi aneh. ia terlihat sangat ketakutan dan waspada. namun dengan cepat Rafale menenangkan Hajun dan langsung membawanya menjauh darisana.
dan akhirnya Rafale dan Hajun duduk di bangku taman dekat Supermarket itu. "Hajun mungkin ini sedikit terlalu cepat untukmu yang masih trauma namun aku harus cepat bertindak. jika tidak posisi Kerajaan bisa dalam bahaya. jadi bolehkah kau memberitahuku siapa pelaku pembunuhan Sio."
Hajun diam sejenak kemudian mulai berbicara "orang yang sama, namun ia membawa orang yang sangat kuat dibelakangnya. ia terlihat mengerikan dengan sabit yang sangat besar." ucap Hajun dengan pandangan lurus namun tatapannya kosong.
Rafale merebahkan punggungnya di bangku taman kemudian menghela nafas. "saat itu ... ia menjebak diriku dalam kasus yang rumit dan membuatku tak bisa menolong kalian.
pelakunya adalah Dazel dan Jayden kan?"
Hajun mengangguk pelan dan menjawab "iya."
kemudian Rafale menjelaskan kalau mereka berdua adalah adik dan kakak "mereka berdua adalah adik dan kakak dengan kepribadian yang buruk. namun mereka berdua adalah Cucu dari Jendral Besar sehingga berurusan dengan mereka pastinya akan berbuntut panjang."
"bagaimana jika aku yang membunuhnya?* ucap Hajun tanpa ekspresi, namun seolah siap bertarung.
Rafale menggelengkan kepalanya "tak bisa. kau sendiri sudah liat kan bagaimana kekuatan miliknya. ia mampu menggunakan Ultimate AO Skill, dan dirimu yang saat ini tidak akan mampu melawan Dazel."
"lantas apa yang harus kulakukan? kau tak menyuruhku untuk menghentikan niat ku kan?"
Rafale kemudian menjawab "keadaannya jadi runyam sekarang, ia kelepasan dan berakhir membunuh temanmu dan setelah mengetahui ia adalah kerabat Keluarga Kerajaan ia pastinya akan menyembunyikan dirinya ke permukaan dan dalam waktu yang lama pastinya. gunakanlah saat itu untuk berlatih menjadi lebih kuat, dan carilah Kakakmu Rayk."
Hajun menjadi heran dengan maksud Rafale. "apa maksudmu mencari Kakak ku Rayk?"
tanya Hajun bingung.
Rafale kemudian menunjukkan beberapa bukti Rayk yang asli, "aku adalah saksi mata hilangnya dirinya, Rayk saat itu menghilangkan dirinya bukan diculik. ini beberapa foto cctv yang melihat Rayk membuat sebuah portal di tengah lapangan."
Hajun mengambil foto-foto itu "insiden 9 Tahun lalu?" gumam Hajun mengamati foto itu.
"ya... insiden 9 Tahun lalu adalah hilangnya Rayk setelah sebuah serangan dari penyusup Bumi Peako."
"ceritakan lebih rinci."
"baiklah. 9 Tahun yang lalu kami para Cucu Jendral Besar berpartisipasi dalam sebuah pertandingan perebutan wajah baru. Wajah baru adalah sebuah hak istimewa yang memungkinkan kami masuk kedalam Squad Kemiliteran dan dapat menjadi Jendral Penerus.
kala itu kami dipasangkan masing-masing team 2 orang dan terdapat 5 Team termasuk Kakakmu.
kami berempat mengetahui betapa kuatnya Kakak perempuanmu Gita, kami pun bekerja sama untuk mengeliminasi Kakakmu terlebih dahulu, namun itu adalah ide yang buruk.
kami diratakan dengan cukup mudah namun ia memiliki kelemahan dimana pada saat itu Rayk terlihat lemah dan dapat dijadikan sandra untuk menahan amukan Gita
namun itu malah menjadi sebuah bencana. Ultimate AO Skill Gita membuat kami kewalahan dan saat itulah Dazel terkena hajar dari Gita.
setelah itu Aku dan Gita pun bertarung namun saat itu Gita sudah melemah karena sudah bertarung sengit dengan yang lainnya, namun jujur saja. jika aku yang pertama kali melawan Gita jelas aku mampus."
Hajun mengangguk-angguk "jadi memang Kakak Gita sekuat itu."
Rafale setuju dengan ucapan Hajun "kau benar, namun saat itu aku berhasil mengalahkannya namun bukan kemenangan yang mudah. bahkan setelah tenaganya terkuras habis separah itu ia masih bisa menandingi aku yang masih dalam kondisi prima.
dan saat kami melemah itulah para penyusup dari Bumi Peako menyerang, aku bertarung melawan mereka namun kekuatan mereka sangatlah kuat.
aku yang saat itu sombong dan merasa mampu menghadapi mereka sendirian pada akhirnya kehilangan kedua tanganku.
saat itu aku setengah pingsan setengah sadar dan pada saat itulah aku melihat Rayk bertarung melawan mereka sendirian, kalau tak salah saat itu umurnya 6 Tahun, ia bertarung melawan 16 Orang Penyusup dari Bumi Peako.
ia mengeluarkan banyak AO Skill yang tak masuk akal, bahkan ia membalikkan ruang dan berbagai macam Skill yang diluar nalar.
dan ketika ia menghilangkan keberadaan para penyusup itu, aku samar-samar mendengarkan sesuatu dan setelah mengobati Gita ia pun pergi dan tak kembali."
cerita dari Rafale terdengar seperti sungguhan namun Hajun tetap bingung. "lalu bagaimana bisa ia sangat mirip dengan Kakaku Rayk?"
"itulah yang menjadi pertanyaan besar, namun kuharap kamu merahasiakan ini terlebih dahulu karena aku tak mau membuat keributan dengan keluargamu hanya karena dugaan ini."
"lalu... apakah hanya aku dan Kakak yang mengetahui hal ini?" tanya Hajun.
"tidak. Informasi ini kudapat dari Kakek ku jadi ada 3 orang yang mengetahui hal ini."
Hajun pun bertanya lagi sambil mengembalikan foto tersebut pada Rafale "lalu bagaimana aku mencari Rayk yang asli?"
"orang sekuat dirinya pasti masih hidup, suatu saat dia akan kembali ke sini dan jika saat itu kau bertemu dengannya jauh dari rumah tanyakan padanya "kak apakah kamu mengenalku?" tanyalah seperti itu. jika ia menjawab tak kenal maka itu adalah Rayk yang asli karena ia menghilang tepat ketika Nyonya Lilith mengandung dirimu."
Hajun mengangguk mengerti kemudian ia diantar pulang oleh Rafale.
^^^Bersambung....^^^