
dikelilingi oleh banyak musuh, terukir jelas senyuman di wajah Yuto. tak ada rasa takut sama sekali yang ia keluarkan.
"biar kami hancurkan kebanggaanmu itu Brengsek!"
Yuto tersenyum lalu dengan ekspresi meledek ia berkata "Kau Wayne Bajingan. mulutmu bau sampah, apakah Ibumu memberikanmu makanan sampah setiap harinya?" ledek Yuto.
mendengar kata-kata itu Wayne menjadi tersulit emosinya "Maju! hajar bajingan itu lalu kuliti dia hidup-hidup!"
ratusan murid berlari menyerang Yuto yang hanya sendirian. "sial. hentakan kaki kalian membuat handphonenya tak stabil, ckckck... sulit sekali mencari follower di jaman ini."
Yuto langsung memasang kuda-kuda Kokutsu -dachi untuk bersiap melawan mereka yang menyerangnya.
balok kayu yang melayang kearahnya ditangkis menggunakan tangan kanannya.
"ini disebut gerakan tangkisan, haishu-uke." kemudian Yuto maju kearah depan kemudian melakukan pukulan lurus dengan cepat. BUGH!!
suasana sangat ramai. karena teriakan dan erangan, Yuto mengeluarkan seluruh kekuatannya. musuh menyerang dari belakang dan Yuto menyadarinya, Yuto menggunakan gerakan Mawashi-geri.
sebuah tendangan menggunakan kaki kiri, tendangan ini tidak lurus kedepan namun diangkat sedikit lebih tinggi.
BUAGHH!
tendangan itu mengenai musuh secara telak. Yuto terus menerus menyerang dan bertahan. ia juga bahkan terkena pukulan dan cakaran namun masih bisa membalasnya.
hingga akhirnya sebuah serangan lutut yang sangat kuat menghantam wajah Yuto hingga membuatnya terpukul mundur.
DUASH!!
Yuto mundur sedikit dan mengambil posisi hidungnya menegluarkan darah yang cukup banyak.
"Yuto ... kamu sangat berbahaya, kami harus menghentikan dirimu. lihat disekitarmu banyak anak-anak yang kau hajar dan mereka semua meringis kesakitan."
seseorang kemudian datang lagi kali ini seorang perempuan. ia membawa sebuah tongkat kayu yang panjang seperti Sun Wukong.
Yuto menyeka darah yang mengalir dari hidungnya ... dan terlihat sebuah senyuman tertoreh di wajahnya.
dan setelah itu vidio pun habis, Hajun kaget melihat vidionya tiba-tiba sudah habis. "a-apa?! kenapa vidionya mati sendiri?"
Hajun mengecek file lainnya namun tak menemukan apapun, hanya ada 1 vidio saja dalam usb itu. Hajun pun mengehela nafasnya.
kemudian Hajun menggumam "Yuto? sepertinya aku pernah mendengar namanya."
namun Hajun lebih tertarik dengan apa yang Yuto lakukan tadi 'itukah yang disebut seni beladiri tangan kosong.'
senyuman muncul di wajah Hajun, 'aku akan berlatih dengan itu dan akan kugunakan untuk melawan Kakak.'
Hajun segera mensearching Kyokushin di internet namun tak ada yang bisa ia temukan. "hah?! mengapa di internet bisa tidak ada? nampaknya ada yang salah."
Hajun terus mencari dan mencari bahkan sampai masuk ke jaringan darkweb namun tetap tak menemukan tentang Kyokushin Karate.
Hajun mulai putus asa "sebenarnya aku tak perlu-perlu amat sih namun entah kenapa ia terlihat sangat kuat bahkan setelah dipukul menggunakan Balok Kayu dan Batang besi." gumam Hajun memuji Yuto.
Hajun yang buntu kembali mengulang vidio tadi dan mengingat semua gerakan yang dilakukan oleh Yuto.
setelah 2 Jam menerapkan semua gerakan yang ada di vidio tersebut, Hajun kemudian mencabut Usb dari Laptop tersebut dan mengembalikannya kedalam kamar Gita.
namun ketika Hajun batu ingin meletakkan Laptop tersebut di dalam lemari Gita, tiba-tiba matanya buram dan langsung jatuh ke lantai begitu saja. Hajun kehilangan kesadarannya.
Hajun tiba di bawah alam bawah sadarnya, ia melihat seseorang di hadapannya yang berkata "apakah kamu memerlukan kekuatan?"
Hajun menggelengkan kepalanya kemudiaan menjawab dengan tegas "tidak. aku tak mau membuat kontrak dengan iblis."
makhluk itu tersenyum, "apa, kamu mengira aku Iblis? ckckck ... aku adalah dirimu. aku adalah potensi dari kehebatanmu."
"Potensi kekuatanku? kau memberikannya secara gratis? katakan apa yang kau inginkan."
"khu.. khu.. khu... hanya satu syarat, aku tak akan meminta jiwamu atau apapun yang mirip seperti kontrak dengan Iblis.
hanya satu yang kuinginkan, bunuh Jayden dan Dazel."
kemudian bergegas keluar dari kamar Kakaknya.
sementara itu saat ini Gita sedang berada di Restoran bersama dengan Putri kerajaan dan Anak dari Konglomerat.
"Gita bagaimana menurut mu tentang adikku?" tanya Putri Yiwa.
"Ia pintar kok ... memang kenapa?" tanya Gita sambil mengangkat gelasnya dan meminum minumannya.
"ah, kamu tidak mengetahui tentang Turnamen antar Sekolah? seharusnya adik mu mengetahuinya."
"ah, turnamen itu ya ... adik saya kebetulan juga mengikuti Turnamen itu dengan perwakilan sekolahnya juga." ujar Tuan muda itu
Gita berpikir sejenak. nampaknya Hajun tak pernah mengatakan soal turnamen apapun. Gita pun berpikir kalau Hajun mungkin tak ikut berpartisipasi dalam Turnamen tersebut.
"hmm... adikku tak mengatakan apapun tentang Turnamen itu, mungkin ia tak berpartisipasi."
dengan sedikit terkejut Putri Yiwa berkata "eeeh... bagaimana bisa? kalau Sekolahnya tidak ada yang berpartisipasi pasti akan berdampak pada reputasi."
Gita tak ambil pusing mendengar ocehan Putri Yiwa. setelah selesai makan mereka bertiga pun bubar.
...----------------...
sementara itu Hajun sekarang sedang berlatih di ruang latihan milik Gita.
'sial! sekarang ruang latihan ini nampak seperti punyaku sendiri. karena Kakak Jarang di rumah.'
Bel rumah berbunyi, Hajun pun bergegas membukakan pintu Rumah.
namun ternyata yang datang bukanlah Gita namun itu adalah Castro. "A-ayah?"
Castro kemudian masuk kemudian meletakkan jasnya di Sofa sambil bertanya "dimana Kakakmu?"
"d-dia sedang tak ada di rumah."
"begitu ya."
Castro kemudian pergi ke Kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Hajun kemudian pergi kembali ke ruang latihan untuk berlatih kembali. 'paling tidak aku harus bisa bertahan 10 menit!' batinnya bertekad.
Hajun mengulangi gerakan-gerakan yang ia lihat dari Yuto. 'Jika benar Kyokushin diperuntukkan untuk bertarung. aku tak akan ragu setelah melihat betapa kuatnya dirimu.'
Hajun sangat fokus dalam latihannya hingga ia tak menyadari kalau Castro sedang memperhatikan dirinya.
'bahkan di zaman ini kelinci berusaha untuk menjadi Naga, tekad di matanya bukanlah sesuatu untuk ditertawakan.'
Castro pun menghampiri Hajun kemudian bertanya "sudah berapa lama kau berlatih?"
mendengar hal itu Hajun menghentikan kegiatannya kemudian menoleh kearah Ayahnya.
"ummm ... 1 tahun."
ekspresi Castro tetap datar kemudian bertanya lagi "apakah Gita yang mengajarimu? apa hadiah yang kau minta sudah ia berikan?"
terlihat kalau Castro tidak begitu pandai dalam bersosialisasi dengan anaknya, ia nampak bukan Ayah yang baik namun ia selalu berusaha agar menjadi Ayah yang baik.
"ya... kakak yang mengajari diriku namun aku tak bisa bertahan melawannya barang 10 menit." ucap Hajun dengan ekspresi mengeluh.
Castro kemudian menawarkan dirinya untuk melatihnya "kau hanya ingin menahannya 10 menit? baiklah, bagaimana jika kali ini aku akan melatihmu untuk mampu menghadapinya?"
tawaran yang sangat menggiurkan karena Castro tidak pernah sembarangan dalam melatih seseorang. bahkan Pangeran Pertama kerajaan yang ingin menjadi muridnya ia tolak mentah-mentah.
lalu ... apakah Hajun akan menerima penawaran itu?
^^^Bersambung....^^^