
Hajun melamun sendiri di dalam kelasnya. "Latihan 1 Tahun tak bisa kurasakan perubahannya." ya, Hajun sudah berlatih selama liburan namun ia masih belum bisa mendapatkan Ultimate AO Skill.
"hoahhhhmmm." Hajun menguap sangat lebar.
"HAJUN! KAMU MENGUAP?! ANAK NAKAL! BELAJAR YANG BENAR!"
Hajun mengangguk dengan ekspresi wajah yang terkantuk-kantuk. melihat Hajun yang seperti itu Pak Guru hanya menggelengkan kepalanya.
Pak Guru mengetahui kalau Hajun kembali menjadi pemalas karena Sio telah tiada. meskipun begitu Hajun tak benar-benar kembali ke setelan Pabrik, hanya saja Hajun menganggap terlalu banyak hal itu membosankan.
Pak Guru hanya bisa memakluminya karena Hajun tidak merugikan siapapun.
Hajun tiba-tiba mengangkat tangannya "Pak!"
Pak Guru menoleh kearah Hajun kemudian bertanya "ya, ada apa?"
"Pak pendaftaran untuk Turnamen antar Sekolah masih dibuka?"
"hmm... sepertinya masih nak. ada apa? kamu mau mewakili sekolah?"
Hajun mengangguk. "Baiklah kalau begitu, setelah pulang Sekolah nanti datanglah ke Ruang Guru dan temui saya."
"Baik pak."
...----------------...
setelah bel Sekolah berbunyi Hajun kemudian pergi ke ruang guru di lantai 4.
Hajun kemudian mengetuk pintu tok! tok! tok!
kemudian langsung masuk kedalam.
lalu Pak Guru memberikan formulirnya dan Hajun disuruh mengisi data dirinya dan Nama Sekolah serta wali kelasnya.
"isilah formulirnya lengkap di kolom yang sudah di sediakan disitu, lalu besok bawa lagi ke sekolah dan serahkan pada Bapak."
Hajun mengangguk "baik pak."
Hajun pun bergegas keluar dari ruang guru.
setelah itu pergi ke gudang sekolah untuk mengembalikan kursi milik Sio yang tak digunakan lagi dikelasnya.
"baiklah... sudah ku kembalikan ke gudang."
namun tanpa sengaja Hajun menemukan sesuatu di gudang tersebut.
'apa itu? sebuah usb?' Hajun kemudian meraih benda yang ada diatas lemari tersebut menggunakan kursi sebagai tangga nya.
itu terlihat seperti benda lama yang sudah usang karena sangat berdebu. setelah itu Hajun pun bergegas pulang.
setelah sampai di rumahnya ia masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Hajun merebahkan tubuhnya di kasur sambil berfikir bagaimana cara mengalahkan Gita. 'arrghh!!paling tidak kuat melawannya dalam 10 Menit sajalah.' batinnya geram.
Hajun kemudian teringat sesuatu 'ah! aku lupa mengecek apa yang ada dalam usb itu.'
Hajun kemudian masuk ke Kamar Gita dan meminjam Laptop miliknya, kemudian lari ke kamarnya lagi sambil menenteng Laptop tersebut.
Hajun kemudian menekan tombol on power lalu menunggu sampai Laptop itu menyala dan siap digunakan.
setelah itu ia menancapkan Usb nya di Laptop.
"Usb Drive ... Usb Drive ... Usb Drive ..." gumamnya.
"ah ini dia."
namun Hajun sedikit heran "eh .. vidio?"
Hajun cukup ngeri membukanya namun ia paksakan untuk menontonnya.
vidio tersebut kini terputar. Hajun terkejut ketika melihat ada banyak orang dalam vidio tersebut.
"Oy! vidionya sudah nyala nih!"
"mana-mana?"
"okey bagus. kekekek kalau bikin vidio kayak yutuber itu pertama harus bilang halo guys kan?"
"HALO GUYS! hei babu sialan cepat bangun dan katakan Halo Guys Brengsek!"
Babi itu berdiri dengan wajah yang membiru karena pukulan.
"H-halo Gayzz." sapanya dengan nada serak dan air mata di pipinya.
Hajun kemudian menggumam 'mereka terlihat seperti anak sekolahan. apakah ini vidio pembully an?"
itu adalah vidio dari Yuto ketika Bumi belum diduduki oleh Manusia asing.
"baiklah-baiklah. oy kalian yang sedang melihat vidio ini, pasti kalian ingin menjadi kuat kan? ckckck... aku akan menunjukkan pukulan yang kuat."
Babi gemuk itu nampak ketakutan dengan Yuto, namun Yuto hanya tersenyum karena menggapnya seru.
"lihat ini baik-baik."
Yuto melayangkan sebuah pukulan lurus menyerang perut Babi itu BUGGH!
"argh!" Babi itu terjatuh karena terkena pukulan yang sangat keras di perutnya. ia memegang perutnya kesakitan.
"fuhh... itu namanya pukulan Oi zuki chudan."
Hajun terkejut melihatnya, "pukulan macam apa itu? apakah itu seni beladiri?"
"kekekeke ... kau mau menjadi kuat? berlatihlah Kyokushin."
"HaHaHaHaHa ... sialan, Yuto melakukan Promosi."
"kekekekek ... ini adalah seni beladiri yang benar-benar dikhususkan untuk bertarung.
hey Babi! bangunlah brengsek! kau mau bisa bertarung kan? ayo bangun jangan malas. kekekekek."
Babi itu berusaha bangun lagi, kemudian Yuto menyuruhnya untuk me.abngun kuda-kuda "kau lakukan kuda-kuda Kiba Dachi."
Babi itupun menurut kemudian ia membuka kedua kakinya lebar dan posisinya sejajar antara kaki kanan dan kaki kiri.
(Author: ini yang dinamakan kuda-kuda kiba dachi)
Yuto terlihat kagum dengan Babi itu "wah sialan kau keren, mampu melakukannya dengan benar."
yang jelas tanpa Yuto ketahui sebenarnya seluruh orang yang berkumpul dibelakangnya bahkan termasuk si Babi yang dibully ingin membalas dendam pada Yuto.
mereka bersiap mengeroyok Yuto ketika si Babi bertarung dengan Yuto. karena si Babi ini anak yang betul-betul pintar dan mengingat semua pukulan yang Yuto lakukan padanya.
Yuto kemudian memasang kuda-kuda kemudian melakukan pukulan Oi-zuki chudan lagi, namun itu tak memberikan efek pada Babi itu."kekek... Yuto kau pernah bilang kan, kalau seorang Karatedo itu tubuhnya akan sangatlah kuat. sekarang lihat ini, SEMUA PERBUATANMU PADAKU AKAN KUBALAS!" teriaknya lantang.
"Rasakan ini! pukulan Yama-Zuki!"
Babi itu melayangkan pukulan keras.
Yama Zuki adalah pukulan dalam Karate yaitu memukul ganda menggunakan kedua tangan.
Yuto menghindari 2 serangan tersebut dengan cepat. "kau sangat hebat Babi. namun.."
Yama-Zuki menyerang kepala dan bagian bawah secara bersamaan. dan Yuto berhasil menghindari keduanya maka waktunya serangan balasan.
Yuto menggunakan kuda-kuda zenkutsu untuk maju menyerang. "lihat baik-baik.. ini namanya zenkutsu."
Yuto melangkahkan kaki kananya di depan sementara kaki kirinya di lebarkan ke belakang sehingga Yuto mendapatkan jarak yang ia inginkan untuk menyerang balik.
Yuto kemudian memukul Babi dengan sangat keras BUUUK! hingga membuatnya jatuh dan hampir mati karena kesulitan bernafas.
"OHOKH!!" BRUKK!
"jadi siapa sialan yang mau bertarung menghadapi diriku lagi?"
Hajun melihat dari vidio Yuto mulai dikelilingi oleh orang disekitarnya.
"eh.. mengapa mereka saling bertarung?"
gumam Hajun sedikit terkejut.
Yuto menyadari kalau orang-orang disekitarnya tambah banyak, artinya mereka bersiap untuk mengeroyok Yuto.
tak lama setelah itu Yuto kembali berbicara kearah Kamera "lihat itu, nampaknya akan ada banyak pelajaran tambahan disini. tapi ... apa kalian bisa mengikuti kecepatanku? yang ratusan kali lebih cepat dari motor?"
"ngelantur gila kau Yuto! hari ini kau akan mampus ditangan kami."
Yuto menengglengkan kepalanya kemudian dengan nada yang meremehkan ia berkata "wah... wah... wah... kalian semua sudah besar ya."
Pemimpin Geng Sekolah itu tersenyum seraya berkata "kekekeke.... jangan terlalu meremehkan kami Yuto kalau kau tak mau mampus! kau pikir hanya kau yang master bela diri disini? kami juga membawa para Juara Nasional Bela Diri dari Sekolah lain."
^^^Bersambung....^^^