
Mata Yuto terbelalak mendengar hal yang berkaitan dengan seseorang yang sama dari Bumi dulu ia tinggal.
Yuto menggertakkan giginya seraya mengepal kedua telapak tangannya kuat-kuat.
"Jangan bercanda dengan hal seperti itu!"
Yuto menggebrak-kan kakinya hingga membuat permukaan lantai tempat tersebut retak.
Yang Kuasa terlihat begitu santai melihat reaksi Yuto yang sangat marah.
"Hoo ... kau pikir aku berbohong? di Rafkel Realm terdapat sebuah Dunia dimana para Reinkarnator hidup, mereka hidup seperti di komik-komik yang pernah kau baca.
Ada yang menjadi pahlawan, Raja, ahli sihir, ksatria terhebat dan hal-hal yang mereka idamkan di dunia dulu mereka tinggal.
awalnya ini bukanlah masalah sampai Seorang Reinkarnator berbahaya hidup. ia adalah Rafale, 7 Miliar Bumi ia hampiri dan menemui satu per satu reinkarnator manusia bumi yang sama dan berencana untuk menghancurkan Sarvest.
Namun, reinkarnator terlalu kuat untuk dihadapi Manusia manapun, tugasmu adalah untuk membunuh mereka semua sebelum tatanan Alam Semesta kacau balau kembali."
Yuto menatap tajam kearah Yang Kuasa seraya berkata. "Aku tidak mau, untuk apa aku membunuh mereka? lagipula bagus jika—"
"Kau ingin menghentikan kebangkitan Elin bukan? kemudian biar kuberitahu satu hal. Rafale adalah orang yang berbahaya, kau jelas tahu bukan sekuat apa Reinkarnator di komik-komik yang pernah kau baca.
dan juga separuh dari jalan kisah ini adalah perbuatan mu, jika saja kau tidak bodoh meninggalkan Portal di tempat terbuka seperti itu, tak akan mungkin Rafale dapat menciptakan alat untuk pergi antar Realm.
Semuanya, sudah menyimpang dari aturan Alam. perjalanan antar Dimensi memang memungkinkan. namun perjalan Realm antar Realm adalah sebuah penyimpangan.q
Di titik tersebut ada lapisan tak terakses, bagi manusia yang mau menyebrang antar Realm bahkan reinkarnator sekalipun tidak dapat bereinkarnasi ke Realm lain.
Tanggung lah dosa-dosa mu." ucap Yang Kuasa pada Yuto.
Yuto tak bisa menjawab apapun, ia kehabisan kata-kata. namun ia tak bisa membunuh Manusia dari bumi tempat ia tinggal dulu.
"T-tapi bagaimana jika seorang Reinkarnator yang perlu kubunuh adalah orang tuaku dari kehidupan sebelumnya?"
Dengan santai sang Cahaya di samping Yang Kuasa berkata. "Penyimpangan, bunuh."
"Apa?! kau gila, turun sini ayo berduel denganku."
Yang Kuasa tertawa melihat Yuto. "ahahahha, begini saja, gunakanlah metode membunuh paling tidak menyakitkan. kemudian aku akan menjaminkan nirwana untuk mereka, bagaimana?" tanya Yang Kuasa.
Yuto berpikir sejenak. sejak awal ia sudah tahu bahwa tidak mungkin ada penolakan dalam hal ini.
'Permainan takdir yang menyebalkan.'
"Baiklah, Yuto ku anggap kau sudah bersedia menerima misi mu, kemarilah akan kuberikan sesuatu."
Yuto berjalan mendekati singgasana yang kuasa, kemudian Yang Kuasa meletakkan tangan kanannya di atas kepala Yuto.
"Ini adalah sebuah gift yang akan membantumu menghadapi mereka."
Yuto menerimanya dengan sedikit tidak suka karena merasa dirinya diremehkan. "dasar bajingan! berani nya kau memainkan takdir terkutuk seperti ini!"
"ah ... jangan merenggut seperti anak kecil. oh iya, kau bebas menghabisi mereka dengan cara apapun.
misalnya seperti tak sengaja bertemu di jalan langsung hajar saja, itu tidak masalah."
Yuto kemudian bertanya lagi. "ah ... ini, dari 7 Miliar Manusia itu masing-masing hidup di bumi yang berbeda, jadi bagaimana caraku mencari mereka? jangan bilang aku yang harus mencarinya sendiri," ucap Yuto penuh tanya.
Yang Kuasa terlihat menggelengkan kepalanya. "tentu saja tidak akan begitu, jika kau mencarinya sendiri tentunya akan memakan waktu.
maka dari itu, Gift tadi ada agar memudahkanmu mencari mereka.
Sang Cahaya turun menghampiri Yuto yang kemudian ia berubah wujud menjadi seorang Gadis rubah yang berparas cantik.
Gadis rubah itu bernama Yurumi. "Perkenalkan, namaku Yurumi Jia. aku adalah seorang Rubah Surgawi dan akan menemanimu memberantas para Reinkarnator."
Yuto memalingkan wajahnya dan balik berbicara dengan Yang Kuasa. "Baiklah aku akan membunuh para Reinkarnator itu, namun jawab pertanyaan ku ini, apa alasanmu tak turun tangan langsung menghabisi para Reinkarnator itu?"
Yang Kuasa tersenyum kemudian menjawab pertanyaan Yuto. "Aku adalah Yang Kuasa, Pencipta kalian semua yang ada Di Alam Semesta ini, semuanya sudah diatur sedemikian rupa.
Dan dirimu yang bisa bernafas hingga saat ini pun adalah rencana dariku, maka kau yang akan membunuh para Reinkarnator itu pun adalah bagian dari ketentuanku. apa kau puas dengan jawaban ini?"
Yuto mengangguk kemudian ia membuka Gift pertama nya.
[Vang Signal]
Sebuah sinyal yang akan memberitahu siapa Reinkarnator yang ada di suatu Bumi, dengan ini Yuto dapat mengetahui siapa dia dan bisa langsung menghabisinya tanpa harus mencari-cari.
Yurumi kemudian membuka sebuah warp Gate untuk pergi ke Bumi yang diincar pertama kali.
"Masuklah, kita akan berteleportasi ke Bumi Tehon, ada Reinkarnator yang kuat disana," ucap Yurumi, sangat terlihat di wajah gadis cantik berambut pendek itu bahwasanya ia meremehkan Yuto.
Yuto dan Yurumi mendarat di sebuah kawasan Hutan belantara. "Kita tersesat?"
Yurumi menggelengkan kepalanya. "Tidak, kita ada di dekat sebuah kerajaan. cek Vang Signal milikmu dan lihat siapa targetnya."
Yuto kemudian segera mengeceknya. "oh ... seorang Raja," gumamnya.
Yuto dan Yurumi mulai berjalan untuk masuk kedalam kerajaan besar tersebut, ketika sudah ada di dalam kota. didapatinya kondisi kota yang ramai dan terbilang cukup tentram.
"Oh ... Raja ini sepertinya cukup bijaksana," gumam Yurumi.
"Baiklah, aku akan membunuhnya sekarang."
Yurumi mengangguk, mereka berdua tidak bisa membuat sebuah rencana karena ada 7 Miliar lebih Bumi lain yang harus diserang.
[Raja Au Gebs Thona]
"Ah, jadi ini nama si sialan yang harus kubunuh, tidak akan sulit."
Yuto berjalan kearah Kastil Utama Kerajaan. "Aku tak bisa buang-buang waktu."
DUAR !
Ledakan keras terjadi dibenteng luar kerajaan yang membuat getaran yang cukup mengganggu.
"Fuh, uhuk uhuk! sialan asapnya banyak banget," tukas Yuto terbatuk batuk sambil mengibas-ngibaskan tangannya untuk mengusir asap dari wajahnya.
Sementara itu saat ini Raja Thona sedang dalam sebuah meditasi untuk mencapai kekuatan tertinggi dan saat itu juga pelatihannya telah selesai.
Ketika ia merasakan kekuatannya sudah sangat kuat, dari ruang latihan ia mendengar suatu keributan.
"YANG MULIA KITA DISERANG!"
Yuto yang ada di tembok kastil tersenyum, melihat Kastil besar yang ada di hadapannya.
"Sialan, si Raja ini pasti punya banyak cewek, akan kubunuh duluan istri-istrimu itu brengsek!"
Yuto tertawa begitu mengerikan, sesaat ia melupakan bahwasanya para Reinkarnator ini adalah Manusia yang berasal dari Bumi nya dahulu.
^^^Bersambung....^^^