Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 50: Kebangkitan (4)



Wajah berbinar-binar yang sungguh membuat tak nyaman terpampang di wajah Edra.


Tangannya yang putus dan menggelinding di lantai seketika bergerak menghampiri Edra kemudian tangan itu kembali menyambung.


Sungguh pemandangan yang menjijikan. dengan nada santai Edra pun berkata, "oh hei, kenapa kau menyembunyikan kemam–" belum sempat Edra selesai dengan perkataannya.


Hajun dengan penuh kebencian memotong perkatannya. "Menjauh dari sana atau kubunuh!" hal ini menyebabkan suasana kian berat.


Ancaman Hajun rupanya tidak membuat Edra gentar sedikitpun. "Kau mau bermain?" tanya Edra santai.


Namun Hajun tak mau mendengarkan, dengan sekuat tenaga ia melesat menyerang Edra dengan sebilah pisau pendek.


Layaknya kilat yang cepat, Hajun menyerang layaknya petir yang menyambar dengan dahsyat.


Terdorong dengan hebatnya, Edra masih tersenyum, terkesan dengan kemampuan Hajun.


'lihat gerakan anak ini, berapa banyak orang di usianya yang mampu melakukan hal sehebat ini?'


Tebasan vertikal diikuti tendangan bawah.


Memutar tubuh untuk menghindari serangan yang datang kemudian memanfaatkan momentum untuk menyerang balik dengan pisau yang datang dari titik buta.


Kecepatan yang telah sepenuhnya berada diatas kecepatan kilat, 'aku tidak ragu jika separuh pasukan kami dapat dihancurkan sendiri olehnya,' gumam Edra sambil terus bertarung dengan Hajun.


crats ! crats !!


Hajun berhasil menorehkan luka di pipi Edra.


Edra tersenyum lebar, "bagus ... bagus ..."


[AO Skill Diablo Armor]


[Sword Of Gargan]


Armor ghaib dengan Pedang Gargan datang setelah Edra memanggilnya.


Sword Of Gargan dilayangkan tanpa ragu menebas kedepan. DUAR !


Ledakan besar membuat setiap ruangan di lantai 3 mengalami kehancuran, guncangan besar dan hebat ini tak lagi bisa ditahan oleh Rumah sakit yang hampir ambruk.


Hajun mendarat di lantai 5 sambil menggendong Rayya. ketika ledakan hebat tadi terjadi Hajun langsung melesat ke dalam kemudian membawa Rayya melompat keatas.


Melihat kehancuran ini, Rayya begitu shock melihatnya, melihat mayat dan Hajun yang dipenuhi luka dan darah seolah ini seperti mimpi.


"Ha-Hajun ... apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Rayya dengan gemetaran.


Nafas Hajun memburu tak karuan, saat ini ia hanya bisa berfikir bagaimana cara menyelamatkan diri.


Namun ini adalah sebuah omong kosong, Hajun menatap tajam wajah Edra.


Tersenyum melihat kebodohan Hajun, Edra mulai berbalik menyerang. ini adalah ilusi kuat dimana Hajun melihat Rayya adalah musuh.


Akan tetapi Hajun tak menunjukkan pergerakan sama sekali, "oh ... dia tak mempan dengan AO Skill pengendali pikiran milikku," ucap Edra dengan santai.


't-tadi itu, hampir saja.' Dengan nafas terengah-engah, Hajun menaikkan pisaunya sejajar dengan mulut, yang menunjukkan kalau Hajun sudah bersiap kembali.


"larilah terus kelantai paling atas dan sembunyikan aura kehadiran dirimu," bisik Hajun.


Berlari menurut, Rayya melarikan dirinya mengikuti hal yang diperintahkan Hajun padanya.


Hal yang dimana akan menjadi hal yang paling disesalinya nanti. jika saja Rayya bisa kembali ke masa lalu, dapat dipastikan ia akan lebih memilih mati bersama dengan Hajun.


Melihat Rayya sudah pergi, kini Hajun bersiap untuk kembali bertarung dengan Edra.


Edra tiba-tiba merasakan sesuatu. "Sensasi ini ... he-he ... hehe.... hehehe Khekehekekeke ... hahaha," Tawa Edra.


Dari lantai 3, Edra melompat dan dengan pedang terhunus ia langsung menusukkannya ke perut Hajun.


Akan tetapi, dengan tajam Hajun langsung menangkisnya dengan cepat.


ctang !


"Tajam!" tukas Edra bersemangat.


Bentrokan antara keduanya makin menjadi-jadi.


Gerakan-gerakan beladiri antara keduanya betul-betul sangat sengit. DUAK !!


BUK !! BAK !!


BUKK !


Mahakarya, "Merinding lah dalam tebasanku!" teriak Edra dengan wajah penuh semangat.


BUNGGG !


Satu tebasan terakhir membuat Hajun terpental karena gelombang kejut dari tabasan yang ditahan menggunakan Dagger nya.


Edra menghampiri Hajun yang terbujur lemas di lantai. "Hehehe ... kau cukup kuat," tukas Edra memuji.


Saat ini, jauh di dalam alam bawah sadar Hajun. ia sedang bertarung dengan seorang Raksasa besar.


"Ah, seranganku tak ada yang berkesan untuk melukainya," tukas Hajun sambil terus berlari.


Getaran hebat yang terus berlanjut bahkan membuat Hajun kesulitan untuk berlari, "Ah! ah! ah! siapapun kumohon tolong diriku."


"AHHHH!" Hajun berteriak semakin keras, "aduh ..." Sang cahaya mendengus karena bingung.


ctik !


Seakan menjentikkan jarinya, Sang cahaya menghentikan semua pergerakan dalam alam bawah sadar Hajun.


"Hei dengarkan aku dong," ucap Sang cahaya dengan nada kesal.


"O-oh ...?" Hajun terlihat kebingungan dengan yang terjadi.


Kemudian seperti orang bodoh baru melirik kearah Sang cahaya.


"Hei, apakah kamu butuh kekuatan? sepertinya diluar sana kamu memiliki masalah serius."


Seperti tak percaya, Hajun tiba-tiba terkejut. "Sial! dimana aku sekarang?" bingung nya polos.


"Kau berada di alam bawah sadarmu sendiri," jawab Sang cahaya.


"Dengarkan aku, disana kau hampir mati olehnya kan?"


"Ha-hah? maksudmu iblis itu?"


"benar. orang itu sangat sulit untuk dikalahkan, bahkan mustahil jika itu bagimu.


namun, aku menawarkanmu kekuatan milikku, aku akan meminjamkannya untukmu."


"pfft .... aku tak peduli, biar saja kan lagipula aku sudah mati."


Sang cahaya tertawa mendengar jawaban Hajun. "heh, kau itu belum mati asal kau tahu."


"hmmm... begitukah?" ucap Hajun memastikan ucapan tersebut.


"Benar, aku akan memberikanmu kekuatanku. kau hanya perlu membayarnya dengan membunuh bajingan itu!"


Hajun tersenyum, keuntungan. tidak, ini adalah harta karun yang diberikan secara cuma-cuma padanya.


"Baiklah aku akan mengambilnya," ucap Hajun mantap.


Saat ini Edra sedang menarik jiwa Hajun kemudian ia masukkan kedalam Pedangnya.


+1000 points


...Your Stats...


Sword Of Gargan:


+190 attack


+19 Defense


+56 AO


^^^Extraxting Soul.........^^^


^^^wait a second.^^^


^^^Done!^^^


Gathering Information...


"Wah ... system dalam Pedang ini benar-benar menakjubkan," ungkap Edra takjub.


›information added.


›Open Information.


Seluruh kemampuan milik Hajun telah didapatkan dan disimpan di dalam Gargan Sword.


Ini akan membuat kemampuan Hajun dapat diperoleh oleh Edra.


Puas akan kehebatannya membuat Edra lalai, dan secara tiba-tiba ia menyadari kalau kepalanya berada di lantai.


"eh?"


Hajun bangkit kembali dengan gagah, memalang Edra.


"Mulai saat ini, jangan harap kau dapat keluar hidup-hidup dari tempat ini brengsek!"


Dengan menggenggam dua bilah Dagger Hajun bersiap kembali untuk bertarung.


Dagger dengan warna putih emas bercahaya tergenggam dengan baik di tangan kanannya,


Berkata seolah kejahatan akan dimusnahkan olehnya.


"Kekuatan ini?" gumam Edra yang kemudian disusul oleh senyumannya.


"HAHAHAHHAHAHHAHAHAHA! Bangsat, lihat ini. Guardian bersekutu dengan Manusia? Hahahaha menarik!"


Kepala Edra tersambung kembali ke tubuhnya, Edra kemudian melakukan sedikit peregangan.


"wah-wah wah, baiklah kalau begitu, kali ini aku akan betul-betul serius melawanmu!"


^^^Bersambung....^^^