
Gita menendang dada Vincent hingga ia terpental jauh, kemudian Rafale melompat keatas dan menyerang Gita dengan Tombaknya.
"Heaarghhh!" (Rafale)
Akan tetapi hanya dengan ujung jarinya saja Gita berhasil menahan Tombak milik Rafale yang menyerangnya.
Kemudian Gita langsung menyabetkan pedangnya kearah leher Rafale tanpa ampun.
Akan tetapi Reynhard berhasil menangkis serangan tersebut dengan pedangnya.
"wushh!, cting!! srik! srik! srik!"
"gah!" (Reynhard)
Rafale berhasil melarikan diri berkat Reynhard dan Dazel yang menolongnya.
"apa-apaan dia?!" (Dazel)
Reynhard terpental akibat menahan sabetan pedang Gita, "arghh... aku tak bisa bergerak, tubuhku hancur di dalam. kurasa ia menggunakan AO nya disetiap serangannya. dia wanita gila!" ujar Reynhard yang meringkuk di tanah.
"Baiklah! mulai saat ini kita akan saling bunuh dengan Gita. kita akan menggunakan AO Skill juga kalau begitu." (Rafale)
mendengar Rafale berkata demikian membuat Dazel sontak terkejut. "apa kamu sama gila? AO Skill milikmu adalah salah satu yang paling mengerikan. "
AO skill yang berhasil membunuh Yuto sang Iblis, dan orang yang berhasil membunuhnya adalah Rafale.
Ian tiba-tiba datang dan berdiri disamping Rafale dan Dazel, kemudian ia berkata. "Aku setuju dengan Rafale. kita harus menggunakan AO Skill untuk mengalahkannya."
"hah... cuih! sialan memangnya karena siapa Gita jadi mengamuk?
seandainya saja Vincent tidak menyerang adiknya Gita sdah dipastikan Gita lah yang akan kalah." ujar Dazel sambil menggelengkan kepalanya.
"bunuh atau dibunuh. para Jendral Besar tak akan turun untuk membantu kita menghentikan Gita." ucap Rafale sambil menunjuk kearah tempat para Jendral berada.
Gaston, Vincent, Ayla, Reynhard sudah tumbang. dan yang anggota timnya habis duluan adalah Team 5 yaitu Team Vincent dan Reynhard sehingga mereka berdua telah tereliminasi.
Ian maju untuk menghadapi Gita, "aku akan mengulur waktu untuk menghadapinya. gunakan Ultimate AO milikmu apabila sudah siap Rafale!" teriak Ian.
Rafale mengangguk kemudian pergi untuk menyiapkan Ultimate AO miliknya.
kini hanya Dazel dan juga Ian yang menghadapi Gita, "hahahaaa... brengsek." (Ian)
Dazel menoleh kearah Ian dan bertanya "ada apa Tuan Ian?" tanya Dazel dengan nada yang juga gemetaran.
Ian kemudian mengeluarkan senjatanya kemudian langsung menggunakan AO skillnya.
Ian menerjang kearah Gita dan dengan cepat menyabetkan pedangnya.
Gita bereaksi dengan cepat terhadap serangan Ian, Ian menyabetkan pedangnya dari bawah keatas.
Gita menghindarinya kemudian menendang Ian yang masih bergerak mendekatinya dengan kakinya.
"Buk!"
Ian berhasil menahan tendangan Gita dengan tangan kirinya, akan tetapi serangan Gita membuat tangannya patah.
"aih.. sakitnya..." rintih Ian. ia tak tau kalau Gita berbalik menyerang dirinya dengan cepat.
Pedang Gita sudah terhunus di dekat leher Ian akan tetapi. "Duas!" Dazel berhasil menendang Gita menjauh.
"jangan lengah bodoh. lihat itu." Dazel menunjuk kearah Gita.
"makhluk gila itu berhasil menahan seranganku dengan sikunya dalam keadaan menyerangmu dengan pedangnya" (Dazel)
"AO... The Phantom" Ian mengeluarkan Ultimate AO nya.
Dan secara tiba-tiba pipi kiri Gita mengeluarkan darah seolah tertebas sesuatu.
Dazel cukup terkejut melihat sebuah goresan berhasil tertoreh di pipi Gita, Dazel cukup senang karena sepertinya ada secercah harapan untuk mengalahkan Gita.
Akan tetapi reaksi dari Ian berbanding terbalik dengan reaksi Dazel, Ian malah tertawa penuh putus asa.
"ha... brengsek, bayaran tanganku yang patah hanya senilai dengan goresan tak berarti itu?." (Ian)
Ian Zedin, berada di tingkat Volizen AO. hampir seluruh Anggota yang ada dalam pertandingan ini berada pada tingkat Volizen AO kecuali Rayk, Gita dan juga Rafale.
"AO... Red Thunder Flying Dragon." Gita kembali menggunakan AO Skill miliknya.
Kemudian Gita langsung melesat dengan cepat lalu menyerang Ian dengan pedang terhunus
"Bangsat! matilah kita, hahaa...." (Ian)
Dazel mengeluarkan AO Skillnya "Sir Of Hope."
Dengan skill ini Dazel memperlambat waktu milik Gita saja, sehingga memberikan Dazel dan Ian waktu untuk melarikan diri.
"Ayo lari Ian! Rafale brengsek, kenapa dia belum keluar juga!?" (Dazel)
Kemudian seketika Dazel dan juga Ian tak dapat bergerak "?!, Dazel ada apa ini?" tanya Ian panik.
Dazel menjawab "Aku juga tak tahu. jangan-jangan!" (Ian)
"Srats! Srats! Srats! Sratszz..."
Gita menebas mereka berdua dengan Pedang Merah menyala dan dalam keadaan mengamuk.
Dan juga alasan dari mengapa Ian dan Dazel tak dapat bergerak disebabkan oleh Ultimate AO Skill Gita. yaitu Queen Of Domination yang memantulkan AO Skill milik musuh yang mempengaruhi pengguna.
Akan tetapi tubuh Gita sudah sangat kelelahan karena Gita sudah 5 kali menggunakan Ultimate AO Skill.
______.
"Gita sudah keluar sebagai pemenang. bahkan cucu ku Dazel telah dikalahkan secara telak olehnya." (Trode)
Jendral Ozin meskipun melihat cucu kesayangannya juga dikalahkan ia terlihat lega karena meskipun Gita dalam keadaan mengamuk ia masih bisa mendahulukan akal sehatnya.
"Baiklah Jendral Kabura. sepertinya sudah saatnya anda mengumumkan pemenangnya." ujar Jendral Figo.
Jendral Kabura dan Jendral Castro menggelengkan kepalanya.
"Tidak. masih ada dua orang, Rafale dan Shizu." ucap Jendral Castro serius.
"Apa?! bukannya Shizu juga sudah dikalahkan?" (Ozin)
"saat ini keadaan akan berbalik 180 derajat. seluruh Jendral kita harus turun ke Arena, ini sangat berbahaya." (Castro)
"ada apa Jendral Castro?" (Guhi)
Jendral Kabura kemudian menjawab "alasannya adalah Ultimate AO Skill yang digunakan oleh Rafale bisa membunuh seseorang, dan juga hal ini sudah berbeda urusannya karena Gita sudah tak dalam kondisi Primanya.
Dan jika ia berhadapan dengan Rafale yang sudah menggunakan Ultimate AO nya, maka akan ada yang mati."
____________.
"ughh... aku harus membawa Rayk kerumah sakit, mengapa para Jendral tidak menyelamatkannya." Gita meringis menahan sakit sambil menggumam.
Dengan tertatih-tatih Gita menghampiri tempat dimana Rayk tergeletak tadi, akan tetapi sebuah pukulan melayang kearah wajahnya.
"Buk!"
Gita tersungkur jatuh, orang yang menyerangnya adalah Shizu.
Dengan dipenuhi luka-luka Shizu masih tetap berdiri dan mampu melayangkan serangan kearah Gita.
"minggirlah. aku harus membawa adikku." ucap Gita.
Shizu tak menghiraukannya dan kembali menyerang Gita.
Gita dengan sisa tenaganya berbalik melawan Shizu, pukulan di pipi kanan Shizu.
"AARGH!!" Shizu membalas dengan memukul Dada Gita akan tetapi Gita menepisnya lalu melayangkan counter attack pada Shizu tepat di mata kirinya.
"Bam!"
Pukulan itu berhasil membuat Shizu tersungkur jatuh.
Nafas Gita memburu karena sangat kelelahan, akan tetapi Gita berusaha untuk bangkit.
Gita kembali berjalan akan tetapi Shizu menggunakan energi AO yang ia simpan untuk membuat Gita terpeleset jatuh.
Ketika Gita terpeleset jatuh, Shizu langsung menaiki tubuh Shizu dan bersiap melayangkan pukulannya akan tetapi Shizu pingsan karena kehabisan tenaga.
"ah... aku tak peduli lagi dengan Hak Wajah Baru."
Gita berdiri kembali dan saat itulah dihadapannya sudah ada Rafale yang sudah siap dengan Tombaknya yang bercahaya.
kaki Gita sudah benar-benar tak kuat untuk menopang dirinya lagi, "biarkan aku lewat." ucap Gita.
Rafale menjawab "tidak akan, pertarungan belum berakhir."
Rafale tahu kalau pertarungan keduanya kali ini tidak akan seimbang akan tetapi ia harus menang.
"Baiklah. aku menye- "
belum sempat Gita selesai berbicara Rafale langsung menyerang Gita dengan menusukkan Tombaknya ke perut Gita.
"Crat!"
Gita tak dapat menghindari serangan itu dan akhirnya tertusuk hingga darahnya membasahi badannya.
Begitu Tombak itu dicabut Gita langsung ambruk tak sadarkan diri.
Rafale sama sekali tidak merasa terganggu, akan tetapi mengapa pemenangnya belum diumumkan.
_________.
Sementara itu para Jendral Besar terhentikan oleh sesuatu.
"sebuah Dimensi pemisah dalam Dimensi pemisah?"
"apakah Rafale yang memasangnya?! Jendral Kabura kamu berniat membunuh Gita?" (Castro)
Castro menarik kerah Jendral Kabura dengan penuh amarah.
"Tidak. Rafale memang bisa memasang Dimensi penghalang akan tetapi tidak sekuat ini." Jendral Kabura mencoba menjelaskan.
"lalu apakah Dimensi pemisah ini tak dapat dihancurkan?" tanya Jendral Trode.
"Dimensi penghalang ini lebih mirip AO skill yang digunakan untuk bertahan, mirip seperti Barrier tapi dimanipulasi menjadi Dimensi pemisah. cucuku Rafale jelas tak dapat melakukannya."
Castro tidak dapat diam saja menunggu akan kematian kedua anaknya.
ia berusaha menghancurkan dimensi Pemisah itu.
____________.
sementara itu di Arena pertarungan
Rafale menyadari dirinya dikepung oleh 3 Orang.
"siapa kalian?" (Rafale)
Rafale bersiaga dengan tombaknya sambil mengamati sekitar.
Saat itu muncul seorang perempuan ke hadapan Rafale sambil tertawa, "hihihi, nampaknya ada Telur Angsa Emas yang tersesat di hadapan kami."
Rafale mengernyitkan dahinya sambil menodongkan ujung tombaknya.
"siapa kalian?" (Rafale)
"hmmm... kamu lebih penasaran siapa kami? bukan aku saja? apa aku kurang cantik?
hm.... Baiklah aku adalah Casandra." nada wanita itu seketika berubah menjadi lebih serius. "Unit Rahasia ke 5 dari Bumi Peako, kalian orang-orang Bumi Sarvest. tempat persembunyian kalian sudah terungkap."
Mendengar hal itu Rafale menjadi sangat terkejut, Rafale teringat kematian Ibunya yang terbunuh oleh pasukan Bumi Peako.
"KAMU!! MATILAH!"
Dengan sekuat tenaga dan penuh amarah Rafale menyerang Casandra.
menanggapi serangan itu Casandra, tersenyum tipis seolah menganggap serangan Rafale remeh.
"HEARGGHHHH!"
^^^Bersambung....^^^