Rayk: Not a Hero

Rayk: Not a Hero
Chapter 42: Hasil Akhir(1)



BOOOMMM !!!


Ledakan hebat mengguncang ring pertarungan.


Hal itu disebabkan oleh Jayden yang mengeluarkan kekuatannya. "Ada apa kawan? kau memang sangat suka berlari ya?" ujar Jayden memancing emosi Hajun.


FWOSSH !!


Hajun melesat dengan kencang kearah depan Jayden, kemudian melayangkan tendangan keras kearah kepala Jayden dengan cepat.


DUAK !!


Jayden berhasil menahan tendangan yang dilayangkan kearahnya menggunakan tangan kanannya.


"kuhh !"


"pfftt... ada apa denganmu Bajingan? tak akan kubiarkan kau berkata menyerah."


Dengan emosi yang memuncak Jayden mendorong kaki Hajun yang masih berada disamping tangannya.


"SIAPA JUGA YANG MAU MENYERAH BANGSAATTT !!"


Layaknya seekor Banteng yang mengamuk, Jayden membakar arena.


[AO SKILL FIRE RAIN !"


Dengan segera Hujan Api mengguyur Arena pertarungan Hajun dan Jayden.


"Kelas pertarungan Mereka jelas berbeda dengan kita, tak kusangka Murid Sekolah Gundang sehebat ini."


"apakah yang kau puji hanya Sekolah Gundang? Wendeth lah Sekolah yang tak masuk akal. lihat dengan mata kepalamu kedua Monster itu bertarung, sampai diantara mereka berdua ada yang mati barulah pertarungan ini berakhir."


BOOOMMM !!!


Hajun terkena pukulan tepat di rahang bawahnya. DUAKHH !


"UKHHH !" rintih Hajun kesakitan.


namun dengan sigap Hajun menusukkan Daggernya tepat di punggung tangan Jayden.


STAB !!


"ARRRGGGHHH!!!!" Jayden meringis kesakitan, namun tanpa ampun Hajun melayangkan tinju-tinju yang membuat Jayden terpojok.


Jayden berusaha menahan semua pukulan yang menuju kepada dirinya "kuuhhh! "


Jayden mengingat 2 Tahun lalu dimana ia merasakan latihan yang luar biasa intensif.


'Semua Latihanku selama itu tak sia-sia !! disini adalah makam mu Hajun!'


"AARRGHH !! BANGSAT KAU HAJUN !!"


Jayden berbalik melayangkan tinjunya juga. namun Hajun memukul Dagger yang masih menancap di tangan Jayden.


BUKK!!


KRAKK !!


tulang dari Hajun patah dan Jayden meringis kesakitan karena tusukan Dagger itu makin dalam.


Jayden meringis kesakitan dan menyelimuti tubuhnya dengan heal fire. Hajun mundur juga untuk mengumpulkan sedikit tenaga, namun tidak seperti Jayden. Hajun tak dapat melakukan healing pada luka-luka yang dialaminya.


...----------------...


"hmm ... jika seperti ini Wendeth School akan kalah. pertarungan sebelumnya orang itu bahkan tidak dapat disentuh sedikitpun oleh peserta Sekolah lain. namun ketika melawan Gundang School ia pertama kalinya terluka, dan ini berita buruk.


jika terluka separah ini di babak pertama, maka babak kedua? ketiga? keempat? atau ia akan tumbang bahkan sebelum babak ke tiga.


intinya karena ia pemain tunggal, ia tak bisa mengatasi kesenjangan itu."


"tapi, bukankah itu hal yang biasa saja bagi Wendeth School? seharusnya mereka tidak heran kan jika mereka selalu kalah?"


"hmmh... kau masih naif, ini adalah pertarungan antara kedua orang tergigih lihatlah bencana yang akan mereka ciptakan di Arena."


...----------------...


Jayden keluar dari dalam Heal Fire dan berjalan perlahan maju menghadapi Hajun yang dipenuhi luka.


"kekekeke... Hajun Kau AKAN KUBUNUH!"


BATS !!


Jayden bergerak dengan cepat ke hadapan Hajun dan melayangkan tinjunya dari bawah ke perut Hajun.


BUKKK !!!


Mata Hajun memutih seperti kehilangan kesadarannya akan tetapi Jayden tidak berhenti disitu saja, ia membanting Hajun ke tanah dengan keras.


DUAAKK !


Jayden mengeluarkan Pedang miliknya "lihat baik-baik dengan kedua matamu Hajun. inilah perbedaan diantara kita, disaat 2 Tahun yang lalu kau bermalas-malasan aku berlatih hingga titik darah penghabisan, dan inilah tujuanku. MEMBUNUHMU!!"


Ketika Hajun hampir ditusuk oleh Jayden, ia langsung menghindar dengan sangat cepat yang bahkan membuat banyak penonton terkesan.


"UWOOGHHH !!!"


kelenturan dan fleksibilitas yang diluar akal sehat manusia, apakah mungkin sekrang Manusia bisa menghindari ujung pedang yang hanya berjarak 1,2 centimeter?


Hajun kemudian memukul wajah Jayden dengan sangat keras menggunakan tangan kirinya membuat Jayden terpukul mundur.


Jayden berteriak keras "ARGGGHHH !!", kemudian Jayden mengaktifkan AO Skill miliknya.


[AO SKILL DRAGON BREATH!]


Sebuah bola sihir yang terfokus muncul di depan mulut Jayden. ia menjadi layaknya seorang naga.


FWOOSSHH !!!


Energi besar itu ditembakkan kearah Hajun, dan seketika ledakan besar terjadi, sekitar arena pertarungan mulai bergemuruh.


"Serangan macam apa itu?!"


"Kuat Sekali!!"


"Apakah ia pemenangnya?"


para penonton ricuh melihat keadaan menegangkan tersebut.


asap tebal mengepul dan menyelimuti arena pertandingan, membuat para penonton tak bisa melihat apa yang sedang terjadi di sana.


perlahan-lahan asap tebal itu mulai menghilang, dan disana Jayden dan Hajun masih berdiri tegak.


"!!" Jayden sedikit terkejut melihat Hajun masih hidup. 'luka separah itu... masih bisa ia tahan?' batin Jayden.


waktu pertarungan masih tersisa 4 menit sebelum babak ke dua dimulai, namun Hajun nampak seperti sudah berada di ambang keputusasaannya.


"ini... terlalu berlebihan bukan?"


"ya... namun mereka berdua sepertinya memiliki masalah pribadi. arena ini pasti akan menjadi kuburan salah satu dari mereka, ataupun keduanya."


Jayden tersenyum lebar, kesempatan untuk memukuli Hajun saat ini sudah ada di hadapannya.


Jayden berlari kearah Hajun sambil melesatkan tangannya meninju wajah Hajun.


DUAGHHH !


Hajun sedikit terpental namun ia masih bisa menahan dirinya, Jayden kembali melayangkan tinjunya berkali-kali dengan sangat cepat hingga membuat Hajun terdesak dan terhuyung menahan serangan dari Jayden.


Sambil terus menyerang Jayden tertawa kegirangan, hal yang selalu ia idamkan yaitu membalaskan dendamnya pada Hajun akhirnya dapat terwujud.


"HAHAHAHHAHAHHAHAHAHA !! MATI! MATI ! MATI !!! Orang berbalat sepertimu tidak akan pernah tau rasanya bekerja keras! inilah yang terjadi karena kau terlalu mengandalkan bakat, dan tidak pernah bekerja keras." teriak Jayden dengan wajah tersenyum dan terus memukuli Hajun


namun tiba-tiba tangan kanan Jayden ditahan oleh sesuatu.


"hmmh? apa yang --"


"!!"


Betapa terkejutnya ia ketika melihat tatapan mata dari Hajun, intimidasi yang begitu pekat yang mengingatkannya akan trauma di masa lalu. mungkin Jayden melupakan hal ini karena Hajun sudah berjanji tak membuat masalah. dengan gemetaran Jayden perlahan mundur.


seluruh indra perasanya mengirimkan sinyal berbahaya.


"Kau bilang aku terlahir dengan bakat? yang kau maksud bakat itu aku? kau bilang aku tak bekerja keras? apa kau tahu bagaimana aku berlatih sampai ingin mati karena hanya untuk satu tujuan?


apakah kau bermaksud menyandingkan Kakakku Gita yang berbakat itu dengan makhluk gagal seperti diriku? ataukah kau membandingkan Kakakku Rayk yang bahkan menjadi Buronan kelas Petaka, dengan orang yang sedang kesulitan menghadapi kecoak seperti dirimu?"


"KECOAK?! BERANINYA KAU BRENGSEK !!" (Jayden)


Jayden menyerang Hajun secara mendadak. namun hanya dengan menggerakkan satu tangannya saja Jayden terputar ke bawah dan dengan segera Hajun menginjak kepala Jayden yang ada di tanah.


Hajun kemudian meletakkan jarinya di bibirnya dan memberi sebuah isyarat "sssshh..."


Jayden merasa sangat frustasi dengan keadaannya saat ini. "Mustahil! Mustahil ! Mustahil !!" emosi yang meluap-luap akan menghasilkan AO yang sangat kuat.


Jayden menggerakkan tangannya ke atas dalam keadaan kepalamya masih diinjak oleh Hajun.


tiba-tiba Hajun merasakan sesuatu yang berbahaya mendekatinya, sebuah meteor menuju kearahnya dengan sangat cepat.


DAARR !!


sebuah Pedang bercorak Naga yang dilapisi Api, Apinya berkobar di sekitar tempat jatuhnya pedang tersebut.


Hajun langsung mundur ketika Pedang itu hampir mengenai dirinya. Hajun menatap Jayden dengan seksama.


Jayden berusaha untuk berdiri meskipun kepayahan. kemudian berjalan mendekati Pedang yang tertancap itu.


Tepat di pupil mata Jayden muncul sebuah api, Jayden mengambil Pedang tersebut.


[Ultimate AO Skill. The Dragon King.]


setelah Jayden menarik Pedang tersebut tekanan yang sangat kuat memenuhi Arena. bahkan sampai ke Kursi penonton, dan ada 3 Senjata lagi yang muncul di belakang punggung Jayden.


"Hajun... kau selalu dan selalu saja membuatku kesal." ucap Jayden yang tak lama kemudian langsung mengambil ancang-ancang menyerang.


"dalam sisa waktu 2 menit 41 detik ini ... akan kupastikan kau langsung habis di Ronde pertama ini."


^^^Bersambung....^^^