
Kesalahan yang fatal terjadi, Iblis dan Setan datang secara sistematis ke alam Rafkel dan mulai menghasut para pemimpin manusia.
Kini manusia mulai mengenal tentang sifat. seperti sifa munafik, iri, dengki, sombong, angkuh, tamak dan berbagai sifat buruk lainnya.
Kekacauan di penjuru Alam Semesta terjadi dan kembali membuat Para Monster menyerang setiap Bumi yang ada.
Melihat hal itu Guardian Suci Elans Paladin langsung memerintahkan Guardians lainnya untuk membantu Manusia berperang menghadapi para Monster.
Konflik internal tak dapat disentuh oleh Guardian karena terlalu sulit untuk dikendalikan, banyak manusia tidak lagi mempercayai Guardians.
Meskipun ada banyak juga yang pro kepada Guardians, mereka semua berdebat dan saling makan satu sama lain.
Masa Lalu yang Kelam ini disebut sebagai Zaman Yang Runtuh, sementara para Guardians yang memimpin manusia di medan perang mulai kesulitan karena para pasukan manusia disana termakan hasutan Iblis dan Setan dan mulai menyerang para Guardians yang membantu.
Guardians Elans Paladin menarik semua pasukan Guardians yang ada di Alam Rafkel dan kembali ke Alam Guardians.
Guardian Elans Paladin dengan separuh Kekuatannya menciptakan Sistem di dalam Luginous Realm Alam Pertama, sehingga roda sistem para Guardians menjadi seperti robot yang hanya tahu perintah dan langsung melaksanakannya.
Sementara separuh kekuatannya lagi masih ada pada dirinya. Guardian Elans yang merasa bersalah mengorbankan dirinya untuk bertarung dengan Monster yang menyebrang lewat celah Dimensi.
Sampai dimana pertarungannya mulai hampir berakhir, bersamaan dengan itu persiapan dari Guardian Elans juga sudah selesai, dengan kekuatan terakhirnya ia memisahkan Ruang Waktu Rafkel Realm dengan Qyuzeq Realm.
Namun hingga saat terakhirnya Guardian Elans masih tidak mengetahui maksud dari keseimbangan dalam Alam Semesta yang dimaksud oleh Yang Kuasa.
flashback end.
...----------------...
Miracle menyiapkan pedangnya dengan serius. "Dimana Ruangan itu!" tanya Miracle.
namun Kagane tidak menjawabnya.
Namun lingkaran sihir yang muncul di belakang Kagane berbicara hal lain tentunya.
"inikah jawaban mu?" tanya Miracle.
Kagane mulai serius, ia membentangkan sayapnya kemudian terbang keatas untuk menunjukkan bahwa eksistensinya yang lebih tinggi dari Miracle.
Miracle menurunkan dagunya dan dengan wajah serius ia langsung melesat menyerang Kagane dengan pedangnya.
DUARR !!
Kagane dipentalkan oleh aura dari pedang Miracle. Miracle berlari dengan cepat mengejar Kagane yang sedang di udara.
Namun Kagane tidak diam saja, ia merentangkan tangannya dan mulai menggerak-gerakkan tangannya mengendalikan lingkaran sihir.
Sebuah Meteor datang melesat dengan cepat kearah Miracle, "Kekuatan seperti ini tak cukup untuk membunuhku Guardian brengsek!"
Miracle langsung menebas Meteor yang besarnya sama dengan 3 gunung Everest.
"HAHHH!!!"
Kagane tersabet serangan Pedang Miracle. cratss !!
"!!! Manusia ini !!" gumam Kagane marah.
DOOOMMM !!
DUARR !!
[Luginous Realm, Alam Pertama]
Saat ini Luginous Realm di Alam para Guardians sedang dalam kekacauan hebat, karena Miracle dan Rayk mengobrak-abrik tempat itu.
Ovahen sang Pemimpin seluruh Guardian saat ini sudah berhadapan langsung dengan pelaku utama kekacauan ini.
"Rayk, apakah kamu tidak mau berdamai dan menyerah disini? jika kamu menyerah disini, Daftar Buronan mu akan dihapuskan meskipun kamu harus dihukum karena telah membunuh Kavalen dan Aeden." tawar Ovahen lembut.
"Rayk... ini adalah kesempatan terakhir, dan juga biar kuberitahu dirimu kalau Ruangan yang menyimpan Konsep Alam Semesta itu tak ada disini." ucap Ovahen tegas.
Ovahen kemudian berkata kembali dengan jari telunjuk yang menunjuk keatas "tempat itu berada diatas sana, dan Manusia serta Makhluk dari Dunia Rendah seperti kau tak akan bisa menuju kesana."
'Manusia melawan Guardian, itu tak buruk kedengarannya' batin Rayk.
Rayk tersenyum tipis kemudian langsung melakukan kuda-kuda bersiap menyerang, "Dengar ini Ovahen, di Alam Bawah sadar sana aku belajar hal menarik, Hei! Apa Kau mau melihatnya BAJINGAN?!" tanya Rayk dengan angkuh.
Kedua tangan Rayk mengeluarkan elemen api. namun Ovahen terlihat memandang remeh Rayk, "apakah itu yang ingin kau gunakan untuk mengalahkan diriku Rayk?"
Rayk tersentak , "oh... tentu saja-"
BATS !! , Rayk langsung melesat menyerang Ovahen "-TIDAK BRENGSEK"
BRAKK !!
Lantai Alam Luginous langsung retak oleh hentakan Kaki Rayk, kemudian dari berbagai arah mata angin keluar api yang menyambar.
FWUNGG !! BLARRR !! BLARRR !!
Ovahen terkejut dengan kekuatan Rayk, 'Aku meremehkannya...' batin Ovahen dengan mata terbelalak.
Ovahen sontak membentangkan sayapnya untuk menahan Api yang menyambar disekitarnya itu.
"Mode bertahan ya?" senyum Rayk, Rayk berjalan diatas kobaran api yang setinggi badannya.
Rayk membalik telapak tangannya kemudian mengangkatnya sedikit. dari api yang berkobar itu Rayk mengubahnya menjadi sebuah anak panah, kemudian ia tembakkan kearah Ovahen yang sedang bertahan.
DUAR !! DUAR !! DUAR !!
Ledakan hebat menghantam sayap Ovahen meskipun begitu ia masih tak mau keluar, Rayk mengira kalau Ovahen takut menghadapinya, akan tetapi salah.
"tidak-tidak... ini tidak benar bangsat, jangan bertahan terus dong! gimana aku mau menang bangsat!"
Rayk yang tadinya menggila dan membabi-buta menjadi tenang, intuisi dari seorang jenius.
"Kau itu sedang methamorphosis ya... tidak bisa dibiarkan."
...----------------...
"Kau yakin tidak mau menyerah wahai Manusia?" tanya Kagane pada Miracle.
Kagane memimpin pertarungan dengan kekuatan penuhnya dan terus menerus mendesak Miracle hingga mendapat luka yang cukup parah.
"hehehe ... aku makin melemah ya..." gumam Miracle sambil mengusap darah di bibirnya dengan lengannya.
Kagane menatap Miracle dengan tatapan heran, ia pun bertanya lagi pada Miracle "Kau yakin Manusia? kawan mu itu bisa mati loh jika berhadapan langsung dengan Pemimpin Guardians."
"pppfffttt... kau mengancamku? apa kau tau, Anak itu selama lebih dari 10 Tahun hidup seperti apa?" ucap Miracle dengan tatapan menusuk yang membuat Kagane merasakan rasa merinding yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Aku? mengkhawatirkan anak itu? itu tidak mungkin, malah seharusnya Pemimpin kalian Ovahen lah yang berhati-hati padanya. Karena anak itu bukan dari Dimensi yang bisa kita logika kan."
...----------------...
Rayk mengambil pedang yang ada di bahunya, kemudian ia lemparkan pada Ovahen yang masih berdiam diri.
ctang! ting! tringgg!! tring!!!
"suaranya sangat berisik, jadi inikah jawabanmu?."
[Ultimate AO Skill, King'S Domination.]
"Bersiaplah...."
^^^Bersambung....^^^